
..."Hampir setiap hari ini keadaan ku masih sama, terjebak oleh rindu yang tidak ada habisnya sama kamu"...
...~Raja~...
MINTA LIKE VOTE GRATIS KAKAK BIAR SEMANGAT.
Setelah Gadis memeriksa wajah Bian Gadis melepas sarung tangannya. Bian adalah seorang pengusaha muda, dia sebetulnya orang yang baik tapi entah karena apa wajahnya tidak bisa untuk tersenyum. Kalau dia senyum dia malah terlihat seperti orang mencibir. Karena itulah dia memakai jasa Gadis untuk acara pertunangannya.
"Cukup Mister." ucap Gadis.
Gadis memeriksa pesan WA saat layarnya menyala ada notif masuk. Gadis membuka hp di pangkuannya.
π₯ Jangan pegang wajah cowok lain Jenong!!!!!!.
Gadis tersenyum hingga gigi putih nya mengintip, dia mengangkat wajah cantiknya lurus menatap ke depan. Pandangannya langsung menangkap sosok rupawan Raja yang sedang memasang wajah kesal dengan mata mendelik kearahnya. Gadis membalas pesan Raja.
Ting
π€ Tuntutan kerja Akang π
Raja mendengus kesal menatap tajam ke arah Gadis, wajahnya memerah.
π₯ JANGAN DIPEGANG DI LIAT AJA π‘
Gadis kembali tersenyum membaca pesan Raja.
π€ Iya siap Akang π
cemburu nih Yee...π€
π€ Itu tandanya gue normal Nongπ€§
π€ π π
π₯ Makan dulu Nong
π€ Iya, Akang mau?
π€ Mau apaπ
,π₯ Mau Gadis suapin π€βοΈ
π€ Boleh, coba aja Kalau berani ke sini lu π€ͺ
π₯ Nantang nih π
Raja mengangkat kepalanya menatap lurus ke depan dimana Gadis juga sedang menatapnya sambil memiringkan kepalanya dan memberi tanda kiss dengan memanyunkan bibirnya di tutupi tangan kanannya.
"Dasar Jenong nakal, bikin baper gue aja"batin Raja sambil tertunduk dan tersenyum geli melihat sikap Gadis yang menggodanya sembunyi-sembunyi.
Raja kembali mengirim pesan WA ke Gadis.
π€ Cuma segitu keberanian lu π
Gadis melihat pesan Raja dia kembali menatap ke arah Raja, kali ini tatapannya dalam dan tajam.
"Bee kita duluan ya," Pamit Nyonya Anna beranjak dari duduknya di ikuti Bian.
"Enggak makan bareng kita dulu nih tante?" tanya Bee beramah tamah.
"Lain kali aja Bee." tolak Nyonya Anna sambil tersenyum tipis.
Nyonya Anna dan Bian meninggalkan restoran, kini di meja tinggal Bee dan Gadis. Sementara Raja dan Pras juga tinggal berdua.
π₯ Akang gak mau pindah duduk sini?
Gadis melihat ke arah makanan tapi jari telunjuknya digoyangkan ke arah Raja maju mundur sebagai tanda mengajak Raja untuk mendekat padanya. Apa yang Gadis lakukan membuat Raja tertantang.
"Bro gue mau pindah di depan." ucap Raja pada Pras tanpa menatap Pras tapi matanya menatap ke meja Gadis.
"Serius?" saut Pras sambil menikmati makanannya tanpa menoleh ke arah Raja, matanya fokus pada menu di depannya.
__ADS_1
"Dua rius." jawab Raja yakin.
"Yakin?" tanya Pras sambil melirik Raja dengan ujung matanya.
"Seyakin cinta gue sama jenong." Raja mengucapkan tanpa mengalihkan pandangannya dari Gadis.
"Bos, ijin ke kebelakang." kata Pras menatap kearah Raja dengan wajah serius sambil menggembungkan mulutnya.
Raja diam tak merespon matanya tetap tertuju pada Gadis. Melihat hal itu membuat Pras gemes kepada Raja karena Raja benar-benar mengacuhkannya. Pras menyenggol siku Raja, membuat Raja menoleh ke arahnya.
"Apa?" tanya Raja sambil mengangkat alis nya.
"Em emm," Pras tak bisa bersuara karena mulutnya menggelembung.
"Ngapain lu Dodol?" tanya Raja heran mengangkat alis nya.
"Pengen muntah bro," saut Pras.
"Lu sakit?" tanya Raja serius.
"Iya gue sakit bro," jawab Pras memasang wajah melas.
"Sakit apa Bro?" tanya Raja mulai cemas.
"Sakit hati liat bucin Lo!" dengus Pras kesal.
"Sialan Lo!" maki Raja sambil melempar napkin ke wajah Pras.
"Hoek Hoek hahaha." ledek Pras membuat Raja menjadi semakin kesal.
Raja beranjak dari duduknya Dia pergi meninggalkan Pras keluar dari restoran. sementara Gadis hanya bisa menatap Raja sambil tersenyum tipis.
\*\*\*
Di kantor Ayu
Zee menghempaskan tubuhnya di sofa,kakinya dia julurkan dan kepalanya bersandar pada pegangan sofa. Terlihat sekali wajahnya sangat kesal, marah dan juga kecewa. Ayu yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala. Ayu membawa badannya duduk di kursi kerja yang menjadi tempat ternyaman di kantornya.
"Sebel!" geram Zee
"Sabar cinta, jalan masih panjang menuju Romantis Haha," goda Ayu sambil tertawa.
"Aku penasaran, siapa sih cewek itu? Apa mungkin dia pacar Raj?" tanya Zee melirik ke arah Ayu dengan ujung matanya.
Ayu mengangkat kedua pundaknya dan juga kedua telapak tangannya dengan alis terangkat ke atas.
"Yu, lu lihatkan cewek itu biasa aja. Jujur, apa menurut lu gue kalah dibanding dia? Lu kenal nggak sih itu cewek?" tanya Zee bertubi-tubi.
"Ya elah yang cemburu, lu nanya apa interogasi gue? Mungkin dia teman atau asisten Bee." jawab Ayu terkekeh melihat sahabatnya yang sedang dilanda cemburu.
"Bee? Siapa dia?" tanya Zee penasaran.
"Make up artis yang sedang naik daun, dia dulu yang dipakai oleh keluarga Raja waktu acara pertunangannya dengan almarhum Vivian." jawab Ayu sambil memeriksa berkas klien di mejanya.
"Almarhum? Maksud lo Vivian-" kata Zee menggantung dengan nada kaget mendengar kata almarhum yang diucapkan oleh Ayu.
"Dia OD Zee, tragis juga nasib Rival Lo." saut Ayu sinis.
"Astaga gue nggak nyangka," ucap Zee pelan.
"Terus gimana reaksi Raj saat mengetahui Vivian OD, apakah dia kaget atau kau biasa saja? Jangan-jangan Vivian OD karena dia banyak pikiran atau tahu kalau Raja sedang punya perempuan lain yaitu gadis itu?" tanya Zee dengan makin menggila kepo nya.
"Kalau yang gue lihat Raja biasa saja, tapi nggak tau juga sih kalau ada kaitannya dengan gadis itu. Gue penasaran, kenapa sih kalo gue perhatiin lu kayaknya merasa terganggu dengan kehadiran gadis itu. Jangan bilang lu mulai merasa tersaingi dengan Gadis kampung itu." ucap Ayu mulai heran dengan sikap kekanakan yang Zee tunjukkan.
"Gue kayak bocil bucin yang cemburu ya Ay," gumam Zee tertunduk.
"Hmm," Ayu berdeham.
__ADS_1
"Gue cemburu karena belum pernah Raj bersikap dingin dan cuek ke gue walaupun gue sering nyakitin Raj. Tapi sekarang dia beda banget dan gue yakin cewek itu pasti salah satu alasan nya." dengus Zee penuh rasa kecewa.
"Itu cuma mainan baru Raja Cinta, gue yakin hati Raja masih ada buat lo, percaya deh," ucap Ayu menyemangati.
"Entah lah, kayaknya bakal banyak yang harus gue hadapin terutama Camer hehe." ucap Zee tersenyum kecut.
"Lu dah ketemu sama Tante Wija?" tanya Ayu menatap Zee.
"Belum, belum ada persiapan. Lu bantuin gue kek say." jawab Zee sambil memohon.
"Please," Ucap Zee dengan kedua tangan menangkep di depan dada.
"Tugas berat ini, Tante Wija kalau sudah di kecewakan sama orang nggak mudah maafin, jadi gue nggak janji tapi gue sebagai sahabat akan gue usahain."
"Makasih cinta. Muach." ucap Zee sambil memberi kiss jarak jauh.
\*\*\*
Penthouse Apartemen.
Pagi ini Raja bangun kesiangan tidak seperti biasanya.
Ting.
Raja keluar dari lift langsung menuju ruang makan di apartemen Gadis. Ruang makan ada bersebelahan dengan dapur. Raja melihat Gadis sedang memasak di dapur bersama Bu Santi, Raja pun langsung menghampiri.
Raja memeluk Gadis dari belakang sambil mencium pundaknya, Bu Santi yang melihat itu langsung pergi menyingkir seperti memberi ruang untuk kedua majikan berduaan sambil tersenyum simpul.
"Lagi bikin apa sayang?" tanya Raja memperhatikan Gadis sedang mengeluarkan buah delima dari cangkang kulitnya.
"Jus delima buat Akang," jawab Gadis sambil tersenyum menoleh ke arah Raja.
"Enak gak rasanya?" tanya Raja yang belum pernah memakan delima atau meminum jus buah delima.
"Enak kok, lebih enak lagi manfaatnya." jawab Gadis.
"Emang apa manfaatnya Nong?" tanya Raja mulai penasaran.
Gadis mulai memasukkan daging buah delima dengan mencampur sedikit air dan menekan tombol power blender portabel.
NGIIIIIIINNNGGGG....
KLIK.
setelah Gadis menyaring jus delima agar terpisah dari pecahan biji gadis lalu menuangkan dalam gelas. setelah siap Gadis membawa gelas jus delima berjalan menuju ruang meja makan diikuti Raja mengekor di belakangnya.
"Minum dulu, nanti malam rasakan manfaatnya Kang," jawab Gadis tersenyum.
"Habisin kang jangan sampai nyisa." pesan Gadis.
"Oh ya Kang, terapi nanti malam kita lakukan di luar nanti Gadis share loc alamatnya," ucap Gadis berbisik di telinga Raja.
"Hah? Di mana Nong?" tanya Raja kepo.
"Jangan kepo Kang, tar enggak suprise lagi."jawab Gadis semakin membuat Raja penasaran.
"Pakai bawa sarat bunga enggak Nong?" tanya Raja kembali.
"Nggak usah di sana ada banyak bunganya." jawab Gadis.
"Di mana sih tempat nya Nong?" tanya Raja semakin penasaran.
Gadis hanya menjawabnya dengan senyum penuh arti.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
Wah kira-kira dimana ya tempat terapi kali ini
Ikuti episode berikutnya
__ADS_1
Maaf lama up nya kakak reader π
Terimakasih untuk Like Vote Gift Dan Komentar nya kakak π€π