
..."Aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untukku."...
...~Gadis~...
LIKE VOTE KOMENTAR KAKAK,๐๐
...~~~~~~~~...
Raja keluar dari apartemen nya dengan mengendarai mobil tanpa sopir, dengan panduan sherlock yang Gadis kirim dengan mudah Raja menemukan Gadis sedang jogging di taman.
"Nah itu Jenong lagi nungging," gumam Raja asal kata.
Raja mengirim pesan WA ke nomor Gadis.
๐ค Nong liat mobil gue di belakang lu.
Tak berapa lama setelah mengirim WA, Raja melihat Gadis menengok ke arah belakang. Raja kembali mengirim pesan ke Gadis
๐ค buruan ke sini.
Gadis berjalan menghampiri mobil merci mewah hitam, Gadis terlihat ragu untuk mendekat langkahnya terhenti. Hal itu membuat Raja heran Kenapa Gadis tidak menghampirinya hingga tangan Raja spontan menekan tombol klakson.
TIINNN
Bunyi klakson mobil Raja membuat beberapa mata orang yang ada di taman menengok ke arah mobil nya.
"Hadeh! nih tangan reflek aja!" celetuk Raja mengangkat tangannya dari klakson.
"Jenong ngapain lagi berdiri kayak patung taman di situ?" gumam Raja.
Raja kembali mengirim pesan WA ke nomor Gadis.
๐คBuruan masuk mobil! Jangan kek patung taman suropati.
Raja melihat Gadis tersenyum saat melihat HPnya, melihat hal itu membuat hati Raja berdesir bagai angin pantai di pagi hari.
"Adem banget rasanya liat senyum lo Nong, kapan lu balas perasaan gue Nong. Gini amat rasanya cinta sepihak, seumur hidup gue selalu di kejar cewek ampe gue ngumpet di loteng 2 hari 2 malam. Tapi sekarang gue ngejar cinta lo udah 3 bulan belum positif juga hasilnya." keluh Raja pada diri sendiri.
Gadis berjalan mendekati mobil Raja dengan senyum manis di bibir seksualnya. Bibir yang selalu membuat Raja tergoda.
"Kapan lu off cantik menggoda di mata gue Nong?" gumam Raja menatap Gadis yang berjalan semakin mendekat.
Tok tok tok
Gadis mengetuk kaca mobil depan sambil membungkukkan badannya persis di samping Raja. Raja membuka pintu kaca mobil Wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Gadis.
"Assalamu'alaikum Kang, mau joging juga?" tanya Gadis.
"Waalaikumsalam, banyak orang nggak Nong?" Raja balik bertanya sambil kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri memperhatikan taman yang masih terlihat sepi dan hanya ada beberapa orang yang sedang melakukan joging.
"Kenapa? Takut Viral?" tanya Gadis memancing.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Gadis ego Raja merasa tertantang, dia pun membuka pintu mobil dan keluar. Gadis menggeser tubuhnya ke pinggir memberi Raja ruang untuk berjalan.
"Jangan maksain Kang, banyak resiko nya, Terutama buat ibu mertua." ucap Gadis mengingatkan Raja.
Mendengar kata ibu mertua yang Gadis ucapkan membuat Raja tertegun sejenak. Dia terlihat antara ragu dan tidak untuk go publik hubungannya dengan Gadis.
"Dah cuek aja, paling juga gosip Simpenan atau pacar baru gak jadi masalah. Udah jangan pikirin itu, kita Joging aja sekarang. Gue udah lama nggak joging kayak gini Apalagi ditemani gadis Pujaan Hati hehehe." ucap Raja mulai menggombal.
"Hilih, Akang pagi-pagi sarapan apa? udah mulai gombalin aja,"tanya Gadis menggoda.
Raja kembali teringat dengan kejadian di ruang laundry pagi ini
"Sarapan petasan gara-gara lu!" dengus Raja kesal dengan wajah mencebik dan mata tajam menatap Gadis.
"Kenapa lagi pagi-pagi udah pengen meledak Kang?" tanya gadis sambil menggoda.
"Kesel gue ama lu Nong!" Saut Raja siap meledakan perasaan kesal dan marah nya pagi ini di depan Gadis.
"Kenapa kesal? Apa gara-gara Gadis joging ninggalin Akang tanpa pamit, jadi Akang kesel?" tanya Gadis.
"Gara-gara lu pakein gue boxer setengah jadi gue ngrasa diperkosa!" bentak Raja kesal.
"Hah? Akang diperkosa siapa?" tanya Gadis polos tak paham maksud pembicaraan Raja.
"Huhhhh! Lola amat bini gue!" geram Raja sambil mengacak rambutnya.
"Dih! Orang Gadis tanya malah Akang esmosi." saut Gadis mengerutkan dahi.
Gadis tersenyum.
"Lucu." gumam Gadis menyusul Raja.
Mereka berlari beriringan mengelilingi taman mengikuti rute jogging track yang ada di taman itu. Gadis sesekali melirik Raja yang masih memasang wajah juteknya mode on.
"Akang kalau marah tambah-" ucap Gadis menggantung kalimat nya.
Raja diam tak terpengaruh tatapan Gadis, dia masih fokus ke depan, kali ini Raja benar-benar ingin menghiraukan Gadis.
"Kali ini gue nggak akan nyerah Nong buat maafin lu, kalau di rumah gue nggak bisa nahan anu gue karena kenakalan lu. Tapi di jalan lu nggak bakal bersikap nakal seperti di rumah." batin Raja dalam hati sambil tersenyum menyeringai.
"Kang, Gadis istirahat dulu ya di situ. Akang kalau mau jogging jogging aja, Gadis tunggu. Gadis udah dari tadi." ucap Gadis meminta izin kepada Raja.
Raja tidak menyahut dia tetap berlari meninggalkan Gadis yang berhenti tepat dekat bangku taman. Gadis tersenyum melihat punggung Raja yang semakin menjauh.
"Gemesin kalau lagi ngambek hehehe." gumam Gadis.
Gadis duduk di bangku taman di bawah pohon dengan batang yang cukup lebar dia menjulurkan kakinya dari bersandar di batang pohon tepat di belakang bangku taman.
"Subhanallah, indah banget langit pagi ini." batin Gadis mendongak menatap langit penuh kagum.
"Haris!" teriak suara perempuan memanggil nama Haris.
__ADS_1
Deg.
Jantung Gadis tiba-tiba berdebar kencang saat mendengar nama Haris di sebut.
"Kak Haris!" bisik Gadis seperti terjaga dari lamunan dan matanya berkeliling mencari sumber suara.
"Awas sayang, jangan dekat-dekat got nanti Haris jatuh sayang." ucap seorang ibu kepada putranya yang masih balita sekitar 5 tahunan sedang berlari-lari ditanam dan mendekati got yang ada di pinggir taman.
Gadis mengusap dadanya mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang sesaat kacau tak beraturan.
"Astaghfirullah.jaga hati hamba ya Rabb sampai semua urusan selesai. Jauhkan apapun yang berkaitan dengan dia ya Rabb." bisik suara hati Gadis sambil terpejam.
"Lu Kenapa Nong? Kok wajah lu pucat? kecapean ya?" tanya Raja dengan nada khawatir tiba-tiba datang mengagetkan Gadis.
"Ng-nggak Kang." jawab Gadis terlihat panik.
"Tumben gak biasanya Neng Nong gugup kek gitu, ada apa ya? apa dia lagi-" batin Raja mulai berpraduga.
"Udah joging nya?" tanya Gadis berdiri mengusap keringat di pelipis Raja dengan handuk kecilnya.
"Hmm." jawab Raja berdeham.
"Gatot ngambek gue liat mood Jenong." batin Raja.
"Masih marah Kang?" tanya Gadis mendongak menatap wajah Raja tertimpa sinar pagi yang menyusup diantara dedaunan.
"Gak jadi." kata Raja memalingkan wajahnya.
"Apanya yang Gak jadi?" tanya Gadis heran menatap Raja.
"Marahnya." singkat Raja menjawab.
"Kenapa gak jadi marah Kang?" kembali Gadis bertanya.
"Bawell banget sih lu Nong! Mau jadi marah apa enggak itu urusan gue. Dahlah gue mau lanjut joging lagi sekalian mau pulang." kesal Raja menjawab sambil berlalu meninggal kan Gadis.
Gadis beranjak dari duduknya berlari kecil menyusul Raja. Saat langkah Gadis sejajar dengan Raja, jari tangan Gadis menyentuh dan menggamit kelingking Raja dengan senyuman manis di bibir nya.
"Sentuhan maut bikin hati gue berdebar, kenapa cinta manis datang saat gue udah mau Om-Om. Kemana aja cinta gue selama ini kenapa baru sekarang gue baper." batin Raja melengos membuang wajahnya ke samping sambil tersenyum.
"Wow! ternyata sang CEO Wiguna grup rajin joging sambil pacaran juga." ucap suara pria dari belakang mengagetkan Gadis dan Raja hingga kedua nya membelalakkan mata.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Siapa suara di belakang mereka? Apakah Raja berani go public hubungan nya dengan Gadis?
Kemana hati Gadis berujung.
Yuk ikuti episode berikutnya Totok Pembangkit
jangan lupa tinggal kan jejak kakak๐ค๐
__ADS_1
.