The Switched Daughter

The Switched Daughter
Rahasia dong


__ADS_3

Yuan, Dera dan Meimei, berjalan ke arah di mana tempat tersembunyi ke dua kakak mereka berada mereka membeli buah dan beberapa makanan untuk anak dan lansia di tempat kakak nya berada, mana tau seperti waktu itu bahwa mereka kekurangan makanan.


Mereka terus berjalan hingga hampir sampai ada empat orang anak-anak yang melihat kedatangan mereka dan menyambut nya satu anak menemani mereka sedang kan tiganya memanggil teman nya yang lain.


Yuan dan Dera telah sampai di bawah tanah mereka menunggu semua nya terkumpul dan menunggu ke dua kakak mereka juga.


Sedangkan di hutan " jijie, gege" teriak seorang anak.


" Ada apa" ujar Jountae


" Memei yang waktu itu datang" ujar anak laki laki sekitar umur 7 tahun.


"Siapa" ujar kedua nya kompak.


" Yang sebulan lalu kata nya ingin ke hutan kabut" ujar nya dan membuat ke dua nya terbengong sesaat.


" Baiklah tunggu sebentar kami ambil buah lebih" ujar Nana.


" Seperti nya mereka membawa makanan banyak juga sebaik nya jangan lama ini pun sudah sore" ujar anak tersebut.


" Ah baik lah kau benar" ujar Jountae sambil mengarah ke arah anak tersebut.


" Apa kah sudah lama ia sampai" ujar Nana.


" Tidak terlalu lama karena kami bertemu di jalan saat kami melihat mereka kami bepencar untuk memanggil yang lain nya" ujar nya.


" Ohhh baiklag" ujar Nana.


Sedangkan di tempat Dera dan Yuan mereka telah memasak sayuran yang mereka beli di pasar di bantu oleh para lansia.


Satu persatu anak-anak kembali masuk ke ruang bawah tanah saat anak anak masuk mereka mencium bau yang sangat harum dan mereka sangat lapar hal itu pun berlaku pada dua kakak mereka bahwa saat mereka sampai mereka telah di sambut dengan harum makanan.


Saat semua makanan telah masak Yuan dan Dera dan beberapa lansia menghidang kan makanan tersebut " makan lah" ujar Dera namun mereka ragu ragu mengambil nya.


" Makanlah agar kalian cepat tidur nanti malam karena besok kalian akan pindah" ujar Yuan namun mereka masih tak bergeming mereka kompak melihat ke arah Jountae dan Nana hingga mereka mendapati anggukan kepala dari Jountae tanda di setujui baru lah mereka mengambil makanan dan memakan nya dengan lahap.


Saat mereka telah selesai makan ada seorang kakek yang bertanya " nak tadi kau bilang besok kita akan pindah memang nya pindah kemana" ujar kakek tersebut


" Ke tempat baru" ujar ku.


" Ya maksud nya kemana" ujar kakek tadi.

__ADS_1


" Rahasia dong masa di kasih tau sekarang" ujar ku.


" Tak masalah jika kau ingin memberi tau sekarang" ujar Nana.


" Tidak sister jika aku memberi tau sekarang takkan seru lagi" ujar ku.


" Sistel apa itu" ujar Fang Mei sambil menunjuk dagu nya dan mata nya menatap diriku.


" Panggilan untuk kakak perempuan sama seperti jijie" ujar ku.


" Ohw apa boleh aku memanggil mu begitu jijie" ujar nya menatap diri ku.


" Terserah diri mu sayang" ujar ku sambil mencium pucuk kepala nya.


" Yeee aku di cium jijie" ujar nya senang.


" Ini ada beberapa macam buah yang kami beli jika kalian mau ambillah" ujar ku.


" Sister dan brother apa kah kalian akan keluar lagi nanti malam" tanya Dera.


" Biasa nya kami keluar" ujar mereka berdua kompak.


" Untuk apa" ujar ku.


" Sis apa kah koin yang ku berikan waktu itu sudah habis atau masih ada" ujar ku.


" Masih ada 7 koin emas lagi" ujar Jountae.


" Kenapa kau bertanya young" ujar Nana.


" Apa kah kalian membeli pakaian untuk mereka" ujar ku.


" Ya tapi hanya dua pasang setiap orang" ujar Jountae.


" Kenapa dikit kali" ujar Dera.


" Karena kami merekrut 20 orang lagi jadi ada sekitar 68 orang semua nya" ujar nya dan kami berdua memperhatikan ke sekeliling ternyata benar bahwa ada tambahan orang.


" Baik lah malam ini kalian semua boleh keluar secara bersamaan" ujar ku.


" Tidak kami tidak boleh keluar secara bersamaan karena itu bisa menimbulkan ke waspadaan sekitar untuk kami" ujar Nana.

__ADS_1


" Tenang lah sis kedua adik mu ini sangat kuat" ujar Dera sambil memukul dadanya dengan sebelah tangan.


" Aissss sebenarnya diri ku malas mengakui sifat narsis nya itu namun dia benar bahwa tenang lah di saat kami berdua ada di samping kalian" ujar ku.


" Ahhh sudah lah percuma berdebat dengan kalian kami selalu kalah" ujar Nana dan Jountae kompak.


" Hahaha memang" ujar kami berdua kompak pula.


"Maaf jijie dan gege apa kah benar kita akan keluar malam ini" ujar seorang anak dengan mata berbinar bahagia.


" Ya tapi ada apa dengan mu sayang, kenapa kau bereaksi seperti ini" ujar ku sambil menyentuh sangat lembut pipi nya.


" Iya dan beberapa orang anak yang baru sudah selama sepuluh hari mereka tak keluar mungkin mereka belum terbiasa dengan ruang bawah tanah ini" ujar seorang nenek.


" Ohh baik lah" ujar ku.


" Segera lah mandi saat malam tiba kita akan keluar untuk melihat dunia luar sebelum kita pindah karena saat kita pindah nanti akan butuh waktu yang mungkin lumayan lama baru kita bisa ke pasar lagi" sambung ku lagi.


" Kenapa seperti mengerikan" gumam seorang anak namun masih bisa di dengar oleh semua orang karena lagi pada diam dalam kesunyian.


" Tak mengerikan hanya saja kalian akan kami latih agar jadi orang-orang yang hebat" ujar ku sambil mengacak lembut rambut nya.


" Baik lah kami pergi mandi dulu jijie gege" ujar para anak- anak semangat saat mereka tak terlihat lagi hanya tinggal kami berlima dan para orang dewasa.


" Mona" panggil Nana.


" Ada apa sis" ujar ku.


" Kau mengajak kami keluar malam ini untuk apa" ujar nya.


" Tentu saja untuk berbelanja jika kalian semua tak keluar maka kita tak tau mau beli apa sesuai selera jika keluar semua kan bisa pilih masing-masing" ujar ku.


" Tapi koin nya dari mana sayang jika koin emas 7 lagi yang tinggal mana cukup" ujar Jountae.


" Kami memiliki koin lain kalian tenang saja" ujar Dera.


" Nak maaf tapi kami sebaik nya di sini saja" ujar seorang kakek dan di setujui oleh para orang dewasa baik lansia mau pun bibi dan paman.


" Kenapa" ujar ku.


" Kami sudah tua nak kami tak sanggup berjalan dan himpit-himpitan dengan yang lain nya" ujar kakek tadi.

__ADS_1


" Ohw baik lah tak masalah tapi jika aku membeli beberapa barang untuk kalian bisa kan" ujar ku.


" Jika tidak merepotkan tak masalah" ujar kakek.


__ADS_2