The Switched Daughter

The Switched Daughter
Rencana pergi ke akademi


__ADS_3

" Tidak lama lagi kita akan berperang kembali melawan kerajaan iblis. Sebaiknya, anak - anak kita suruh memasuki akademi perguruan agar keselamatan mereka terjamin. Disana, merekapun bisa sambil belajar meskipun usia mereka kebanyakan belum lima tahun" ujar kaisar Xiao.


"Zhen sependapat dengan mu kaisar Xiao" ujar kaisar Lin.


" Jenderal Kubo" teriak kaisar Yu.


" Ya yang mulia" ujar jenderal


" Segera hubungi empat perguruan untuk datang menjemput mereka. Jika, kita yang mengantar mereka. Hal itu akan di ketahui oleh kaum iblis dan kerajaan iblis pasti akan bertindak. Sekaligus biarkan mereka memilih dengan suka rela ingin bersekolah di akademi mana" ujar kaisar Yu.


"Baik yang mulia hamba pamit" ujar nya.


Sedangkan, di akademi Naga Emas. Pemimpin Naga Emas baru siap melakukan kultivator tertutup dia mengumpulkan seluruh para guru dan murid- murid.


"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku mengumpulkan kalian disini bukan. Apakah kalian ingat tentang ramalan bahwa akan terlahir seseorang yang kuat yang bisa menjadi kawan atau lawan tergantung pilihan kita. Aku memiliki firasat ia telah lahir dan tidak akan lama lagi dia akan memasuki salah satu akademi mana yang dia pilih. Jadi, jika kalian tak ingin bermasalah maka jangan sembarangan menyinggung orang apa kalian dengar" ujar guru besar tegas.


" Ya guru besar, kami mengerti" ujar para guru dan murid bersamaan.


* * * *


Di kerajaan Wang, putri Wang Yuan merasa bosan. Karena penjagaan istana semakin di perketat membuat dia susah untuk keluar.


'Ah aku harus pergi, bagaimana bisa mereka memenjarakanku di dalam istana seperti ini. Hehehe, aku akan pergi tengah malam nanti. Ahhhh tapi, aku harus meminta ijin dulu pada ibu kalau dia tau aku keluar tanpa minta ijin aku akan di kuliti 😥😥😥 ' batin Wang Yuan.


" Paman, apa tah ada ibu di dalam" ujar Yuan pada salah satu prajurit yang berjaga.


Putri Wang Yuan menjadi permata yang indah di kerajaan Wang karna ia tak pernah berlaku sombong. Meskipun dia sering bersifat datar dan dingin karna dengan begitu orang lain tak kan meremehkan nya.


" Ada putri" jawab prajurit jaga.


" Paman, aku ingin beltemu ibu apa kah ibu sedang sibuk" tanya ku.


" Tidak putri, permaisuri telah berpesan. Jika para pangeran dan putri ingin bertemu maka persilakan saja" jawab prajurit.


" Baiklah, atu masuk paman. Ehhhh tunggu"

__ADS_1


ujar yuan sambil keluar lagi.


" Ada apa putri, apakah ada yang ketinggalan" ujar dua penjaga pintu kamar permaisuri bersamaan.


" Ya paman, ada yang ketinggalan. Paman berjongkok lah,,,cup,,cup. Terima kasih paman, karena telah menjaga kamar ibuku dengan baik" ujar yuan sambil memasuki kamar ibunya.


Para kesatria sangat terkejut sekaligus terharu karena biasanya para majikan tak akan memperlakukan bawahan seperti keluarga sendiri. Sedangkan ini berbeda, mereka sangat beruntung karena memiliki putri yang tidak merasa jijik dengan mereka bahkan menciumnya layak nya anak yang mencium orang tuanya sendiri.


" Ada apa putriku datang kemari hmmm" ujar permaisuri Wang sambil mengangkat Yuan ke pangkuannya.


" ibu itu,,, anu" ujar Yuan sambil memainkan kaki nya.


Permaisuri Wang merasa gemas sendiri melihat tingkah laku putrinya yang satu ini.


" Katakan saja sayang ada apa" tanya nya.


" Ibu atu ingin ke pasal atu bosan di istana" ujar ku.


" Tapi sayang, diluar sangat berbahaya" jawab nya.


" Ehhemmmm, baiklah tapi ibu yang temenin ya" ujar permaisuri Wang sambil memaling kan wajah nya ke arah lain karna merasa gemas dengan rayuan anak nya.


" Yeeee ibu yang terbaik" ujar ku.


'Ceklek' sebelum putri Yuan ingin keluar masuk lah kasim pesampai pesan.


" Yang mulia kaisar memanggil permaisuri dan para putri dan pangeran ke ruah istana" ujar kasim.


" Baiklah kami akan kesana" ujar permaisuri.


" Ibu, ada apa ayah memanggil kita ke aula ibu" tanya ku.


" Entahlah sayang" jawab permaisuri.


Sesampai para putri dan permaisuri di depan aula istana kasim mengumumkan kedatangan " yang mulia permaisuri dan para pangeran dan putri memasuki aula".

__ADS_1


" Baiklah, Zhen ingin mengumumkan bahwa besok akan datang beberapa perwakilan empat akademi di kerajaan bintang. Jadi, kita akan kesana untuk kalian memilih sekolah dimana. Sekaligus Zhen akan merasa tenang karna ke selamatan kalian terjamin. Siapa saja boleh ikut idak peduli rakyat jelata atau bangsawan semua sama. Apa kalian mengerti" tanya kaisar.


" Ya yang mulia kaisar" ujar semuanya.


" Baiklah sudah boleh bubar" ujar kaisar.


Yang mulia kaisar melihat raut wajah kedua putrinya berubah dan bertanya " ada apa kedua putriku, kenapa kalian sepertinya sangat sedih" ujar kaisar sambil mengusap lembut kepala ke dua putri nya.


" Ayah aku tak mau jauh dari ayah,," ujar putri Wang Yu Yan.


" Ayah tau sayang tapi mau gimana lagi ini demi keselamatan kalian" ujar kaisar


" Ayah apa kah halus besok tami pelgi" ujar ku


" Ya sayang" jawab kaisar.


" hua ibu tidak jadi yang tadi" ujar yuan sambil memeluk ibu nya yang sedang menggendong adik laki-laki nya.


" Memangnya ada apa sayang minta lah pada ayah, ayah akan menuruti nya" ujar kaisar.


" Sungguh" tanya ku.


" Ya sungguh" ujar kaisar.


"Ayah yakin" tanya ku lagi.


" Mmmm ayah yakin" ujar kaisar Wang sambil mengangguk kan kepalanya.


"Karena besok kami akan pergi ayah harus memberikan wewenang pemimpin ayah untuk ku khusus hari ini bagaimana" tanyaku.


Kaisar tampak berpikir sesekali dia melihat ke arah permaisurinya. seolah-olah sedang meminta pendapatnya dan permaisuri menganggukkan kepalanya.


" Baiklah boleh" ujar kaisar.


" Yeeeeeeee holee " ujar Yuan sambil berlari.

__ADS_1


__ADS_2