
Sesuai perintah Yuan, setelah sarapan sekitar jam delapan mereka semua berkumpul di Aula Istana, hanya Yuan yang belum bangun, mereka telah menunggu selama setengah jam tapi Yuan belum juga muncul.
"Baik lah para ketua kelompok perkenalan kan nama kalian agar mudah kami memanggil nya,,," ujar Puera.
" Baik" ujar mereka kompak.
" Perkenalkan nama ku Kim Jountae dan ini saudari ku Kim Nana,,,kami pemimpin dari kediaman rumah tanah,," ujar jountae.
" Perkenalkan namaku Ming Yao aku ketua bandit dari sekte serigala" ujar Ming Yao.
" Perkenalkan aku Wu Zaoye ketua bandit dari sekte gagak hitam" ujar Zaoye.
" Memang nya gagak ada yang warna nya bukan hitam" ujar ku tiba-tiba datang membuat semua orang menoleh ke arah ku.
" Apa maksud mu" tanya Dera.
"Tadi kan paman Zao bilang dia ketua dari bandit sekte gagak hitam, aku bertanya memangnya gagak ada yang bukan hitam,,," tanya ku sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Semua orang terdiam saat aku mengatakan hal itu dengan wajah polos ku seolah-olah ucapan ku tak salah.
" Kau ini ya, terserah mereka ingin memberi nama apa" ujar Nana.
" Ya kan aku cuma bilang apa yang ku pikir kan" ujar ku.
" Terserah diri mu,," ujar Dera dan Nana kompak dengan sedikit kesal, melihat dua saudari nya bersikap sedikit kesal membuat Jountae tertawa kecil membuat semua orang melihat ke arah nya.
" Kenapa kau tertawa,,," ujar Nana.
" Kau hebat adik ku,," ujar Jountae mengacung kan jempol nya ke arah Yuan dan Yuan hanya tersenyum.
" Apa maksud mu/brother dia hebat,,," ujar Dera dan nNana kompak.
" Tidak ada hanya ingin mengatakan jika ia sangat hebat,,," ujar Joun sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" Bibi Kim Puera, aku lapar apa kah tak ada makanan,,," ujar ku yang sudah bosan mendengar perdebatan kecil ke tiga saudara ku.
" Ada tunggu sebentar" ujar nya.
"Dari mana saja kau, tumben sekali diri mu lama bangun biasa nya jam lima sudah siap untuk latihan,,," tanya Dera.
" Aku juga tidak tau yang jelas aku merasa sangat letih,,," ujar ku.
__ADS_1
"Ratu ini makanan nya,,," ujar Puera sambil menyerah kan nasi dan beberapa ikan bakar.
" Terima kasih bibi,,," ujar ku, mereka hanya diam menunggu diri ku makan, setelah beberapa saat aku telah selesai makan.
" Baik lah sekali lagi aku akan memperkenal kan diri ku, perkenalkan nama asli ku Wang Yuan aku putri dari kekaisaran Wang dan mendapat kan kesempatan belajar di akedemi Naga Emas. Kalian pasti bertanya-tanya bukan, kenapa aku memilih kalian jadi anak buah ku bukan" tanya ku.
" Ya anda benar putri" ujar mereka.
" Aku ingin membuat sebuah organisasi yang ahli di berbagai bidang, aku ingin semua orang mengenali ku dengan nama ku tidak mengait kan dengan para kaisar" ujar ku terpotong dengan pertanyaan.
"Maksud mu adik ku" tanya Nana.
" Sister tenang lah, kau menyela ucapan ku sebelum aku menyelesaikan nya,," ujar ku.
" Ahh,, maaf,,," ujar nya.
" Maksud ku begini, jika kalian mendengar nama ku Wang Yuan pasti yang terlintas adalah aku harus menghormati nya agar nyawa ku baik-baik saja, karena kalian takut akan anggota kerajaan bukan kah begitu,," tanya ku.
" Ya putri,,," ujar mereka.
" Aku tak ingin begitu, aku ingin semua orang mengenali ku dengan nama Kim Mona dan Dera akan di kenali dengan nama kim Nora. Mereka akan takut pada kami karena kami orang yang susah ditaklukkan oleh siapa pun. Hadi mulai sekarang dan beberapa waktu ke depan, sebenar nya aku pun tak tau berapa lama bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang jelas semua orang di luar sana akan mengira kami sudah mati karena memasuki hutan kabut, bukan kah selama ini semua orang mengira dan mempercayai bahwa siapa saja yang memasuki hutan kabut akan mati tak bisa keluar lagi. Jadi biarkan sekarang mereka pun berpikir begitu" ujar ku.
" Tidak ada" ujar ku.
" Apa,,," ujar mereka kompak sekali.
" Maksud ku bukan aku yang akan beraktivitas melainkan kalian semua, itu juga berlaku ke pada kalian bertiga saudara ku,," ujar ku cengengesan.
" Kenapa aku merasakan bahwa ini tak akan baik bagi kita,," ujar Nana.
" Kau benar sister,,," ujar Dera.
"Baik lah semua nya bersiap lah untuk latihan,," ujar ku.
" Baik,,," ujar mereka kompak.
" Kami sudah siap,,," sambung mereka lagi.
"Ikuti aku,," ujar ku membawa mereka ke sebuah tempat di belakang istana ku.
__ADS_1
"Baik, sekarang keliling lapangan latihan ini sebanyak seratus kali,," ujar ku sambil menunjuk beberapa lapangan yang berbeda keadaan yang bentuk nya persegi dan panjang nya lima puluh meter yang di penuhi dengan lumpur.
" Kau serius disini, kami latihan di sini,,," ujar Joun.
" Ya,,," ujar ku.
" Ah aku lupa pisah kan kelompok kalian menjadi tiga bagian, yang satu untuk anak-anak, yang satu untuk lansia dan perempuan, dan yang terakhir untuk para laki-laki dewasa ,," ujar ku dan mereka melakukan apa yang aku suruh, setelah mereka telah selesai berada di kelompok masing-masing.
" Baik, untuk anak-anak larilah mengelilingi lapangan di sana 5 kali untuk anak-anak dibawah 5 tah,,," ujar ku terpotong.
" Kami tidak selemah itu,,," ujar Ming Yue
" Kau yakin,," ujar ku.
" Ya,,," ujar beberapa orang anak-anak dari tiga kelompok hampir bersamaan.
" Baik, kira-kira berapa kali kalian bisa mengelilingi lapangan ini,,," tanya ku.
" Aku seratus kali,,," ujar Yayan.
" Kau sangat yakin,,," tanya ku.
" Sangat,,," ujar nya.
" Baik kau yang minta,,," ujar ku lalu aku mengibas kan tangan ku dan keluar lah kayu yang telah terpotong-potong setengah meter ukuran nya dengan berat nya yang kira-kira mencapai 5 kilo dan di ujung nya aku ikat dengan tali yang talinya seperti tali tambang.
" Ikat lah tali itu di pinggang kalian dan lari lah seratus putaran di lapangan biasa itu, terutama untuk mu,,," ujar ku sambil menunjuk ke arah Yayan.
" Baik tak masalah,,," ujar nya sambil mengikat kan tali itu ke pinggang nya,setelah selesai mengikat ia menatap ku dengan pancaran mata nya yang seolah-olah dapat diartikan sebagai tanda menantang.
" Kau menentang ku" ujar ku.
" Ya aku menantang diri mu" ujar nya.
" Bagus sekali " ujar ku.
"Lihat lah baik-baik aku berangkat,," ujar nya, saat diri nya mencoba untuk melangkah namun tak bisa.
" Jangan kan berpindah untuk menggerakkan nya sedikit saja, kau tak akan bisa" ujar ku dengan nada mengejek.
__ADS_1