The Switched Daughter

The Switched Daughter
Berperang dengan kaisar iblis 2


__ADS_3

Semua orang di kekaisaran bulan, sedang membersihkan tubuh mereka dari keringat saat berperang tadi. Setelah selesai membersihkan diri, mereka kembali berkumpul di aula luar kekaisaran bulan. Setelah semua orangnya telah berkumpul di sana, barulah Yuan datang bersama Dera, Ying Wie, Nana, Joun dan lainnya yang menjadi tangan kanan Yuan selama ini.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya ku kepada mereka semua.


"Sudah Queen" jawab mereka kompak.


"Baiklah mari pergi" ujar ku.


"Apakah kami harus berpegangan tangan Queen?" tanya mereka.


"Tidak perlu" jawab ku.


"Antarkan kami semua ke kekaisaran iblis. Tapi, sembunyikan kami semua kecuali kelompok pertama" perintahku lalu keluarga cahaya emas dan hijau bersamaan. Setelah itu, kami muncul di depan kekaisaran iblis. Namun, hanya kelompok pertama yang terlihat di kekaisaran iblis.


"Yang mulia mereka telah sampai di aula luar istana kita yang mulia" teriak lantang salah satu prajurit yang di dengar oleh semua orang.


"Bagus-bagus. Ayolah masuklah semakin dalam agar aku bisa membunuh kalian semua " ujar kaisar iblis dengan ekspresi kesal dan marah.


"Tetap di sini" perintah Mona kepada kelompok satu dalam bayangan. Karena hanya mereka yang bisa saling melihat, jika orang luar tidak bisa melihatnya.


"Tapi, kenapa?" tanya Nana dan Dera.


"Karena aku akan membangkitkan kemarahannya menjadi semakin besar dulu baru kita masuk ke dalam. Jadi, tetaplah di sini" jawab ku kepada mereka.


Sedangkan di dalam aula utama kekaisaran iblis, kemarahan kaisar iblis telah memuncak.


"Sia**n dimana mereka semua. Kenapa mereka belum juga masuk?" teriak kaisar iblis lantang sambil mengeluarkan aura nya.


"Tenanglah kaisar ku" ujar semua orang kompak berusaha menenangkan kaisar mereka.


Teriakan kaisar iblis tadi membuat semua orang di luar istana juga bisa merasakan aura nya dan juga mendengar nada suaranya yang kesal.


"Jika kau berani, maka keluarlah dari persembunyian mu kaisar iblis" teriak ku membuat yang lainnya menatap wajahku dengan sedikit ekspresi yang masih terkejut. Teriakan Yuan itu bisa di dengar oleh semua orang di aula dalam kekaisaran iblis.


"Kalian berani menantang ku" ujar kaisar iblis sambil berjalan keluar. Namun, tepat setelah dia keluar dari pintu aula, kaisar iblis tidak bisa melewati tempat itu lagi karena Yuan telah menghalangi dirinya dengan sangkar perisai nya. Hal itu membuat kaisar iblis semakin murka kepada kekaisaran bulan dan black rose.


"Jika kalian berani, maka jangan hanya menjadi pengecut yang hanya melakukan penyerangan seperti ini lewat jauh dan tidak berani masuk. Bahkan kalian mengurung kami dengan perisai ini" teriak kaisar iblis sambil menendang perisai itu membuat semua orang di pihaknya terkejut terutama anak-anak kaisar iblis.


"Tenanglah ayah" ujar anak-anak kaisar iblis.


"Tidak bisa sayang. Aku peringatkan pada kalian untuk keluar dari istanaku. Jika tidak, maka kalian akan aku habisi. Apakah kalian mendengar ku?" teriak kaisar iblis lantang.


"Kami mendengar ucapan mu kaisar iblis. Tapi, sebenarnya siapa yang takut, kami atau kalian yang hanya berani berada di dalam. Kau bilang kami yang tidak berani masuk. Tapi, bukankah jika kami masuk maka kami telah menguasai wilayahmu bukan. Tapi, aku bukan orang yang seperti itu, karena aku lebih suka melawan orang-orang yang sudah bersiap-siap untuk berperang lalu menjatuhkannya. Hahahahah" ujar ku membuat dia kesal.


"Kemari kau. Jika berani maka lawan kami seperti seorang kesatria, jangan jadi pengecut seperti ini" teriak kaisar iblis.


"Baiklah kau yang memintanya bukan. Jadi, jangan salahkan diriku nantinya karena kau yang memintanya sendiri kaisar iblis" ujar ku, lalu melepas perisai itu.


Saat Yuan melepas perisai itu semua orang di kekaisaran bulan justru merasa takut, berbeda dengan orang-orang di kekaisaran iblis justru merasa senang. Namun, kesenangan mereka berubah dengan gerakan cepat Yuan yang merebut jubah kebesaran kaisar iblis, lalu dia duduk di kursi singasana kaisar iblis membuat semua orang dari kekaisaran bulan dan iblis menjadi terkejut.


"Apa yang kau lakukan?" teriak kaisar iblis sambil berjalan ke arah singasananya yang di duduki Yuan saat ini.


"Tadi kau yang menyuruh kami untuk masuk bukan. Jadi, aku masuk, lalu kenapa kau malah marah?" tanya ku padanya yang hampir sampai ke arah ku.


"Turun kau dari sana" teriaknya sambil menarik tangan kanan ku. Namun, aku menahannya dengan kekuatan ku sehingga membuat aku sedikit pun tidak bergerak dari sana. Hal itu membuat kaisar iblis semakin kesal.

__ADS_1


"Bocah sia**an turun kau dari singasana ku" teriaknya sambil menhatuhkan benda lain yang ada di dekatnya sebagai pelampiasan dari kekesalannya.


"Sebenarnya aku tidak ingin membunuh anak kecil. Jadi, sebaik nya kau turun dari sana sebelum aku mem,,,,, plak,," ujar kaisar iblis terpotong karena aku memukul kepala nya membuat yang lainnya yang melihat hal itu menjadi terkejut.


"Kau selalu ingin mengatakan membunuh, membunuh, dan membunuh. Apakah kau tidak bosan dengan kata-kata itu. Sedangkan aku yang men,,,,," ujar ku terpotong karena aura nya yang dia keluarkan membuat sebagian orang jatuh pingsan. Namun, diriku sama sekali tidak terpengaruh.


"Diam kau" teriak kaisar iblis.


"Pletok,,,kenapa kau selalu saja teriak-teriak sih. Memangnya tenggorokan dirimu tidak sakit apa?" tanya ku kepadanya sambil memukul kepalanya.


"Kau,,,," teriaknya sambil mengeluarkan auranya lagi.


"Dengar, kaisar yang sudah tua. Jika kau ingin membunuh orang-orang mu sebelum melakukan perlawanan dengan kami, silahkan. Karena dari yang aku lihat kebanyakan orang yang jatuh pingsan karena aura yang kau keluarkan adalah orang-orang mu sendiri, bukan orang-orang yang aku punya" ujar ku membuat dia menoleh ke arah semua orang.


"Bagaimana mungkin kalian tidak jatuh pingsan?" tanya nya bingung sambil menunjuk ke arah orang-orang ku.


"Karena mereka telah berlatih dengan sangat keras. Jadi, aku tidak heran begitu" jawab ku membuat dia menoleh padaku.


"Kenapa pula kau juga tidak muntah darah seperti sebagian pasukanmu. Kau justru seperti biasa saja" tanya nya.


"Entah, mana aku tau" jawab ku.


"Aku sudah bosan berbasa-basi denganmu. Jadi, mari bermain-main" ujar ku sambil mengibaskan tanganku membuat dia terdorong mundur sejarak lima langkah membuat semua orang terkejut.


"Ayah/ suamiku/ yang mulia" teriak semua orang dari kekaisaran iblis.


"Kau benar-benar memancing kemarahan ku bocah" teriaknya sambil berjalan ke arah diriku lagi.


"Cobalah saja jika anda bisa menyerang ku" ujar ku sambil tersenyum mengejek ke arahnya.


"Kau" teriaknya yang ingin menggapai ku. Tapi, justru dirinya semakin terdorong mundur ke belakang membuat jarak diriku dan dirinya semakin jauh.


"Tunggu dulu" ujar ku membuat dia berhenti seketika.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" tanya ku.


"Kesepakatan apa?" tanya nya kesal.


"Kesepakatan bahwa siapapun dari kita yang bisa memenangkan pertandingan. Maka orang yang kalah akan menjadi bawahan dari yang menang. Karena jika soal siapa yang banyak pasukan. Maka tentu saja aku menang karena di luar aku memiliki enam ratus enam puluh enam orang pasukan yang masih segar bugar. Sedangkan pasukanmu sudah banyak yang pingsan. Jadi, perlawanan ini hanya antara dirimu dan diriku. Bagaimana apakah anda setuju kaisar iblis?" tanya ku kepadanya.


"Baiklah aku setuju" jawabnya setelah ragu beberapa detik.


"Itu bagus. Apakah anda sudah siap?" tanya ku.


"Aku sudah sangat siap dari tadi bocah" ujar nya sambil mengeratkan pegangan tangannya pada pedangnya.


"Baiklah" ujar ku sambil menggerakkan kedua tangan ku, lalu keluarlah pedang biru pemberian nenek buyutku. Sedangkan tangan kiriku aku gerakkan untuk mengamankan mereka semua dari aduan kedua pedang kami.


Saat dia melihat hal itu, bahwa aku mengamankan keluarganya. Ada senyuman muncul di bibirnya.


"Tidak di sangka, akan ada masa dimana aku akan melawan seorang musuh yang ketika dia berperang. Dirinya bukan memikirkan keluarganya malah memikirkan kekuarga musuhnya" ujar kaisar iblis sambil melihat ke bawah dengan tersenyum.


"Tingg,,,, fokuslah pada musuhmu" ujar ku ketika berusaha menyerangnya yang sedang tidak fokus. Namun, dia sempat menghentikan nya dengan pedangnya.


"Ternyata kau menyerang ku tanpa peringatan" ujar kaisar iblis sambil melihat ke arahku.

__ADS_1


"Di dalam sebuah peperangan tidak ada sesuatu yang bisa di tebak karena semuanya adil dalam peperangan bukan. Bukankah begitu para jenderal?" tanya ku sambil melihat ke arah beberapa jenderal di kekaisaran iblis. Namun, dari mereka tidak ada satupun yang ingin menjawab ku. Mereka hanya melihat ke arah kaisar mereka.


"Kenapa menatap dirinya, aku kan bertanya pada kalian bukan padanya?" tanya ku kepada mereka.


"Dia benar, kenapa kalian menatapku bukan menjawab dirinya?" tanya kaisar iblis menatap para Jenderal nya.


"Itu benar bahwa semuanya adil dalam sebuah peperangan" jawab mereka kompak setelah mendapat izin dari tuan mereka.


"Baiklah. Jangan salahkan aku kaisar, keluarlah" perintah ku membuat mereka semua bingung. Namun, setelah beberapa saat, lalu keluarlah pedang emas yang dulu di tanam oleh dirinya tepat di jantung kaisar iblis.


"Ini,,, bagaimana bisa. Siapa kau sebenarnya?" tanya kaisar iblis.


"Kau pasti mengenal diriku kaisar" jawab ku sambil mengeluarkan jubah hitam ku, lalu memakainya.


"Kau,,,kau berpura-pura baik di depan kami dengan memberi tahu rencana musuh. Namun, ternyata kau ular berkepala dua" ujar para jenderal kesal.


"Tidak,,,, aku memang mengatakan rencana ku kepada kalian. Namun, kalian tidak ada yang bertanya padaku siapa pemimpin mereka bukan. Jadi, jangan salahkan aku soal itu. Karena aku sama sekali tidak berbohong" jawab ku.


"Tapi, itu tetap sama saja" ujar para jenderalnya.


"Sudahlah aku justru menantikan pertarungan kami setelah empat tahun berlalu" ujar kaisar iblis membuat para kaisar terdiam.


"Baiklah yang mulia" jawab para jenderal.


"Baiklah bocah, sekarang kita bisa beradu kekuatan kembali" ujar nya.


"Mmm baiklah" jawab ku sambil tersenyum ke arahnya dengan menggoyangkan pedang ku.


Akhirnya mereka berdua bertarung kembali. Saat kaisar menyerang Yuan dengan pedangnya, maka Yuan akan menangkisnya. Pertarungan keduanya awalnya biasa-biasa saja. Namun, lama kelamaan pertarungan menjadi seru, dimana keduanya sama-sama bergerak cepat membuat semuanya takjub.


Kaisar iblis terus menyerang Yuan dengan bergerak menebas pedangnya ke arah Nicale. Saat Yuan bisa mengelak, itu justru membuat kaisar iblis semakin bersemangat. Setelah kaisar iblis menyerang Yuan beberapa kali, namun dia gagal barulah Yuan yang menyerang.


"Sekarang giliranku menyerang dirimu kaisar iblis" ujar Nicale sambil mengeluarkan seperempat kekuatannya.


Yuan menyerang kaisar iblis ke arah sebelah kanannya, namun kaisar iblis mengelak karena dia sudah bisa membaca gerakan Yuan. Namun, Yuan tidak tinggal diam, dia langsung menghentikan kaki kirinya dan memutar kaki kanannya lalu memutar kaki kirinya kembali menjadi dua kali putaran dengan gerakan cepat membuat kaisar iblis tidak bisa bereaksi dengan cepat sehingga kaki kanannya tepat kena di pinggang kaisar iblis, lalu kaki kiri dirinya menaiki pundak kaisar iblis. Setelah itu kedua kakinya berada di pundak kaisar iblis, lalu dia menjatuhkan tubuhnya ke belakang membuat tubuh kaisar iblis juga jatuh kebelakang. Namun, saat mau jatuh Yuan sempat menghindar, sehingga saat mereka jatuh hanya kaisar iblis lah yang jatuh dengan sangat tidak tertahan sedikitpun. Sampai-sampai membuat kepala kaisar iblis mengeluarkan darah. Namun, dia tetap bangkit, lalu menyerang kembali ke arah Yuan. Hal yang sama di lakukan Yuan. Namun, kali ini yang menjadi incarannya adalah tangan kanan kaisar iblis. Seperti yang sebelumnya, dia memanjat tubuh kaisar iblis kembali, lalu mengunci tangan kanan kaisar iblis, lalu mematahkannya. Begitupun dengan tangan yang sebelahnya.


"Ahhhh" teriaknya menggema di dalam istana iblis.


"Ayah/ yang mulia" terkejut semua orang karena aksi Yuan dia lakukan hanya butuh waktu dua menit dalam gerakan yang sangat cepat sekali membuat yang lainnya tidak sempat bereaksi.


"Jadi, bagaimana kaisar iblis?" tanya ku kepadanya.


"Ahhhh aku kalah darimu" ujar nya.


"Segala pasukan ku, istana ku, dan wilayah ku. Semuanya milikmu" jawabnya.


"Ayah/ yang mulia kaisar" ujar semua orang terutama anaknya kaisar iblis yang menghampiri dirinya karena Yuan telah membuka pelindung mereka.


"Aku tidak butuh itu semua. Aku hanya butuh kau ingat bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Jadi, jangan pernah bermimpi menyerang aliran putih lagi. Kekaisaran yang harus kau waspadai adalah kekaisaran siang. Karena mereka diam-diam selama ini telah merencanakan sesuatu yang sangat besar untuk menyerang kekaisaran-kekaisaran yang lain termasuk kekaisaranmu juga. Hal itu tergantung padamu ingin percaya atau tidak" ujar ku kepada mereka semua membuat mereka hanya memandang diriku.


"Kumohon selamatkan ayahku, dia segala-galanya bagiku. Aku mohon padamu" ujar anak perempuannya yang berusia lima belas tahun sambil berlutut di depan ku.


' Aku menemukanmu' ujar ku saat aku merasakan getaran yang sama yang aku rasakan saat bersama enam orang lainnya.


'Kau benar Yuan' balas Dragon.

__ADS_1


"Aku bukan tuhan yang harus kau sembah putri dan ingatlah bahwa jangan pernah menyembah siapapun selain kedua orang tuamu karena mereka adalah tuhan di dunia ini. Mereka yang membuat kau hidup dan mereka juga yang tidak akan pernah meninggalkanmu. Percayalah padaku" ujar ku sambil berjalan ke arah kaisar iblis, lalu menyentuh keningnya. Namun, sebelum aku membaca mantra, pandangan mataku sudah berubah menjadi gelap.


"Queen,,,,," teriak pasukan kekaisaran bulan.


__ADS_2