Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Harga Tender Sepiring Ketoprak


__ADS_3

..."Hidup ini kadang terbalik. Yang luar biasa berlagak biasa saja, dan yang biasa malah berlagak luar biasa."...


...~Raja~...


Raflesia ballroom di Hotel Pacific internasional tempat diselenggarakan acara meeting tender dengan perusahaan Mark Stell Corporation akan segera di mulai. Beberapa wakil dari perusahaan tambang bertaraf lokal atau internasional sudah memenuhi ruang ballroom.


Raja, Pras di temani seorang pengacara memasuki ruang acara, Saat hendak menuju kursi yang sudah di siapkan panitia penyelenggara, Raja dan Pras melewati kursi Alex dan Leo.


"Lo liat betapa sombongnya dia man, gue pengen banget ngancurin dia ampe tak tersisa sedikit pun milik nya. Kalau perlu dia terlilit hutang tujuh turunan, " dengus Alex berbisik di telinga Leo.


Leo hanya sekilas menatap Raja tapi tampak jelas sekali sorot kebencian dan yang tersimpan matanya.


"Gue nggak akan ngambil harta lu, tapi gue ingin ngambil semua harga diri lu sampai tak tersisa hingga tak ada rasa lagi kata bangkit. Yang tertinggal hanya rasa malu dan penyesalan terhadap diri lu sendiri," batin Leo. menatap Raja sinis dengan ujung matanya.


Saat Raja melewati Alex dan Leo dia sama sekali tak menoleh atau melirik ke arah Leo dan Alex sedikitpun, tatapannya lurus ke depan dengan sikap penuh percaya diri Raja duduk di kursinya.


"Pras mana proposal tender kita?" tanya raja meminta proposal tender.


"Ini Bos," ucap Pras mengulurkan beberapa lembar kertas yang tersusun rapi dalam sebuah map.


Raja dengan serius membaca setiap detail lembaran berkas yang ada di tangannya, Raja terlihat sangat fokus. Dia seperti tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. bahkan saat suasana riuh sekalipun tidak menarik perhatiannya sampai Pras menyenggol sikutnya.


"Ck ck ck, Wow! Zee memang selalu jadi bintang di manapun dia berada, " puji Pras melihat kehadiran Zee memasuki ruang meeting tender beberapa menit sebelum acara di mulai.


Zee tampil all out dengan dress tanpa lengan sepaha warna merah menyala, sementara wajahnya dirias dengan warna Senada dengan bajunya dan kacamata hitam yang menutupi matanya.


Zee berjalan dengan penuh percaya diri memasuki ballroom. Alex mengawasi hampir tak berkedip dengan tatapan dalam, terlihat sekali sangat terpesona dengan sosok Zee.


"Man, Gue heran sama lu, kenapa bidadari yang begitu sempurna lo lepasin dari genggaman tangan lo. Lo jangan nyesel kalau gue bakal dapetin dia untuk gue jadiin bidadari dalam hidup gue," ucap Alex penuh percaya diri akan bisa mendapatkan Zee.


"Ambil aja sesuka Hati lu, gue nggak akan pungut barang yang sudah gue buang," saut Leo tersenyum sinis.


"Lu benar-benar bodoh," gumam Alex dengan pandangan masih tetap mengikuti arah di mana Zee berjalan.


" Iya gue bodoh selama ini bertahan dengan dia," balas Leo setengah berbisik pada diri sendiri.


Perkataan Leo membuat Alex menoleh ke arahnya, ada satu pertanyaan yang masih membuat rasa penasaran dalam hatinya yaitu kenapa Leo sampai melepaskan Zee.


"Serius? Seandainya gue bisa dapetin Zee, lu nggak akan berubah sikap dalam pertemanan kita kan?" pertanyaan Alex seperti ingin mencari penegasan.


"Business is business there is no love in business," jawab Leo.

__ADS_1


"******," batin Alex saat tatapannya secara tak sengaja beradu dengan tatapan Zee.


Keduanya langsung melempar pandangan ke arah lain, terlihat sekali ada kebencian di antara keduanya. Saat Zee dan Ayu melewati kursi Alex dan Leo, Alex sempat menyapa dan langsung berdiri dengan senyum semenawan mungkin.


"Halo Zee. Wow makin mempesona saja dirimu, kamu memang selalu jadi bintang di setiap kesempatan karena itu aku selalu tak kuat dengan pesona mu," gombal Alex untuk menarik simpati Zee.


"Hi," saut Zee singkat dengan senyum tipis yang dipaksakan.


Leo sibuk dengan HP di tangannya, tak ada respon apapun saat Zee ada di dekatnya


"Ayo Zee ke kursi kita," ajak Ayu mulai jengah dengan basa basi Alex.


Raja fokus pada berkas di tangannya saat aroma jasmine menyeruak indra penciumannya Raja berusaha tetap fokus pada kertas di tangannya.


"Pffftt," Raja menarik napas panjang.


"Hai Raj," suara lembut Zee menyapa memanjakan pendengaran Raja.


Raja menengadahkan wajahnya menatap sekilas wajah cantik di depannya yang dulu begitu dia kagumi.


"Hmm." hanya Itu jawaban yang keluar dari mulut Raja lalu pandangan nya kembali jatuh pada berkas di tangannya.


Zee melirik sekilas kearah Ayu, Ayu mengusap dengan lembut seperti memberikan kekuatan agar Zee bisa sabar menghadapi Raja.


"Baik Buluk," saut Zee bercanda dengan senyum di bibirnya.


Zee melirik ke arah Pras dengan isyarat matanya, Zee menginginkan kursi yang Pras tempati karena kursi itu tepat di samping Raja. Pras mengerti maksud Zee, dia pun menggeser tubuhnya duduk di kursi belakang. Zee lalu duduk di tempat bekas Pras duduki.


"Sialan buluk! Ngapain dia pindah." geram Raja dalam hati.


Zee sengaja duduk sambil menyilangkan kaki jenjang nya saling bertindihan hingga membuat hampir seluruh paha putih mulusnya terlihat dan menantang mata Raja.


Raja menatap lurus ke depan untuk menghindari pemandangan yang disajikan Zee untuk menggodanya, Zee sengaja meletakkan tangan kirinya di paha kanan Raja sambil mengucap lembut.


"Sialan! Zee bener-bener pengen menggoda gue, " batin Raja geram dengan sikap Zee.


"Gue kan sekarang udah normal kalau kayak gini terus bisa aja si Dicky nggak mau diajak kompromi. Sabar sabar," batin Raja menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Zee melirik Raja dengan senyum penuh arti. Dia lebih merapatkan tubuhnya ke arah Raja hingga mereka benar-benar saling berdempetan. Raja menepis tangan si yang ada di pahanya lalu dia menggeser tempat duduknya menjauh dari kursi Zee.


"Selamat siang semua kita akan mulai agenda kita tender hari ini yang akan dipandu oleh Bapak Yogi. Waktu dan tempat kami persilahkan," kata kata pengantar dari pembawa acara.

__ADS_1


Raja kembali fokus ke depan mimbar, Zee kembali menggodanya, dia mengambil telapak tangan Raja dan meremasnya. Pras yang mengintip mereka dari belakang senyum-senyum sendiri melihat ulah Zee yang sedang menggoda Raja.


"Astaghfirullah! kenapa sama perut gue? Gak enak banget rasanya," batin Raja dengan keringat dingin yang mulai membasahi telapak tangannya.


Raja menarik tangannya dari genggaman tangan Zee.


"Baru awal begitu aja lu udah keluar keringat dingin, itulah yang gue suka dari lo." batin Zee tersenyum nakal.


"Aduh kenapa sakit, mana nambah jadi mulesnya. Kalau gue nggak ke belakang bisa-bisa bablas isi perut gue disini," batin Raja.


"Tapi kalau gue ke belakang bentar lagi giliran gue presentasi ke depan," batin Raja kembali berperang dengan kondisinya saat ini.


Zee semakin agresif menggoda Raja, dugaannya saat ini Raja benar-benar sudah masuk dalam perangkap jerat sentuhan mautnya. Zee kembali meraba paha dan memainkan jari-jari tangannya mengusap paha Raja.


"Astaghfirullah! Gue beneran gak tahan kalau kek gini," keluh Raja mulai menggeliat tubuhnya ke samping kanan dan kiri.


"Raj mulai terpancing dan bersemangat, Dia nggak pernah berubah mudah sekali nafsunya bangkit," batin Zee bersorak.


"Aduh kayaknya ada yang mau keluar nih," keluh Raja mulai panik dan wajahnya tampak memerah menahan rasa mulas di perutnya yang makin menjadi.


"Au... au... au." gumam Raja mendesah.


Zee terus bersemangat memainkan tangannya di paha Raja dengan senyum kemenangan.


PREETTTTTT.. TET TET


*Aaaahhhh!" desah Raja merasa lega begitu gas beracun keluar dari tempat pembuangan.


Mata Raja terbelalak saat semua orang memandang ke arahnya sambil menutup hidung begitu juga dengan Ayu dan Pras yang duduk paling dekat dengan Raja.


Wajah Raja memerah karena malu, tapi tiba-tiba rasa mulas kembali menyerang perutnya dan tanpa aba-aba pelajar langsung bangkit dari duduknya dan bertugas pergi menuju toilet.


"Kurang ajar kang ketoprak! Bikin gue bisa kehilangan proyek ratusan milyar," geram Raja sambil setengah berlari menuju toilet.


_


_


maaf upnya terlalu lama terima kasih untuk yang masih setia membaca novel Totok Pembangkit.


Terima kasih juga untuk semua like komentar dan rate juga gift-nya

__ADS_1


_


__ADS_2