The Switched Daughter

The Switched Daughter
Bukan orang lain


__ADS_3

Semua orang telah kembali ke kekaisaran masing-masing. Mona menuliskan surat untuk kekaisaran kegelapan kalau dirinya tidak bisa kembali ke kekaisaran kegelapan untuk sementara waktu. Jadi, dia menitipkan Nyoko dan Nene pada Ming Fan. Jadi, dengan Mona mengirimkan surat itu, seluruh orang-orang di kekaisaran kegelapan merasa lebih tenang dan juga senang. Mereka tenang karena mereka tidak perlu mengkhawatirkan tentang Mona, sedangkan mereka senang karena akhirnya untuk sementara mereka bisa lebih tenang karena tidak adanya Mona.


Sedangkan semua orang di kekaisaran Yu kembali ke kekaisaran mereka, dan mereka melakukan aktivitas masing-masing.


"Yang mulia kaisar, ada beberapa masalah yang baru saja kami dapatkan laporannya. Semua permasalahan itu sudah kami letakkan di ruangan kerja anda" ucap Menterinya saat kaisar telah berada di kursi singgasana miliknya.


"Baiklah, aku akan memeriksanya. Katakan pada permaisuri bahwa mungkin aku akan bermalam di ruangan kerjaku lagi" balas kaisar Yu sambil berjalan ke arah ruang kerjanya.


"Baik, yang mulia" balas menterinya


Setelah beberapa saat, akhirnya kaisar Yu sampai di ruangan kerjanya. Saat dia masuk, dia melihat ruangan kerjanya begitu berubah.


"Kau" terkejut kaisar Yu saat dia melihat Mona ada disana sambil mengubah beberapa letak barang-barang kaisar Yu.


"Apa?" Mona bertanya sambil memandang kaisar Yu.


"Apa yang kau lakukan pada ruanganku?" kesal kaisar Yu.


"Aku hanya merubahnya sedikit".


"Dengar, yang menghias ruangan ku ini adalah istriku, aku tidak membutuhkan pelayan untuk membersihkannya. Karena jika mereka berani melakukannya, maka barang yang telah mereka sentuh tidak lagi ada cap tangan istriku disana. Sedangkan sekarang, kau menyentuhnya" kesal kaisar Yu sambil mengeluarkan auranya.


'Aku sangat ingin berlatih denganmu ayah, tapi tubuhku dan waktunya tidak tepat' gumam Mona membatin sambil menatap kaisar Yu yang telah terbawa emosi.


"Tiga bulan" ucapan Mona membuat kaisar Yu bingung.


"Tiga bulan?" ulang kaisar Yu.


"Berikan aku waktu untuk tinggal di kekaisaranmu selama tiga bulan. Kau pasti telah mendengar cerita tentangku saat aku menginginkan sesuatu bukan?".


"Tadinya aku menyukaimu saat di kekaisaran bintang, tapi saat kau menyentuh barang-barang pribadiku, maka aku mulai tidak menyukaimu" ucap kaisar Yu dengan nada sedikit rendah dari teriakan kekesalannya tadi.


"Oh, aku pikir perasaanmu tidak akan semudah itu menghilang".


"Apa maksudmu?" tanya kaisar Yu.


"Jika boleh jujur, kau adalah cinta pertamaku di dunia ini karena kaulah pria pertama yang memperlakukanku bagaikan seorang Dewi. Namun, aku tahu bahwa aku tidak akan bisa memilikimu sebagai suamiku, karena itulah aku menikah dengan pria yang bukan cinta pertamaku. Namun, bisakah aku meminta beberapa hal darimu?".


"Untung kau sadar kalau kita tidak bisa bersama. Jadi, permintaan apa yang kau minta?" tanya kaisar Yu.


"Pertama, izinkan aku tinggal bersama keluargamu selama tiga bulan kedepan. Kedua, izinkan aku menjadi seperti salah satu putri dari kekaisaran Yu. Ketiga, bisakah barang-barang ini jangan kau pindahkan dari ruangan ini selama satu tahun kedepan. Hanya itu saja permintaanku, menurutku itu bukanlah hal yang sulit untuk kau wujudkan bukan?".


"Hanya itu, baiklah, untuk permintaanmu yang kesatu dan dua itu tidak masalah karena kau sepertinya tidak jauh berbeda dari usia anak-anakku. Tapi, untuk permintaanmu yang ketiga, tidak masalah selama setahun barang yang kau sentuh ada disana. Tapi, jangan menyuruhku untuk menyentuh barang-barang yang telah kau sentuh itu. Bagaimana?" tanya kaisar Yu.


"Setuju, tidak masalah, karena aku yakin kalau kau akan merindukanku nantinya" senyum Mona ke arah kaisar Yu.


"Jangan mimpi" datar kaisar Yu


"Ngomong-ngomong kau sedang apa?".


"Bukan urusanmu?" dingin kaisar Yu sambil fokus ke arah berkas-berkas di mejanya.

__ADS_1


"Tidak masalah jika aku menatap dan melihat cinta pertamaku sibuk, bukan?".


"Hanya melihat, jangan menyentuhku" ucap dingin kaisar Yu.


"Baik" patuh Mona.


Kaisar Yu sibuk memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya, Mona berada tepat di depan kaisar Yu. Keduanya hanya dibatasi oleh meja saja. Mona terus memperhatikan berkas-berkas yang dibuka oleh ayah kandungnya itu tanpa memberi sedikitpun suara bantahan, hingga akhirnya dia tertidur di atas meja berkas kaisar Yu. Setelah menyelesaikan beberapa berkas yang begitu sulit di pecahkan, kaisar Yu melihat ke arah Mona yang sudah tertidur.


"Aku tidak tahu perasaan apa yang kurasakan padamu, tapi aku yakin itu bukan perasaan ingin memilikimu. Aku tidak marah ataupun kesal padamu, karena aku hanya tidak ingin seseorang dengan lancangnya menyentuh barang-barangku. Bahkan anak-anakku juga tidak ku izinkan untuk menyentuh sembarangan barang-barangku" ucap kaisar Yu sambil menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi mata Mona.


Setelah menyingkirkan sedikit rambut Mona yang menutupi wajahnya Mona. Kaisar Yu melanjutkan aktivitasnya memeriksa beberapa berkas laporan. Tapi, setelah tepat pada jam dua pagi tanpa disadari kaisar Yu kalau dia juga ikut tertidur.


"Auh,,,," setelah setengah jam kaisar Yu tertidur, Mona akhirnya bangun.


"Em, apakah sangat melelahkan ayah?" tanyanya sambil menggosok pelan kening kaisar Yu yang sedikit berkerut.


"Baiklah, kami akan membantumu dalam menyelesaikan permasalahanmu" Mona mengambil alih semua berkas-berkas kaisar Yu yang belum dia periksa.


Selama dua jam berlalu, akhirnya Mona menyelesaikan semua permasalahan yang dimiliki oleh ayahnya. Mona keluar dari ruangan kerja kaisar Yu.


Cuit cuit citcuit


Setelah Mona keluar dari kamar kaisar Yu, dua jam kemudian akhirnya suara burung terdengar bersamaan dengan sinar fajar yang menyingsing.


"Ah, sudah pagi ternyata, aku belum menyelesaikan beberapa berkas ku. Sudahlah, lupakan dulu, aku harus sarapan bersama dengan lainnya" ucap kaisar Yu sambil berlalu keluar dari ruang kerjanya.


Setelah lima belas menitan setelah kepergian kaisar Yu dari ruangannya, datanglah menteri kaisar Yu dengan beberapa prajurit.


"Tidak usah memperdulikan hal lainnya, lihatlah apakah semua berkas telah diperiksa oleh yang mulia kaisar" perintah menteri.


"Baik" jawab kompak lima prajurit.


"Semuanya sudah selesai diperiksa oleh yang mulia" kompak lima prajurit itu setelah mereka memeriksa semua berkas itu.


"Baiklah, bawa ke aula utama" ucap menterinya.


"Baik" jawab kompak prajurit sambil mengikuti sang menteri.


Sedangkan di ruangan makan, semua orang keluarga kekaisaran Yu telah berkumpul disana untuk sarapan. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya acara sarapan pagi keluarga kekaisaran Yu telah selesai.


"Menteri, tolong ambilkan berkas yang telah kuperiksa, bawa berkas itu ke aula utama dan kumpulkan semua orang di aula utama" perintah kaisar Yu.


"Sudah yang mulia" balas menterinya.


"Baiklah, semua orang yang di sini, silahkan berkumpul di aula utama" perintah mutlak kaisar Yu.


"Baik, yang mulia" kompak semua orang.


Semua orang di kekaisaran Yu, menuju ke arah aula utama kekaisaran Yu. Mereka semua mengikuti kaisar dari belakang.


"Eh," terkejut semua orang saat melihat Mona tidur di kursi singgasana milik sang kaisar.

__ADS_1


"Maaf yang mulia, kami akan membangunkannya" ucap jenderal Kubo.


"Tidak perlu, paman jenderal" tegas pangeran Sima.


"Sima/pangeran Sima" kompak semua orang.


"Aku akan bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukannya nanti. Jadi, biarkan dia melakukan apapun yang ingin dia lakukan, karena kalian pasti suka pada kepribadiannya dan juga kalian akan sangat merindukannya, nantinya" ucap Sima semakin nada suaranya melemah.


"Tapi, ayahanda tidak suka kalau barang-barangnya di sentuh oleh orang lain. Bahkan kita saja tidak menyentuh satupun barang ayahanda tanpa izin darinya" ucap Anshi.


"Dia bukan orang lain, ayahanda dan ibunda, apakah dia belum bertemu dengan kalian?" tanya Sima.


"Belum/sudah" kompak permaisuri dan kaisar Yu.


"Ayah,,?" bingung Anshi.


"Dia menemuiku semalam di ruangan kerjaku, dan dia merubah penampilan kamarku. Saat aku memarahinya karena kesal, dia mengatakan alasan dan syarat dia menemuiku. Katanya, alasan dia datang padaku karena aku adalah cinta pertamanya. Sedangkan syarat yang dia ajukan, dia ingin kita semua mengizinkannya dan memperlakukannya seperti putri-putriku selama tiga bulan lamanya dia tinggal disini. Syarat terakhir, dia ingin selama setahun ini, aku tidak boleh mengubah segala benda atau ruangan kerjaku yang telah dia sentuh" jelas kaisar Yu.


"Ayah memenuhi semua persyaratan yang dia berikan?" tanya Xian.


"Ya, ayah menurutinya" jawab kaisar. Setelah jawaban kaisar itu, membuat semua orang memiliki ekspresi beragam.


"Mangga, aku suka mangg" gumam Mona dalam tidurnya sambil mengangkat tangannya seperti ingin menggapai sesuatu, gumaman Mona membuat semua orang menatap ke arahnya.


"Hahaha, sebenarnya seberapa besar rasa sukamu pada mangga, sampai-sampai sedang tidurpun kau menginginkannya, jijie" tawa Sima sambil menatap ke arah kakaknya.


"Jijie?" ulang semua anggota keluarga kekaisaran.


"Sudahlah, jika aku tidak bisa duduk di kursi singgasana milikku, maka aku tetap bisa mengumumkan ren,,,," ucapan kaisar Yu terhenti saat dia melihat semua berkas laporan yang tadinya ada di meja kerjanya, sekarang semuanya ada disini.


"Ada apa yang mulia?" tanya menterinya.


"Kenapa kau membawa semua berkas?" tanya kaisar Yu.


"Karena semua berkas telah anda periksa dan telah anda berikan rencana untuk solusinya" jawab menterinya.


"Belum, aku hanya baru menyelesaikan sekitar dua belas laporan. Jadi, aku belum menyelesaikan semua berkas, tapi kenapa semua berkas ini sudah ada yang menulis perencanaan solusinya" bingung kaisar Yu karena dia memeriksa semua berkas sudah terisi semua.


"Ayahanda, kapan berkas itu ayahanda periksa?" tanya Xian.


"Sampainya kemarin, jadi ayah periksa semalam" jawab kaisar Yu.


"Dengan siapa ayahanda disana semalam?" tanya Sima sambil tersenyum ke arah Mona, membuat semua orang juga menatap ke arah tatapan pangeran Sima. Mereka semua melihat hal yang biasa, bahwa Mona hanya tidur. Lalu, apa yang membuat pangeran Sima tersenyum.


"Dengannya, apakah mungkin dia yang menyelesaikan semuanya" jawab kaisar sambil menatap ke arah Mona yang sedang tertidur di kursi singasana miliknya.


"Emangnya siapa lagi ayahanda. Sekarang aku mengerti kenapa dia belum juga bangun, ternyata karena dia kurang tidur semalam. Jadi, jangan ada yang membangunkannya, sampai dia bangun sendiri" ucap Sima memperingati mereka dengan tegasnya.


Kaisar Yu membacakan beberapa perencanaan solusi masalah di beberapa daerah, solusi itu adalah dari pemikirannya. Setelah itu, barulah dia membaca perencanaan solusi masalah dari pemikiran Mona. Saat dia membaca berkas yang diperiksa Mona, semua orang mengagumi cara berpikir Mona. Bahkan kaisarpun dibuat kagum oleh ide cemerlangnya Mona.


Setelah semua masalah telah diberikan solusinya, semua orang bubar ke aktivitas masing-masing. Namun, saat mereka bubar, mereka melakukannya tidak seperti saat mereka masuk, mereka keluar dengan sedikitpun tidak menimbulkan kegaduhan. Karena mereka tidak ingin Mona bangun.

__ADS_1


__ADS_2