
Di dalam ruang makan kekaisaran bintang, semua orang sedang terdiam memikirkan dan menyaring segala ucapan yang di ucapkan oleh sesepuh Zan. Setelah sepuluh menit mereka dalam kediaman tanpa berbicara. Akhirnya mereka di kejutkan dengan kedatangan Wang Yuan.
"Alamak,,,, apa aku menganggu kalian, karena aku melihat wajah kalian sangat susah di tebak begitu. Jika aku mengganggu kalian, maka aku akan pergi saja" ujar ku sambil ingin berlalu pergi, tapi di hentikan oleh ucapan sesepuh Zan.
"Ada apa?" tanya nya.
"Dia telah menanam ulat pada adik ku Sima. Meskipun ratu ulat itu telah aku kontrak dan anaknya otomatis juga menjadi hewan kontrak ku, tapi tetap saja seluruh ulat yang aku kontrak akan mati saat aku tiada. Apakah kalian ingat tentang ramalan yang mengatakan kalau aku akan berhadapan dengan masalah hubungan cinta bukan?" tanya ku.
"Ya, kami ingat" jawab mereka kompak.
"Sebenarnya aku, teman ku Dera dan kaisar siang adalah teman di kehidupan masa lalu kami. Kami berasal dari zaman masa depan, dulunya kaisar siang adalah kekasih ku. Namun, dia dan salah satu teman wanita ku berselingkuh di belakang ku atau bisa di katakan kalau mereka menjalin hubungan di belakang ku. Di Zaman masa depan, aku memiliki sebuah organisasi yang aku dan mereka bertiga berada pada organisasi itu. Namun, pada suatu hari mereka berusaha membunuh ku dengan senjata jarak jauh yaitu menembak diri ku dengan senjata api yang mungkin hampir sama dengan panah di zaman ini. Di sana aku di kenal dengan nama Queen, apakah kalian pernah mendengar tentang Queen? tanya ku.
"Pemimpin dari kekaisaran bulan" jawab mereka kompak.
"Itu benar, bahwa akulah ratu kekaisaran bulan, anggota black rose adalah anak buah ku. Nama black rose aku ambil dari simbol pertukaran darah ku dengan pangeran kedua kekaisaran kegelapan. Simbol mawar hitam muncul di bahu kanan ku, sedangkan teratai emas yang ada di mata kirinya itu karena ulah pertukaran darah ku dan dirinya. Apakah kalian ingat tentang ramalan kalau aku di takdirkan dengan pangeran kedua, sedangkan adikku di takdirkan dengan putri kaisar Wang. Sudah ada beberapa ramalannya yang sudah terbukti benar. Jadi, alasan aku kemari yaitu karena aku ingin kalian melindungi jantung permaisuri Yu, karena meskipun jarak ku sangat jauh, tapi aku tetap akan kembali terikat dengan ibu kandung ku. Maka tentu saja aku akan memilih mengorban kan jantung ku dari pada mengorbankan jantung ibu ku. Tentu, kalian mengerti kan apa maksud ku" cerita ku lagi.
" Apakah kau sudah memiliki firasat tentang apa yang akan terjadi?" tanya sesepuh Zan.
"Ya, begitu lah kurang lebih. Tapi, aku tidak tau kapan hal itu akan terjadi" jawab ku.
"Baiklah,,,, kami akan berusaha melindungi dirimu" ujar sesepuh Muran.
"Tidak,,,, bukan menjaga diri ku, tapi ibu ku lah yang harus kalian jaga. Terutama jantungnya" perintah ku.
"Baiklah" jawab mereka kompak.
"Sampai jumpa,,,,,,," teriak ku, lalu menghilang.
"Ehhhh,,,,kemana dia?" tanya sesepuh Mao.
"Dia pulang kembali ke kekaisaran Wang" jawab sesepuh Zan.
"Secepat itu dia pergi, sampai-sampai tidak ada jejak sama sekali saat dia pergi. Sebenarnya seberapa hebat dirinya?" tanya sesepuh Mao.
"Lebih hebat dari diri ku saat seusianya" jawab sesepuh Zan sambil berlalu pergi.
"Apa" terkejut semua sesepuh.
Sedangkan di kekaisaran Wang, Yuan telah kembali. Saat dia kembali Lily, Mofan, dan Yu Yan sudah bergabung dengan lima orang lainnya yang di dalam kamar Yuan.
"Apakah yang mereka katakan itu benar, kalau kau bukan putri kandung ayah?" tanya Yu Yan.
"Itu benar, saat aku lahir, aku sudah bisa mengingat semuanya termasuk hari pertama aku di lahirkan. Aku sangat mengingat semua hal bahkan ingatan di kehidupan pertama ku. Jadi, aku ingat semuanya, kecuali ingatan saat aku kehilangan ingatan ku. Aku tidak tau apa alasannya, tapi entah kenapa aku tidak bisa mengingat satu persatu ingatan ku saat aku lupa ingatan. Meskipun aku lupa ingatan tidak terlalu lama, tapi ingatan itu satu persatu hilang, dan sepertinya ingatan ku tentang beberapa hal lainnya saat aku tidak lupa ingatan juga mulai menghilang. Hal itu terjadi selama tiga hari ini. Jadi, jika tiba-tiba aku tidak ingat pada kalian, maka tolong maafkan aku" jawab ku.
"Kenapa bisa begit" tanya Mofan.
"Aku tidak tau gege, yang jelas tolong bantu aku mencari alasan saat aku tiba-tiba lupa tentang beberapa orang dan mereka menanyakan alasannya auhhhhh,,,,,," jawab ku sambil terjatuh ke lantai dengan tangan ku memegang kepala ku yang kesakitan.
"Apakah kau baik-baik saja" tanya Yu Yan khawatir sambil memegang tangan ku
__ADS_1
"Aku baik-baik saja jijie. Aku adalah ratu kekaisaran bulan, anggota black rose adalah anak buah ku. Nama black rose aku ambil dari simbol pertukaran darah ku dengan pangeran kedua kekaisaran kegelapan. Simbol mawar hitam muncul di bahu kanan ku, sedangkan teratai emas yang ada di mata kirinya itu karena ulah pertukaran darah ku dan dirinya. Apakah kalian ingat tentang ramalan kalau aku di takdirkan dengan pangeran kedua, sedangkan adikku di takdirkan dengan putri kaisar Wang. Jadi, bisa dikatakan kalau kami bertemu dengan mereka yang di takdirkan untuk kami. Aku mengatakan ini karena barusan sebuah ingatan, baru saja hilang dari pikiran ku. Jadi, tolong jaga dia untuk ku jika aku lupa padanya Ying Wie, dan aku mengizinkan diri mu untuk membuat aku jatuh cinta pada kakak mu jika saat itu aku tidak ingat sama sekali padanya. Hal itu ku izinkan karena aku dan kakak mu telah di takdir kan baik di kehiduapn pertama kami yang sama-sama di khianati atau di kehidupan ini. Jadi, terserah kalian ingin membantu atau tidak, soal siapa yang akan menjadi pendamping ku. Auhhhh,,,,," perintah ku sambil menatap ke arah Ying Wie, lalu di akhiri dengan erangan kesakitan lagi oleh ku.
"Yuan,,,,," teriak mereka semua khawatir.
"Aku baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat saja. Setelah itu semuanya akan kembali seperti semula. Jadi, tenang saja ka,,,re,,,na" ujar ku agar mereka tenang namun mata ku tiba-tiba tidak bisa di ajak kompromi.
"Sepertinya kau sangat kelelahan ya" ujar Mofan sambil mengangkat Yuan ke tempat tidur milik Yuan.
"Ahh,,, aku justru merasa menyesal karena telah mengganggu dirinya hari ini. Tidak di sangka ternyata dia tidak ingat sedikit demi sedikit tentang ingatannya. Aku berharap bahwa kaisar siang tidak akan mengganggu dirinya. Jika dia berani mengganggu dirinya, maka aku akan membunuhnya" ujar Yu Yan sambil membelai rambut Yuan.
"Apakah kau akan mengatakan ke pada permaisuri Wang bahwa dia bukan putri kandung ibu mu?" tanya Yayan.
"Tidak akan, karena aku tidak mau mengatakan nya kalau bukan dia sendiri yang mengatakan. Aku justru bahagia saat dia memilih untuk jujur menceritakannya kepada kita" jawab Yu Yan.
***
Tujuh belas hari telah berlalu, kondisi tubuh Yuan semakin terasa bahwa dia kelelahan. Namun, hal itu hanya di lihat oleh delapan orang terdekatnya. Hari yang di tunggu semua orang telah tiba yaitu hari mereka berkumpul di kekaisaran bintang. Namun, Yuan pergi dari kekaisaran Wang, agar tidak menimbulkan kecurigaan semua orang, maka dua hari sebelum acara hari kelahiran mereka, dia memilih pergi. Orang-orang di kekaisaran Wang hanya bisa pasrah kecuali tiga orang yang sudah tahu tentang rencana Yuan.
Saat hari kelahiran mereka, semua keluarga kekaisaran telah tiba di kekaisaran bintang kecuali kaisar siang. Mereka semua yang hadir di acara itu menjalankan acara seperti yang seharusnya. Di saat semua orang tertawa ria karena melihat acara yang berlangsung. Para sesepuh justru khawatir karena ucapan yang di ucapkan oleh Yuan. Dia mengatakan agar mereka waspada kepada kaisar siang yang mungkin akan tiba di sana secara tiba-tiba, dan mereka semua juga terus memperhatikan permaisuri Yu dari jauh. Sedangkan di sebuah pohon yang sangat besar, terdapat tujuh orang perempuan di sana yang terus memperhatikan dari kejauhan acara berlangsung.
Tepat ketika acara pemberian hadiah untuk pangeran dan putri kaisar Yu, tiba-tiba datanglah kaisar siang dengan membawa hadiah setangkai bunga mawar merah, dua peti berisi emas dan satu peti berisi racun yang sangat mematikan. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat semua orang terkejut, apalagi saat kedatangannya itu membuat yang lainnya sama sekali tidak bisa bergerak dan berbicara kecuali tujuh orang yang di atas pohon.
"Apa kabar kalian semua" sapa kaisar siang sambil menunjuk ke sekelilingnya.
"Ku harap kalian baik-baik saja. Ah, apa kabar mu calon wanita ku?" tanya kaisar siang sambil mencium punggung tangan Yu Anchi.
"Mm,,,mmm,,,,mm" kesal semua orang saat melihat perlakuannya. Terutama Yu Anchi yang juga berusaha ingin protes.
"Kau gila, memangnya siapa yang ingin menjadi calon wanita mu hah" teriak Yu Anchi.
"Tentu saja diri mu, memangnya siapa lagi kalau bukan diri mu" balsnya sambil tersenyum.
"Alasannya?" tanya Anchi.
"Karena kau adalah orang yang sangat berbeda" jawabnya.
"Kau berbohong kan, karena aku yakin bahwa kau menginginkan aku menjadi orang yang berada di pihak mu bukan. Karena aku yang dulunya di ramalkan bahwa orang Yang paling kuat" ujar Anchi.
"Kau benar sekali. Jadi, mari lakukan" ujarnya sambil mengangkat Yu Anchi dari kursi yang dia duduki, lalu duduklah kaisar siang di kursi itu dan setelah itu barulah Yu Anchi dia letakkan pada pangkuannya.
"Cepat tukar darah kami, agar dia langsung terikat dengan ku" perintah kaisar siang kepada menterinya.
"Laksanakan yang mulia" jawab menterinya.
'Dragon, White, Green, kalian keluarlah dan bantu aku menangani dirinya' telepati ku untuk mereka.
'Sesuai permintaan mu Yuan' balas ketiganya kompak.
'Kami sudah berubah, kami berada di belakang para sesepuh' telepati ketiganya.
__ADS_1
'Baiklah, aku akan bermain-main sedikit dengan dua peran yaitu sang putri dan sang Queen' balas ku kepada mereka.
' Emang bisa?" tanya White.
'Lihat saja" jawab ku sambil tersenyum jahil.
Menteri kaisar siang telah memotong sedikit jari kaisar mereka, lalu saat dirinya memotong jari Yu Anchi, disaat itu aku baru keluar sebagai Wang Yuan dengan memakai cadar di wajah ku. Lalu aku langsung menggunakan kekuatan ku saat aku menyentuh jarinya membuat darah di jarinya langsung mengering. Kami melakukan nya beberapa kali, menteri kaisar siang memotong sedikit kulit Anchi, dan akulah yang mengeringkannya. Setelah lewat tiga kali aku melakukan hal itu, kaisar siang sudah naik pitam.
"Siapa kau,,,,,? teriaknya kesal.
"Aku ad,,,," jawab ku terputus karena aku berteriak, yang teriakan ku menggema sebagai ratu kekaisaran bulan.
"Wang Yuan,,, kemana kau?" teriak suara ku menegur diri ku sendiri dengan merubah sedikit jenis suara ku.
"Alamak, mati aku jika dia sudah sampai di sini" aku pura-pura terkejut, lalu aku membua datang cahaya hijau yang seolah-olah membawa diri ku menghilang.
"Ahhh,,,tolong" teriak ku membuat semua orang yang melihat menjadi terkejut, tidak terkecuali para sesepuh dan orang-orang yang di pohon, lalu setelah itu aku menghilang di telan cahaya hijau itu.
"Bagus sekali, tanpa aku turun tangan ternyata dia sudah tiada. Mari lakukan apa yang tadi sempat tertunda" ujar kaisar siang sambil tersenyum ke arah Anchi.
"Yu Anchi,,, dimana saudari mu itu?" tanya ku dengan berpenampilan serba hitam juga dengan memakai jubah hitam, sambil menariknya ke arah ku dari pangkuan kaisar siang. Hal itu membuat mereka semua terkejut, lalu memasang wajah beberapa ekspresi sebagian senang dan sebagian kesal.
"Maaf, tapi siapa yang anda maksud?" tanya Yu Anchi sopan sambil menatap diri ku yang di samping kanannya.
"Wang Yuan, dia Mengatakan ingin bermain-main dengan seseorang sekalian membantu diri mu" jawab ku.
"Anda siapa?" tanya Anchi.
"Queen Kim Mona dari kekaisaran bulan" jawab ku membuat mereka semua terkejut.
"Ah, ini sungguh keberuntungan bagi ku bisa bertemu dengan pemimpin kekaisaran bulan" ujar menteri kaisar siang dengan tersenyum penuh kelicikan ketika dia mendengar ucapan ku tadi.
"Sepertinya kau harus mendidik bawahan mu layaknya seorang bawahan dengan sangat baik kaisar siang, agar dia tahu di mana dan bagaimana seharusnya seorang bawahan bersikap. Karena aku paling tidak suka seseorang yang penuh kelicikan berada satu tempat dengan ku" kesal ku dengan menggerakkan tangan ku ke arah menterinya, membuat menterinya terdorong ke belakang dengan sangat kuat sampai-sampai jarak dua puluh meter hingga dia menghantam sebuah pohon, membuat darah keluar dari mulutnya. Hal itu membuat mereka semua terkejut terutama para sesepuh.
'Bukankah pemimpin kekaisaran bulan juga milik Wang Yuan, lalu bagaimana dia bisa berperan dalam dua kepribadian' batin sesepuh Muran.
"Kenapa kau mendorongnya?" tanya kaisar siang.
"Terserah diri ku" jawab ku.
"Dia adalah bawahan ku, jika kau melukainya maka kau menyatakan peperangan pada ku" kesalnya.
"Aku tidak peduli dengan mu, aku bahkan secara tidak langsung telah pernah mengalah kan dirimu. Apakah kau ingat dengan orang yang membuat mu menghilang tiba-tiba di kekaisaran Wang, dan juga orang yang membuat kau dan juga dirinya yang ribut karena pertekaran kalian yang menggema di seluruh benua juga tiba-tiba terputus. Kedua orang itu adalah aku, awalnya aku ingin membantu Wang Yuan. Tapi, aku sudah mulai kesal saat kau dan dia berteriak di udara. Jadi, kaisar siang, ingatlah di atas langit masih ada langit" ujar ku sambil menusuk kan pedang berwarna merah ke arah jantung nya.
"Ahhh,,, apa yang kau lakukan?" teriaknya.
"Tidak jauh berbeda dari apa yang ku lakukan pada kaisar iblis" jawab ku, lalu membuat dia menghilang dari acara.
"Ah,,, sialan, bocah itu pasti sudah kabur lagi. Auhhhhh, sakit,,,,," erangan ku menahan rasa sakit pada seluruh tubuh ku. Saat pandangan mata ku sudah gelap, aku sempat merasakan seseorang memegang tubuh ku.
__ADS_1
"Kau telah menyelamatkan cucu ku dari kaisar siang. Jadi, anggaplah ini adalah awal dari balas budi ku" ujar sesepuh Zan sambil berlalu pergi menggendong ku.
'Dasar kakek dan cucu, sama saja, sama-sama penipu handal' batin para sesepuh dan orang-orang yang di pohon.