
..."Senyumku, ucapanku,sikapku,dan semua yang ada pada ku adalah kebahagiaan mu"...
...~Gadis~...
LIKE LIKE JANGAN LUPA
BUAT READERS YANG MAU MASUK GC AUTHOR GALAKSI HALU KETUK PINTU DENGAN KODE NENGNONG 🙏🙏
...~~~~~~~...
Gadis sedang mempersiapkan ramuan untuk Raja malam ini di dapur di temani Bu San dan Yati.
"Mbak Yati tolong ambil kan jeruk lemon dan madu hitam." pinta Gadis kepada Yati.
"Maaf sebelumnya Kalau boleh tahu itu akar apaan Nyonya?"kata Bu Santi penasaran melihat Gadis sedang memotong benda seperti sebuah akar.
"Ini namanya akar pasak bumi Bu Santi." jawab Gadis melempar senyum.
"Oh ya, Bu Santi sama Mbak Yati malam ini pulang saja nggak usah nginep di sini. Kebetulan besok Gadis libur, jadi malam ini kalian berdua bisa kumpul sama keluarga." pesan Gadis kepada dua asisten rumah tangganya.
"Wah, makasih banget Nyonya sudah lama juga saya tidak nengok cucu saya," kata Bu Santi terlihat senang.
" Iya saya juga sudah kangen sama keluarga saya," sambung Yati.
"Ya udah mending sekarang Bu San sama Mbak Yati siap-siap aja." perintah Gadis sambil menyaring rebusan akar pasak bumi.
"Baiklah kalau begitu, kami Permisi Nyonya, terus nanti makan malam Tuan bagaiman?" tanyai Bu San menatap Gadis khawatir.
"Biar itu saya nanti yang urus Bu San." sahut gadis sambil tersenyum ke arah Bu Santi.
Bu Santi dan Yati meninggalkan apartemen saat waktu menunjukkan pukul 8.15 malam. Keduanya sempat berpapasan dengan Raja saat keluar dari pintu lift di lantai dasar sementara Raja Baru saja sampai di apartemen setelah mengantarkan Ruslan terlebih dahulu.
"Selamat malam tuan." sapa keduanya kompak kepada Raja.
"Hmm." Raja menjawab dengan berdeham dan berwajah kusut dengan baju yang sedikit kotor.
Setelah Raja maksud ke dalam lift, baru keduanya nya saling bergibah.
"Wajah tuan kelihatan kusut dan sangar banget ya Mak." kata Yati dengan nada heran melihat penampilan bosnya yang biasanya sangat rapi tadi terlihat kusut.
"Iya seperti habis dari Nguli." saut Bu Santi asbun.
"Tapi biar begitu tetap kelihatan keren ya Ma kaya Oppa Korea, artis favorit aku mak hehehe." puji Yati.
"Opa yang mana?" Bu San ikut penasaran sambil berpikir.
__ADS_1
"Mak bukan Opa tapi Oppa." protes Yati memperjelas.
"Sama aja timbang o nya kurang atu ni." debat Bu San gak mau kalah.
"Beda jauh Mak. Kalau Opa itu kakek nah kalau Oppa itu cogan Korea Mak." Yanti gak mau kalah mendebat.
Mereka berdua berdebat sambil jalan keluar dari apartemen.
"Iya Mak juga tau tapi kan Opa opa juga." kata Bu San masih saja kekeh.
"Dah lah terserah Mak aja." Saut Yati mulai menyerah dengan wajah ditekuk.
Mereka pun berjalan beriringan keluar dari apartemen dengan perasaan berbeda yang satu kesal yang satunya cuek dan bodo amat.
***
"Seger banget rasanya habis mandi." gumam Raja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Dapat kenanganya Kang?" tanya Gadis tiba-tiba sudah duduk di ranjang sehingga membuat Raja terkejut.
"Aaaa.. Astaghfirullah lu kek hantu aja ngagetin gue gak ada habisnya Jenong!" bentak Raja dengan dada deg-degan.
"Maaf, tadi sudah ketuk pintu tapi akang mandi jadi dah pasti gak dengar. Masak mau ketuk kamar mandi juga cuma buat absen kalau hadir hehehe." kilah Gadis tertawa.
"Gak lucu loh gak usah ketawa mood gue lagi jeblok!" dengus Raja kesal.
Gadis berjalan gemulai mendekat kearah Raja, di tangannya ada secangkir ramuan dari rebusan akar pasak bumi yang tadi dia buat. Dengan bibir tersenyum manis dan tatapan mata Sayu membuat Raja antara ingin marah tetapi juga hatinya mendayu-dayu.
"Sialan mulai lagi si jenong pasang ranjau, gue pengen marah dulu tapi napa hati gue ser-seran. Dicky lo kali ini diam jangan ajak mood gue kompromi. Ngerti gak lo." batin Raja menggerutu sehingga mengancam kembarannya.
Raja meraba Dicky dan kondisi nya masih sama belum bereaksi membuat Raja tersenyum menyeringai.
"Good job boy." batin Raja lalu menatap Gadis dengan dingin dan wajah galak nya.
Gadis memakai blouse warna putih dengan paduan rok Plisket selutut. Gadis berjalan sambil melepaskan rok nya dan melemparkan ke sembarang tempat. Tangan kiri Gadis membuka kancing blouse paling atas.
"Astaghfirullah bini gue kenapa nakal kek gini, ampun Mama Dicky dah tergoda. Mana jantung kek mau lompat lagi, kenceng amat detak nya." batin Raja meronta saat meraba Dicky yang sudah mulai on.
"Minum Kang." Gadis mengulurkan cangkir di tangannya sementara tangan kirinya mengambil handuk dari tangan Raja dan melemparkan di atas ranjang.
"Habis kan." ucap Gadis dengan suara lembut sambil membelai rambut Raja yang masih basah.
"Kenanga nya mana Kang?" tanya Gadis tangannya mulai turun ke leher Raja dengan sapuan lembut membuat bulu-bulu di sekujur tubuh Raja berdiri.
Radja tak mampu bersuara, dia hanya menunjuk gundukan Kenanga yang ada di atas meja rias.
__ADS_1
"Akang tiduran dulu gih, Aku butuh waktu sekitar 10 menit untuk membuat minyak Kenanga." ucap Gadis melepaskan tangannya dari tubuh raja dan berjalan mengambil Kenanga yang ada di atas meja rias.
"Lo mau ke mana Nong?" tanya Raja heran saat melihat Gadis membawa Kenanga berjalan keluar dari kamarnya.
"Ke kamar Gadis buat bikin minyak Kenanga alatnya ada di di kamar Gadis, tunggu aja dulu sebentar di sini Nggak lama kok." jawab Gadis sambil berjalan keluar.
"Gue ikut Nong!" Teriak aja bergegas turun Dari ranjang menyusul Gadis.
"Boleh tapi jangan ganggu." pesan Gadis kepada Raja.
"Siap Bu Bos." saut Raja merangkul pundak Gadis menuju lift.
Selama pembuatan minyak Kenanga Raja hanya rebahan di atas tempat tidur Gadis sambil memainkan HPnya, sesekali Raja melirik ke arah Gadis.
"Sumpah bini gue nantang banget tampilan nya, bikin anu gue meronta-ronta. Body nya bikin gue kek berasa di gurun sahara jadi pengen nelen ludah mulu." batin Raja mulai gelisah tidak tenang.
"OK, udah siap minyak nya kita mulai tetapi nya Kang." Kata Gadis berjalan menuju pintu.
"Nong lo mau kemana?" tanya Raja heran melihat Gadis berjalan keluar kamar.
"Terapinya di kamar gue ya Nong? Asik, Nah gitu dong Nong." Raja menjawab sendiri pertanyaannya dengan wajah sumringah.
"Loh Nong! mau kemana?" tanya Raja saat melihat Gadis mengambil arah bukan ke lift tapi ke dapur.
"Terapi." jawab Gadis terus berjalan menuju ruang belakang dapur.
"Emang terapinya di mana Nong? nggak di kamar gue?" tanya Raja terlihat heran.
"Enggak." jawab Gadis singkat membuat Raja semakin penasaran terus berjalan mengekor di belakang Gadis dengan wajah tampak bingung
"Nong tunggu!" cekal Raja saat tangan Gadis membuka pintu sebuah ruangan yang menurut Raja aneh.
"Apa Kang?" tanya Gadis santai.
"Jangan bilang terapinya di sini." ucap Raja menatap Gadis tajam tak percaya.
Gadis mengusap pipi kiri Raja dengan tangan kanannya.
"Betul sekali, ini tempat terapi kita malam ini." jawab Gadis dengan suara manja menggoda.
"WHAT! ARE YOU CRAZY!!" teriak Raja terbelalak.
...😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱...
Kenapa Raja begitu kaget dengan tempat terapi malam ini, sebetulnya di ruangan Apakah tempat itu akan dilakukan.
__ADS_1
Ikuti episode berikutnya Totok pembangkit.
Terima kasih untuk semua like vote gift dan juga komentarnya dukung terus kakak🙏🙏🤗🤗