The Switched Daughter

The Switched Daughter
Kabar yang mengejutkan


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu, tiga hari lagi adalah hari perayaan ulang tahun tiga orang keturunan dua kekaisaran. Selama ini, hari-hari menjadi berat bagi Fan dan juga orang-orang di kekaisaran kegelapan, karena mereka selalu dibuat kalang kabut oleh wanita yang sedang hamil. Bahkan Ming Fan juga di usir dari kamarnya ketika dia sedang enak-enaknya tidur ketika tengah malam. Hari ini adalah hari kelahiran Mona yang sebenarnya.


'Happy Birthday for me. Hahaha, orang yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahunku adalah diriku sendiri, hahaha' lirih Mona dalam batinnya, sambil menatap rembulan malam tepat pada saat malam hari tiba di kekaisaran kegelapan. Perasaannya begitu sedih, karena selama delapan belas tahun lamanya. Tetap hanya dialah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahunnya yang sebenarnya. Mona terus memandangi rembulan dengan perasaaan yang begitu kesepian, entah itu efek perasaan sensitif dari hormon kehamilannya atau memang perasaan hatinya yang merasa kesepian karena di setiap hari kelahirannya yang sebenarnya, dirinya sendiri yang mengucapkan kalimat ucapan ulang tahun pertama kali.


'Sayang, ibu tidak ingin terlihat lemah di depan orang lain. Dulunya ibu selalu meluapkan perasaan ibu saat ibu sendirian, tapi sekarang ibu memiliki kalian bersama ibu. Jadi, maaf jika ibu bersedih di depan kalian' lirih Mona sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit, dengan air mata membasahi pipinya.


"Sayang, bantu ibu mengalahkan semua rintangan yang diberikan Tuhan untuk kita. Kini, kalianlah yang menjadi kekuatan ibu" Mona terus memberikan kasih sayang kepada bayi yang kini berada di perutnya dengan cara mengelus perutnya dengan kelembutan dan perasaaan cinta.


Kira-kira setelah setengah jam berlalu ketika Mona yang terus memperhatikan keindahan malam kelahirannya sendirian. Mona yang merasa matanya berat karena dia terus menangis, dia merebahkan kepala dirinya ke meja di samping jendela.


"Sepertinya, aku terlambat menjadi orang yang pertama kali yang mengucapkan kalimat selamat ulah tahun untukmu, istriku. Maaf, karena meskipun aku telah menjadi anggota keluargamu, tapi aku tetap tidak ingat kalau hari kelahiranmu yang sesungguhnya adalah tiga hari sebelum kelahiran Xian adikmu" lirih Ming Fan sambil menyentuh pelan mata Mona yang sedikit bengkak karena dia menangis.


"Sayang, ayah tahu kalau ayah belum menjadi pria terbaik untuk ibumu. Tapi, bisakah izinkan ayah untuk berada di samping ibumu sehari penuh dihari kelahiran ibumu?" bincang Ming Fan sambil mengelus perut Mona.


"Faannn,,," gumam Mona sambil memegang tangan Fan yang sedang mengelus perutnya.


"Ya" balas Fan sambil menggenggam lembut tangan Mona.


"Bisa tolong pindahkan kami ke kasur?".


Permintaan Mona ini membuat Fan tidak bisa percaya, karena biasanya dia selalu diusir dari kamarnya sendiri setiap kali dia menyentuh istrinya sendiri. Namun, sekarang, wanita yang sama yang selama ini mengusirnya dari kamar memintanya untuk memindahkan dia dan anak-anaknya ke kasur dengan kata kami.


"Ternyata memang mereka yang menyebabkan kau tidak mau dekat denganku" senyum Fan Sambil memindahkan Mona ke kasur.


"Mereka? siapa?".


"Mereka" Fan memeluk Mona dari belakang, dan tangannya berada di atas perut Mona.


"Selamat ulang tahun, darling" Fan mencium lembut bagian leher belakang Mona.


"Terima kasih. Ngomong-ngomong, kenapa kau begitu baik dan lembut padaku. Apa karena kau ingin mendapatkan jatahmu?".


"Meskipun aku sangat ingin, tapi aku hanya meminta pada pengawalmu untuk diizinkan selalu di sampingmu selama seharian di hari ulang tahunmu, bukan untuk melakukan hubungan itu denganmu. Aku yakin jika aku melakukan hal itu padamu, maka pengawalmu akan langsung mengusirku dari kamarku sendiri" ucap Fan sambil memejamkan matanya, dia bisa mencium aroma wangi dari rambut Mona.


"Hahahaha" Mona tertawa karena ucapan Fan yang mengatakan kalau dia telah meminta izin pada pengawal Mona hanya untuk menghabiskan waktu sehari penuh di hari ulang tahunnya Mona. Mona dan Fan tertidur dengan cara saling berpelukan.


Cuit,,,,cuit,,,,,,cuit.


Suara burung berkicauan telah terdengar, menandakan bahwa pagi hari telah tiba. Mona membuka matanya, namun dia melihat kalau Fan sudah tidak ada lagi dikamarnya. Selama Mona hamil, dirinya sering bangun jam enam pagi, dan biasanya Fan masih ada di kamarnya. Namun, berbeda dengan hari ini, Fan sudah tidak ada di kamar. Mona langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tapi di kamar mandi Mona melihat bahwa kolamnya telah di penuhi dengan bunga mawar berbagai warna yang bertuliskan I love You, Darling.

__ADS_1


"Apa-apaan, lihatlah ayah kalian sayang" senyum Mona, tapi air mata mengalir daripada pipinya.


"Ah, kenapa pula aku menangis" Sambungnya sambil menghapus air matanya. Lalu, dia masuk ke dalam kolam itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya Mona selesai mandi, lalu dia ingin mengganti pakaiannya. Namun, di lemari pakaiannya dan Fan, juga tidak ada baju lain selain satu baju yang ada disana.


"Lihatlah, entah rencana apa yang sedang dibuat oleh ayah untuk ibumu ini" gumam Mona sambil mengambil satu pakaian yang ada di dalam lemari pakaiannya.


Setelah Mona mengganti pakaiannya, dia berjalan ke arah luar. Dia begitu terkejut, karena di luar dia telah melihat lukisan wajahnya begitu besar tersebar di setiap daerah di istana kekaisaran kegelapan. Namun, selain lukisan wajahnya, Mona juga melihat kalau setiap istana telah dihias menjadi begitu cantik. Tapi, Mona tidak melihat satupun prajurit dan dayang di setiap sudut istana yang telah dia lewati. Mona terus berjalan ke arah ruang makan tanpa memperdulikan keanehan yang terjadi. Tapi, sama seperti tempat yang dia lewati sebelumnya, di pintu ruang makan juga tidak ada prajurit yang menjaga seperti biasanya.


"Apa-apaan, kemana semua orang pergi?" kesal Mona. Mona tidak bisa menggunakan kekuatannya karena selama Mona hamil, keadaan tubuhnya dan juga kekuatannya semakin melemah. Jadi, dia susah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tanpa berpikir panjang, Mona langsung mendorong pintu ruang makan.


"Ahhh,,,,,,,,,,," Mona berteriak karena dia begitu terkejut, karena saat dia membuka pintu ruang makan. Kelopak berbagai macam bunga jatuh ke atas kepalanya.


"Selamat atas hari kelahiranmu Queen/bibi/kakak ipar/ adik ipar/ menantuku, semoga kau dan bayimu di berkati kesehatan dan umur panjang" semua orang di ruangan itu mengucapkan kata-kata dengan begitu kompak. Saat melihat hal itu, Mona hanya bisa mematung tanpa merespon. Bahkan dengan mimik wajahnyapun sama sekali tidak berubah.


"Permaisuriku, aku tahu bahwa kau begitu sangat mengharapkan ucapan ini datang dari keluarga kandungmu. Aku juga tahu bahwa mereka berada dekat dihatimu. Tapi, izinkan kami untuk memenuhi tugas kami sebagai keluargamu saat ini. Ak,,,," ucapan Fan yang sedang mencurahkan isi hatinya sambil memegang bunga di tangannya dengan jarak satu meter dari Mona terpotong karena ucapan neneknya Fan.


"Biarkan saja suamimu itu, dia berbicara panjang lebar tanpa menyuruhmu untuk duduk dulu. Dia tidak akan mengerti bahwa saat seorang ibu sedang mengandung, maka badannya terasa semakin berat. Jadi, duduklah dulu" ucap neneknya Fan sambil menyuruh Mona duduk di kursi makannya.


"Nek, aku tahu bahwa kau berusaha mengalihkan fokus ku dari cerita Fan agar aku tidak bersedih memikirkan keluarga kandungku bukan?" Mona memandang serius dengan matanya yang sedikit berair ke arah neneknya Fan yang juga sedang menatap dirinya.


"Nenek tenang saja, aku justru bahagia saat aku hanya memikirkan wajah mereka. Keluargaku adalah keluarga yang begitu sempurna dan memiliki sifat yang pada dasarnya sangat baik. Hanya saja, ada beberapa alasan dimana aku tidak bisa hadir dan berada di antara mereka. Salah satunya adalah aku ingin mereka agar tetap aman. Jadi, meskipun cucumu atau orang lain mengungkit sedikit tentang keluargaku, maka aku tidak akan merasa sedih karena mereka tidak ada disini. Melainkan aku bahagia saat keluargaku disana aman, dan aku juga bahagia saat mereka tidak ada disini ternyata aku memiliki keluarga suamiku yang begitu menyayangiku. Jadi, aku mohon, tolong sayangi diriku seperti ini selamanya, dan tolong dukung aku di setiap keputusan yang aku ambil" Mona mencurahkan isi hatinya dengan air mata menetes di pipinya, tapi suaranya sedikitpun tidak bergetar.


"Sayang,,,," neneknya Fan, memeluk Mona dengan begitu erat sambil meneteskan air matanya.


"Ada apa denganmu nenek, bukankah tadi kau sangat hebat saat kesal pada Fan" senyum Mona berusaha menenangkan perasaan neneknya dengan mengelus punggung neneknya Fan yang sedang memeluknya.


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya ucapanmu tersirat sesuatu di dalamnya" ucap neneknya Fan sambil terus memeluk Mona. Ucapan neneknya Fan membuat Mona mematung, dan yang lainnya hanya memandangi dua wanita yang berbeda usia saling berpelukan.


"Nenek buyut, bisakah kami makan, kami sungguh sangat lapar. Kami tidak akan kenyang, jika nenek buyut terus memeluk kami begini" ucapan manja Mona membuat neneknya Fan melepas pelukannya, dan membuat semua orang yang mendengar ucapan Mona itu menjadi menatap ke arah Mona yang sedang cemberut layaknya anak kecil yang sedang ngambek.


"Hahahaha" tawa semua orang setelah sepersekian detik mereka sadar setelah melihat tingkah manja seseorang yang selama ini begitu berwibawa dan dingin. Ternyata juga memiliki sisi kehidupan yang seperti ini.


"Apanya yang lucu?" Mona semakin memonyongkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dadanya saat dia mendengar tawa kompak mereka semua.


"Tidak ada apa-apa, hari ini adalah hari kelahiranmu. Jadi, semua permintaanmu akan kami turuti" hibur Fan. Tapi, tanpa dia sadari kalau ucapannya itu membuat senyuman muncul di wajah Mona. Senyuman itu terlihat mengerikan oleh semua orang yang melihatnya.


"Oh tidak, bisakah aku menarik kembali ucapanku" ucap Fan saat dia melihat senyuman aneh muncul di wajah Mona.

__ADS_1


"Tidak bisa" kompak semua orang, karena mereka sungguh berharap ucapan pangeran mereka bisa menjadi senjata makan tuan untuk dirinya sendiri.


"Sebaiknya kita sarapan dulu, soal hadiah hari kelahiranku, aku akan menagihnya nanti" ucap Mona sambil mengambil beberapa lauk ke dalam piringnya dan piring Fan yang duduk di sampingnya. Meskipun Mona tidak mengizinkan Fan menyentuh tubuhnya, tapi Mona tidak pernah melupakan tugasnya yang lain sebagai istri dari Fan. Semua orang mengikuti Mona untuk mulai sarapan. Sama seperti hari-hari sebelumnya, mereka semua makan dalam keadaan hening. Hanya ada suara sendok yang saling bertabrakan dengan piring.


"Tiga hari lagi, adalah hari kelahiran putri Wang Yuan, putri Yu Anchi dan pangeran Yu Xian. Jadi, kita akan berangkat hari ini" Mona memulai pembicaraan setelah mereka semua selesai makan.


"Sebenarnya aku bisa membawa kalian kesana hanya dalam waktu sekejap mata, tapi itu akan memakan energiku. Aku juga tidak tahu kenapa saat aku hamil sekarang ini, aku merasa bahwa tubuhku semakin lemah setiap harinya. Jadi, aku akan lebih memilih sering menggunakan tubuhku dibandingkan menggunakan kekuatanku" sambung Mona.


"Ayah setuju" jawab kaisar kegelapan, membuat semua orang menatapnya.


"Apa? kenapa kalian menatap diriku begitu?. Putriku memberikan pendapatnya, jadi tentu aku sebagai ayahnya akan selalu mendukungnya. Bukankah begitu putriku?" senyum kaisar kegelapan sambil mengedipkan matanya saat Mona menatap ke arahnya. Mona hanya membalas candaan ayah mertuanya hanya dengan senyuman.


"Sepertinya kita akan dilupakan adik kedua, ketiga dan keempat. Bahkan adik perempuanku, putriku, dan ayah kandungku juga lebih dekat dengannya dibandingkan denganku. Bukankah ini sangat tidak adil Tuhan" canda kaisar malam sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Sangat berlebihan sekali" ucap Mona dingin saat dia melewati belakang kaisar malam saat dirinya berjalan ke arah luar.


"Kau bilang apa?" teriak kaisar malam kesal.


"Aku yakin anda tidak tuli kakak pertama" balas Mona berteriak dari depan pintu masuk ruang makan agar kaisar malam mendengarnya.


"Bocah, kembali kau, aku justru semakin kesal padamu. Padahal aku sudah hampir menyukai dirimu" kesal kaisar malam.


"Tidak perlu, cukup hanya adik keduamu yang menjadi pria yang tunduk dan lemah di depanku. Sebaiknya urus saja kakak perempuanku, karena dia sedang mengandung anakmu" teriak Mona dari luar, membuat semua orang terkejut akan ucapannya yang baru mereka dengar. Karena setelah kelahiran putri kaisar malam, tabib mengatakan kalau istrinya tidak bisa mengandung lagi karena memiliki suatu penyakit.


"Apa yang dia katakan barusan?" terkejut semua orang tidak percaya.


"Cepat panggil tabib kemari" teriak permaisuri kegelapan, setelah mereka mematung tidak percaya akan ucapan yang baru saja mereka dengar. Kaisar malam pergi ke arah luar setelah dia mendengar teriakan ibunya.


Setelah kira-kira lima menitan, akhirnya kaisar malam kembali dengan membawa seorang tabib. Tabib itu langsung memeriksa nadi permaisuri kaisar malam. Saat tabib memeriksa nadi permaisuri kaisar malam, dia merubah wajahnya dengan ekspresi terkejut dan takut, membuat semua orang ikutan menjadi takut.


"Ada apa tabib, apakah terjadi sesuatu yang salah?" tanya permaisuri kaisar malam.


"Tidak, permaisuri pangeran pertama. Hamba takut bukan pada anda, tapi pada permaisuri pangeran kedua" ucap tabib.


"Apa maksudnya?" bingung semua orang.


"Ucapannya benar, bahwa permaisuri pangeran pertama sedang mengandung. Usia kehamilannya masih terlalu muda, yaitu baru tujuh hari. Jadi, saya justru penasaran dan takut akan permaisuri kedua karena pangeran pertama mengatakan kalau selama ini permaisuri dan permaisuri kedua belum pernah bertemu dengan bersentuhan nadi. Tapi, entah bagaimana permaisuri pangeran kedua bisa tahu kalau anda hamil lagi" ucap tabib.


"Apa maksudmu tabib?" terkejut kaisar malam.

__ADS_1


"Selamat pangeran, anda akan menjadi ayah lagi".


__ADS_2