
Di kekaisaran bulan, semua orang di buat bingung karena Yuan yang Senyum-senyum sendiri dan menari-nari kecil seperti cacing kepanasan.
"Woi sedang apa kau, kau ini seperti cacing kepanasan saja, goyang sana goyang sini" teriak Dera ke pada Yuan membuat yang lainnya menatapnya dengan terkejut.
"Aku sedang membaca rencana seseorang" jawab ku sambil membuka mata ku melihat ke arah Dera.
"Rencana siapa?" tanya mereka semua kompak.
"Kenapa kalian kompak sekali. Aku mendengar rencana dari kaisar siang" jawab ku ke pada mereka semua.
"Ohh" ujar mereka kompak.
"Rencana apa yang kau dengar dan apa yang akan kau lakukan?" tanya Nana.
"Rencana mereka adalah mereka ingin memasukkan ulat pengendali hati ke semua permata di keluarga bangsawan di seluruh benua ini. Namun, hanya lima kekaisaran yang belum berhasil yaitu wang, bintang, bulan, iblis, kegelapan dan malam. Jika kaisar bintang tidak terlalu mereka pedulikan. Tapi, mereka sedang memfokuskan untuk menanamkan pada empat orang yang sebenarnya tiga orang lainnya yaitu aku putri dari kaisar Wang dan juga orang dari kekaisaran bulan, putri dari kaisar kegelapan dan iblis tidak ada di kekaisaran mereka. Sedangkan putri kaisar malam sudah mereka berikan ulat pengendali, tapi tidak berfungsi lagi karena aku telah mengeluarkannya. Jadi, aku tidak tau siapa yang akan mereka tanamkan ulat itu" jawab ku.
"Darimana kau tau kalau dia mengejar kita?" tanya Ziwiera.
"Karena ratu ulat itu telah menjadi binatang kontrak ku. Jadi, seluruh keturunannya otomatis menjadi binatang kontrak ku. Jadi, semua yang terjadi pada mereka dan yang mereka dengar maka aku juga mengetahuinya dan mendengarnya" jawab ku.
"Ohh begitu" ujarnya sambil manggut-manggut kan kepalanya.
"Baiklah terserah kalian karena mulai sekarang aku akan melawannya baik dari belakang layar sebagai pemimpin kekaisaran bulan ataupun dari depan layar sebagai putri Wang Yuan. Jadi, aku akan melawannya karena mereka akan mulai menyerang kekaisaran lain mulai hari ini. Jadi, aku akan berada di kekaisaran wang mulai besok. Sedangkan soal kekaisaran bulan, aku akan dengan mudah datang dan pergi kemanapun yang aku suka" ujar ku.
"Kapan kau akan pergi?" tanya mereka.
"Saat ini juga, karena adik kecilku Wang Run sedang jatuh sakit, dan para jenderal kaisar dari beberapa kekaisaran menjadi perwakilan setiap kekaisaran asal mereka untuk menjeguk adik ku" jawab ku.
"Baiklah" jawab yang lainnya kompak.
"Lalu bagaimana dengan kami?" tanya lima orang kompak.
"Khusus untuk kalian berlima, kalian akan ikut aku karena kita memiliki misi lain" jawab ku sambil menatap Dera.
"Aku juga akan ikut denganmu karena kau pasti tidak akan tahan dengan omelan Mofan kakak ku yang gila itu" ujar Dera yang mengerti tatapan ku.
"Baiklah,,, namun untuk kalian berdua harus kita lakukan sedikit perubahan" ujar ku.
'Nenek, tolong berikan sedikit kekuatanmu untuk merubah mereka. Aku tau kalau kekuatan merubah itu hanya untuk ku, tapi bantu aku kali ini untuk merubah penampilan mereka agar tidak di kenali oleh orang lain bahkan oleh keluarganya sendiri' batin ku, lalu keluarlah cahaya berwarna merah dari tangan ku.
"Ubah mereka agar tidak di kenali oleh semua orang terutama keluarganya sendiri" ujar ku sambil mengarahkan cahaya berwarna merah di tangan ku itu ke arah tubuh Ying Wie dan Ziwiera. Lalu perubahan sangat jauh berbeda dari sebelumnya terjadi pada mereka berdua.
"Bagus karena sudah tidak mirip kalian lagi. Baiklah mari pergi" ujar ku.
"Baik mari pergi" balas mereka berenam kompak.
"Antarkan kami ke desa yang dekat dengan kekaisaran wang, tapi di tempat yang sepi" perintahku lalu keluar cahaya yang mengantar kami ke hutan di dekat sebuah desa yang dekat dengan kekaisaran wang.
"Kenapa kau memilih di sini. Kenapa tidak langsung di kekaisaran wang?" tanya Ziwiera.
"Kau tau Rara, jika kita langsung muncul di kekaisaran wang dengan tiba-tiba lalu apa yang mereka lakukan dan mereka pikirkan?" tanya ku kepadanya.
"Itu,,,," jawabnya.
"Tentu saja hal itu akan membuat heboh seluruh kekaisaran. Tapi, jika kita memilih disini maka tidak akan menimbulkan kecurigaan karena dari sini kita akan berjalan ke arah kekaisaran dan aku ingin melihat apakah mereka masih mengenali diriku meski sudah beberapa tahun tidak jumpa" sambung ku lagi.
"Ohh,,, baiklah" ujar Ziwiera.
"Bantu aku untuk memilih beberapa barang untuk adikku Gui dan adik kecil ku. Tidak mungkin aku datang dengan tidak membawa apapun kan" ujar ku.
" Ahhh benar juga" ujar mereka kompak.
Kami bertujuh berjalan dengan memakai cadar yang menutupi wajah kami. Meskipun kami menutupi wajah kami tapi tetap saja menjadi pusat perhatian. Kami mampir di beberapa kedai seperti pakaian, makanan ringan dan macam-macam senjata. Saat kami bertujuh di pasar, kami semua menjadi pusat perhatian semua orang. Mereka semua menatap kami dengan tatapan yang berbagai macam ekspresi.
"Siapa mereka bertujuh?" tanya si A.
__ADS_1
"Entahlah,,, saat mereka lewat, mereka bagaikan orang-orang dari keturunan bangsawan yang sangat berwibawa dan anggun. Sebenarnya mereka keturunan dari mana?" tanya Si B.
"Kenapa kau balik bertanya" jawab si A kesal.
"Ahhhh hahahhaa" tawa si B.
"Aku sangat penasaran siapa sebenarnya mereka" ujar beberapa orang yang bisa di dengar oleh mereka bertujuh.
Setelah mereka melewati beberapa pasar dan dua desa. Akhirnya kami bertujuh sampai di kekaisaran wang. Tapi, ketika kami sampai di depan gerbang kami melihat beberapa wajah para penjaga yang sedikit macam.
"Permisi paman apakah kami boleh masuk?" tanya ku ramah.
"Maaf nak, tapi sebaiknya jangan sekarang karena kami sedang dalam masalah" jawab pria itu.
"Kenapa paman?" tanya ku lagi.
"Karena kekaisaran kami sedang datang kaisar siang dan kami semua tidak bisa bergerak sembarangan nak" jawab pria itu.
"Izinkan kami masuk penjaga" ujar ku.
"Tapi, nak" jawabnya.
"Percayalah paman karena aku ingin memberikan informasi dari putri Wang Yuan ke pada ibu dan ayahnya" ujar ku.
"Tapi,,," ujar penjaga ingin menyambung lagi.
"Apakah kau tidak mendengarkan apa yang dia ucapkan bahwa dia akan memberikan pesan dari putri Wang Yuan kepada ayah ibunya" ujar penjaga lainnya.
"Ahh benar juga" jawab yang lainnya.
"Silahkan masuk ke dalam nona-nona" ujar para penjaga mempersilahkan mereka bertujuh masuk ke dalam.
"Terima kasih paman cup,,,,cup. Terima kasih karena masih bersikap baik seperti dulu paman" ujar ku sambil mencium pipi kanan dan kiri mereka membuat semua orang yang melihat hal itu menjadi terkejut. Lalu kami pergi memasuki halaman istana.
"Apakah tadi putri Wang Yuan atau wakilnya, kenapa kebiasaan mereka sangat mirip seperti putri dulu yaitu saat dia mencium kita saat kita berada menjaga pintu kamar permaisuri" ujar penjaga itu pada yang lainnya.
"Ya memang itu, lalu?" tanya lainnya.
"Tidakkah kalian menyadari kalau dia mengatakan seperti dulu" ujar pria itu.
"Ya me,,,," jawab lainnya terhenti.
"Putri Wang Yuan telah kembali" teriak mereka berempat kompak. Saat mendengar ucapan beberapa penjaga itu yang sedikit besar membuat yang lainnya saling memandang.
Saat mereka bertujuh tiba di dekat pintu aula kekaisaran. Yuan menghentikan mereka berenam.
"Mari bermain-main" ajak ku kepada mereka.
"Bermain-main dengan siapa jijie" tanya Fang Mei.
"Dengan para paman dan bibi yang di dalam" jawab ku kepada Fang Mei.
"Caranya?" tanya nya.
"Kita sedang pada memakai cadar. Jadi, mereka tidak akan mengenali kita. Jadi kenapa kita tidak menyamar saja menjadi seseorang yang ingin membunuh ayah ku" jawab ku.
"Jika aku bisa merebut dan duduk di kursi kaisar Wang. Maka penjagaan mereka sangat tidak kompeten. Jadi mari bermain-main dan berse,,,," sambung ku lagi terpotong karena mendengar teriakan dari kaisar siang.
"Kaisar Wang dengarkan ucapan ku baik-baik bahwa aku akan membunuh kalian semua jika kalian tidak bekerja sama dengan ku. Aku tidak pernah berbohong dengan ucapan yang telah keluar dari mulut ku" teriak lantang kaisar iblis.
"Menyebalkan, antarkan kaisar siang kembali ke istananya dan tidak bisa kemanapun selama tiga hari" ujar ku sambil menggerakkan tangan ku ke arahnya yang di tengah-tengah aula.
"Aku penasaran dengan putri Wang Yuan mu yang saat ini sedang tidak ada di si,,,," ujar kaisar siang terpotong karena cahaya emas mengelilinginya dan membuat dia tiba-tiba menghilang di tengah-tengah aula kekaisaran wang.
"Kemana dia, kenapa dia tiba-tiba menghilang?" tanya menteri kaisar Wang.
__ADS_1
"Saatnya bermain-main kawan-kawan" perintah ku.
"Penyusup, ada pe,,,,,,," teriak kaisar yang terpotong karena Yuan membuatnya terdiam dengan jatuh pingsan.
"Ada apa?" tanya kaisar Wang.
"Kami datang untuk merebut daerah mu kaisar" jawab ku kompak sambil berlari ke arah kaisar Wang bersama yang lainnya, dengan mereka semua yang mengeluarkan pedang, belati dan panah yang mereka arahkan pada para jenderal dari setiap kekaisaran yang ingin menjadi wakil perwakilan. Sedangkan Yuan berjalan ke arah singasana ayahnya yang saat ini ayahnya masih di sana.
"Lindungi yang mulia" teriak jenderal dari kekaisaran Yu yang duduk tidak jauh dari kaisar Wang dan berdiri tegak di depan kaisar Wang agar menutupi jalan menuju singasana kaisar.
Mereka bertujuh terus bertarung dengan para prajurit dan jenderal perwakilan setiap kekaisaran. Namun, aksi semua orang terhenti saat Yuan menaiki pedang jenderal kekaisaran Yu, lalu menaiki bahu nya dan terakhir dia langsung melompat ke arah belakang kaisar Wang. Lalu dia melipat lututnya membuat kaisar Wang terdorong ke bawah singasananya karena terkena lutut Yuan.
"Kemarilah" ujar ku sambil menyelimuti enam lainnya dengan cahaya yang berwarna hijau. Lalu keenamnya berada di depanku sehingga hal itu membuat yang lainnya yang melihat itu terdiam. Karena singasana dan juga daerah di dekat istana di penuhi dengan para penyusup bercadar.
"Siapa kalian?" tanya kaisar Wang.
"Kami permatamu" jawab kami kompak membuat mereka bingung.
"Apa?" teriak mereka semua kompak.
"Aku pernah merebut nya sekali dulu, lalu kenapa sekarang aku tidak bisa merebutnya ayah" jawab ku sambil membuka cadar ku.
"Yuan putri ku sayang akhirnya kau pulang nak" ujar kaisar Wang ingin memeluk Yuan tapi di hentikan oleh enam orang lainnya.
"Ahhh" ujar kaisar Wang terhenti karena Dera menahan tangan kaisar Wang.
"Hahhaa Jika kau bisa melawan enam penjaga ku maka kau hebat ayah" ujar ku.
"Hanya mereka?" tanya kaisar Wang.
"Ya hanya mereka saja" jawab ku.
"Baiklah" ujar kaisar Wang sambil berusaha melewati Dera. Namun, Dera selalu saja bisa membuat kaisar Wang mundur ketika dia selalu berusaha melangkah maju satu langkah. Jadi, dia hanya di tempat-tempat saja karena tidak maju dan tidak juga mundur.
"Ahhh sepertinya aku sudah tidak bisa meremehkan kalian ya" ujar kaisar Wang.
"Tidak ada orang yang menyuruh mu untuk meremehkan kami yang mulia terutama meremehkan diri ku karena hal itu tidak aku sukai" ujar Dera dengan membuat kaisar Wang mundur tiga langkah.
"Tidak menantang" ujar ku membuat yang lainnya menatap ku dengan tatapan aneh.
"Keluarkanlah pasukan bayangan ayah ku" ujar ku, lalu keluarlah sepeluh pasukan bayangan ayah ku.
"Ahhh saat nya aku bersenang-senang" ujar Ming Yayan dan Ying Wie kompak.
"Kami pun ingin ikut bermain-main" ujar Ming Yu dan Fang Mei.
"Lalu bagaimana dengan ku?" tanya Ziwiera.
"Belum saatnya" jawab kami kompak
"Apa, kalian curang, kenapa tidak mengizinkan aku juga ikutan bermain-main dan bersenang-senang seperti kalian" tanya nya kesal.
"Sabar lah, kau akan mendapatkannya juga" jawab Yayan sambil tersenyum mengejek ke arah Ziwiera.
"Kau dan aku hampir seumuran. Jadi, seharusnya kau itu mendukung ku bukan mslah melawan ku" ujar Ziwiera.
"Aku berada di pihak Yuan" jawab Yayan dengan santai nya.
"Paman, seharusnya kau fokus kepada diriku bukan ke arah orang lain" ujar Dera sambil mengarahkan telapak tangannya pada dada kaisar Wang yang fokus kepada pertengkaran Ziwiera dan Yayan. Namun, kaisar Wang cepat bereaksi sehingga telapak tangan kaisar Wang dan juga Dera saling beradu.
"Cepat juga reaksi mu ternyata paman" ujar Dera sambil tersenyum ke arah kaisar Wang. Hal yang dilakukan Dera dan kaisar Wang sukses membuat fokus semua orang pecah terutama para pasukan bayangan kaisar Wang
"Kalian seharusnya lebih fokus paman" ujar Yayan, Wie, Yu dan Mei kompak dengan gerakan tendangan dan pukulan yang cepat dan menyakitkan yang mereka arahkan pada kaki dan dada sepuluh prajurit bayangan milik kaisar Wang. Hal itu membuat mereka terdorong ke belakang dengan jarak dua meter.
"Aku juga ingin bersenang-senang dan bermain-main seperti mereka. Kau sangat tidak adil jika tidak membiarkan aku ikut mereka" ujar Ziwiera sambil menatap ke arah ku.
__ADS_1
"Paman Kubo, aku menantang mu untuk bertarung dengan teman ku. Jadi, jika kau berani maka bertarung lah dengan dirinya" perintah ku tegas sambil menatap ke arah jenderal Kubo.
"Suatu kehormatan tuan putri" ujar jenderal Kubo sambil mengatupkan kedua genggamannya kedepan dadanya sebagai tanda menghormati keputusan yang di berikan oleh Yuan