Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Dingin Panas Jadi Hangat


__ADS_3

..." Ini cinta namanya. Percaya padaku ini bukan nafsuku. Perasaan yang utuh dari dalam hatiku."...


...~Raja~...


Raja memutar lagu Bidadari tak bersayap by Aya Ibrahim. Indahnya suara gesekan biola di awal lagu begitu syahdu. Raja menatap Wajah Gadis lalu berdiri dan mengulurkan tangannya.


"Will you dance with me baby," ajak Raja dengan wajah coolnya.


Gadis tersenyum manis membalas ajakan Raja, tangannya terulur menyambut tangan Raja. Raja menggenggam tangan mungil Gadis lalu menciumnya.


"Thanks sayang udah ada di kehidupan ku," ucap Raja menatap lembut Gadis.


Raja dan Gadis mulai berdansa saling menatap diam tanpa kata. Alunan nada mengiringi lirik baper dengan suara khas Aya Ibrahim.


"Kamu yang telah mengisi hari-hariku


Terima kasihku selalu buat ku tersenyum


Aku bahagia ditakdirkan bersamamu


Tuhan, satukanlah kita sampai waktu memisahkan


Kau malaikat tak bersayap yang aku cinta


Kau malaikat yang selalu menerangiku


Aku sayang kamu


Aku cinta kamu


Tuhan, tolong satukanlah kita


Dalam doaku selalu sebut namamu


Aku ingin hidup sampai tua bersamamu


Aku bahagia ditakdirkan bersamamu


Tuhan, satukanlah kita


Sampai waktu memisahkan


Kau malaikat tak bersayap yang aku cinta


Kau malaikat yang selalu menerangiku


Aku sayang kamu


Aku cinta kamu


Tuhan, tolong satukanlah kita.


"Seandainya gue ngucapin sejuta kali kata cinta buat lu gak akan cukup Neng," ucap Raja.


"Kalau begitu jangan ucapkan Kang," balas Gadis menghentikan dansanya.


Kedua tangan Gadis melingkar memeluk pinggang Raja, membenamkan wajahnya dalam dada bidang suaminya. Matanya terpejam air mata mengalir membasahi kemeja putih panjang dengan lengan di gulung.


Raja balas memeluk Gadis, mendekapnya erat sambil mencium pucuk kepala Gadis.


"Hari ini Lo kenapa sih Nong, Kok melow gini lu. Lu baik-baik saja kan?" tanya Raja cemas.

__ADS_1


Gadis diam tak menjawab, yang Gadis ingin lakukan saat ini adalah menuntaskan terapi dan pulang ke kampung untuk berjumpa Mamanya. Gadis mulai membuka kancing Raja tanpa berkata-kata. Kali ini Gadis berbeda, dia begitu agresif hingga membuat Raja heran sekaligus senang.


Raja membalas apa yang Gadis lakukan, Raja terbawa hasrat dan sejenak lupa dengan hal yang mengusik hatinya. Keduanya larut dalam kemesraan dan belaian.


"Gak perlu di totok Neng?" tanya Raja heran dari awal Gadis tidak melakukan ritual atau sarat apapun seperti biasanya.


Gadis hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Akang sudah sembuh," jawab Gadis singkat.


"Apa itu artinya...?" tanya Raja sambil pandangannya ke bawah.


Gadis mengangguk dan tersenyum tipis.


"Alhamdulillah ya Allah, selamat bro kita sudah sembuh!" teriak Raja kegirangan sambil mengepalkan tangannya mengangkat ke atas.


Gadis tersenyum melihat tingkah bocah Raja yang kadang berlebihan tapi lucu. Raja menunduk memandang Gadis tersenyum penuh arti, Raja menggandeng tangan Gadis membawanya tiduran di ranjang.


Mereka berdua saling tidur miring berhadapan, Raja memandang Gadis menjadikan tangan kanan penopang kepalanya sementara tangan kirinya membelai rambut Gadis.


"Cantik seperti bidadari, Ademm seperti oase. Bawel seperti nenek-nenek kurang kerjaan," ucap Raja menatap Gadis dengan datar.


"Akhir kalimat yang tak selamanya indah," saut Gadis mencebik.


"Buat gue saat lu hadir dalam hidup gue merubah segalanya menjadi lebih indah. Lu bawa cinta gue setinggi angkasa bikin gue ngerasa sempurna dan membuat hidup gue utuh Neng," ucap Raja penuh pujian kepada Gadis.


Gadis menatap wajah Raja yang tepat ada di depan wajahnya, gemuruh hatinya semakin kuat. Ada satu perdebatan antara amanah seorang istri dengan kenyataan di sekitar yang tidak mendukung. Ini terasa berat untuk Gadis, terutama di usianya yang masih terbilang belum menginjak dewasa.


"Akang maaf, Gadis tidak sesempurna yang ada dalam pikiran Akang. Mendengar semua ucapan Akang membuat Gadis malu jadi tolong, jangan ucapkan kata-kata sanjungan untuk Gadis Kang," ucap Gadis dengan mata terpejam.


Raja mendekatkan wajahnya ke wajah Gadis lalu mencium kening Gadis untuk beberapa saat, air mata tampak mengalir di kedua pelipis Gadis. Raja menghapus air mata Gadis.


"Saat Gue seneng atau gue sedih dalam keadaan jatuh dan terluka, gue cuma minta satu sama lu untuk bersama gue. Gue janji akan memperbaiki apa yang rusak pada diri gue Nong asal ada lu di samping gue."


"Hmmm." jawab Raja lembut dengan tatapan sayu.


"Ada es batu nggak?" tanya Gadis bangun dari tidurnya.


"Ada. Buat apa Nong?" jawab Raja balik bertanya.


"Buat bikin meleleh hati Akang, masa dari tadi Gadis terus yang hatinya meleleh hehehe," jawab Gadis sambil tertawa garing.


"Habis melow mulai dah lu olengnya, ada di kulkas di ruang kerja" saut Raja kesal.


"Dasar Jenong bocil lagi romantis ada aja kelakuan yang bikin suasana ambyar," dengus Raja kesal.


Gadis hanya tersenyum melihat Raja merajuk,


dia beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju pintu rahasia.


"Bukannya gimana Kang?" tanya Gadis dengan wajah bingung.


"Lu duduk aja, di ujung depan bagian bawah pegangan kursi bagian kanan ada tombol pencet aja," jawab Raja menjelaskan.


Gadis melakukan sesuai apa yang dijelaskan oleh Raja, dan seketika saat Gadis menekan tombol itu tiba-tiba posisi sudah berputar dan Gadis sudah berada di ruang kerja.


"Wow keren."pujian yang meluncur dari bibir Gadis.


Mata Gadis berkeliling ruang kerja Raja untuk menemukan di mana letak kulkas, manik matanya menangkap benda yang dia inginkan yang berada di sudut ruang kerja Raja dekat dengan jendela.


Gadis mengeluarkan beberapa es batu dari cetakan dan meletakkan di atas cup yang cukup besar. Gadis berjalan kembali menuju kamar. Gadis menuangkan air ke dalam gelas. Raja tak melepaskan pandangannya dari Gadis.

__ADS_1


"Gak minum susu aja Nong, tar pilek lu?" tanya Raja heran tak biasanya kalau malam Gadis minum es.


Gadis tidak menjawab Dia malah memberikan senyum nakal ke arah Raja dengan tatapan mautnya, Gadis membasahi bibir dengan lidahnya tampak sekali dia menggoda Raja.


Gadis mengambil satu bongkah kecil es batu yang berbentuk dadu Lalu mainkan es batu di mulutnya, Raja menelan salivanya beberapa kali. tubuh Raja bereaksi sangat cepat terutama Dicky, Raja hendak beranjak dari tiduran tapi Gadis mencegahnya.


"Tetaplah seperti itu Kang," pinta Gadis dengan suara manja.


Gadis berjalan gemulai lalu duduk di tepi ranjang tangannya mengambil es batu dan perlahan mengusap ujung kaki Raja dengan es batu pelan dan semakin naik ke atas bagian kaki Raja, sambil bibir sensualnya memainkan es batu menggoda Raja.


"Aaaahhh!" teriak Raja geli sekaligus terpancing hasratnya.


Gadis mendekatkan wajahnya ke wajah Raja menunduk dan mendaratkan ciuman di bibir Raja yang hangat, bibir dingin Gadis menjadi sensasi tersendiri bagi Raja.


"Dingin dingin nyess Nong hahaha," ucap Raja merinding hingga seluruh bulu tubuhnya berdiri.


"Rasa dingin dari es batu akan membantu saraf kita menjadi lebih terangsang," ucap Gadis manja.


"Sumpah Nong saat gue melihat raut wajah lu makan es penuh dengan kenikmatan, gue sendiri juga ikut nikmati dan bergairah.Β Ide lu gak pernah ada habisnya bikin gue selalu melambung dan gila dengan terapi lu Nong," puji Raja di balas dengan ciuman Gadis.


Keduanya larut dalam sensasi dingin dan panas yang bertemu hingga menimbulkan kehangatan yang luar biasa. Malam semakin larut teriakan Raja di selingi tawa Gadis menjadi nyanyian dua pasutri yang larut dalam gairah dan kemesraan.


"Brrrrrr! Dinginnnn!" teriak Raja setiap Gadis menyapu bagian tubuhnya dengan es batu.


"Hahaha! Geli dingin Nong brrrrrr hahaha,"


***


Keesokkan paginya di kediaman Wijayanti.


Pagi menjelang siang suasana pekarangan rumah Wijayanti terlihat rumahan hanya beberapa ART yang terlihat masih sibuk dengan aktivitas membersihkan halaman rumah dan juga dalam rumah.


Wijayanti tanpa asik sedang membaca koran di teras depan rumah sambil menikmati secangkir green tea hangat ditemani Ify.


TIINNN.


Suara klakson mobil tiba-tiba membuat keduanya melihat ke arah pintu gerbang dengan tatapan heran.


"Kamu ngundang siapa pagi ini dek?" tanya Wijayanti kepada Ifi sambil matanya tetap melihat kearah pintu gerbang.


"Aku ndak ada janji sama siapapun pagi ini Mbak Yu," jawab Ify dia juga merasa penasaran siapa yang datang pagi ini.


Pintu gerbang terbuka tampak sebuah mobil sedan mewah merek terkenal memasuki halaman pekarangan rumah Wijayanti, Ifi berdiri menanti siapa yang akan keluar dari mobil.


Begitu mobil berhenti pintu samping sopir terbuka dan terlihat Ayu turun sambil melempar senyum ke arah Ifi dan Wijayanti.


"Selamat siang Tante, maaf ya Ayu datang mendadak nggak ngasih kabar sebelumnya," sapa Ayu berjalan sambil menaiki tangga.


"Sama siapa kamu datang ke sini?" tanya Wijayanti karena dia tahu persis mobil yang datang bukan mobil Ayu.


"Oh iya Tan, Ayu datang dengan seseorang yang sangat spesial, pasti Tante bakal kaget begitu melihat dia," ucap Ayu.


Pintu mobil bagian sopir terbuka dan keluarlah Zee, mata Wijayanti langsung terbelalak melihat kedatangan Zee ke rumahnya. Bibirnya mengatup dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Drama apa yang bakal terjadi selanjutnya


apakah Wijayanti dan Zee akan bekerja sama untuk mengisahkan Raja dan Gadis atau malah sebaliknya


yuk ikuti episode selanjutnya Totok pembangkit

__ADS_1


jangan lupa like comment dan vote serta gift-nya Terima kasih untuk semua jejaknya πŸ™,


Maaf belum bisa membalas komentar karena kesibukan RL πŸ™πŸ™


__ADS_2