The Switched Daughter

The Switched Daughter
Tunangan resmi di saksikan orang tua


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, hari ini adalah hari dimana acara pertunangan empat orang sekaligus dilaksanakan. Mereka dan para keluarga mereka, saat ini sudah berada di kekaisaran iblis untuk melakukan pertunangan menggunakan tradisi kekaisaran iblis.


Mona bersama Fan pergi ke ruangan para sesepuh dengan menggunakan jurusnya Mona. Saat mereka berdua sampai di sana, mereka bisa melihat bahwa para sesepuh memiliki ekspresi senang sekaligus sedih. Entah apa yang membuat mereka seperti sangat terbebani.


"Kenapa ekspresi wajah kalian begitu?" tanya ku membuat mereka semua terkejut.


"Kau" kompak para sesepuh sambil menunjuk ke arah ku.


"Aku adalah putri kandung kaisar Yu, aku saat ini telah menjadi ratu kekaisaran bulan. Jadi, pertunangan ini juga bersangkutan dengan ku. Karena itulah aku datang" ucap ku.


"Tapi, bukankah Wang Yuan ada bersama orang-orang dari kekaisaran Wang. Jadi, bagaimana kau bisa mengaku sebagai putri Yu?" tanya sesepuh Muran.


"Kim Rain, kemarilah" panggil ku. Lalu datanglah bayanganku ke ruangan kami berada.


"Apa?" tanya Rain.


"Buatlah semua orang berada di bawah alam bawah sadar mereka, kecuali orang yang berada di ruangan ini" ucap ku, lalu keluarlah cahaya berwarna keemasan ke arah langit. Cahaya itu mengenai semua orang di kekaisaran iblis.


"Baiklah, karena kesadaran semua orang telah berada di bawah pengaruh ku, maka aku ingin kalian para sesepuh menukar aku dan putri Anchi saat pertunangan nanti. Maksudku, aku akan berada di samping Xian, aku akan mendapatkan restu dan doa dari kedua orang tua kandungku. Begitupun dengan Anchi yang putri kekaisaran Wang. Jadi, pertunangan kami akan dilaksanakan layaknya seperti pertunangan yang biasanya terjadi, dan pertunangan kami tidaklah terlarang. Jika aku menjadi putri Wang Yuan, maka aku akan bertunangan dengan saudara kembar ku sendiri, dan hal itu tidak boleh terjadi. Jadi, hanya ini yang bisa kulakukan, aku akan bertukar posisi dengan Anchi. Maka dialah yang akan bertunangan dengan Xian, sedangkan aku bersama Fan. Jadi, hubungan kami tidak ada yang hubungan terlarang. Tapi, setelah semua ritual pertunangan terjadi, maka semua orang hanya akan berpikir bahwa akulah yang telah bertunangan dengan Xian, dan Anchi dengan Fan. Kami tidak akan bisa saling berdekatan karena kami terikat pertunangan dengan orang yang sebaliknya. Jadi, aku tidak akan mendekati Xian, begitupun dengan Fan yang tidak akan mendekati Anchi. Sedangkan Rain bisa mendekati Xian kapanpun jika dia mau, tentu saja jika dirinya yang mendekati Xian tidak masalah karena dia adalah bayangan dari kekuatanku. Jadi, dia tidak terpengaruh dengan ikatan pertunanganku dan Fan. Tapi, Rain tetap akan terpengaruh dengan ikatan darah kami. Kalian mengerti maksudku bukan?" tanya ku sambil menatap mereka.


"Sebenarnya ada berapa cucu perempuanku yang tertua?" tanya sesepuh Ying.


"Hanya satu, dan itu adalah diriku. Hanya saja, aku mendapatkan hadiah karena telah menyelesaikan ujianku. Hadiah itu yaitu terbentuknya dua bayanganku. Salah satunya telah tiada dengan menahan tombak yang di lemparkan oleh kaisar siang ke jantung permaisuri Yu. Tombak itu menembus jantungnya, membuat dia kehilangan banyak darah. Jadi, dia sudah tiada" jawab ku.


"Jadi, pelayan baru itu memang dirimu" ucap sesepuh Mao.


"Ya, salah satu dari diriku" balas ku.


"Oh" lainnya hanya ber-oh saja.


"Sekarang aku akan bertukar posisi dengan Anchi. Jadi, sampai jumpa" ucap ku sambil berlalu pergi dari sana.


*****


Di dalam ruangan milik Anchi, aku telah bersembunyi di suatu tempat. Sedangkan Anchi sedang mandi, jadi aku harus menunggunya siap mandi. Aku melihat beberapa pelayan telah menunggu di depan kamar Anchi, untuk menyiapkan segala keperluan Anchi. Setelah beberapa saat aku menunggu, akhirnya Anchi telah selesai mandi. Pada saat itulah aku dan dirinya bertukar, aku memindahkan dia ke kamarku yang berada di kekaisaran iblis.


Setelah pertukaran itu, aku dan Anchi didandani oleh pelayan dari masing-masing kekaisaran asal kami dengan pakaian yang menjadi ciri khas kekaisaran kami. Aku di dandani dengan pakaian yang berwarna biru campuran putih, yang melambangkan ketenangan dan kesucian. Dengan rambut yang di gerai panjang, hanya bagian rambut dengan telinga yang di tarik ke belakang untuk di cepit dengan lambang bunga Gardenia sebagai hiasannya.

__ADS_1


"Hormat hamba kepada Permaisuri Yu" ucap prajurit yang berada di depan kamar.


"Mmm, iya. Apakah putri ada di dalam?" tanya permaisuri.


"Ada yang mulia" jawab prajurit sambil membuka pintu. Lalu masuklah permaisuri Yu.


"Wah, putriku sangat cantik" kagum permaisuri Yu sambil menatap pantulan wajahku di cermin.


"Ibunda" senyum ku sambil berbalik menatapnya.


"Putriku sangat cantik, aku berharap tidak akan ada bahaya yang menimpamu. Padahal ibu merasa baru beberapa hari lalu ibu bermain-main sambil menggendong dirimu. Tapi, sekarang kau sudah bertunangan saja, dan tidak akan lama lagi kau akan menikah lalu meninggalkan ibumu ini sendirian" lirih permaisuri Yu.


'Ibu, andai ibu tahu bahwa ibu tidak pernah menggendongku selain sebelum acara kurol terjadi, dan ibu tidak sekalipun pernah bermain-main dengan ku. Tapi, aku bahagia selama ibu masih bisa tersenyum. Meskipun senyuman ibu bukanlah disebabkan olehku' gumamku membatin.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan ibu, karena sampai kapanpun aku tetaplah putri ibu bukan" senyum ku.


"Kau benar sayang. Tapi, ibu akan lama tidak melihat mu" dia menatap ku dengan mata berkaca-kaca.


"Ayolah ibu, aku telah memakai riasan ini dalam waktu yang sangat lama. Sedangkan ibu ingin membuatnya luntur dalam beberapa detik saja. Jika ibu bersedih di hari pertunangan ku, lalu bagaimana aku bisa bahagia" aku berusaha menghiburnya.


"Ah, benar, kenapa pula ibumu ini menangis di hari pertunangan putriku" senyumnya sambil memakaikan gelang di tangannya untukku.


'Hadiah pertama yang kau pakaikan langsung padaku dengan memanggilku putrimu ibu. Selama ini aku selalu membawa kemanapun hadiah dari dirimu dan ayah, ibu. Inilah hadiah yang paling berharga, selama ini kalian memberiku hadiah hanya sebagai hadiah untuk putri kekaisaran lain. Sedangkan hari ini, ini adalah hadiah dari ayah untuk ibu, dan ibu memberikannya padaku' lirihku sambil menatap gelang dan tangan permaisuri Yu yang masih memegang ku.


"Ada apa, kenapa putriku justru malah bersedih. Mari pergi, semua orang sepertinya sudah berkumpul di ruangan ritual" ucap permaisuri Yu.


"Baiklah, ibunda" balas ku sambil berdiri. Kami pergi ke ruangan ritual.


Setelah beberapa saat, akhirnya semua orang telah berada di ruangan yang akan di adakan ritual pertunangannya. Memang semua orang telah berada di bawah pengaruh ku. Tapi, mereka masih bisa menyimpan kenangan yang saat ini akan mereka saksikan. Hanya saja kenangan itu akan muncul kembali saat ada yang memicunya untuk bangun.


Aku dan Xian, sama-sama memakai pakaian yang memiliki warna biru. Anchi memakai pakaian berwarna merah muda, dan Fan memakai pakaian berwarna hitam.


Ritual pertunangan akhirnya dilaksanakan. Seorang guru agung dari kekaisaran iblis membacakan sebuah mantra.


"Kepada para ibu dari keempatnya, diharapkan untuk mengambil sedikit darah dari anak kandung kalian dan teteskan kemari sesuai dengan siapa dia akan di tunangankan" pinta guru agung itu dengan menyerahkan dua nampan.


"Baiklah" jawab permaisuri Yu, permaisuri kegelapan dan permaisuri Wang sambil berjalan ke arah kami berempat. Para permaisuri mengambil jarum, lalu mereka menusuknya ke arah salah satu jari kami.

__ADS_1


Saat permaisuri memegang tanganku untuk mengambil sedikit darahku. Aku melihat sebuah kejadian yang sepertinya akan terjadi di masa akan mendatang. 'Aku berharap saat hari itu tiba, kaulah orang yang menjadi penyebabnya ibu. Aku ingin agar kaulah orang yang terakhir kali aku lihat, ibu' batin ku sambil mencium punggung tangannya saat dia telah menusuk jarum ke jari ku. Hal itu membuat permaisuri Yu bingung. Saat dia menatapku aku hanya memberikan senyuman untuknya.


'Ada apa dengan putriku' batin permaisuri Yu sambil menatap ke arahku.


Setelah darah kami di ambil, dan diletakkan pada dua nampan yang di sediakan. Guru agung itu kembali membaca sebuah mantra. Saat dia berkomat kamit membaca mantra tersebut, darah ku dan Fan menyatu dengan begitu cepat. Sedangkan Xian dan Anchi menyatu secara perlahan mengikuti irama mantra yang diucapkannya. Saat dia berhenti mbaca mantra, saat itulah darah Xian dan Anchi bersatu. Sedangkan darah aku dan Fan sudah menyatu sejak mantra baru di baca. Setelah guru agung tidak lagi membaca mantra, dia menatap dengan serius ke arah ku dan Fan secara bergantian.


"Ada apa guru agung?" tanya kaisar iblis.


"Aku melihat sebuah hubungan yang sudah di takdirkan sejak lama" jawab guru agung itu.


"Apa maksudnya?" tanya para kaisar kompak.


"Hubungan mereka sudah di takdirkan pada kehidupan pertama mereka. Namun, semuanya tidak berjalan baik, hingga menyebabkan keduanya tiada. Keduanya sama-sama menjalin hubungan cinta dengan orang yang salah, sehingga orang yang salah yang mereka cintailah yang menjadi penyebab nyawa mereka tiada. Takdir membawa seseorang dari zaman itu kemari, demi kembali menyelesaikan kesalahan yang telah di lakukan, dan demi menyeimbangkan alam ini. Namun, pada kehidupan ini, hubungan cinta mereka juga sedikit mengalami masalah. Bisa di katakan bahwa salah satu dari mereka telah mengalami tiga kehidupan. Sedangkan satunya, barulah dua kali. Jadi, mereka baru bisa bersatu saat mereka sama-sama berada pada kehidupan ketiga" jawab guru agung kekaisaran iblis.


"Jadi, maksudnya, dia yang telah hidup dua kali harus mati sekali lagi. Tapi, ngomong-ngomong bagaimana bisa seseorang hidup tiga kali?" bingung kaisar iblis.


"Aku tidak bilang mereka mati dan hidup kembali sebanyak tiga kali. Dari yang aku katakan dapat di simpulkan bahwa mereka telah melewati tiga kehidupan. Bisa jadi, mereka hanya hampir kehilangan nyawa bukan" senyum guru agung saat menatap ke arah ku dan Fan.


"Tenanglah, setelah dia kembali untuk kehidupan yang ketiganya, mulai saat itulah semua orang akan bahagia. Terutama dirimu permaisuri Yu" sambung guru agung itu.


"Aku, kenapa" bingung permaisuri Yu.


"Aku tidak bisa mengatakannya karena dia sendiri tidak mengatakannya. Jadi, aku tidak akan memberitahu dirimu sekarang" ucap guru agung. Tepat setelah guru agung menyelesaikan ucapannya, keluarlah cahaya kemerahan mengelilingi kedua nampan itu.


"Argh,,,,," teriak kesakitan empat orang yang darahnya berada di kedua nampan. Bertepatan dengan cahaya kemerahan mengelilingi kedua nampan itu.


"Kalian telah resmi bertunangan menggunakan tradisi kekaisaran iblis. Jadi, mulai dari sekarang, tidak akan ada pria atau wanita yang bisa menyentuh kalian dengan sesuka hati mereka" ucap guru agung itu.


"Baiklah, aku akan pergi dari sini jika sudah selesai" ucap ku membuat semua orang menatap ke arahku.


"Kenapa kau buru-buru sekali putri Wang Yuan?" tanya kaisar iblis. Aku hanya memberikan tatapan kepada Ziwiera dan dia mengerti maksud tatapanku.


"Kami memiliki urusan yang harus di kerjakan. Jadi, kami pergi dulu" ucap Ziwiera sambil menarik tanganku, lalu kami menghilang.


"Sejak kapan putri ku berhubungan dengan putri Wang Yuan?" tanya kaisar iblis.


"Sudah sejak lama" jawab Ying Wie sambil berlalu pergi dengan menggunakan jurus peringan tubuhnya. Semua orang saling memandang setelah kepergian tiga gadis ini.

__ADS_1


"Uh, apa yang sebenarnya terjadi pada kepalaku. kenapa rasanya sakit sekali" ucap semua orang yang di sana sambil memegang kepalanya.


__ADS_2