
Semua orang menatap ke arah punggung Mona yang telah mengeluarkan sayapnya dengan sempurna. Mereka begitu mengagumi sayap Mona yang berwarna emas, tapi sayap itu menghilang dengan tiba-tiba. Bersamaan dengan sayap itu menghilang, tubuh Mona menjadi sangat lemah membuat Mona memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Ahhh,,,,,," teriak Mona sambil memegang bagian simbol bulan sabit merah yang ada di keningnya.
"Apakah kepalamu sakit?" tanya kaisar dan permaisuri Yu yang berada di samping kiri dan kanannya Mona. Semua orang tidak melihat teoatnya apa yang di sentuh oleh Mona karena Mona masih menutupi wajahnya dengan menggunakan tudung.
"Ahhh, panas, ini panas. Aku membutuhkan sesuatu untuk menghilangkan mantranya" jawab Mona.
"Mantra apa?" bingung kaisar Yu.
"Kaisar siang, argh,,,,suaranya menggema di telingaku. Aku tidak tahu apa yang sedang dia ucapkan. Ahh,,, aku merasakan rasa sakit di bagian perutku hiks hiks hiks" air mata keluar dari mata Mona mengenai tangan ibunya yang sedang memegang lengannya.
'Rasa sakit yang sama saat aku melihat Wang Yuan nangis saat kami menuduhnya mendorong Anchi ke sungai dulu' batin permaisuri Yu. Secara otomatis dia meletakkan kepala Mona ke pangkuannya, membuat tudung kepala Mona terlepas. Ming Fan begitu terkejut kalau rambut Mona akan dilihat semua orang. Namun, dia merasa lebih baik saat dia melihat kalau Mona menggunakan kekuatannya untuk mengubah rambutnya menjadi warna putih.
'Bukankah kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu?' telepati Fan kepada Mona.
'Sepertinya ini kekuatan anakmu' .
'Apa maksudmu, sweety' bingung Fan saat mendengar ucapan Mona.
'Aku terkurung di dalam tubuhku sendiri, terkadang mereka mengambil alih diriku'.
'Mereka? Siapa yang kau maksud dengan mereka?' bingung Fan. Namun, Mona sudah tidak sadarkan diri, membuat semua orang terkejut karena Mona jatuh pingsan. Tanpa di sadari oleh tubuhnya, kaisar Yu langsung mengangkat Mona. Begitupun dengan permaisuri Yu, dia tiba-tiba merasa kalau dia kehilangan sesuatu saat tangannya dan tangan Mona terlepas.
*****
Di kekaisaran siang, kaisar siang menggunakan kekuatan barunya dalam jurus penyegelan dengan kekuatan hitam. Apa yang terjadi pada Mona di kekaisaran bintang adalah ulah dari kaisar siang. Dia menggunakan jurus barunya yaitu dengan menggunakan darah dan juga kekuatan yang dia dapatkan karena telah bersatu dengan kekuatan portal kegelapan, untuk mencari tahu apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari pemimpin kekaisaran bulan. Jadi, secara otomatis Monalah yang merasakan rasa sakit yang dibuat oleh kaisar siang.
"Bagaimana yang mulia?" tanya menterinya.
"Dia tidak terlalu kuat dari diriku" senyum kaisar siang.
"Apa maksud anda yang mulia?" tanya menterinya.
"Aku merasakan kalau kekuatannya hanyalah kekuatan seperti rakyat biasanya. Dia tidak memiliki kemampuan untuk melawanku, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan dirinya. Karena dia tidak akan menjadi lawan yang seimbang denganku. Jadi, aku akan fokus untuk menjadikan putri pertama dari permaisuri dan kaisar Yu untuk menjadi wanitaku" senyum kaisar siang sambil mengambil gelasnya.
"Anggurnya" perintah kaisar siang, lalu datanglah seorang pelayan wanita yang begitu cantik dengan nampan air ditangannya.
"Oh, sayangku, kenapa kau cemberut begitu?" tanya kaisar siang saat melihat wanita itu cemberut.
"Kau mengatakan akan menjadikan wanita lain sebagai wanitamu" kesal wanita itu.
"Tenanglah sayang, hanya kaulah wanitaku. Aku menikahinya hanya untuk mendapatkan anak yang hebat darinya. Setelah itu, aku akan meninggalkannya atau lebih parahnya aku akan membunuhnya" ucap kaisar siang sambil menarik wanita itu ke dalam pangkuannya.
"Kau janji" manja wanita itu.
"Tentu saja sayang, apakah sekarang kau percaya padaku?" tanya kaisar siang.
__ADS_1
"Aku akan percaya jika kau bisa membuktikannya" jawab wanita itu.
"Aku akan membuatmu tidak akan bisa berjalan dengan benar" ucap kaisar siang sambil mengeratkan pelukannya dan wanita yang saat ini berada di pangkuannya.
"Au,,, kau nakal".
"Saya permisi, kaisar siang" menteri kaisar siang meninggalkan ruangan kaisar siang karena ini bukan lagi bagian yang harus dia lihat.
"Kau lihat, dia telah melihat apa yang akan kita lakukan" ucap wanita itu sambil meletakkan tangannya di leher kaisar siang.
"Lupakan dia, tugasmu adalah membuat diriku tidak akan mencari wanita lain" ucap kaisar malam sambil memasukkan tangannya ke baju bagian paha wanita itu.
"Au,,,, sesuai pemintaanmu kaisarku" balas wanita itu.
******
Di kekaisaran bintang, semua orang berusaha membangunkan Mona yang jatuh pingsan. Rain ingin mendekati sang Queennya, tapi disana ada permaisuri Yu. Jadi, dia memilih diam saja, dan melihat Mona dari jauh karena tubuhnya akan semakin lemah jika dia berdekatan dengan permaisuri Yu.
Disaat semua orang mengkhawatirkan keadaan Mona, Mona berada di alam bawah sadarnya. Dirinya seperti berada di dalam hutan karena Mona melihat di sekelilingnya di penuhi dengan hamparan pohon-pohon besar. Mona terus berjalan ke arah yang dia juga tidak tahu mau kemana, yang jelas dia mengikuti langkah kakinya membawa dirinya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Mona bertemu dengan para buyutnya dari kedua belah pihak orang tuanya. Mona melihat mereka tertawa dengan riangnya bersama bayi laki-laki yang dulunya mirip dengan Sima ketika dia masih bayi. Mona hanya terus-menerus memperhatikan mereka yang sedang bercanda bersama.
"Sayang, kau adalah yang kami pilih untuk menuntun adik perempuanmu untuk mengingat kakakmu nantinya. Kami tahu bahwa kau masih belum mengerti kakak dan adik yang kami maksud. Jadi, dengarkanlah baik-baik, kami telah memberikan kekuatan tajam ingatan kami kepadamu. Meskipun kau masih bayi yang baru lahir, kau tetap akan ingat bahwa kakak perempuan pertamamu yang sebenarnya adalah putri yang kini dikenal dengan nama Wang Yuan. Kakakmu tertukar dengan putri dari kaisar Wang, karena itulah kini kakak kandungmu di kenal dengan nama Wang Yuan. Seperti ramalan terdahulu, bahwa kakakmu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, tapi kekuatan dahsyat itu tidak akan berfungsi selama kebenaran tentang siapa kakakmu sebenarnya belum terungkap di seluruh dunia. Lebih tepatnya, sebelum ibumu dan ayahmu tahu tentang identitas jati diri kakakmu, maka kekuatan dahsyat itu tidak akan muncul. Jadi, biarkanlah dia yang memilih kapan waktunya untuk kakakmu berkata jujur akan identitasnya kepada kedua orang tuamu. Jadi, tugas utamamu adalah melindungi adikmu yang berambut perak dari segala bahaya. Karena hanya dirinyalah yang bisa menyelamatkan kakakmu kembali nantinya. Kami tidak tahu kapan waktunya dan dimana tempatnya, tapi yang kami tahu bahwa keluargamu mengetahui bahwa kakakmu telah tertukar ketika di saat waktunya telah tipis. Kami tidak bisa mencampuri semua takdir yang akan terjadi di masa depan meskipun kami mendapatkan penglihatan sedikit soal itu karena kami telah berbeda dunia dengan kalian. Jadi, semua pilihan ada padamu, kakak-kakakmu, dan semua orang yang masih berada pada kehidupan yang sama" ucap seorang wanita tua yang belum pernah ditemui Mona, wanita itu duduk disamping seorang pria yang mirip dengan kaisar Yu.
"Kau akan mendapatkan hadiah yang berupa tantangan atau berkah, itu terserah padamu ingin menyimpulkan apa. Karena dulunya kau memiliki seorang paman dari pihak ayahmu yang tidak bisa bertahan lama dalam kehidupannya karena dia dibunuh dengan luka pedang tepat di lehernya. Pamanmu tidak bisa menemui kami, karena dia masih tidak terima dengan nasib yang menimpa dirinya. Jadi, hanya kau yang bisa membantu pamanmu karena kini arwahnya masih ingin balas dendam kepada orang-orang yang telah membunuhnya. Pamanmu akan menggunakan tubuhmu hanya untuk balas dendamnya, setelah itu dia akan pergi" ucap pria yang mirip dengan kaisar Yu.
"Selamat datang cucu cantikku" keluarlah tujuh orang dari satu arah di samping kanan Mona.
"Kenapa aku bisa ada disini?" Mona memperhatikan wajah satu persatu orang tua di depannya.
"Karena kami memanggilmu" jawab kompak tujuh orang.
"Untuk apa?".
"Kenapa kau begitu dingin?" tanya kakek buyutnya Mona dari pihak ayahnya.
"Keturunannya siapa?" Mona mengatakan hal itu dengan nada dingin, tapi dia memberikan senyuman.
"Aneh, dia tersenyum tapi auranya begitu dingin" celetuk kakek buyut dari pihak ibunya Mona.
"Kau bilang kau tidak akan pernah bertemu lagi denganku. Lalu, ini apa?" selidik Mona sambil menatap kakek buyut dari pihak ibunya .
"Bocah, tidak bisakah dirimu sedikit berbeda saat berbicara dengan kami. Kenapa kata-katamu begitu datar dan dingin?" kesal kakeknya Mona dari pihak ibunya.
"Ini nada bicaraku" juteknya.
"Aku bukan lagi gadis berusia delapan belas tahun, jiwaku adalah wanita berusia hampir empat puluh tahun dan aku sudah hampir di panggil menjadi ibu. Aku masih bersikap sopan, hanya saja nada bicaraku yang dingin" sambungnya.
__ADS_1
"Itu sama saja" kompak tujuh orang yang di depan Mona.
"Beda dong, antara dingin dan tidak sopan" kekeh Mona tidak mau kalah.
"Ah, iya, baiklah kau selalu benar".
"Tidak juga, tidak selamanya aku akan benar karena aku juga manusia bukannya seorang Dewi" celetuk Mona.
"Kau memang adalah Dewi" balas tujuh orang kompak, membuat Mona bingung.
"Dewi?".
"Belum saatnya kau tahu, tapi kau memanglah seorang Dewi" celetuk wanita yang juga memiliki sayap seperti Mona, hanya saja warnanya berbeda.
"Aku juga tidak perduli tentang jati diriku siapa, yang aku tahu bahwa diriku adalah cucu perempuan dari seseorang, putri dari seseorang, saudari dari seseorang, istri dari seseorang, dan akan menjadi ibu dari seseorang. Itulah jati diriku yang sebenarnya, jadi aku tidak akan memperdulikan sesuatu yang belum pasti" Mona menceritakan hal itu tetap dengan nada bicaranya yang begitu dingin.
"Hahahaha, sepertinya dia akan mengguncangkan seluruh daerah itu jika waktunya datang kesana telah tiba" semangat kakek buyutnya Mona dari pihak ibunya.
"Sepertinya begitu" senyum lainnya.
"Apakah ada hal penting lainnya yang ingin kalian beritahukan padaku. Jika tidak ada, maka bawa aku kembali. Karena aku bisa merasakan dari tadi ada tetesan air yang mengenai tangan kananku" Mona mengangkat tangan kanannya ke atas untuk memperlihatkan kepada tujuh orang di depannya. Di tangan Mona, terdapat air yang entah dari mana munculnya.
"Sepertinya ada orang yang begitu tulus menjagamu. Sampai-sampai tangisannya bisa mengenai wujud alam bawah sadarmu. Tapi, kau tidak boleh kembali sebelum melihat apa yang dilihat adikmu" celetuk nenek buyutnya Mona dari pihak ayahnya.
"Adik?" bingung Mona. Tujuh orang itu bukannya menjawab ucapan Mona, tapi malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun.
"Ah, mereka memarahiku saat aku bersikap dingin, padahal mereka lebih dingin daripada aku. Bagaimana bisa mereka pergi begitu saja, tanpa mengucapkan kata-kata seperti ayo ikut kami, atau ikuti kami. Ini main pergi begitu saja, jika aku tidak mengikuti mereka, maka mereka akan bilang kenapa tidak mengikuti kami. Jika aku ikut mereka, nanti mereka bilang siapa yang menyuruhmu ikut" Mona meluapkan emosinya dengan cara mengomel-ngomel sendirian sambil mengikuti tujuh orang kakek dan nenek buyutnya yang berada di depannya.
'Uh, dia tetap menjadi cucuku yang begitu menggemaskan' batin para nenek buyutnya Mona, saat mereka mendengar Mona mengomel di belakang mereka.
'Hahaha, ternyata cucuku yang begitu mengerikan juga memiliki sifat yang begitu menggemaskan seperti saat ini' batin para kakek buyutnya Mona.
"Jangan membicarakanku" kesal Mona, membuat tujuh orang di depannya menghentikan langkah mereka. Lalu, mereka membalikkan tubuh mereka untuk melihat Mona.
"Darimana kau tahu kalau aku sedang membicarakanmu" kompak tujuh orang di depan Mona. Mereka bertujuh saling menatap satu sama lain, saat mereka menyadari kalau mereka kompak mengatakan hal yang sama.
"Tidak tahu, pokoknya aku mendengar dengan jelas ucapan kalian" jutek Mona.
"Apakah tanda bintang telah muncul di tubuhmu?" tanya kakek buyut dari pihak ibunya.
"Tanda bulan sabit merah muncul di keningku" jawab Mona santai sambil menunjuk di tengah-tengah dahinya. Lalu, muncullah tanda yang Mona maksudkan.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin" terkejut tujuh orang di depan Mona.
"Tidak mungkin, apanya yang tidak mungkin?" Mona begitu bingung dengan ucapan para kakek dan nenek buyutnya.
"Sesuatu yang belum pernah terjadi" jawab neneknya Mona yang memiliki sayap
__ADS_1