The Switched Daughter

The Switched Daughter
Terkejut


__ADS_3

Yuan menunggu mereka bersiap-siap setelah lama menunggu mereka semua sudah siap dengan segala peralatan mereka hanya tinggal rumah mereka sebagian dari mereka masih tak mau pergi yaitu para lansia.


" Nak bisa kah kami yang tua ini tetap di sini" ujar seorang kakek.


" Alasan nya" tanya ku.


" Kami membangun rumah kami dari nol dan sekarang kami ingin meninggalkannya dan di tempat mu nanti pasti kami harus mencari tempat tinggal lagi" ujar nya.


" Hanya itu" tanya ku.


" Ya hanya itu" ujar nya.


' Dragon apa kah aku bisa membawa masuk tempat ini ke cincin dimensi ku' ujar ku.


' itu terserah pada mu' ujar nya.


" Karena hanya itu alasan nya bagaimana jika begini tak ada masalah lagi kan" ujar ku sambil mengibaskan tangan ku dan seketika seluruh barang dan tempat selain hutan semuanya telah masuk ke cincin dimensiku semua terkejut.


" Kemana" ujar seorang nenek dengan wajah sedih nya.


" Tenanglah nenek rumah kalian semua ada di cincin di mensiku ini saat sudah sampai di tempat ku nanti aku akan mengeluarkan nya rumah kalian akan ku jadian jaminan agar kalian tak lari" ujar ku namun mereka hanya diam tak berdaya.


" Hahaha jangan terlalu serius begitu aku hanya bercanda. Karena aku akan menjemput yang lain nya maka aku akan menyuruh keluarga ku mengantar kalian ke tujuan Leon dan Cici keluarlah" ujar ku sambil mengibaskan tangan keluarlah Cici dan Leon sehingga membuat semua orang terkejut.



" Cici dan Leon sayang aku tau kalian ngantuk maaf tapi bisakah tolong antar kan mereka ke depan hutan kabut" ujar ku semakin membuat mereka terkejut.


" Hutan kabut" tanya mereka kompak.


" Ya" ujar ku.


" Bukankah di sana sangat mengerikan" ujar seseorang.


" Menurut mu dari yang ku lakukan tadi apa penilaian mu" tanyaku.


" Kau sedikit misterius dan sedikit mengerikan saat kau membuat seluruh tempat kami hilang dan mengeluarkan dua singa ini" ujar nya.


" Aku adalah pemimpin di sana bagaimana kalian menilai ku maka begitu lah kondisi tempat tinggal ku karena tempat ku aku lah yang atur" ujar ku.


" Jadi kalian ikut lah kedua singa itu aku akan pergi" ujar ku ingin pergi namun di hadang oleh Cici dan Leon.

__ADS_1


"Ada apa "tanya ku mereka mengeluskan tubuh mereka ke kaki ku layaknya seekor kucing yang minta makanan karena lapar.


"Ahhh aku lupa maaf sayang aku belum memberi kalian makanan aku janji aku akan membawa daging segar yang banyak untuk kalian tapi ingat jangan menyusahkan mereka" ujar ku sambil mengelus dan mencium mereka karena perlakuan ku itu mereka berdua tersenyum.


" Baiklah aku pergi semua nya" ujar ku dan ingin berlalu pergi.


" Ehhh tunggu dulu dimana Mei" ujar ku mencari Fang Mei setelah ku lihat sekeliling aku melihat dia berada dekat Ming Yayan dan Ming Yue dia hampir terlelap karena aku ingin memastikan aku bertanya padanya.


" Sayang apakah kau boleh jijie tinggal" ujar ku.


" Jijie pergilah ada jijie Yayan dan Yue di sini" ujar nya.


" Baik dada" ujar ku.


" Dada jijie" ujar nya.


" Aku titip Fang Mei pada kalian semua mohon lindungi dia karena dia belum sekuat kalian" ujar ku.


" Baik lah dia sudah seperti anggota keluarga baru kami tentu kami akan melindungi nya" ujar ketua bandit.


" Terima kasih paman Ming" ujar ku membuat ia terkejut.


" Aku tak tau nama belakang mu jadi aku memanggil nama depan mu aku tak ingin kita kelihatan seperti orang yang belum saling kenal walaupun memang nama kalian belum aku kenal ketika di hutan kabut nanti saja kita kenalan" ujar ku.


" Baik" ujar mereka.


" Tunggu mereka berdua makan apa" ujar paman Ming.


" Mereka aku biasakan makan daging setengah matang karena di akademi waktu itu aku mengontrak mereka dari kecil jadi aku biasakan makan daging yang sudah setengah matang agar tak melukai murid lainnya" ujar ku.


" Apakah kami boleh memberikan nya" ujar Ming Yayan.


" Untuk saat ini jangan karena mereka lagi ngantuk jika mereka sudah kenyang mereka pasti otomatis akan tertidur dan ini malam hari dimana kalian akan menemukan daging maaf tapi jika kalian tak pergi malam hari pasti akan susah karena ketika siang hari pasti ada mata-mata kaisar iblis di sekitar jalan untuk mencari tau anggota 4 akademi agar mereka bisa mengambil sandera kami anak para kaisar" ujar ku.


" Ahh begitu kah" ujar Yayan.


" Ya kalau begitu aku pergi dulu" ujar ku.


" Baik" ujar mereka.


Aku berjalan ke arah pasar di mana para anak-anak dan ke dua kakak ku belanja namun aku tak menemukan mereka mungkin saja aku kelamaan jadi mereka kembali duluan aku pergi ke arah tempat persembunyian mereka

__ADS_1


Ketika aku sampai aku melihat sudah ada Dera di sana dan mereka semua juga sudah siap-siap.


" Kenapa kau lama sekali Yuan" tanya Dera.


" Kenapa" tanya ku balik.


" Aku bertanya kau bukan nya menjawab malah balik bertanya" ujar nya cemberut.


" Apakah kau berhasil merekrut mereka" tanya ku lagi.


" Entah" ngambek nya.


"Terrserah kau aku tak peduli jika ingin ngambek ya ngambek saja" ujar ku.


" Ck menyebalkan bro and sis kenapa kalian memiliki adik seperti dia" ujar Dera.


" Justru kami ingin bertanya kenapa kau betah berteman dengan nya yang tingkah nya seperti itu" ujar Nana.


" Ya karena dia sudah aku kenal dari kehidupan sebelumnya" ujar nya.


" Kalau kau sudah mengenal nya tak mungkin sifat nya yang biasa nya kau tak tau"ujar Joun.


" Aku tau dia memang selalu begini" ujar Dera.


" Ya sudah lalu apa masalah nya" ujar Nana.


" Tapi kan seharus nya ahhhhh sudah lah" ujar Dera.


" Aku lihat kalian telah siap-siap jika malam ini kalian berangkat apa kah sanggup karena jika di pikir-pikir jika di siang hari pasti banyak mata-mata jika kita berangkat sekarang jalan nya sepi dan cepat sampai " ujar ku.


" Benar juga" ujar mereka.


" Tapi apa kah kalian sanggup" tanya ku.


" Kami sanggup nak tenang lah" ujar mereka.


" Dimana Alexy" tanya ku pada Dera.


" Ia aku suruh antar para bandit kampung sebelah ke hutan" ujarnya.


" Oh begitu kah" ujar ku.

__ADS_1


" Bagaimana dengan mu" ujar nya.


" Aku juga berhasil" ujar ku.


__ADS_2