
Waktu terus berjalan kejadian buruk yang ditimbulkan oleh Zee baru saja, membuat Raja harus ekstra cepat untuk pulang menjemput Gadis. Seperti biasa jika dalam keadaan sedikit panik Raja tidak berhenti mengoceh tak karuan.
"Caplang! Emang lu nggak tahu jalan tikus ya? Kan gue dari tadi bilang lewat jalan tikus jangan lewat jalan komodo! Macet kan jadinya!" bentak Raja tak berhenti saat mobil yang ditumpanginya terjebak macet.
"Maaf tuan Ini juga udah jalan tikus makanya macet, karena hampir semua orang yang terjebak di jalan utama pasti lari ke sini tuan." Ruslan dengan hati-hati memberi alasan.
"Ngeles aja lo paling bisa!" dumel Raja kesal.
"Kalau gini caranya mana bisa on time. HUHHH!!" dengus Raja mulai emosi.
Ruslan mulai mengerutkan tubuhnya dia sepertinya harus siap jika Tuannya melakukan hal yang buruk padanya.
"Maaf tuan." lirik suara Ruslan hampir tak terdengar.
"Gue harus gimana ini biar Jenong bisa datang tepat waktu, kalau gue pulang ke apartemen udah pasti banyak makan waktu dan acara bakal kemaleman. Ayo Bagus pikirin cara yang efektif buat jenong, cepat datang." batin Raja berpikir keras.
"Aha, good idea," Raja tiba-tiba bersuara Sepertinya dia sudah menemukan cara agar Gadis cepat dibawa ke tempat acara tanpa harus menjemputnya.
Raja membuka HP lalu mencari salah satu nama di kontak hp miliknya, begitu dia menemukan nama yang dicari Raja langsung menghubungi.
" Halo Raya gue bisa minta tolong nggak sama lu?" tanya Raja tampak karena bagaimanapun juga dia dan Raya belumlah saling kenal dekat hanya sebatas sambil lalu.
"Siapa nih?" tanya Raya di seberang telepon dengan nada jutek.
"Gue Bagus Eh maksud gue Raja. Gue pemilik PH tempat Gadis kerja sekarang. Gue minta tolong, lu bisa nggak bawa Gadis untuk hadir di acara khusus dan ini sangat penting menyangkut masa depan dia karena gue tahu lu teman dia makanya gue minta tolong lu bawa dia ke alamat yang nanti gue kasih. Please ini penting banget," kata Raja to the point.
Sesaat tak ada jawaban dari Raya, Raja mulai cemas.
"Ya Allah semoga dia mau." batin Raja berharap.
"Halo Raya lu masih-,"
__ADS_1
"Kirim aja alamatnya."Raya menjawab dengan singkat.
"Oke bro langsung dikirim Makasih ya bro." Raja terlalu bersemangat menyahut sehingga dia tidak menyadari sedang bicara dengan siapa.
"Hah? Bro?" tanya Raya dengan nada kesal.
"Maaf Raya, maksud gue Makasih cantik." ucap Raja semakin gak jelas singa membuat Raya langsung menutup teleponnya.
"Alamak! Salah lagi gua." siapa aja sambil menggaruk tengkuknya.
"Caplang! Putar balik arah balik lagi ke hotel." sikap raja pada Ruslan.
"Siap bos."
***
Raya rebahan di atas tempat tidur Gadis memperhatikan Gadis yang sedang merias wajahnya nya untuk menemui Raja sesuai Pesan yang disampaikan Raja lewat WA kepada Raya agar Gadis berdandan secantik mungkin dan memakai baju yang yang paling bagus.
"Apa Akang ngajak dinner ya? Tapi kenapa Akang tidak menelepon langsung malah menyuruh Kak menjemput ku?" beberapa pertanyaan berkecamuk di pikiranku hati Gadis.
"Sama Akak Gadis juga bingung." saut Gadis.
Tak berapa lama Gadis sudah siap, gadis tampil dengan sangat cantik dan juga dress berwarna silver panjang di padu dengan hijab berwarna senada.
"Subhanallah adek kakak cantiknya bakal bidadari, kakak yakin kalo suami kamu pasti dia langsung bersyukur dan gak pernah menyesal memilih kamu menjadi istrinya." puji Raya.
"Makasih akak. Oh iya, akak kan di undang juga. gimana kalau Kakak juga ganti baju dan sedikit pake make up." usul Gadis pada Raya bersemangat.
"Gak gak kakak gak mau." Raya langsung menolak usul Gadis.
"Ayolah kak, please." ucap Gadis memohon dengan wajah melankolis nya membuat Raya berpikir.
__ADS_1
tanpa menunggu kata iya keluar dari mulut Raya, Gadis langsung meraih alat make up nya dan menarik tangan Raya untuk duduk di depan meja rias.
"Tapi janji jangan terlalu tebal make up nya," pesan Raya.
Dengan semangat 45 Gadis lalu mulai makeover pada Raya. Tak Butuh waktu lama untuk jadi membuat Raya tampil beda 180°
Visualnya Raya
Raya menatap dirinya di cermin dengan tidak percaya dan tidak mengenali kalo bayangan di cermin adalah dirinya.
"Dek, hapus aja kaka insecure," tangan Raya ndak menghapus make up di wajahnya tapi Gadis dengan sigap menahan tangan itu.
"Ihh, apaan sih akak gak ngehargai hasil karya Gadis," protes Gadis tak terima.
"Tapi kakak-"
"Stop! Gadis gak mau tau. Kita berangkat sekarang," ajak Gadis menarik tangan Raya.
Dengan mengendarai taksi online yang mereka pesan tepat pukul 8 malam mereka sampai di hotel tempat Raja mengadakan pesta syukuran.
Raja menyambut Gadis tepat di depan pintu masuk ballroom dengan berpenampilan sangat keren dan kece badai.
Hampir semua tamu yang baru datang dan menyapa raja langsung terpasang bahkan para kaum hawa semua terpesona. Malam ini rasanya benar-benar ingin tampil setampan dan semenarik mungkin untuk Gadis.
"I miss you so much Nong," bisik Raja saat melihat kedatangan gadis dan Raya dengan senyum manis mengembang di bibirnya.
Raja berjalan menghampiri Gadis dengan langkah tegap dan lengkungan di kedua sudut bibirnya dengan mata tampak berkaca. begitu jarak tinggal Raja mengeluarkan tangan kanannya.
Gadis terlihat canggung dan juga bingung hingga dia tak memperhatikan jalannya hingga kakinya tersangkut ujung karpet dan hilang keseimbangan.
"Awas! My baby!" teriak Raja tanpa sadar hingga membuat semua orang langsung menoleh ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Tangan Raja merangkul pinggang Gadis dan langsung memeluknya, untuk sesaat mereka berdua saling menatap dengan wajah wah kaget.
Begitu juga dengan Raya dan semua orang yang ada di depan pintu mau masuk ballroom.