
...Wanita yang baik adalah ketika semua pria mencintainya namun dirinya hanya mencintai satu orang pria.”...
LIKE VOTE GRATIS NYA KAKAK 🙏
Raja berusaha menghubungi nomor Gadis beberapa tapi hasilnya nihil bukan Gadis yang menjawab tapi operator telepon.
"Damn it! Kenapa Lo yang jawab! Gue mau Jenong yang jawab bukan LOO!" maki Raja pada teleponnya sambil melotot ke arah telepon.
"Dodol!" gumam Raja kembali memencet nomor di Hpnya.
"Angkat Buluk! Woy angkat Dodol!" teriak Raja merancau tidak karuan.
"Heh Buluk! Lo berani ya ngacuhin telepon gue? Udah nggak betah hidup apa udah nggak betah kerja sama gue. HAH!!" bentak Raja kepada orang di seberang telepon yang tak lain adalah Pras.
"Maaf Bos! Lagi tanggung kebelet ke belakang," saut Pras di seberang telepon.
"Cepat Lu cari bini gue!!" bentak Raja ditelepon.
"Lah emang bininya ke mana Bos?"tanya Pras heran.
"Eh Prasetyo dodol buluk! Lu nggak perlu tahu tanya kenapa dan apa, yang gue pengen lu lakuin cuman satu. Cari bini gue sekarang juga, kerahin anak buah lu kalo perlu sama turunan mereka sekarang juga! Ingat ya gue kasih waktu 2X24 menit gue harus tau di mana bini gue. Paham gak LO!!" bentak Raja sewot.
"CK...CK...CK, Di tinggal istrinya dah kaya di tinggal nyawa." celetuk Wijayanti melihat ulah putranya yang seperti kebakaran ekor.
"Gadis memang separuh nyawa Raja Ma," saut Raja menoleh ke arah Wijayanti
"Apa?" tanya Widayanti menantang tatapan Raja.
"Mama harus tanggung jawab." jawab Raja tegas.
"Tanggung jawab apa maksudmu Gus?" tanya Wijayanti menatap tajam kearah Raja.
"Bawa Gadis kembali sama Raja atau-," ucapan Raja menggantung kalimatnya.
"Atau apa?" tanya Widayanti menantang.
"Raja akan kembali sama Zee dan secepatnya akan menikah secara resmi," ucap Raja menyulut emosi Wijayanti.
"Oh, bocah gendeng. Kalau Mama punya anak dua sudah pasti Mama ceburin kamu ke kandang buaya! Nggak omongan nggak kelakuan selalu bikin orang tua pusing." maki Wijayanti meradang.
"Ma Gadis itu nggak sama seperti gadis lain seandainya Raja datang menemui dia tanpa Mama dia enggak bakal mau balik lagi kembali hidup sama Raja." ucap Raja memberi pengertian kepada Wijayanti.
\*Mama lihat kan kejadian waktu mama labrak Gadis dulu, Gadis nggak mau ikut sama Raja pulang kalau Mama enggak telepon dia. Pendirian Gadis itu kuat Ma nggak seperti cewek lain. Jadi Raja mohon kalau kita tahu di mana Gadis berada, Mama harus ikut Raja untuk membujuk Gadis pulang," lanjut Raja.
"Udah tahu keras kepala kok masih dipelihara. Kenapa kamu enggak cari saja perempuan lain selain dua orang perempuan itu yang bikin darah tinggi dan juga merendahkan diri Mama." dumel Wijayanti kesal dengan keputusan Raja.
"Ma, ini semua nggak bakal terjadi kalau Mama nggak ikut campur urusan Raja dengan Gadis." ucap Raja menyalahkan Wijayanti.
"Oh...anak demit satu ini bener-bener ya, kalau kelakuan kamu kayak gini sama aja kamu mau ngirim Mama untuk masuk rumah sakit," geram Wijayanti.
"Ya udah kalau gitu silahkan Mama nolak tapi sampai kapanpun Raja nggak akan nikah lagi dan nggak pengen punya Anak," ancam Raja menatap Wijayanti.
__ADS_1
Dreeettt Dreeettt
Hp Raja berdering ada panggilan masuk dan saat melihat siapa yang nelpon Raja langsung mengangkatnya.
"Gimana lu dah tau dimana bini gue?" tanya Raja tak sabar.
"Pulang kampung bos." saut Pras diseberang telepon.
"Kata siapa?" tanya Raja.
"Cewek abu-abu," jawab Pras.
"Thanks," Raja langsung menutup teleponnya.
"RUSLAN!!" teriak Raja menggema.
"Gak usah teriak Gus, jaman udah IPTEK Masih aja pake toak masjid!" dengus Wijayanti kesal.
"Dah kebiasaan,"jawab Raja seenaknya.
"YA TUAN, HADIR!" saut Ruslan keluar dari dapur tergopoh-gopoh menuju ruang tamu.
"Cepat siapkan mobil Range Rover untuk off-road sekarang.," perintah Raja kepada Ruslan.
"Siap Tuan, segera laksanakan," jawab Ruslan bergegas pergi ke luar apartemen Gadis.
"Mama sama Antie harus ikut Raja. No debat no comen," Raja berkata lalu pergi meninggalkan keduanya yang bingung saling memandang.
Wijayanti diam sejenak seperti sedang berpikir untuk mengambil keputusan.
"Anak demit itu keras kepala kalau aku nggak turutin apa maunya bisa bisa bener musnah keturunan ku," batin Wijayanti.
"Ikuti aja apa mau dia, kamu tahu kan watak nya?" tanya Wijayanti sambil berjalan keluar dari apartemen Gadis.
\*\*\*
Di lereng gunung kabupaten S.
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 siang tapi cuaca di daerah lereng pegunungan kampung halaman Gadis masih seperti pagi hari karena matahari yang selalu bersembunyi di balik awan dan juga kabut.
Begitu turun dari bis lintas provinsi di sebuah jalan desa, tampak beberapa tukang ojek menawarkan jasanya.
"Ayuk Neng akang antar bade ka mana?" tawar salah satu tukang ojek yang terlihat masih muda.
"Bade ka Leuwiliang kang," saut Gadis ramah.
"Ayuk atuh sok naik," ajak kang ojek bersemangat.
Gadis pun langsung setuju tanpa menawar ongkos ojek dan bersiap naik ke motor kang ojek.
"Jangan naik!" larang suara pria yang familiar di telinga Gadis langsung membuat jantung Gadis berdegup kencang.
__ADS_1
Deg deg deg deg
"Astaghfirullah, tolong jaga hati hamba ya Robb," batin Gadis menenangkan diri sambil memejamkan mata.
Perasaan melankolis langsung menghambur hinggap di hati Gadis. Rasa hati Gadis campur aduk, senang, takut, sedih, khawatir, bahagia dan juga canggung serta grogi. Matanya mulai berkaca-kaca, Gadis berusaha menata hatinya sedemikian rupa walau dadanya terasa berat dan sesak.
"Hampura danu ngantep Gadis jeung kuring (maaf Danu biar kan Gadis sama saya," ucap suara pria itu lagi.
Gadis menarik nafas panjang, jari telunjuknya menyeka genangan di tiap sudut matanya dengan wajah tertunduk. Setelah dia merasa lebih tenang Gadis mulai berani membalikkan badan menatap pria tampan di depannya.
"Assalamu'alaikum Kak Haris," sapa Gadis datar tanpa senyum.
Visual Haris.

Haris tidak langsung menjawab salam Gadis, tapi dia menatap lekat wajah cantik yang ada di depannya. Gadis terduduk hatinya yang kacau membuatnya tak mampu balas menatap Haris.
"Ehem, duka kumaha ieu teh(Maaf ini jadinya gimana)?" tanya Danu Kang ojek.
"Waalakumsallam, biar Kakak yang antar kamu ke rumah," ucap Haris.
"Gak usah Kak Haris, Gadis naik ojek aja," tolak Gadis.
"Kenapa? Kita kan satu arah?" tanya Haris menatap Gadis tajam.
"Takut omongan orang?" tanya Haris dingin seperti sedang menghakimi Gadis.
Gadis tak menjawab, Dia hanya diam.
"Ada yang mau aku omongin sama kamu Dis," ucap Haris.
"Maaf Gadis gak bisa, Permisi Kak," saut Gadis Lalu naik ke motor Danu.
"Jalan Kang." ajak Gadis.
Haris hanya bisa menatap kepergian Gadis yang makin menjauh sambil mengepalkan tangannya.
"Kita harus bicara Dis, kamu harus beri aku penjelasan." gumam Haris dengan mata memerah.
\-
\-
\-
Ketemu mantan 🤔😕
Apa yang bakal terjadi di desa Leuwiliang.
Next episode berikutnya
Terimakasih jejak nya 🙏🙏
Dukung terus Gadis dan Raja kakak🙏
__ADS_1