The Switched Daughter

The Switched Daughter
Terbongkar identitas


__ADS_3

Yuan saat ini sedang mengikuti ketua bandit yang tadi ia lihat di pasar dekat tempat kakak nya. Yuan terus mengikuti mereka hingga mereka sampai di tempat tinggal mereka yaitu di dalam hitam disana ayuan melihat banyak anak-anak yang di latih dengan sangat baik.


Para bandit itu duduk untuk istirahat dan melihat setiap kemajuan dari pelatihan anak-anak itu hingga fokus mereka terpecahkan oleh seorang anak yang kelihatan tidak semangat ketua bandit itu bertanya.


" Ada apa kenapa kau tak semangat" ujar nya.


" Dia tadi mengatakakan bahwa ia sudah bosan di sini ia ingin berguru di luar atau di akademi" ujar seorang yang seumuran dengan bandit itu.


" Apa kah itu benar" tanya ketua bandit itu dengan lembut.


" Ya" ujar nya takut dan menundukkan kepala nya.


" Kenapa" tanya ketua bandit.


" Apa nya yang kenapa dia sudah merasa kuat dan meremehkan diri mu makanya dia ingin keluar" ujar seseorang tadi.


" Apa kah begitu" ujar ketua bandit itu.


" Memang nya apa lagi" ujar orang yang tadi dan membuat anak itu menatap nya dengan kebencian.


" Lihat lah cara dia menatap ku" ujar nya sambil memukul kepala anak yang seumuran dengan brother ku tadi.


" Katakan alasan nya" ujar ketua bandit.


" Apa kah aku tak kan di pukuli" ujar nya takut.


" akemari lah" ujar para bandit sambil memberi tempat duduk untuk nya.


" Duduk lah dan ceritakan" ujar salah satu bandit.


" Aku ingin belajar di luar bukan karena aku meremehkan mu aku pernah mendengar kata-kata di atas awan ada langit" ujar nya dengan masih berdiri.


" Kalau begitu mau kah kau bertanding dengan ku jika kau mengalahkan ku aku akan minta maaf padamu" ujar orang yang tadi memukul kepalanya.


" Aku tak berani melawan kelompok sendiri" ujar anak itu.


" Kau beralasan" ujar nya dan ingin memukul kepala anak itu dengan tongkat lagi aku yang merasa tugas ku harus ku selesaikan dengan cepat menghentikan tongkat itu dengan melempar kayu ke arah tongkat itu sehingga tongkat itu terpental tidak mengenai kepala anak tersebut.


Semua orang di sana jadi waspada karena tidak bisa merasakan kehadiran seseorang.


" Keluar kau siapa disana jangan hanya berani bersembunyi" ujar ketua bandit.


" Aku di sini" ujar ku melewati mereka satu persatu masih dengan menggendong mei di belakang ku.


" Hanya anak kecil" ujar guru sombong tadi.


" Ya memang" ujar ku.


" Ada perlu apa nak" ujar seorang nenek.


" Aku ingin kalian menjadi bawahan ku" ujar ku membuat mereka semua memiliki tatapan tak suka pada ku.


" Apa maksud mu" ujar ketua bandit tadi namun aku tak peduli dan berjalan ke arah anak tadi.


"Bukan kah kau ingin keluar cara satu-satu nya adalah membunuh ketua mu itu, ini aku pinjamkan belati ini untuk mu" ujar ku dan ia mengambil nya membuat semua orang terkejut namun lebih di kejutkan dengan gerakan nya yang memeluk diri ku dari arah belakang ku dan Mei di gendongan ku dan mengarah kan belati itu ke arah leher ku pada saat itu aku merasa kan ada getaran yang sama pada saat aku bertemu dengan mei.


'Dia salah satu nya dan seperti nya ia perempuan' ujar Dragon.


' Aku tau dan aku mengerti terima kasih Dragon" ujar ku.



" Kau siapa dan apa mau mu" ujar nya.

__ADS_1


" Di atas tanah adanya pohon yang lebih tinggi, di atas pohon ada gunung, di atas gunung ada awan, di atas awan ada langit lalu kau ingin menjadi yang mana" tanya ku.


" Apa maksud mu" ujar nya.


" Lepaskan dulu belati nya jika aku sendiri aku akan meladeni mu tapi ada adik ku di belakang ku dan di depan mu" ujar ku dan semua orang baru menyadari jika dia memeluk ku dari belakang terlalu kuat hingga membuat Fang Mei kesusahan bernafas. Ketika ia melepaskan ku aku berjalan ke arah tempat duduk yang tadi nya ingin di berikan untuk anak itu.


" Pilih lah kau ingin menjadi yang mana yang posisi itu menguntungkan menurut mu" ujar ku untuk nya tapi ia tak menjawab.


" Kau pilih yang mana yang menurut mu tak kan bisa di kalah kan " ujar ku sambil menunjuk ke arah orang yang tadi memukul kepala anak itu.


" Aku memilih menjadi langit" ujar nya.


" Bagaimana dengan anda ketua" ujar ku dengan melihat ke arah ketua tadi.


" Paling tidak kau tau cara nya menghormati yang lebih tua" ujar nya sambil duduk begitu pun dengan yang lain nya mereka sudah mulai tenang dan duduk.


" Mmm jadi pilih lah" ujar ku dengan menaruh Mei di depan ku dan ia sibuk memainkan rambut ku.


" Aku memilih gunung" ujar nya.


"Kenapa bahkan orang itu memilih langit" tanya ku dengan menunjuk ke arah orang yang tadi menjawab langit.


" Karena langit terlalu jauh untuk ku raih" ujar nya membuat semua orang terkejut.


" Apa maksud mu ketua, ketua di antara kita semua orang kau lah yang paling kuat kenapa kau mengatakan kau tak bisa" ujar orang tadi.


" Seumpama nya ya, kalian anak-anak adalah tanah para guru adalah pohon diatas para guru ada aku itu berarti aku gunung" ujar nya.


" Aku tak memiliki banyak waktu jadi apa yang menyebabkan kalian tak ingin jadi bawahan ku" ujar ku.


" Kami ingin hidup bebas" ujar anak tadi yang membuat kami semua terkejut.


" Jadi itu lah alasan utama kau ingin keluar dari sini" ujar ku dan ia terdiam.


" Awan" ujar nya.


" Kenapa memilih awan" tanya ku.


" kKarena aku nanti nya akan menjadi murid seseorang dan guru ku tetap lah langit untuk ku" ujar nya membuat semua orang terdiam.


" Begitu pun dengan ketua meskipun dia mengatakan dia seperti gunung tapi dia tetap langit untuk ku sekarang" ujar nya,setelah itu keheningan datang hingga ketua itu bertanya.


" Lalu kau, kau ingin memilih mana" ujar nya.


" Ini hidup ku, aku memiliki impian dan aku tak ingin menuruti perkataan siapa pun" ujar ku membuat mereka bingung.


" Maksud mu" ujar beberapa orang kompak.


" Maksud ku jika aku menjadi kalian ketika orang bertanya pada ku seperti itu memang siapa dia mengatur hidup ku. Aku ingin kebebasan jadi orang tak berhak mengatur dan memberi pilihan untuk hidup ku" ujar ku membuat mereka semua diam.


" Aku akan memilih menjadi burung karena burung boleh memilih kemana ia ingin pergi dia bisa menginjak tanah, dia bisa menginjak pohon, dia bisa menginjak gunung, dan bahkan dia bisa seolah-olah terbang ke langit" ujar ku dan melihat beberapa burung yang terbang di atas kami sangat jauh di sana saat aku melihat ke atas semua orang melihat pula.


" Bukan kah senang menjadi mereka, mereka bisa terbang ke atas di mana orang-orang tak bisa kesana mereka bahkan hanya bisa di tangkap dengan senjata tidak dengan tangan" ambungku lagi mereka semua masih diam.


" Jadi aku menyaran kan kalian untuk ikut bersama ku ini tak kan merugikan kalian aku ingin membawa kalian ke sebuah tempat yang sangat terpencil dimana di sana ketika kalian memasuki nya kalian tak akan ingin keluar" ujar ku.


" Tapi kami telah senang dan nyaman di sini" ujar seorang anak berusia tak jauh berbeda dari Fang Mei.


" Siapa kau kemarilah" ujar ku.


"Dia putri ku" ujar ketua bandit.


" Beri salam sayang bagaimana pun dia masih tua dari mu" ujar nya.

__ADS_1


" Baik ayah perkenal kan nama ku Ming Yue aku murid sekte kecil serigala dan aku putri ayah ku bagaimana dengan anda" ujar nya mengulurkan tangan tanda perkenalan.


" Perkenalkan ini adik angkat ku Fang Mei dan aku putri Wang Yuan putri kaisar Wang, murid dari akademi naga emas" ujar ku membuat semua orang terkejut dan berlutut.


" Maaf kan kami putri tapi apa bukti nya kau putri Wang Yuan bahkan kau memakai cadar" ujar mereka, aku melepas cadar ku dan membuat mereka terkejut.


" Maaf kan kami putri karena kami tak sopan pada mu" ujar mereka serempak tangan ku masih tak beralih menggenggam tangan anak ketua bandit tadi dan aku merasa getaran yang sama terjadi.


" Ahhhh sepertinya aku menemukan kalian bertiga di waktu yang hampir sama" ujar ku.


'Memang begitu ketentuan nya Yuan' ujar Dragon.


' Maksud mu' tanya ku.


' Awal nya kalian bertiga di waktu yang hampir sama, ohhhh salah kalian di waktu yang sama ya setelah dua tahun baru mereka bertiga mungkin dua tahun lagi baru tiga lagi" ujar Dragon.


'Begitu kah' tanyaku.


'Mungkin' ujar nya.


'Oh baiklah' ujar ku.


" Menemukan siapa" tanya ketua bandit.


" Fang Mei, Ming Yue dan,,," ujar ku sambil menunjuk mereka bergantian namun berhenti di anak tadi.


" Ming Xun nama ku itu aku anak angkat ketua" ujar nya.


" Nama asli mu" ujar ku.


" Itu nama asli ku" ujar nya.


" Bukan, aku tau kau perempuan jadi nama asli mu siapa" ujar ku membuat semua orang terkejut namun aku melihat ketua dan istri nya tak bereaksi seperti nya mereka sudah tau bahwa ia perempuan.


" Aku tak tau masa lalu mu apa hingga kau merubah penampilan mu hingga menyerupai pria tapi aku ingin nama yang cocok dengan wanita ngomong-ngomong apa kah kau membenci keluarga kandung mu" ujar ku.


" Tidak demi aku mereka meninggal demi agar aku tak dijadikan budak pada kaisar iblis, mereka rela mati untuk ku" ujar nya sedih dengan masih berlutut di tanah begitupun dengan yang lain nya yang masih berlutut.


" Siapa nama asli mu" ujar ku.


" Huang Yayan " ujar nya.


" Mulai sekarang semua orang akan memanggil mu Ming Yayan jika kau tak membenci keluarga kandung mu biarkan nama panggilan mereka melekat pada mu dan biarkan nama keluarga mu sekarang menjadi nama depan mu karena mereka berempat akan selalu ada di sini" ujar ku sambil menyentuh kepala nya dan menyentuh jantung nya.


" Terima kasih " ujar nya sambil menghapus air mata nya.


" Tak masalah" ujar ku kepadanya.


" Jadi bagaimana maukah kalian ikut dengan ku " ujar ku.


" Baik lah putri" ujar semua orang namun sebagian orang seperti terpaksa.


"Sebagian dari kalian seperti terpaksa bisakah katakan alasan nya" ujar ku.


" Maaf putri kau seorang keluarga kekaisaran tentu jika kami menolak kau juga tak akan terima" ujar orang yang tadi memukul kepala Yayan.


" Aku suka dirimu yang beeterus terang bibi, tapi kau benar bahwa aku tak menerima penolakan" ujar ku.


" Jadi bersiap-siaplah aku akan menjamin kalian tak kan menyesal menjadi bawahan ku dan aku akan menjamin suatu hari nanti kalian pasti akan mengatakan kalimat ini baik secara langsung atau di dalam batin dia adalah permata berhargaku aku akan melindungi nya dengan nyawaku atau kalian akan mengatakan aku tak menyesal menjadi bawahan mu aku akan selalu setia pada mu" ujar ku membuat mereka menengadahkan kepala menatap ku.


" Apa kah kalian mau bertaruh jika kalian tak berpikir begitu suatu hari nanti kalian boleh pergi" ujar ku.


" Baik kami terima" uja mereka semua.

__ADS_1


" Baiklah jadi cepat bersiap-siaplah" ujar ku.


__ADS_2