
Setelah bangun karena terkejut keduanya kembali tertidur. Semua orang telah tertidur di rumah masing-masing karena ini malam hari. Namun, permaisu Yu di datangi oleh kakeknya ayah dari sesepuh Zan di alam mimpinya.
"Ini dimana?" tanya permaisuri Yu karena berada di ruangan yang sangat gelap.
"Apa kabar mu cucuku?" tanya sesepuh Zan.
"Aku baik-baik saja. Tapi, siapa anda dan di mana anda?" tanya permaisuri Yu.
"Apa kau tidak ingat padaku nak?" tanya seorang pria yang berambut serba putih dengan dua mata yang berbeda warna.
"Anda,,,,. Apakah anda kakekku?" tanya permaisuri Yu.
"Kau benar. Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Ingatlah cucuku bahwa tolong jauhi putri pertamamu dari kaisar siang dan tolong katakan pada semua kekaisaran kalau kekaisaran yang paling dan harus kau waspadai adalah kekaisaran siang. Aku tidak bisa melihat pasti kejadiannya. Namun, akan ada masa di mana kalian sangat lemah dan tidak berdaya. Jadi, pada saat seperti itu jangan pernah sedikitpun mempercayai orang-orang dari kekaisaran siang. Jika kau ingin meminta bantuan, maka mintalah bantuan pada kekaisaran bulan. Tolong katakan pada Zan bahwa saat dia membutuhkan sesuatu untuk mencairkan atau menghangatkan tubuh dirinya, maka dia harus mencari pelukan dari jiwanya. Jadi, sampai jumpa selamanya cucuku" ujar pria itu lalu menghilang.
"Tidak kakekkk" teriak permaisuri Yu sambil bangun membuat kaisar Yu juga ikut bangun.
"Ada apa permaisuri ku. Apa yang membuatmu berteriak?" tanya kaisar Yu sambil memberikan minum ke permaisuri Yu.
"Aku bertemu dengan kakekku dan dia menitipkan beberapa pesan untukku. Apakah yang mulia akan mengundang seluruh kekaisaran saat acara kelahiran pangeran Sima esok hari?" tanya permaisuri Yu.
"Ada apa denganmu permaisuri ku. Bukankah kau tau kalau kita telah menyebar undangan ke seluruh kekaisaran termasuk kekaisaran bulan. Namun, hanya kekaisaran siang yang tidak karena kita tidak bisa mengontak berbicara dengan salah satu orang-orang dari kekaisaran siang karena mereka tidak pernah sama sekali ikut berperang atau memicu peperangan" jawab kaisar Yu.
"Begitukah?" tanya permaisuri Yu.
"Itu benar. Sebenarnya ada apa, kenapa kau begitu ketakutan?" tanya kaisar Yu.
"Aku tidak tau, yang kurasakan saat ini adalah diriku sangat tidak tenang. Bukan maksudku aku memercayai ramalan, tapi kakekku mengatakan hal yang barus kita waspadai kedepannya" jawab permaisuri Yu.
"Baiklah maafkan aku. Sekarang tidurlah lagi kita akan membahas ini besok, bisakan" ujar kaisar Yu sambil mengusap punggung istrinya yang masih tidak tenang.
"Baiklah,,, aku akan tidur lagi" balas permaisuri Yu sambil membaringkan tubuhnya kembali. Namun, dia tetap tidak bisa, dia terus saja membayangkan berulang-ulang ucapan dari kakeknya tentang putri pertamanya.
Kaisar Yu tau kalau istrinya masih belum bisa tenang setelah bangun dari mimpinya membuat dia berpikir sebenarnya pesan apa yang di sampaikan sampai-sampai membuat permaisuri Yu ketakutan begitu. Tapi, dia tidak berani bertanya karena dia tidak ingin istrinya semakin tidak tenang. Jadi, dia hanya bisa memenangkannya yaitu dengan cara memeluk istrinya lalu mengusap secara lembut dan perlahan punggung tangan istrinya yang sedang dia genggam. Setelah satu jam berlalu akhirnya permaisuri Yu kembali terlelap tidur, hal itu membuat kaisar Yu senang karena permaisuri Yu sudah tenang dan tidur kembali. Jadi, kaisarpun menutup matanya untuk melanjutkan tidurnya yang terbangun karena permaisurinya.
Besok harinya semua orang di sibukkan dengan acara penyambutan para kaisar di kekaisaran Yu dalam acara memperingati hari kelahiran pangeran Yu Sima. Semua daerah di undang kecuali kekaisaran siang.
Semua kekaisaran telah tiba dan duduk di tempat masing-masing, mereka menunggu para sesepuh dan juga keluarga kekaisaran Yu.
"Para sesepuh telah tiba" teriak kasim menggema di seluruh area kekaisaran Yu.
"Kaisar Yu dan keluarganya telah tiba teriak kasim itu lagi.
"Semoga kaisar Yu dan keluarganya di berikan umur panjang dan sehat selalu" ujar semua orang saat melihat kaisar Yu telah duduk di kursinya.
"Zhen ingin berterima kasih banyak karena kalian sudah menyempatkan waktu dan telah mau datang ke mari untuk merayakan hari kelahiran pangeran Sima. Semoga kalian semua juga di beri umur panjang dan diberikan kesehatan selalu" doa kaisar Yu.
Acara itu dilakukan dengan sangat meriah. Tapi, permaisuri Yu tidak Memperlihatkan ekspresi senang melainkan eksprsi sedih dan tidak tenang.
__ADS_1
"Ada apa Yu, kenapa wajahmu tidak tenang begitu?" tanya sesepuh Ying membuat acara tiba-tiba terhenti dan beberapa kaisar lain melihat ke arah permaisuri Yu.
"Aku tidak tau apakah itu benar atau tidak. Tapi, kakek menemui diriku di dalam mimpiku dan mengatakan bahwa kita semua harus waspada pada orang-orang dari kekaisaran siang karena mereka tidak sebaik yang kita bayangkan. Kakek juga berpesan agar menjauhi putri pertama ku dengan kaisar mereka, dan kakek juga berpesan bahwa saat dia membutuhkan sesuatu untuk mencairkan atau menghangat kan tubuh dirinya, maka dia harus mencari pelukan dari jiwanya. Hal itulah yang diucap,,,,," ujar permaisuri Yu terpotong dengan teriakan kasim.
"Kaisar dari kekaisaran siang telah tiba" teriak kasim mengejutkan semua orang.
"Apakah kau mengundangnya yang mulia?" tanya permaisuri Yu.
"Tidak, sama sekali aku tidak mengundangnya" jawab kaisar Yu.
"Jadi, kenapa dia bisa datang?" tanya permaisuri Yu.
"Tidak tau" jawab kaisar Yu, lalu masuklah beberapa orang ke ruangan yang diadakan pesta itu
'Jadi, seperti ini rupamu ya. Aku sungguh menunggu waktu dimana kita saling bertukar jurus lagi. Karena kali ini aku memiliki seseorang yang harus aku jauhi darimu' batin Fan sambil melihat pria yang memakai jubah kebesaran seorang kaisar.
Sedangkan di desa Arid, Yuan bertanya ke pada Ying Wie.
"Apakah kau akan ikut denganku ke kekaisaran Yu untuk memantau pergerakan semua orang?" tanya ku.
"Apa maksudmu?" tanya nya bingung.
"Selama dua tahun ini kita kurang tau masalah perkembangan kekaisaran. Jadi, mumpung hari ini di kekaisaran Yu sedang ada acara, maka sebaiknya kita kesana saja. Mungkin kau bisa melepaskan rasa rindumu pada keluargamu karena tentunya mereka ada di kekaisaran Yu untuk menghadiri undangan yang di berikan bukan" jawab ku.
"Tapi, bukankah kita tidak bisa bertemu dengan mereka?" tanyanya.
"Ahhh benar juga" balasnya.
"Jadi, bagaimana?" tanya ku sambil mengulurkan tanganku.
"Aku ikut" jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
"Bawa kami ke pohon dekat dengan perjamuan. Namun, ke pohon yang tidak akan di lihat oleh orang di perjamuan melainkan Kamilah yang ingin melihat mereka" ujar ku, lalu datanglah cahaya emas seperti biasa.
Saat keduanya membuka mata mereka telah berada di salah satu pohon. Saat mereka sampai tepat pada saat kasim meneriakkan penyambutan nama kekaisaran siang.
'Jadi, seperti ini kaisar dari kekaisaran siang' batin keduanya kompak.
"Kaisar muda ini menghadap kepada seluruh kaisar yang hadir. Semoga para kaisar dan keluarganya di limpahkan umur panjang" ujar kaisar siang sambil membungkukkan badannya tanda hormat.
"Bangunlah tidak perlu membungkuk begitu" ujar kaisar Yu mempersilahkan dia bangun. Namun, mereka semua di kejutkan dengan pandangan dan pancaran mata kaisar siang saat melihat ke arah Yu Anchi dan Yu Xian yang duduk berdampingan dengan Yu Anshi dan Yu Sima. Mereka semua tidak tau apa maksud dari pandangan itu. Namun, permaisuri Yu merasa takut saat dia melihat pandangan itu membuat dia terbayang dengan ucapan kakeknya yang terngiang-ngiang di kepalanya ' Jauhi putri pertamamu dengan kaisar siang'.
'Tidak bisa, aku tidak mau hal yang hanya di tebak itu menjadi kenyataan. Aku harus menjauhi keduanya' batin permaisuri Yu sambil menatap ke arah kaisar siang yang sedang menatap putri Yu Anchi.
'Kenapa dia menatap saudariku begitu. Aku tidak boleh membiarkan kakakku sembarangan jatuh cinta. Jadi, aku harus menjaganya dari pria lainnya. Meskipun dulu peramal itu mengatakan kalau kakakku akan menjadi jodohnya pangeran kedua kegelapan. Namun, aku tidak akan membiarkan kakakku sembarangan jatuh cinta karena peramal juga mengatakan akan ada pria yang pernah di cintai kakakku akan menjadi penyebab kematiannya. Jadi, aku harus melindungi dirinya' batin Xian sambil menatap ke arah Anchi, Fan dan kaisar siang bergantian.
"Lihatlah kaisar siang tampan bukan" ujar beberapa para wanita yang mengagumi ketampanan kaisar siang.
__ADS_1
"Kau benar bahwa kaisar siang sangat tampan" jawab yang lainnya.
"Apanya yang tampan dari wajahnya?" tanya ku kepada Wie saat aku mendengar suara mereka yang berbisik-bisik itu.
"Aissss kau ini. Tentu saja dia itukan tergolong ke dalam kriteria tampan" jawab Wie.
"Kau mengaguminya sekarang. Namun, apa reaksi darimu jika aku mengatakan dialah orang yang telah mengirim pasukan untuk merebut wilayah kakakmu dua tahun lebih belakangan ini, dan dia juga orang yang melakukan peperangan yang hampir menghilangkan nyawa banyak orang dua tahun lalu di kekaisaranmu. Apakah dia ma,,,," ucapan ku terpotong karena aku melihat dia mengeluarkan aura hitamnya. Tentu saja itu membuat aku cepat-cepat menyadarkannya dengan cara berbisik di telinganya.
"Jika kau mengeluarkannya sekarang, maka identitas kita akan ketahuan dan sumpahmu juga akan teringkari. Jadi, pilihlah apa yang menurutmu benar" bisikku di telinganya membuat dia akhirnya bisa mengendalikan kekuatannya.
"Lebih baik kita berjalan dan bergerak dari belakang layar seperti dirinya dan kekaisaran nya. Jadi, dengan begitu seluruh keluarga kita juga akan aman karena mereka tidak tau kalau kita menyerang mereka. Jadi, diapun tidak akan tau keluarga kita dan tidak akan menyerang mereka hanya untuk menjadi kelemahan kita" sambung ku lagi.
"Baiklah,,, kau memang selalu yang terbaik" puji Ying Wie.
"Aku tau" ujar ku sedikit sombong.
"Ihhhh seharusnya tidak aku puji. Jadi, bisakah aku menarik kata-kata ku lagi?" tanyanya.
"Tidak bisa donk. Sudahlah mari berfokus pada kejadian yang akan terjadi di depan kita saja" jawab ku.
"Ahhh benar juga" balasnya. Setelah itu keduanya kembali fokus pada perjamuan yang di depan mereka.
Semuanya berjalan seperti yang seharusnya, dimana ada penampilan bakat dan sebagainya. Tapi, mata pangeran Sima hanya berfokus pada sebuah tiang kekaisaran yang memantulkan bayangan Yuan dan Ying Wie yang berada di atas pohon. Dia tidak pernah memalingkan pandangannya dari tiang itu bahkan saat pembagian hadiahnya pun dirinya curi-curi pandang ke arah tiang itu. Pada saat dirinya curi-curi pandang ternyata gerak-geriknya di ketahui oleh Yuan. Yuan melihat ke arah mana mata pangeran mencuri pandang, dia melihat pangeran melihat ke arah tiang yang ternyata memantulkan bayangan mereka berdua. Saat tanpa sengaja bahwa Yuan dan Sima saling memandang. Sima memberikan senyumannya ke arah Yuan membuat Yuan yang melihat ke arah tiang dan melihat pantulan pangeran yang tersenyum membuat dia terkejut.
"Sepertinya dari tadi kita sudah ketahuan" ujar ku.
"Apa maksudmu?" tanya Ying Wie.
"LIhatlah kesana" jawab ku sambil menunjuk ke arah tiang. Ying Wie melihat ke arah tangan Yuan, dia terkejut saat melihat bayangan pangeran yang sedang mendapat hadiah. Awalnya dia pikir apa masalahnya, tapi beberapa saat kemudian pangeran Sima melihat ke arah tiang lalu memberikan senyumannya saat melihat Ying Wie dan Yuan melihat ke arah tiang itu.
"Apa dia juga begitu dari tadi?" tanya Ying Wie.
"Sepertinya begitu, karena tadi aku berpikir dia memalingkan wajah nya ke arah lain bukan ke arah panggung karena bosan. Tapi, sepertinya karena dia melihat ke arah kita. Namun, orang lain bahkan kita tidak menyadarinya" jawab ku.
"Ohhh begitukah" ujar Wie.
"Ya begi,,," ujar ku terpotong karena aku merasakan ulat racun pengendali hati yang telah menjadi hewan kontraknya telah di lepaskan.
"Ada apa?" tanya Wie.
"Ulat itu telah mreka lepaskan ke daerah keluarga Yu. Ahhh siapa yang menjadi korbannya" jawab ku yang kini pandanganku kembali fokus pada perjamuan. Disana aku melihat bahwa kaisar siang sedang menghampiri pangeran Sima yaitu untuk memberikan hadiah kepadanya.
'Kau telah menyerang orang yang salah kaisar siang. Aku tidak suka orang lain menyentuh keluargaku terutama adik kecilku yang masih lemah. Kau memiliki peperangan dingin denganku karena kejadian di zaman modern dulu. Namun, sekarang kau telah kembali memulai peperangan denganku di zaman ini dengan korban pertama ulatmu adalah adik kecil kandungku. Jadi, aku akan pastikan bahwa kau akan kalah di tanganku sekali lagi. Aku harus mencari satu naga lagi, setelah itu akan aku pastikan kalau seluruh wilayah berada dalam gengamanku dan pengawasan ku. Tentunya hal itu tidak akan memudahkan dirimu untuk menguasai seluruh benua ini karena akulah yang akan menggantikan kakek buyutku untuk melindunginya dari orang-orang sepertimu." batin ku sambil tanpa aku sadari kalau aku telah memancarkan sedikit api kekesalan di mataku. Namun, itu semua hilang saat ulat itu mewakili adik kecilku berbicara denganku.
'Tuanku tenangkanlah dirimu karena adikmu mengatakan selama ada kakak perempuan pertamanya lalu apa yang perlu di khawatirkan' telepati ulat itu di pikiranku membuat aku terkejut.
"Apa-apaan itu tadi?" tanya ku membuat Ying Wie bingung.
__ADS_1