The Switched Daughter

The Switched Daughter
Cahaya emas


__ADS_3

Aku, Dera beserta seluruh orang yang ada di tempat tersembunyi milik bro and sis saat ini kami sedang melakukan perjalanan ke arah hutan kabut.


"Yuan di mana Meimei" tanya Dera.


" Dia ikut dengan para bandit" ujar ku.


" Kok bisa bukan nya ia tak mau lepas dari mu" tanya nya lagi.


" Aku tak tau dia yang mau sendiri" ujar ku.


"Ngomong-ngomong bagaimana cara kau cepat sampai duluan dan bagaimana cara kau rekrut mereka" tanya ku.


" Begini".


Flashback


Dera mengikuti bandit itu hingga mereka sampai di tempat di ujung desa mereka dimana di sana terdapat tempat di mana di penuhi dengan orang pandai besi berbeda dengan bandit yang di ikuti yuan yang memilih tinggal di hutan.


Mereka di kejutkan dengan kedatangan Dera yang tiba-tiba ketika mereka sedang ingin duduk untuk istirahat.


" Siapa kau " tanya mereka.


" Tak penting siapa pun aku" ujar Dera.


" Apa tujuan mu" tanya salah satu dari mereka.


" Aku di utus oleh seseorang tadi untuk mengikuti kalian dan menjadikan kalian bawahan nya" ujar Dera.


" Jika kami tak mau" ujar bandit itu.


" Kalian tak ingin mereka mati bukan" ujar Dera dengan memberikan aura nya pada sebagian anak-anak.


" Jangan sakiti mereka jika berani lawan kami saja" ujar bandit itu.


" Baik tak masalah" ujar Dera dan ia mengeluarkan semua aura nya dan hanya membutuhkan tiga detik mereka semua sudah muntah darah kecuali lansia dan anak-anak karena ia tidak menekan mereka dengan auranya.


" Jadi bagaimana apa kah kalian mau lagi" tanya Dera.


" Tidak tapi kami penasaran kenapa kau ingin merekrut kami" tanya mereka.


" Aku tak tau" ujar Dera.


" Maksud mu" tanya mereka bingung.


" Aku sama seperti kalian aku adalah bawahan nya" ujar Dera.


" Apa kah kau tak menyesal menjadi bawahan nya" tanya mereka.


" Tidak justru aku ingin dan jika bisa aku ingin selalu di samping nya pada beberapa kehidupan ku tak masalah jika harus menjadi bawahan nya seumur hidup ku dan percaya lah pada ku bahwa kalian juga akan berpikir hal yang sama saat kalian tau sifat asli nya bagaimana" ujar Dera.

__ADS_1


" Aku jadi penasaran seperti apa dia" ujar ketua bandit itu.


" Kalian akan tau nanti jadi bersiap-siaplah" ujar Dera.


" Alexy keluar lah" ujar Dera dan keluar lah binatang kontrak nya membuat sebagian orang terkejut dan takut.


" Antar kan mereka ke hutan kabut" ujar Dera.


" Apa Hutan kabut" tanya mereka terkejut.


"Ya" ujar Dera.


" Bagaimana kau bisa ada di sana" tanya salah satu dari mereka.


" Tak perlu khawatir orang yang akan menjadi pemimpin kalian adalah pemimpin di sana" ujar Dera.


" Jadi cepatlah bersiap-siap aku akan pergi menyusul nya karena ia sedang merekrut bandit yang bersama kalian tadi" ujar Dera.


" Mereka juga direkrut" tanya mereka.


" Kenapa" tanya Dera


" Tak ada apa-apa hanya bertanya" jawab mereka.


"Dia sebenarnya ia ingin merekrut bandit yang tadi bersama kalian jadi kami mengikuti mereka dan ternyata kami beruntung bertemu kalian juga" ujar Dera.


" Aku pergi tak perlu mengkhawatir kan rumah kalian tinggali dia akan membuat yang lebih indah" ujar Dera dan berlalu pergi.


" Aku tak bisa membantu" ujar Dera dan berlalu pergi.


*Fl**ashback off*


" Begitu lah" ujar Dera.


'Dragon bisa kah kau membantu ku memasuk kan tempat tinggal mereka ke cincin ku' ujar ku.


' Maaf jika di cincin mu aku tak bisa tanpa darah mu' ujarnya.


' Begitu kah jadi bagaimana aku ingin memberi mereka kebahagiaan bukan kesedihan rumah itu penuh dengan kenangan bagaimana aku bisa mengambil hak bahagia mereka' ujar ku.


' Jika begitu aku bisa memindah kan langsung rumah nya tanpa perlu ruang dimensi' ujar Dragon.


' Kenapa tak katakan dari awal ketika di hutan bandit tadi' ujar ku.


'Kau tak bertanya mana ku tau ' ujar nya.


' Aku juga tak tau kau memiliki kekuatan seperti itu' ujar ku.


' Kau ingin ku letakkan di mana tempat tinggal mereka' ujarnya.

__ADS_1


' Buat lah seperti kerajaan biasa nya sebelah untuk tempat tinggal bandit yang ku ikuti dan sebelah lagi untuk bandit yang di ikuti Dera' ujar ku.


' Jadi maksud mu kau ingin memindah kan keduanya' tanya nya.


' Ya jadi bisa kah' tanya ku.


' Bisa' ujar nya.


' Karena ini sudah malam aku ingin mereka cepat sampai jika sudah siap kata kan pada ku agar aku membawa mereka ke sana dengan kekuatan ku' ujar ku.


' Sudah siap" ujar nya membuat aku terkejut.


' Apanya yang siap' tanya ku.


' Aku sudah memindahkan nya' ujar nya.


" Secepat itu' tanya ku.


' Ya' ujar nya.


' Ah baik lah' ujar ku.


" Apa kah sudah tidak ada orang yang tertinggal kan" ujar ku.


" Tidak ada memang nya ada apa Yuan" tanya Nana.


" Aku ingin membawa kalian ke sana dengan cepat jadi saling menyentuhlah satu sama lain" ujar ku dan mereka menuruti nya aku membaca sebuah mantra dan keluar lah cahaya keemasan dari tubuh ku dan aku menyentuh salah satu dari mereka dengan sebelah tangan ku dan sebelah lagi menyentuh Dera sehingga kami tidak saling melepaskan dan aku mengatakan.


" Bawa kami ke arah Leon dan Cici" ujar ku dan kami menghilang lalu tiba-tiba muncul di depan para kelompok kedua bandit-bandit itu sehingga membuat mereka waspada saat cahaya emas itu membawa kami perlahan awalnya kaki kami yang terlihat lalu lama kelamaan ke atas, saat mereka melihat aku dan dera mereka menurunkan kewaspadaan mereka.


" Ternyata kau putri" ujar paman Ming.


" Apa maksud mu putri, Yao" ujar ketua bandit lain nya.


" Itu kare,,," ujar paman Ming namun ku potong.


" Nama mu siapa" tanya ku.


" Apa kah kau tak memiliki sopan santun" tanya salah satu mereka dengan sedikit menaikkan suara nya.


" Aku bertanya dengan sangat sopan siapa nama mu" ujar ku kesal dengan sedikit menekan kata sangat sopan dan aku mengeluarkan sedikit aura ku membuat mereka semua terbatuk darah saat aku melihat anak-anak dan lansia dari ketiga pihak.


" Ahh maaf aku sangat lelah jadi maaf kan aku" ujar ku dengan sedikit membungkuk kan badan ku tanda hormat membuat semua kelompok bandit yang telah tau nama asli ku bersujud mereka takut menyinggung ku.


" Ahhh paman Ming bangkit lah jangan membuat aku tak nyaman pada mu" ujar ku.


" Ngomong-ngomong siapa nama mu paman aku tak mungkin tak memanggil nama kalian bukan" ujar ku dengan mulai mengucek mata ku namun mereka masih diam.


" Ahhh sudahlah kalian semua salinglah berpegangan kiri dan kanan" ujar ku dan mereka semua menuruti nya sambil mereka melakukan nya aku mengatakan kalimat yang mana membuat mereka semua yang belum mengenal ku mematung seketika.

__ADS_1


" Perkenalkan namaku Wang Yuan putri dari kekaisaran Wang" ujar ku sambil menyentuh kiri kanan orang dan mengatakan hal yang sama seperti tadi.


" Bawa aku ke istana bulan" ujar ku.


__ADS_2