
Di benua atas, di ruang rahasianya Mona. Mona, ibu dewinya dan para hewan kontraknya berusaha menyembunyikan diri mereka dari orang-orang kekaisaran langit yang baru saja di tarik kembali ke benua atas karena kekuatan dari ibu dewinya Mona. Karena pangeran mahkota dan lainnya sedang mencari Mona di seluruh pelosok bagian kekaisaran langit.
Setelah Mona membebaskan semua raga orang-orang yang di kurung oleh pangeran mahkota. Tubuh Mona menjadi sangat lemah, rambut Mona yang tadinya berwarna emas lebat. Tiba-tiba semua rambutnya rontok semua, membuat semua orang yang ada di samping Mona menjadi sangat terkejut karena Mona telah botak tanpa rambut.
Bukan hanya rambutnya saja, tapi kulit Mona juga bagaikan kulit seseorang yang terkenal api yang berkobar karena kulitnya mengelupas seperti habis terbakar. Mereka semua bisa melihat air mata menetes dari samping matanya Mona, mereka bisa merasakan kalau Mona sangat kesakitan saat ini.
Semua orang yang di sana berusaha menggunakan kekuatan mereka untuk membuat tubuh Mona tidak semakin mengelupas. Tapi, itu tetap tidak berhasil, tubuh Mona justru semakin bergetar seolah-olah dirinya ingin menolak kekuatan mereka.
Di saat semua orang yang ada di samping Mona bingung ingin melakukan apa untuk Mona. Mereka sempat berpikir ingin membawa Mayumi, karena mereka ingat pernah peramal meramalkan kalau hanya Mayumi yang bisa menyelamatkan Mona di saat dia terluka nanti. Tapi, mereka bingung apakah sekaranglah waktunya atau di waktu yang lain. Namun, tiba-tiba Mayumi datang dengan sendirinya tanpa mereka jemput.
"Jijie,,," dengan kedatangan Mayumi yang tiba-tiba membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Putri, bagaimana bisa kau sampai disini?" tanya Dragon.
Namun, Mayumi bukannya menjawab, dia malah berjalan ke arah Mona yang terbaring lemah. Lalu, tiba-tiba keluarlah kedua pedang Yin & Yang dari tubuh Mayumi di saat Mayumi menyentuh tangan Mona. Lalu, kedua pedang itu memasuki tubuh Mona. Setelah kedua pedang itu memasuki tubuh Mona, perlahan-lahan tubuh Mona telah kembali seperti semula.
"Kemana kau akan pergi putri?" tanya Green ketika dia melihat Mayumi pergi setelah keadaan Mona membaik.
"Pulang" jawab Mayumi santai.
"Secepat ini?" tanya White.
"Ya, aku halus kembali, kalau tidak akan heboh, jadi sampai jumpa" Mayumi melambaikan tangannya ke arah semua orang. Setelah Mayumi menghilang dari sana, Mona membuka matanya.
"Siapa yang mengantarnya?" tanya Mona mengagetkan mereka.
"Kau sudah sadar?" tanya White dengan sedikit lirih.
"Hahaha, ada apa denganmu?" tanya Mona dengan nada mengejek.
"Apanya?" tanya White.
"Bukankah tadi kau yang sangat tidak pas denganku, sedangkan sekarang kau yang seperti sedih. Eh,,," tunjuk Mona ke arah seorang pria di belakang Dragon.
"Bagaimana keadaanmu saat ini?".
"Lumayan baik, ngomong-ngomong siapa yang menjemputnya dan yang memulangkan dirinya?" pertanyaan Mona sedikit membuat mereka bingung.
"Maksudku, tentang Mayumi".
"Oh, dia datang dan pulang dengan sendirinya" jawab green.
"Kapan kau akan kembali ke benua bawah?" tanya pria yang mirip dengan ayahnya Mona di zaman modern
"Tidak akan lama lagi, aku akan kembali ke benua bawah setelah menyelesaikan tugasku di sini" jawaban Mona membuat semua orang menatap bingung ke arahnya.
"Menyelesaikan apa lagi?" kompak semua orang selain Mona.
"Tunggu saja" Mona bangkit dari tempat tidurnya.
"Kau mau kemana?" tanya pria yang mirip dengan ayahnya Mona.
"Aduh, Daddy, aku sudah mengatakan kalau aku akan menyelesaikan tugasku dulu. Lalu, aku akan kembali ke benua bawah. Ah, kalian berdua harus menyiapkan hadiah pernikahan untukku dan suamiku. Jangan lupa juga hadiah untuk lima cucu kalian. Aku mau pergi dulu" jawab Mona sambil berjalan ke arah luar.
"Kau baru sembuh, beristirahatlah sejenak" pinta white.
"Apa?" Mona pura-pura tidak mendengar ucapan dari white karena sangat jarang white peduli pada keadaan Mona. White mulai kesal karena ulahnya Mona yang mulai memancing kemarahannya lagi.
"Kau baru sembuh, beristirahatlah sejenak" ulang white.
"Terima kasih karena telah mengkhawatirkan diriku. Tapi, bagi seorang ayah atau ibu, obat yang paling mujarab dalam kehidupannya adalah senyuman dan pelukan dari buah hatinyakan. Jadi, kenapa aku harus berlama-lama menyelesaikan tugas-tugasku, jika aku memiliki pilihan untuk bisa melakukannya dengan sedikit lebih cepat, kenapa aku tidak mengambilnya. Karena lima buah hatiku sedang menungguku di benua bawah" senyum Mona ke arah mereka semua yang ada di sana.
"Seperti biasanya, dia memiliki seribu cara untuk membuat orang lain bungkam" celetuk dragon.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong aku ingin bertanya, apakah terjadi perubahan pada tubuhku tadi?" tanya Mona, dia kembali masuk ke ruangan rahasianya.
"Ya, rambut dan kulitmu berubah drastis, rambutmu rontok semua dan kulitmu mengelupas. Setelah kedua pedang itu masuk ke tubuhmu barulah tubuhmu seperti ini" jawab white.
"Itu bagus, karena tubuhku tidak ada noda dari pria tidak tahu diri itu" senyum Mona sambil berjalan kembali ke arah luar.
"Tidak ada noda dari pria tidak tahu diri?" ulang semua orang.
*******
Sedangkan di benua bawah, beberapa saat semua orang sempat bingung kemana perginya Mayumi, dan mulai mencarinya ke setiap sudut kekaisaran. Tapi, saat Mayumi tiba-tiba dengan santainya kembali ke tempat dia menghilang tadi dan tersenyum pada salah satu pelayan yang melihat dirinya. Barulah semua orang kembali tenang saat Mayumi telah kembali bersama mereka.
"Tuan putri Mayumi telah kembali" teriak prajurit dan pelayan yang melihat dia telah kembali. Kabar itu terus di sebar dengan teriakan sambung menyambung para prajurit, hingga kabar itu sampai di telinga keluarga kekaisaran yang telah panik mencarinya kesana kemari. Setelah beberapa saat, lalu datanglah anggota keluarga Mayumi lainnya.
"Putriku, kau membuat kami khawatir, kau menghilang kemana barusan?" tanya permaisuri Yu setelah dia bertemu dengan Mayumi, lalu permaisuri Yu memeluknya. Namun, Mayumi tidak menjawab, dia hanya diam saja di pelukan ibunya.
"Sayang, jika ingin pergi, maka bilang-bilang dulu agar kami tidak panik karena takut kau kenapa-kenapa" ucap kaisar Yu sambil mengelus kepala putrinya. Namun, Mayumi tetap tidak bereaksi apapun.
"Sayang" panggil permaisuri dan kaisar Yu kompak. Karena takut Mayumi kenapa-kenapa karena dia dari tadi hanya diam saja.
"Iya" akhirnya putri Mayumi mau menjawabnya sambil menatap dua orang yang sangat mengkhawatirkan keadaan tubuhnya.
"Mayumi sayang, dirimu dari mana tadi?" tanya Xian dengan lembutnya sambil menyentuh pipi kanan adiknya.
"Menyembuhkan jijie" jawaban Mayumi membuat semua orang terdiam.
'Menyembuhkan jijie, jijie siapa?' batin semua orang.
"Tapi, jijie di sini" celetuk Anshi.
"Menyembuhkan jijie,,,," ulang Mayumi.
"Baiklah, apakah adik Gege yang satu ini ingin makan sesuatu?" tanya Sima.
"Tidak".
"Aku ingin tidul dulu" jawabnya.
"Baiklah, sayang, tidak masalah, kau tidur saja" permaisuri Yu menarik Mayumi ke dalam pelukan permaisuri Yu.
"Ibu".
"Ya sayang".
"Nanti ibu yang masak ya" pinta Mayumi tiba-tiba.
"Kenapa, apakah tuan putriku tidak menyukai masakan nenek lagi?" tanya seorang pelayan sambil pura-pura sedih.
"Bukan begitu, aku ingin ibu".
"Baiklah tidurlah, ibu akan memasak untukmu".
"Aku ingin buah yang banyak"
"Bisa, ayah akan memetiknya untukmu".
"Baik" Mayumi mulai memejamkan matanya di pelukan permaisuri Yu.
"Apakah maksudnya dengan jijie tadi adalah Kim Mona, kita tidak tahu apa yang terjadi di benua atas setelah kembalinya mereka yang tadi disini. Apa mungkin menyembuhkan yang dia maksud adalah menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuhnya Mona" celetuk Dera.
"Kim Dera sang cerewet, julukan itu sama sekali tidak berubah untukmu. Karena kau tetap banyak bicara seperti biasanya" senyum Kety.
"Dia, sifatnya tetap sama saja, apalagi teman-temannya" ucap Alex.
__ADS_1
"Dia siapa?" tanya Kety.
"Siapa saja boleh" jawab Alex.
"Kapan kau akan kembali menduduki kekaisaran siangmu?" tanya Alex.
"Aku tidak mau menjadi kaisar lagi".
"Kenapa?" tanya Ming Fan.
"Karena menjadi kaisar itu sangat membosankan, aku lebih bahagia saat aku tidak berstatus sebagai seorang kaisar. Karena aku tidak perlu memikirkan tentang peraturan-peraturan yang bagaimana yang harus di jalani oleh seorang kaisar dalam kehidupan sehari-hariku".
"Lalu, bagaimana jika seandainya dia memintamu untuk menduduki kembali kekaisaran milikmu agar kekaisaran siangmu tidak kosong tanpa pemimpin. Apa yang akan kau pilih?" tanya Kety.
"I,,,itu. Sebenarnya aku tidak menginginkannya, tapi jika dia yang meminta maka aku akan setuju-setuju saja" jawabnya.
"Terserah, kau saja" pasrah Kety sambil berlalu pergi.
Semua orang bubar dengan perasaan tenang, karena Mayumi telah kembali dengan selamat. Sedangkan permaisuri dan para pelayan dapur, sedang menyiapkan makan siang setelah permaisuri mengantar Mayumi ke kamar tiga keponakan kecilnya Mayumi.
******
"Hallo, apa kalian sedang mencari diriku?" ucap Mona yang tiba-tiba muncul di depan pangeran mahkota.
"Kau" pangeran mahkota berusaha memegang tangan Mona, tapi tubuhnya tiba-tiba terikat dan terbawa ke aula kekaisaran langit. Bukan hanya pangeran mahkota, melainkan semua orang juga berkumpul di aula kekaisaran langit.
Awalnya mereka bingung kenapa mereka berkumpul di kekaisaran langit, tapi itu sudah terlambat karena Mona telah berada di sana.
"Mari bermain-main" senyum Mona dengan mengeluarkan kekuatannya ke arah penjara dingin. Lalu, semua orang di penjara dingin tiba-tiba muncul di aula kekaisaran langit.
"Aku memberi kesempatan kepada kalian semua untuk bermain-main dengan mereka. Karena aku telah menyelesaikan tugas-tugasku disini. Aku pernah berjanji untuk membebaskan kalian dari sana, aku telah menepati janjiku kepada kaliankan?".
"Ya, kau sudah menepatinya" jawab kakek tua.
"Baiklah, bolehkah aku kembali ke benua bawah?" tanya Mona kepada mereka yang baru keluar dari penjara dingin.
"Pergilah" kompak mereka.
"Tidak" teriak pangeran mahkota tidak terima.
"Berani sekali kau membentakku begitu" ucap Mona dengan nada dingin sambil melilitkan rambat berdiri pada leher pangeran mahkota.
"Pergilah temui keluargsmu, biar dia kami yang urus" kakek tua itu memegang pundak Mona pelan.
"Baiklah" Mona ingin berjalan ke arah luar.
"Aku pasti akan menjadi rintangan kebahagiaanmu" teriak pangeran mahkota.
"Menyebalkan, seandainya saja kau sudah melukai salah satu anggota keluargaku. Jadi, aku memiliki alasan untuk membunuh penerus kaisar langit, karena nyawa dibalas dengan nyawa, dan luka di balas dengan luka" ucap Mona sambil menghilang dari sana.
"Aduh, ucapannya ada benarnya juga. Kalau kita melukai mereka, tentu keluarganya akan membalas kita" kesal kakek tua sambil menunjuk ke arah keluarga kekaisaran langit.
"Aku pasti akan menghalangi kebahagiaannya" gerutu pangeran mahkota meskipun keadaan tubuhnya terluka.
*******
Dibenua bawah makan siang telah di siapkan di kekaisaran bintang, para anggota keluarga besar setiap kekaisaran, semuanya berkumpul di kekaisaran bintang.
"Kakek buyut, kakek masih hidup, bagaimana bisa?" tanya Anshi sambil menunjuk ke arah ayahnya sesepuh Zan.
"Ceritanya panjang" kompak enam orang yang baru turun dari benua atas.
"Kapan kakek cerita?" tanya kompak Nyoko sang pangeran pertama Mona.
__ADS_1
"Ketika waktunya kalian berada di meja makan, kalian harus makan bukannya berbicara" suara tegas seorang wanita terdengar menggema di seluruh kekaisaran bintang.