
Saat ini, semua orang sedang memandang wajah seorang wanita yang sedang tertidur disingasana milik pangeran kedua. Wanita itu berpakaian serba hitam dengan cadar hitam yang juga melekat di wajahnya.
"Cucuku apakah dia tunanganmu?" tanya nenek pangeran kedua kegelapan.
"Ya, nenek dia cucu menantumu" ujar pangeran kedua kegelapan membuat semua orang terkejut.
"Bukankah kakak ipar sangat cantik" ujar adik perempuan pangeran kedua kegelapan.
"Ya, dia sa,,,," ujar pangeran kedua kegelapan terhenti saat seseorang menghentikan gerakan jari-jemarinya yang berusaha mengelus rambut wanita yang tertidur itu.
"Apa yang ingin kau lakukan" ujar ku.
Flashback
Di istana bulan, tepat setelah Dragon mengatakan tenang saja kepada semua orang. Yuan bangun dengan sendirinya dan dia ingat dengan janji yang dia buat, bahwa dia akan menemui pangeran kedua nanti.
"Dragon,,," panggil Ku.
"Ya Yuan, kau sudah bangun" ujarnya.
"Ya, Dragon, apakah kau tau dimana letak kekaisaran kegelapan" ujar Yuan.
"Ya, aku tau, kenapa?" tanya Dragon.
"Aku ingin menepati janjiku" ujar Yuan.
"Ohhh,," ujar Dragon.
"Aku bersiap-siap dulu" ujar Yuan.
Setelah bersiap-siap, akhirnya Yuan beserta lima hewan kontraknya tiba di aula istana kegelapan. Namun, tidak ada satupun orang disana.
"Ahhh sepertinya belum pada pulang ya" ujar Yuan.
"Yang mana kursi singasana miliknya" ujar Yuan mencari dan mencium beberapa kursi.
"Entah benarpun yang ini, tapi jika dari baunya iya. Aku sangat mengantuk sebaiknya aku tidur dulu sambil menunggu mereka kembali" ujar Yuan mulai merebahkan tubuhnya.
Flashback off.
Semua orang terdiam karena ucapan diriku yang begitu berani. Aku dan pangeran kedua saling memandang. Hingga aku memulai pembicaraan.
"Ini kursimu atau bukan?" tanya ku.
"Ya, ini kursiku" ujar nya.
"Berbaliklah" ujar ku.
"Untuk apa" ujarnya dengan masih menatap ke arahku.
"Aku bilang berbalik, ya berbaliklah" ujarku sambil mendorong keningnya pelan dengan jari telunjuk tangan kananku. Hal itu membuat semua orang terkejut, tapi berbeda dengannya yang malah tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum" ujarku yang melihat dia berbalik membelakangiku dengan tersenyum.
"Tidak ada" ujar nya.
"Ohhhh, aku sangat mengantuk. Jadi, antarkan aku ke kamar yang kosong" ujar ku menaiki punggungnya. Hal itu membuat semua orang terkejut terutama dirinya.
'Aku sangat lelah' batinku padanya.
'Aku tau' balasnya.
__ADS_1
'Jauhkan aku dari keluargamu dulu untuk saat ini. Karena sepertinya mereka akan banyak bertanya' batinku.
'Kau ingin ku bawa kemana' balas nya.
'Terserah dirimu' balas ku.
'Jika kekamarku bolehkah?" ujarnya.
'Terserahlah' balasku membuat dia tersenyum. Saat melihat senyumannya, aku merasa ada yang tidak beres dan aku juga melihat ekspresi semua orang terkejut. Mungkin ini pertama kali mereka melihat dia tersenyum.
"Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh" ujarku sambil menjambak rambutnya pelan.
"Auhhh" ujarnya.
"Salahkan otakmu yang berpikir macam-macam" ujar ku membuat yang lainnya membeku.
"Memangnya kau bisa membaca pikiranku" ujarnya.
"Jika aku bilang bisa kau percaya?" tanya ku.
"Entahlah" ujarnya yang masih belum berjalan.
"Aissss, haruskah aku meminta gendong pada ayahmu atau saudaramu itu untuk mengantar ku untuk istirahat" ujar ku.
"Tidak" ujarnya cepat.
"Makanya jalan dong, kenapa hanya berdiri saja" ujar ku.
"Baiklah" ujar pangeran kedua kegelapan sambil berlalu pergi. Namun dihentikan oleh Yuan.
"Tunggu dulu" ujar ku.
"Ada apa?" ujarnya.
"Ini konsekuensi karena kalian kelamaan pulang membuat aku menunggu, dan ini juga peringatan buat kalian-kalian yang berani memiliki niat untuk memiliki salah satu dari kami berdua" ujarku.
"Hahaha kau sungguh berani adik ipar" ujar kaisar malam sambil membelai rambut Yuan membuat semua orang bingung.
"Ahhh, terima kasih, sekarang kau boleh jalan" ujar ku kepada pangeran kedua kegelapan.
Saat ini, semua orang masih terdiam di aula dengan kejadian yang barusan mereka lihat. Sedangkan Yuan dan pangeran kedua kegelapan telah menuju kamar pangeran kedua kegelapan.
"Apakah kalian ingin mendengar ucapan mereka berdua?" tanya kaisar malam.
"Memangnya bisa gege" ujar adik perempuannya.
"Tentu saja bisa" ujar kaisar malam sambil membelai rambut adiknya.
"Kalau begitu mau" ujar adik perempuannya.
"Akupun mau" ujar saudara mereka yang lain.
"Baiklah mari kita dengar karena saat membelai rambutnya tadi, aku telah menandai rambutnya agar aku bisa menggunakan kekuatan ku untuk mendengar suaranya" ujar kaisar malam.
Saat ini, mereka sedang berusaha mendengar pembicaraan Yuan dan Pangeran kedua kegelapan. Namun, tidak ada suara apapun, membuat mereka semua dibuat bingung.
"Apakah kekuatanku ti,,,,," ujar kaisar malam terpotong dengan ucapan Yuan.
"Kenapa kau lama sekali, aku kan hanya menyuruhmu mengambil makanan" ujar ku.
"Aku kan memang hanya mengambil makanan" ujarnya.
__ADS_1
"Lama sekali" ujar ku sambil mengambil makanan yang ada ditangannya.
"Yang mana kamarmu" ujarku.
"Di depan lagi" ujarnya.
"Baiklah, aku makan dulu" ujarku.
Setelah itu, keheninganlah yang datang selain suara sendok. Setelah selesai makan Yuan baru berbicara.
"Dimana dayangmu?" ujarku.
"Mereka sedikit jauh dari kita, karena takut padamu" ujarnya.
"Siapa yang suruh mereka menjauh?" ujarku.
"Aku" ujarnya.
"Bibi dayang, kemarilah" ujarku dengan meninggikan suaraku. Setelah itu datanglah dua orang perempuan yang menunduk takut melihatku.
"Siapa nama kalian bibi" ujar ku.
"Xing dan Wing" ujar mereka kompak.
"Siapa aku bagi kalian" ujar ku membuat mereka tidak bisa menjawab.
"Jika aku bukan tunangan pangeran kalian, siapa aku?" ujar ku. Namun, mereka masih tidak menjawab.
"Jawab aku, ketika aku bertanya pada kalian" ujar ku dengan membentak mereka.
"Hanya o,,orang a,,sing" ujar mereka gagap karena ketakutan.
"Lalu, kenapa kalian menunduk padaku" ujarku.
"Karena mereka takut padamu" ujar pangeran kedua kegelapan.
"Apakah mereka dayang khusus untukmu?" tanyaku.
"Tidak, mereka dayang umum, aku tidak memiliki dayang khusus" ujar pangeran kedua kegelapan.
"Apakah mereka memiliki anak?" tanyaku.
"Ya, anak merekalah yang menjadi bawahan pribadi diriku. Aku memiliki lima bawahan laki-laki yang tiga diantaranya anak mereka" ujar pangeran kedua kegelapan.
"Baiklah, kau yang menjadi saksiku. Bibi Xing dan Wing, mulai dari sekarang kalian berdua akan bertugas mengawasi pangeran kedua kegelapan untukku. Tolong jauhkan tubuhnya itu dari para wanita di sini karena mulai dari sekarang kalian akan bekerja untukku. Jika kaisar kegelapan tidak memberi kalian upah maka akulah yang akan membayar kalian. Tugas kalian hanyalah pastikan tubuhnya bersih dari bau wanita, karena saat aku memeluknya aku mencium bau beberapa wanita" ujarku.
"Mereka adalah keluargaku yaitu nenekku, adikku, ibuku, bibiku, adik sepupu perempuanku dan sahabat perempuan adik se,,,," ujarnya terhenti dengan memandang ke arah ku.
"Dan sahabat perempuan adik sepupu perempuanku, dia saudari dirimukah" ujarku dengan menekan kata sahabat perempuan.
"Hahaha, apakah kau cemburu" ujar pangeran kedua kegelapan.
"Tidak" ujarku.
"Kau cemburukan" ujarnya.
"Bibi dayang, ini upah pertama kalian. Mulai besok pagi, kalian harus menjalankan tugas kalian" ujar ku.
"Baiklah nona,,,,," ujar mereka seperti berpikir.
"Kim Mona dari istana bulan" ujarku membuat mereka bertiga berpikir.
__ADS_1
Begitupun dengan mereka yang sedang di aula utama "Istana bulan" ujar semua orang.