
Author minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca yang menunggu update, karena beberapa hari ini belum update dikarenakan author lagi kurang enak badan 🙏🙏🙏
*******
Mona dan adik-adiknya telah kembali ke tubuh mereka masing-masing setelah puas bermain di pasar, hanya berempat tanpa pengawasan.
Saat mereka kembali, mereka bisa melihat bahwa keenam malaikat kecil mereka sudah selesai belajar, dan sedang tertidur tepat di samping mereka karena sepertinya keenam malaikat kecil mereka sedang menunggu mereka bangun.
Mona dan ketiga adiknya, turun dari rumah pohon bersama anak-anaknya Mona yang masih tertidur lelap meskipun mereka telah di gendong. Nyoko dan Jun di gendong oleh Xian, Nene di gendong oleh Anshi, Mayumi di gendong oleh Sima, Airi dan Aina di gendong oleh Mona.
Mereka semua berjalan ke arah kamarnya Permaisuri Yu untuk mengantarkan Mayumi dan untuk menyapa ibunda mereka, tapi sebelum mereka sampai di depan halaman permaisuri Yu. Salah satu pelayan memberikan perintah kepada semua orang bahwa kaisar Yu terdahulu memanggil semua orang untuk berkumpul di aula kekaisaran sekarang juga. Jadi, semua orang pergi untuk menjalankan perintah kaisar Yu terdahulu.
Setelah semua orang berkumpul di aula kekaisaran Yu, kaisar terdahulu mengumumkan beberapa hal. Diantaranya, dia memerintahkan agar keamanan kekaisaran di perketat, para prajurit dan pelayan di suruh untuk lebih waspada pada setiap orang, para kepala pelayan dan para jenderal di suruh untuk lebih memperhatikan anak buahnya.
Tentu saja perintah yang tiba-tiba seperti ini membuat semua orang bingung, namun tidak ada yang berani bertanya. Begitupun dengan Mona dan adik-adiknya, mereka hanya mendengarkan saja, tanpa ada yang mau bertanya tentang apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kakek mereka meminta hal seperti ini.
'Dragon, bantu aku mengirimkan sinyal kepada kakak laki-lakiku di kekaisaran bulan, mereka harus bersiap-siap apabila nanti tiba-tiba akan terjadinya perang besar-besaran yang membutuhkan kesiapan merek**a dalam berperang' telepati Mona sambil mendengarkan semua orang yang mulai saling berbisik karena terkejut atas keputusan yang tiba-tiba di sampaikan oleh kaisar terdahulu.
'Baik, aku akan mengatakannya'.
Dragon mengirimkan sinyalnya ke arah sang Kingkong yang menjadi orang yang selalu memperhatikan segala keputusan Jountae atau menjadi tangan kanannya Jountae.
Tentu saja sinyal itu sempat membuat mereka bingung, namun mereka berpikir jika itu kabar dari Mona langsung, maka itu pasti ada alasannya. Jadi, mereka hanya menuruti perintah apapun dari Mona.
*****
Hari-hari telah berlalu hingga lima bulan telah berlalu, beberapa pernikahan telah di gelar di kekaisaran masing-masing dengan berbeda hari saja, setelah empat bulan Mona kembali.
• Yu Xian dengan Wang Anchi.
• Kim Jountae dengan Ziwiera.
• Kim Nana dengan Wu Ziyad.
__ADS_1
• Ming Yayan dengan Mong Jun.
• Yun Lily dengan Kai Long (anggota black rose).
• Wang Yu Yan dengan Mofan.
Setelah keenam pasangan ini menikah, semua orang dari kekaisaran mereka merasa bahagia karena pemimpin mereka telah menikah. Namun, tanpa mereka sadari kalau mereka selalu dipantau oleh beberapa orang yang merasa kurang suka kepada mereka karena beberapa pemimpin mereka.
Di saat semua pasangan sedang bahagia-bagagianya, Mona juga menghabiskan waktunya bersama keluarganya. Mona menjemput permaisuri Yu, permaisuri Wang, Mayumi, dan anak-anaknya ke daerah Arid. Tentu saja kemanapun dia pergi, Ming Fan akan selalu mengikutinya.
Mereka menghabiskan waktu mereka hanya dengan kesederhanaan, tentu saja para kaisar dan keluarga lainnya tidak mengetahui kemana perginya keluarga mereka karena Mona menutup jalan petunjuk mereka. Namun, mereka merasa senang saat Mona mengatakan kalau kedua ibunya ada bersama dengannya.
"Sedang apa?" Ming Fan memeluk Mona dari belakang.
"Tidak ada, hanya memandangi mereka yang sedang dengan cerianya bermain-main dengan ibu dan ibunda" Mona menjawab pertanyaan Ming Fan sambil tangannya memegang tangan Ming Fan, dengan matanya yang tidak luput dari memperhatikan anak-anaknya yang masih cerianya bermain bersama kedua nenek mereka.
"Apakah kita akan menghadapi suatu peperangan besar-besaran, kenapa kau sangat ingin semua prajurit kita terus berlatih dan bersiaga?" pertanyaan Ming Fan sukses membuat Mona menatap ke arahnya.
"Tidak tahu, bisa jadi iya dan bisa jadi tidak" jawab Mona.
Mona tidak menjawab ucapan Ming Fan, dia hanya tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke arah suaminya. Ming Fan memegang tangan Mona, karena dia tahu bahwa ini adalah sebuah ajakan untuk mengikuti istrinya.
Mona dan Ming Fan berjalan ke arah anak-anak dan kedua ibu mereka yang sedang asik bermain. Namun, kedua permaisuri sedang duduk di atas rumput hijau, karena mereka hanya menemani keenam anak kecil yang masih sibuk bermain.
Mona mendatangi permaisuri Wang, lalu dia merebahkan kepalanya di pangkuan ibu yang selama ini telah merawatnya. Permaisuri Wang mengeluarkan air matanya karena ini adalah pertama kalinya putri yang dia pikir dulunya adalah putrinya, kembali merebahkan kepalanya di pangkuan dirinya setelah semua orang tahu bahwa dua putri yang lahir di waktu yang bersamaan di dua kekaisaran, saling tertukar pada acara Kurol.
Permaisuri Wang meneteskan air mata bahagianya sambil tangannya memijat pelan dahi Mona, karena meskipun Mona tidak mengatakannya, tapi dia tahu bahwa putrinya yang satu ini pasti memiliki banyak pikiran yang dia tanggung di kepalanya.
Permaisuri Yu duduk di samping permaisuri Wang, saat Mona memilih merebahkan kepalanya di pangkuan permaisuri Wang. Sebenarnya di hati kecilnya, dia merasa sedih karena putri kandungnya memilih merebahkan kepalanya di pangkuan orang lain. Tapi, dia tahu bahwa posisi dan sosok permaisuri Wang yang selama ini merawat putrinya, tidak akan pernah bisa dia gantikan di dalam hati putrinya. Karena selama ini putrinya mendapatkan kasih sayang di masa kecilnya dari orang lain, dan dia juga telah memberikan kasih sayangnya bukan kepada putrinya sendiri. Jadi, dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya memandangi kedua wanita di depannya.
Mona seolah-olah tahu bahwa ibunya sedang bersedih, ketika permaisuri merasa sedih di dalam hatinya sambil menatap kedekatan keduanya, Mona langsung meletakkan rambutnya di pangkuan permaisuri Yu.
'Kenapa takdir mempermainkan kehidupan kita, hingga seperti ini, sayang' batin permaisuri Yu sambil mengelus dan merapikan rambut Mona karena meskipun kepala Mona berada di pangkuan permaisuri Wang.
__ADS_1
Mona menggeraikan rambutnya ke arah pangkuan permaisuri Yu, Mona memegang sebelah tangan permaisuri Yu menggunakan sebelah tangannya. Jadi, permaisuri Yu hanya bisa merapikan rambut putrinya dengan menggunakan sebelah tangannya yang tidak di pegang oleh tangan Mona. Karena tangan Mona yang satunya lagi, memegang tangan permaisuri Wang. Sehingga permaisuri Wang juga hanya bisa memijat kepala Mona dengan tangan lainnya.
'Aku bahagia saat kau bahagia seperti ini' telepati Ming Fan sambil menatap ke arah tiga wanita di depannya.
'Aku berharap masa-masa ini akan selalu bisa ku rasakan, walaupun aku tahu kalau harapan itu mungkin tidak akan terwujud semuanya. Karena semua orang yang hidup, pastinya akan tiada suatu hari ini' telepati Mona sambil matanya terpejam karena rasa nyaman dan tenang saat kedua ibunya menyentuh kepalanya.
'Soal itu kau memang benar' lirih Ming Fan karena dia membayangkan kenangan ketika Mona meninggalkan dirinya dengan tiba-tiba setelah memberikan sekaligus tiga hadiah untuknya.
'Ada apa?' Mona menjadi bingung karena dia mendengar nada bicara suaminya yang tadinya tenang-tenang saja, berubah menjadi sedikit sedih. Mona bisa merasakan hal itu hanya dari mendengar nada bicaranya.
'Aku membayangkan waktu dimana dulu kau meninggalkan diriku dan semua orang yang menyayangimu tanpa memberi tahukan kepada kami' .
'Oh, maaf, tapi seingatku aku sudah memberi tahukan kepada beberapa orang' telepati Mona berusaha membela dirinya.
'Tapi, tetap saja itu membuat kami semua bersedih selama dua tahun'.
'Ah, sudahlah, percuma saja kita mengingat masa lalu' telepati Mona sukses membuat Ming Fan terdiam.
"Apakah ibu dan ibunda ingin kembali?" pertanyaan Mona sukses membuat kedua ibunya menatap ke arah wajahnya, karena mereka tadinya menatap ke arah cucu mereka yang sibuk bermain. Tentu saja bersama Mayumi dan Ming Fan yang memilih bermain bersama anak-anaknya ketika melihat tiga wanita dewasa beda usia sedang saling memberi kehangatan.
"Jika ibu dan ibunda ingin kembali, kita akan pulang" Mona menjawab pertanyaan yang mungkin sedang terlintas di benak kedua ibundanya.
"Kau?" kompak keduanya permaisuri.
"Aku juga akan kembali karena sudah dua bulan setelah pernikahan, kita menghilang".
"Apakah ada masalah yang sedang di hadapi oleh kekaisaran, karena di dalam kata-katamu mengandung pertanyaan yang begitu misterius yang perlu di pecahkan" celetuk Ming Fan saat mendengar interaksi istrinya dengan kedua ibu mertuanya.
"Tidak ada" jawab Mona dengan santainya.
"Maaf sayang, jika tidak terjadi apa-apa, maka izinkanlah agar kami sedikit merasakan kebahagiaan ini, sayang" pinta permaisuri Yu.
"Itu benar sayang, ibupun ingin sedikit lebih lama di sini" sambung permaisuri Wang.
__ADS_1
"Baiklah, kita akan lebih lama lagi disini, karena itu adalah keinginan kedua ibuku" senyum Mona ke arah kedua ibunya.