
Setelah guru besar angkat bicara, selama sesaat semuanya hening hingga salah satu teman orang tadi angkat bicara.
"Selama beberapa kali kami kemari tidak ada satupun dari kalian yang bisa bukan. Oleh karena itu jika hari ini kalian bisa membuat kami terkejut. Maka dengan senang hati kami akan menuruti tiga permintaan nya" ujar nya.
"Kau yakin ingin menuruti tiga permintaan orang yang bisa menguasai ilmu itu" tanya Mong Jun.
"Ya, kami akan menuruti tiga permintaan orang yang bisa menguasai ilmu yang kami ajarkan ini. Karena di tiga akademi lainnya juga belum ada yang bisa menguasai nya" ujar orang yang berada di tengah-tengah tadi.
" Apakah kalian mendengar apa yang ia ucapkan. Maka ayo kita berjuang, fokuslah teman-teman" ujar Mong Jun.
Setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Mong Jun, semua murid menjadi semangat lagi. Mereka terus fokus untuk berusaha mengangkat kuas untuk menulis sesuatu di kertas yang sudah di sediakan. Tapi sudah hampir satu jam menurut Yuan dan Dera namun belum ada yang bisa hingga kembali Mong Jun angkat bicara dengan nada menantang.
" Ini sungguh menyebalkan. Umurku 12 tahun, aku melihat salah satu dari kalian ada yang masih anak kecil. Jika aku boleh tau apakah ia sudah bisa melakukan jurus ini dan sejak umur berapa ia melakukan nya, bisakah ia mencontohkannya" ujar Mong Jun.
"Hahaha sebenarnya aku sangat suka dengan sikap terang-terangan diri mu, kau ingin bukti bukan. Maka tidak masalah, Kuban majulah dan jawab pertanyaan nya.
"Baik guru" ujar anak yang di pangil Kuban tadi.
" Baik perkenalkan namaku Kuban, aku jenius yang bisa menguasai ini di usia ku delapan tahun sedangkan yang lainnya rata-rata bisa menguasai nya di umur sepuluh tahun. Jika kalian meminta buktinya ya disana" ujarnya sambil menunjuk salah satu kertas yang dipenuhi dengan kata-kata seperti yang diucapkannya tadi yaitu perkenalan dirinya.
"Bagaimana mungkin" ujar semua murid.
"Bukankah sudah kukatakan fokuskan pikiran kalian agar kalian bisa mengangkat kuas. Tadi kalian hanya fokus mendengar apa yang ia ucapkan tapi kalian tak melihat bahwa ia menggerakkan tangan nya untuk mengangkat kuas" ujar orang yang tadi di tengah-tengah panggung penilaian.
"Dera apakah kau bisa menguasai nya" tanyaku.
" Aku sudah mencoba tapi tak bisa" ujar Dera.
"Oh jadi kau juga tak bisa" ujar ku.
"Ya, apa kau sudah mencobanya tapi tak bisa juga" tanya Dera.
__ADS_1
"Mmmm" jawab ku yang tidak sepenuhnya menjawab seluruh pertanyaan Dera.
Kami kembali fokus ke arah bawah sana hingga seseorang bertanya.
"Guru Nages, kudengar kau memiliki dua murid pribadi dimana mereka. Apakah mereka ada dari salah satu murid disini" tanya orang tadi.
" Mereka sedang berkultivikasi tertutup jadi mereka tidak ada disini" ujar guru besar.
"Berapa umur mereka" tanya orang itu lagi.
"Hampir lima tahun" jawab guru besar.
"Ohhh sepertinya kita akan sia-sia saja kemari tidak ada satupun yang berhasil, bahkan ketika kami ke akademi yang lainnya hanya di akademi Naga Putih kami hampir terkejut ketika pangeran Yu Xian bisa mengangkat kuas. Tapi ia hanya bisa mengangkat kuas nya saja tapi menggerakkan nya tidak bisa" ujar orang yang memakai tudung lain nya.
" Kami sudah bersabar dari tadi tapi kali ini kami tak bisa menahannya lagi" ujar Mofan, Lily, Yu Yan, Mong Jun dan Mong Yin adik perempuan Mong Jun kompak dengan sedikit mengeluarkan auranya.
" Hohoho akhirnya kalian mengeluarkan aura kalian. Hahaha kalian memang hebat di mengamcam dengan aura tapi tidak dengan menguasai jurus kami" ujar orang yang sedikit sombong tadi.
"Mong Jun benar, aku juga tidak suka kau mengatakan seperti itu karena masih ada kedua adikku yang berada diluar kau hina begitu juga sedangkan mereka belum mengetesnya. Adik kandungku dia memiliki warna elemen berwarna hitam sedangkan temannya yang telah ku anggap seperti adikku sendiri berwarna merah. Tapi aku berpikir itu bukan warna elemen aslinya, aku yakin ia pasti menyembunyikan nya dan aku juga yakin salah satu dari mereka atau bisa jadi keduanya pasti bisa melakukannya" ujar Mofan membuat semua orang terdiam.
"Ahhhh apa ini" ujar Mofan terkejut.
"Ada apa kenapa kau teriak Mofan" ujar Yu Yan.
"Lihatlah ini, kenapa tiba-tiba kuasku terangkat dan bertuliskan terima kasih" ujar nya terkejut dengan memperlihatkan kertasnya ke arah orang lain membuat semua orang terkejut.
" Aku juga mendapatkannya" ujar Mong Jun dengan mengangkat kertasnya.
"Namun bertuliskan telah berani" ujarnya.
"Aku bertuliskan menyuarakan " ujar Mong Yin.
__ADS_1
"Aku bertuliskan pendapat" ujar Lily.
"Ini,," ujar Yu Yan sambil melihat ke arah kertasnya dengan terkejut.
"Ada apa kenapa kau terkejut" tanya Lily.
"Aku bertuliskan apa kabar kalian semua" ujar Yu Yan sambil memperlihatkan kertasnya.
" Tunggu dulu" ujar Kuban.
"Ada apa" tanya mereka berlima bersamaan.
" Bukankah jika digambung tulisan di atas kertas kalian memiliki sebuah kalimat yaitu terima kasih telah berani menyuarakan pendapat dan apa kabar kalian semua" ujar nya.
" Ya benar " ujar semua orang kompak.
"Siapapun kau aku yakin kau sudah disini dari tadi tapi mungkin bersembunyi atau kalian tak ingin diketahui paling tidak aku tau nama mu perkenalkan namaku Kuban" ujar nya sopan dengan sedikit membungkukkan badannya.
Tiba-Tiba angin berhembus pelan menerbangkan kertas dan kuas. Kuas itu bergerak agak cepat dan tulisan nya cantik seperti orang yang mengendalikan nya sudah mahir, dan bertuliskan karena dirimu sudah memperkenalkan diri mu maka tidak ada alasan aku tak melakukanya juga. Jadi perkenalkan nama ku Wang Yuan adik dari Wang Yu Yan salah satu murid dari akademi Naga Emas. Jadi bukankah kau tidak akan sia-sia datang ke akademi kami apakah kami telah menyambut kalian dengan keren atau kalian membutuhkan sesuatu yang lebih terutama untuk seseorang yang tadi sangat angkuh.
" Yuan" ujar semua orang terkejut bahkan Dera pun sama terkejut nya.
" Kau bilang tadi kau tak bisa" tanya nya.
" Aku tak bilang aku tidak bisa" ujar ku.
"Yuan kau dimana memei, meskipun baru sebulan aku sangat merindukan mu" ujar jijie ku.
Aku menggerakkan kuas itu kembali di kertas kosong lainnya dan menuliskan aku pulang jijie tapi aku disambut dengan beberapa hal yang tidak terduga.
" Kau dimana ku dengar adik dari Yu Yan adalah orang yang berwarna elemen paling lemah lalu kenapa kau bisa menguasai jurus kami dengan sangat cepat" ujar orang yang tadi mengintruksikan jurus tadi.
__ADS_1
"Kami disini" teriak ku dari atas pohon mangga setelah itu kami turun ke bawah.