
Semua orang dari kekaisaran kegelapan dan malam merasa senang akan kabar kehamilan permaisuri dari pangeran pertama. Kabar itu bagaikan sebuah keajaiban yang datang. Kaisar malam terus saja mengucapkan kata-kata terima kasih kepada istrinya. Begitupun dengan permaisuri kaisar malam yang terus-menerus mengucapkan terima kasih kepada Mona, karena dia sangat yakin kalau keajaiban ini datangnya dari Mona. Karena selama Mona menikah dengan Ming Fan, kehidupan di kekaisaran kegelapan menjadi lebih berwarna. Meskipun sifat Mona yang dingin dan datar, tapi semua orang bisa berekspresi sesuka mereka saat Mona ada disana.
Semua orang terkadang bisa tertawa terpingkal-pingkal saat pangeran kedua mereka yang begitu dingin, bisa terlihat begitu tidak berdaya saat dia di depan istrinya. Bahkan dia disuruh tidur di depan kamarnya sendiri saat tengah malam tiba. Tentu saja hal langka itu begitu membuat mereka semua terhibur.
Mereka terkadang juga merasa gemas, saat permaisuri pangeran kedua mereka yang begitu mengerikan juga bisa memiliki ekspresi sedang cemberut dan ngambek layaknya anak kecil yang kehilangan mainannya. Namun, mereka akan sangat takut, saat Mona sedang kesal dan marah.
Hari ini, tepat dihari kelahiran permaisuri pangeran kedua. Mereka mendengar kabar yang begitu membahagiakan yaitu kabar kehamilan permaisuri pangeran pertama mereka. Jadi, dalam waktu yang berdekatan nanti, kedua permaisuri pangeran mereka akan melahirkan calon pangeran atau putri.
"Permisi yang mulia kaisar, " ucap seorang gadis pelayan yang berusia tiga belas tahun dengan sedikitpun tidak membungkukkan badannya, dia hanya melembutkan suaranya dan menundukkan pandangannya dari semua orang yang masih berada di dalam ruang makan dengan semuanya memasang wajah bahagia karena kabar kehamilan itu.
"Ada apa?" jawab kaisar kegelapan.
"Jijie Mona memintaku untuk menyuruh kalian bersiap-siap untuk berangkat ke kekaisaran Yu. Jijie mengatakan kalau perjalanan ini akan dilakukan seperti seseorang yang sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun. Jadi, jijie menyuruh kalian untuk segera bersiap-siap, jika kalian masih berada di dalam ruangan ini, saat jijie memainkan musiknya. Maka ka,,,," belum selesai pelayan kecil itu menyelesaikan ucapannya. Semua orang sudah sibuk berjalan ke arah luar. Bahkan, sangking takutnya dengan Mona, mereka tidak memperhatikan kalau ada di antara mereka yang keluar dengan berdampingan dengan keluarga kekaisaran.
"Ting,,,,,Ting,,,tingting,,,.
Baru setengah dari mereka keluar dari ruang makan, suara kecapi telah terdengar menggema di kekaisaran kegelapan. Saat suara kecapi itu terdengar, baik pintu maupun jendela di ruang makan itu tertutup dengan diikat oleh rambat hijau di sekelilingnya. Semua orang terkejut, baik yang di dalam ruangan maupun yang di luar ruangan makan.
Semua orang yang diluar langsung bersiap-siap untuk perjalanan mereka nanti. Sedangkan yang di dalam ruang makan hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya. Setelah suara kecapi itu berhenti, barulah pintu dan jendela ruang makan itu kembali terbuka. Namun, rambat hijau itu melingkari salah satu anak jari tangan dari mereka yang di dalam ruang makan itu. Meskipun bingung dengan apa gunanya rambat yang melingkari jari mereka, tapi semua orang tetap berjalan keluar dari ruang makan itu.
Semua orang kembali melakukan aktivitas masing-masing, sebagian dari mereka ada yang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke kekaisaran Yu. Sebagian lainnya, melakukan tugas yang biasanya menjadi tugas mereka.
Para anggota keluarga kekaisaran kegelapan juga sedang berada di kamar masing-masing untuk membawa beberapa pakaian untuk dalam perjalanan nanti. Saat Fan masuk ke kamarnya, dia tidak melihat Mona ada disana, dan dia juga melihat kalau belum ada pakaian yang sudah dibungkus oleh Mona. Jadi, dia memilih beberapa pakaiannya dan pakaian Mona, lalu dia membungkusnya.
Kreats,,,,,.
Saat suara pintu terbuka terdengar, Fan langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pintu.
"Kau sedang apa?" Mona menghampiri Fan yang telah memegang dua bungkusan kain di atas kasur.
"Aku sedang menyiapkan pakaian kita. " jawab Fan sambil mengikat kain bungkusan pakaiannya.
"Oh, terima kasih".
"Sama-sama" balas Fan.
*******
Semua orang dari kekaisaran kegelapan telah berkumpul di depan kekaisaran kegelapan, mereka telah siap melakukan perjalanan ke kekaisaran Yu. Mereka semua hanya menggunakan kaki mereka untuk perjalanan ini. Awalnya para pelayan telah menyiapkan tandu dan kuda untuk keluarga kekaisaran. Tapi, Mona menghentikan hal itu, dia ingin kalau semua orang hanya berjalan kaki saja. Jadi, mau tidak mau mereka semua harus menuruti ucapannya.
"Tapi, cucuku, kau sedang hamil, tubuhmu juga lemah. Kenapa kau tidak menggunakan tandu saja?" tanya neneknya Fan merasa khawatir akan keselamatan Mona dan bayinya.
__ADS_1
"Kau lebih tua dariku nenek, jadi tidak adil jika aku menaiki tandu sedangkan kalian jalan kaki. Kita juga akan memunculkan rasa penasaran para penjahat jika kita membawa tandu dan kuda. Jadi, lebih baik berjalan kaki seperti para rakyat biasanya, dibandingkan naik tandu bagaikan anggota keluarga bangsawan. Nantinya, kalian juga akan tahu alasan kuat kenapa aku meminta agar tidak memakai tandu dan kuda. Tapi, malah memilih berjalan kaki".
"Tapi, bukankah jika kita berpenampilan begini, para penjahat tetap akan tahu kalau kita adalah anggota keluarga bangsawan?" tanya Zuwie.
"Memang jika begini benar, tapi tidak jika kita berpakaian seperti para rakyat. White, bantu aku" Mona menjentikkan jarinya, lalu semua pakaian anggota kekaisaran dan juga para prajurit dan pelayan berubah menjadi pakaian biasa seperti para rakyat umumnya.
"Bagaimana jika seperti ini, Zuwie?" Mona menatap Zuwie yang masih sibuk memperhatikan pakaiannya yang sekarang
"Sepertinya sekarang kita tidak akan di anggap sebagai anggota keluarga bangsawan" jawab Mona.
"Baiklah, mari pergi" perintah mutlak Mona.
Semua orang menuruti ucapannya Mona, mereka mengikuti Mona dari belakang. Rombongan Mona pergi dengan berjalan kaki, mereka melewati beberapa daerah Desa yang memiliki keterbatasan pangan mereka. Hal itu bisa terlihat dari pasar yang barang-barang penjualannya sangat sedikit.
Setelah kira-kira tiga jam mereka telah berjalan kaki, mereka sampai di suatu daerah desa yang begitu bau dan sangat menjijikkan. Saat kedatangan mereka, semua orang di desa itu berusaha menjauh dari rombongan Mona agar rombongan Mona tidak mencium bau busuk yang kaluar dari tubuh mereka. Disaat semua orang ingin cepat-cepat pergi dari sana karena tidak tahan dengan baunya, Mona justru berusaha membuka sebuah rumah yang sudah sangat lapuk dari pada rumah lainnya. Aksi Mona itu membuat penduduk Desa dan juga rombongannya menjadi bingung.
Mona akhirnya berhasil membuka pintu itu, dia masuk ke dalam rumah itu diikuti dengan Fan yang selalu berjaga di belakang Mona. Sedangkan rombongannya yang lainnya hanya bisa menunggu di luar. Setelah beberapa saat, akhirnya Mona dan Fan keluar dengan dua anak kecil. Yang satunya berusia dua tahun, dan yang satunya lagi berusia tiga bulan.
"Bantu aku untuk membuat lubang untuk mengubur kedua jazad orang tua mereka" perintah Mona santai dengan menggendong bayi itu. Beberapa prajurit langsung bergegas untuk melakukan apa yang Mona perintahkan.
'Dragon, hubungkan aku dengan rain' telepatinya kepada dragon.
'Baik, sesuai permintaanmu' balas dragon.
'Aku ingin kau menggunakan naga airmu untuk membuat air sungai mengalir di desa yang kini aku singgahi. Bisakan?'.
'Tentu saja bisa Queen' balas Rain. Lalu, suara air mengalir deras bisa di dengar oleh semua orang yang disana.
"Ini keajaiban" teriak semangat semua orang sambil berlari ke arah air sungai yang mengalir deras. Sungai itu tadinya sangat kering. Saat semua orang ingin langsung melompat ke sungai itu, tiba-tiba mereka menghentikan langkah mereka. Lalu, mereka menatap ke arah rombongan Mona, terutama ke arah Mona yang dengan santainya bermain-main dengan bayi kotor yang berada di gendongannya.
"Nak, berikan bayi itu kepada saya, biarkan saya membersihkan tubuhnya dan kotorannya dulu" pinta seorang nenek sambil berjalan ke arah Mona. Namun, ketika jaraknya dua meter dari Mona, dia menghentikan langkahnya karena Mona menatapnya serius.
"Nek, aku bisa membersihkannya sendiri. Kalian dan kami tidak memiliki perbedaan, kita sama-sama manusia, dan sama-sama bertahan hidup dengan makan dan minum. Jadi, tidak masalah soal bayi ini kotor atau tubuh kalian bau. Nenek mandi saja, air sungai itu sedikit hangat, jadi mudah untuk membersihkan tubuh kalian".
"Baiklah nak".
"Bibi" Mona memanggil seorang pelayan yang dekat dengan permaisuri kegelapan.
"Bantu aku membersihkan tubuhnya" Mona menyerahkan bayi itu kepada pelayan itu.
"Dengan senang hati, sayang" senyum pelayan itu ke arah Mona.
__ADS_1
"Baiklah, untuk kalian semua, bantu aku membersihkan setiap bagian dari desa ini" perintah Mona kepada semua orang rombongannya.
"Baiklah" jawab semua orang kompak.
Semua prajurit dan para pelayan yang berpenampilan pakaiannya sama dengan para keluarga kaisar langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Mona. Bahkan para anggota keluarga kaisar juga ikut membantu. Mona hanya memandangi pekerjaan yang mereka lakukan. Setelah kedua anak yang tadi di gendong oleh Mona dan Fan selesai dibersihkan oleh bibi pelayan. Lalu, keduanya di serahkan kepada Mona. Mona memberikan pakaiannya kepada si kecil, sedangkan pakaian Fan dia ubah menjadi pakaian untuk anak yang berusia dua tahun.
Setelah semua orang selesai membersihkan tubuh dan desa mereka, akhirnya semua orang istirahat dengan memakan bekal makanan yang dibawa oleh rombongan kaisar. Karena rakyat itu juga banyak, jadi bekal mereka sudah habis. Hanya tinggal koin saja yang tersisa.
"Apakah ada anggota keluarga kedua anak ini selain kedua orang tuanya?" semua orang menatap ke arah Mona yang tiba-tiba bertanya demikian.
"Tidak ada nak, mereka hanya tinggal bersama ibu dan ayah mereka. Sedangkan keluarga mereka yang lainnya telah tiada sekitar dua puluh delapan hari yang lalu" jawab seorang pria tua.
"Baiklah, mulai sekarang aku akan menjadikan mereka kedua putra dan putriku. Aku tidak ingin saat aku telah mengangkat mereka, lalu datang keluarganya yang tiba-tiba meminta mereka kembali. Karena itulah aku bertanya, apakah ada anggota keluarga mereka yang lain selain kedua orang tuanya. Karena tidak ada anggota keluarga mereka yang lainnya, maka itu lebih baik. Bagaimana denganmu?" Mona bertanya kepada Fan yang sedang duduk di sampingnya.
"Apapun itu, asal membahagiakan dirimu maka aku akan menyetujuinya" senyum Fan sambil menyentuh pipi bayi perempuan di gendongan Mona.
"Baiklah, kita sepakat bahwa kedua anak ini akan menjadi anak kami. Kami harus melanjutkan perjalanan kami".
"Sayang" panggil permaisuri kegelapan sambil mengulurkan tangannya untuk menggendong bayi perempuan yang di tangan Mona. Mona menyerahkan bayi itu kepada permaisuri kegelapan.
"Di depan kalian semua, aku menamakan putraku dengan nama Nyoko yang artinya permata atau harta Karun, dan putriku akan kuberi nama Nene yang artinya harapan. Jadi, kedua nama itulah yang akan menjadi nama kedua anakku" Mona begitu semangat saat menyebut nama kedua anaknya.
"Baiklah, kami akan mengingat hal itu" balas semua orang.
"Baiklah, kakek, ini ada koin. Gunakanlah koin ini untuk keperluan kehidupan kalian, sungai itu akan selalu mengalir seperti ini selama sumber utamanya tidak kering. Jadi, kalian tidak perlu khawatir soal airnya akan mengering. Kami pergi dulu" Mona berpamitan kepada semua orang di desa itu.
"Terima kasih nak, jika boleh tahu kalian akan berangkat kemana?" tanya seorang kakek yang tadi diberikan koin oleh Mona.
"Kami berencana ingin ke kekaisaran Yu. Eh, maksudnya ke kekaisaran bintang, karena kami ingin bertemu dengan tiga pangeran dan putri di hari perayaan kelahiran mereka".
"Ah, benar juga" angguk semua orang.
"Apakah kalian ikut?" tanya Fan.
"Maaf, sepertinya tidak, kami hanya bisa mendoakan agar ketiganya diberikan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan ini. Kami sungguh ingin bertemu langsung dengan mereka, tapi kami harus tetap disini" kompak semua orang. Mona hanya memberikan senyuman kepada mereka semua saat Mona mendengar ucapan dan doa mereka.
'Kalian telah bertemu langsung dengan salah satu dari ketiganya' batin Fan membuat Mona menatapnya.
'Aku benar bukan, kenapa kau menatapku begitu?' tanya Fan dalam batinnya.
'Haruskah aku mengusirmu di depan mereka semua' kesal Mona melalui telepati.
__ADS_1
'Tidak' balas Fan dengan tanpa sadar dia memasang ekspresi wajahnya yang memelas ke arah Mona. Membuat semua orang yang menatap interaksi Mona dan Ming Fan menjadi bingung. Tapi, mereka hanya bisa bingung di dalam pikiran mereka saja, mereka tidak berani bertanya kepada Mona. Mona tidak lagi memperdulikan Fan, dia langsung meninggalkan semua orang di sana. Saat Mona pergi, satu persatu dari rombongan kekaisaran juga mengikuti Mona dari belakang.