
Semua orang yang melihat bahwa ratu kekaisaran bulan sudah tidak ada lagi di sana secara tiba-tiba tanpa sedikitpun tanda-tanda dia akan pergi. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk membahas masalah lain. Karena masalah rencana pernikahan sudah di selesaikan dengan pertunangan mengikuti tradisi kekaisaran iblis agar para wanita tetap aman.
"Maaf para kaisar, menurut pendapat ku sepertinya kaisar siang akan sangat marah kalau tahu bahwa kita ternyata telah membuat putri Anchi bertunangan dengan menggunakan tradisi kekaisaran iblis, yang tentunya akan membuat dia tidak bisa menyentuh Anchi. Jadi, pastinya dia akan menyerang kita untuk melampiaskan kemarahannya" sesepuh Hun mengutarakan pendapatnya.
"Anda benar sesepuh, kita hanya bisa mempertahankan benteng kekaisaran kita dengan seadanya. Tapi, entah kenapa, saat kaisar siang melawan kami waktu itu. Aku merasa kalau kemenangan kami waktu itu adalah karena adanya bantuan orang lain dari belakang, bukan sepenuhnya karena bantuan yang dari depan dan yang sudah jelas membantu" kaisar Yu membenarkan ucapan sesepuh Hun.
"Baiklah, berarti kita hanya bisa berusaha mempertahankan kekaisaran kita dari peperangan itu agar tidak menyakiti seluruh keluarga kita. Bila sempat ketika peperangan terjadi, hubungi lah kami agar kami yang tidak sibuk bisa segera membantu kalian. Karena jika aku melawan kalian aku tidak bisa, jadi lebih baik aku membantu kalian, karena kita memiliki musuh yang sama yaitu kaisar siang, dan kita juga pada ingin melindungi keluarga kita terutama para putri kita. Jadi, mari bekerja sama saja" celetuk kaisar iblis.
"Ya, anda benar kaisar iblis, kami setuju" setuju kaisar lainnya kompak.
"Kapan kami akan bertunangan ayah?" tanya Anchi ketika para kaisar sudah terdiam sebentar.
"Tiga hari lagi, bertepatan dengan hari dan bulan yang baik" jawab seseorang yang tiba-tiba masuk ke aula kekaisaran Wang bersama beberapa orang lainnya.
"Maafkan kami para kaisar, kami adalah utusan yang di kirim oleh ratu kami untuk berada di kekaisaran kalian, demi melaporkan dan menjaga keamanan kekaisaran kalian. Perkenalkan saya adalah Kim Kong, Kim Puera, Kim Yula, Kim Ruba, Kim Rolly, Kim Kei, Kim Xue dan Kim Soyi" sambung Kim Kong sambil memperkenalkan mereka satu persatu.
"Tunggu, bukankah kalian adalah orang-orang yang waktu itu adalah orang yang juga ikut bersama bocah itu untuk menanam pedang pada jantung ku bukan?" tanya kaisar iblis.
"Memang, karena bocah yang kau sebut itu adalah Queen sang ratu kekaisaran bulan" jawab Puera.
"Apa?" terkejut semua orang.
"Aku tidak memiliki masalah dengannya, lalu kenapa dia menyerang ku dan membela kaisar aliran putih?" tanya kaisar iblis.
"Sebenarnya dia tidak membela kaisar aliran putih, melainkan dia hanya ingin agar anak-anak dan para rakyat hidup damai tanpa harus khawatir karena peperangan kalian. Kalian mungkin tidk apa-apa, tapi para ibu, istri, atau anak harus kehilangan sosok mereka yang menjadi prajurit kalian. Jadi, karena itulah dia menyerang jantung mu agar tidak ada lagi peperangan yang kau lakukan karena ingin menindas orang lain" jawab Kim Kong.
"Ah, itu" ujar kaisar iblis sambil mengelus belakang kepalanya.
"Ingatlah bahwa tiga hari lagi kalian akan bertunangan pangeran Fan, pangeran Xian, putri Kim Rain, dan putri Anchi" ujar Puera, lalu mereka semua pergi entah kemana.
"Baik, kami tidak akan lupa" jawab semuanya.
"Aku Kim Ruba dan lima anggota black rose akan berada di benteng perbatasan kekaisaran Wang atas perintah dari pemimpin kami. Jadi, jangan sampai ada kekeliruan dalam mengenali wajah kami. karena hanya akan ada kami berenam saja yang di utus, tidak akan ada satupun atau lebih anggota yang berkurang maupun bertambah. Jadi, jika ada yang menyamar menjadi kami, maka itu bukan kami" ujar suara yang menggema di seluruh kekaisaran Wang.
"Sepertinya mereka sudah mulai berpencar ke setiap kekaisaran. Sebaiknya kita segera kembali" perintah sesepuh Zan.
"Baiklah, mari kita kembali" balas lainnya kompak, setelah itu satu persatu kaisar pergi.
Setelah semua tamu bubar dari kekaisaran Wang ke kekaisaran masing-masing. Pangeran Fan pergi menemui Mona di kekaisaran bulan. Saat dia sampai di sana, dia melihat kekaisaran nya sedikit berbeda karena di hiasi oleh bunga-bunga dan dekorasi seperti akan diadakan sebuah acara besar-besaran.
"Maaf, akan ada acara apa di sini?" tanya Fan kepada salah satu prajurit yang menghias tempat itu.
"Tidak ada apa-apa, hanya kamilah yang ingin menghiasi saja" jawab salah satu prajurit.
"Dimana Queen kalian?" tanya Fan kepada prajurit itu.
"Kami tidak tahu, biasanya Queen di depan singasananya saat memberikan perintah, lalu terkadang dia menghilang bersama lingkaran pelindungnya" jawab prajurit itu.
"Kenapa kau menjawab pertanyaan ku tanpa rasa gugup atau khawatir tanpa mengenal identitas ku?" tanya Fan bingung.
"Karena Queen pernah mengatakan bahwa siapapun yang memiliki niat baik untuk datang kemari maka dia bisa masuk. Tapi, jika dia memiliki niat buruk. Maka dia sama sekali tidak bisa masuk, dan jika ada yang memiliki niat buruk ketika dia mau keluar dari sini, maka orang itu tidak bisa keluar. Misalnya, ada seseorang yang masuk dengan niat baik, lalu dia berpikir untuk membocorkan informasi ketika dia di dalam sini saat dia keluar nanti. Maka kematian lah yang akan menantikannya. Jadi, kami tidak perlu khawatir terhadap siapapun terutama anda, karena adik anda dan juga Queen ada di sini" jawab orang itu.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Fan.
"Karena wajah anda mirip dengan putri Ying Wie" jawab prajurit yakin.
"Begitukah?" tanya Fan.
"Iya" jawabnya.
"Baiklah aku pergi dulu" ujar Fan sambil berlalu pergi. Dia pergi ke arah singasana kepemimpinan kekaisaran bulan, disana dia melihat Mona yang sedang berdiam diri seperti sedang berkultivikasi dengan rambut emasnya yang terurai begitu panjang karena dari kecil dia tidak memotongnya membuat kecantikannya tiada tara. Sedangkan orang lain biasanya sudah beberapa kali memotong rambutnya, tapi dia tidak mau memotongnya.
'Terima kasih Tuhan, karena kau telah mengirim dia pada ku, aku harap dia akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidup ku' batin Fan membuat Mona tersenyum. Hal itu membuat Fan bingung sebentar, lalu dia baru sadar kalau saat dia membatin tentu bahwa Mona juga akan tahu.
'Ah, aku lupa kalau kau bisa mendengar batin ku' telepati nya.
__ADS_1
'Ada apa?' tanya ku.
'Kau sedang apa?" tanya Fan balik.
'Sedang menenangkan pikiran ku, anggap saja sama seperti saat aku sedang tidur karena aku tidak boleh berlama-lama membuka mata ku dan tidak boleh berlama-lama berada di luar lingkaran Yin & Yang. Jadi, aku sedang mengistirahatkan tubuh ku' balas ku.
'Kapan aku bisa mengajak mu jalan-jalan bersama gitu?' tanya Fan membuat aku membuka mata ku. Hal itu membuat kami saling menatap karena ternyata dari tadi dia telah menatap ke arah ku.
' Haruskah kita jalan-jalan?' tanya ku sambil menatap ke arah dirinya.
'Aku sudah menahannya selama beberapa tahun, bahkan sampai-sampai istri dari salah satu teman ku, mengatakan kalau aku ini suka pada laki-laki karena aku sedikitpun tidak tergoda dengan para wanita yang cantik-cantik di luar sana' jawab nya.
"Hahhahhah, apakah benar bahwa ada yang mengatakan seperti itu" tawa ku.
"Tentu saja ada" jawabnya.
"Hahhahhaha,,," tawa ku.
"Sepertinya kau sangat senang sekali" ujarnya mengintimidasi.
"Tentu saja, dan sepertinya pernyataan teman mu itu benar bahwa kau mungkin menyukai sesama lelaki, makanya kau tidak mau dan tidak tertarik pada wanita. Ah,,,," terkejut ku.
"Apa yang kau lakukan?" tanya ku saat dia tiba-tiba di depan ku, tapi tertahan dengan kekuatan perisai Yin & Yang.
"Haruskah aku buktikan padamu, aku tertarik pada pria atau pada wanita Wang Yuan" selidik Fan menatap diri ku.
"Tidak perlu, sungguh tidak perlu. Tapi, ngomong-ngomong nama ku Kim Mona jika sebelum semua orang tahu identitas ku" jawab ku.
"Buka perisai mu" geram Fan.
"Bisakah aku tidak membukanya?" tanya ku.
"Tidak selamanya kau di dalam perisai ini. Jadi, jika kau tidak membuka sekarang, maka aku akan menghukum mu saat kau keluar dari sini nanti" jawab Fan sambil melihat ke arah ku dengan tatapan mengintimidasi.
"Baiklah" pasrah ku sambil membuka perisai ku dan lingkaran Yin & Yang. Lalu, saat dia mendekati ku dia memegang kedua pipi ku dengan satu tangannya yang sebelah kanan membuat bibir ku monyong ke depan kayak ikan cucut.
"Hehehe" cengir ku.
"Queen,,,," teriak Yayan bersama Yue dan Fang Mei sambil masuk ke aula kekaisaran bulan. Hal itu membuat aku melepaskan tangannya dan menjauhkan wajahnya dari depan ku.
"Eh, maaf Queen, apakah kami datang di waktu yang tidak tepat?" tanya Yayan salah tingkah, begitupun dengan Yue dan Mei.
" Iya/tidak mengganggu" jawab Fan dan aku bersamaan membuat aku menoleh ke arah nya yang berkata bahwa mereka menganggu.
"Ah, maaf kalau begitu" balas mereka bertiga kompak.
"Ada apa kalian kemari dan memanggil nama ku?" tanya ku.
"Kami kemari karena aku ingin bertanya kau mau makan apa?" tanya Yayan.
"Aku akan makan di luar bersamanya" jawab ku sambil menunjuk ke arah Fan.
"Apa tadi kau bilang?" tanya Fan pura-pura tidak dengar.
"Aku tidak suka mengulang dua kali ucapan ku" jawab ku.
"Baiklah, aku pergi dulu" ujar Yayan setelah itu dia berlalu pergi.
"Lalu, kalian berdua ada apa?" tanya ku.
"Ini adalah koin yang jijie minta aku ambil dari gege ku" jawab nya sambil menyerahkan dua jantung besar koin emas.
"Oh, terima kasih" ucap ku.
"Sama-sama jijie, aku pergi dulu" ujar Fang Mei.
__ADS_1
"Pergilah" balas ku, lalu dia pergi saat aku mempersilahkan dirinya pergi.
"Yue?" tanya ku, namun dia tidak mengatakan apapun membuat aku dan Fan bingung dan saling menatap.
"Yue, ada apa?" tanya ku kembali.
"I,,itu" gagap nya, membuat Mona membuka jurus pembaca pikirannya yang dia dapat karena dia telah di anggap oleh pedang Yin & Yang. Untuk mengetahui apa yang di pikirkan oleh Yue, dan itu berhasil.
' Bagaimana cara ku meminta koin lebih pada Queen, aku ingin sekali membeli panah api dan tombak giok hitam untuk jijie Yayan, yang kedua benda itu akan di lelangkan nanti malam di tempat pelelangan terkenal di kekaisaran tanah. Aku ingin sekali menghadiahkan dia tombak itu, tapi koin ku tidak cukup untuk dua benda itu. Bahkan untuk panah kesukaan ku saja tidak cukup' batin Ming Yue sambil menunduk.
'Oh, begitu rupanya' gumam ku.
'Ada apa?' tanya Fan melalui telepati.
'Dia tidak memiliki cukup koin untuk membeli dua senjata pusaka' jawab ku.
'Hanya itu' gumam Fan.
'Ya, hanya itu' balas ku.
'Lalu, apa yang akan kau lakukan?' tanya Fan.
'Tergantung ucapannya' jawab ku.
"Yue, ada apa kau kemari?" tanya ku lagi.
"Tidak ada, aku hanya ingin menemui diri mu saja" bohong Ming Yue.
"Kau yakin hanya itu saja?" tanya ku.
"Ya, hanya itu saja, karena aku sudah menemui diri mu Queen. Maka aku akan pergi dulu" jawabnya sambil membungkukkan badannya pada ku. Hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya jika pada orang-orang terdekat dirinya.
"Sepertinya berbohong bukanlah keahlian dirinya, sampai-sampai karena gugup dia membungkukkan badannya seperti menghormati para pemimpin lainnya. Padahal biasanya itu tidak pernah terjadi" ujar ku saat melihat Yue sudah tidak ada lagi di depan mereka berdua.
"Kita akan kemana?" tanya Fan kepada ku.
"Mana aku tahu, bukankah seharusnya prialah yang memberi saran di mana tempat yang baik untuk berkencan?" tanya ku. Namun dia tidak bereaksi.
"Kita sama-sama memiliki ingatan di zaman modern. Jadi, lupakanlah tentang tradisi kuno ini. Jadi, kau tadi mengajak ku jalan berdua, yang artinya kau mengajak ku berkencan bukan?" tanya ku.
"Ah, ya, baguslah kalau kau setuju" semangat dirinya.
"Ini masih siang, bagaimana kalau kita makan dulu?" tawar Fan sambil menatap ke arah ku.
"Tidak masalah, tapi bagaimana kalau kita memancing ikan dari sungai, lalu memanggangnya?" tawar ku.
"Boleh juga, tapi ngomong-ngomong berapa lama kau bisa bertahan dari lingkaran Yin & Yang?" tanya Fan.
"Tidak lama, jadi karena itulah aku mengajak mu ke tempat yang jarang di lewati orang. Supaya aku bisa mengeluarkan lingkaran Yin & Yang saat tiba-tiba aku membutuhkannya" jawab ku.
"Oh, begitu, baiklah mari pergi" ajak nya sambil mengarahkan tangannya ke arah ku yang masih duduk di lantai. Aku memegang tangannya untuk membantu ku berdiri.
"Tunggu sebentar" celetuk ku membuat dirinya bingung.
"Ada apa?" tanya Fan.
"Tidak mungkin kita berpenampilan begini kan" jawab ku.
"Ah, benar juga" balasnya. Aku langsung menjentikkan jari ku.
"Begini lebih baik" ujar ku saat penampilan kami berdua telah berubah menjadi sedikit merakyat. Yaitu dengan pakaian dan penutup kepala layaknya seorang pedagang.
"Bagaimana kau melakukannya tanpa harus berganti pakaian terlebih dahulu?" tanya Fan.
"Jangan bertanya tentang sesuatu yang tidak penting, aku malas mengatakan hal yang sama berulang kali" jawab ku menatapnya dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Ah, baiklah, lupakanlah. Kau sangat menakutkan saat memiliki tatapan itu, tapi untuk berlaku untuk orang lain. Tatapan mu itu malah sangat aku sukai, tapi sayangnya saat ini aku tidak ingin mengubah suasana hati mu karena itu akan membuat mu berubah pikiran. Jadi, mari pergi" ujar nya sambil memegang tangan ku, lalu membawa ku pergi.