
..."Membahagiakan mu saat ini adalah tugasku, Tak perlu tanya dengan apa dan bagaimana aku melakukannya"...
...~Gadis~...
LIKE VOTE KAKAK 🙏😊
...~~~~~~~~...
Gadis menatap langit malam dari balik jendela pesawat berbentuk oval, cahaya bulan dan bintang di langit mempunyai caranya tersendiri untuk menghibur malam dari sepi dan gelap.
"Aahh." Gadis menarik napas berat.
"Lu nyesel ya ikut gue." cetus Raja yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu kamar pesawat membuat Gadis kaget dan memandang Raja sambil tersenyum.
"Mana ada ikut suami nyesel." jawab Gadis ringan.
"Tuh, napas berat gitu kenapa?" Raja mulai memperlihatkan sisi Obsesif nya.
"Gak, cuma capek aja Kang, sini!" ajak Gadis menepuk sisi tempat tidur pesawat yang berukuran sedang.
Raja mendekati Gadis Matanya selalu saja tidak bisa lepas dari memandang Gadis. Entah candu apa yang sudah Gadis tanamkan.
Raja sering berpikir, mengapa setiap matanya melihat Gadis menjadi satu kenikmatan untuk memanjakan matanya, terkadang dia suka senyum sendiri tanpa sepengetahuan Gadis.
"Kenapa gue jatuh cinta sama nih bocah?" batin Raja bertanya pada dirinya sendiri.
Raja duduk di samping Gadis memandang wajah Gadis lekat-lekat. Gadis mengambil tangan kanan Raja meraba denyut nadi dan juga detak jantungnya.
"Bagus." ucap Gadis.
"Apanya?" tanya Raja tak mengerti dengan ucapan Gadis.
"Stamina Akang, minumlah ini." ucap Gadis sambil menyodorkan secangkir ramuan berwarna kecoklatan.
"Apa ini Neng?" tanya Raja sebelum dia meminumnya.
"Ini rebusan akar maca manfaatnya dapat meningkatkan libido, mengurangi gejala menopause, memerangi radikal bebas, mengurangi dampak sinar matahari, mengurangi tekanan darah, meningkatkan suasana hati, hingga meningkatkan kesuburan," jelas Gadis seperti seorang herbalis.
"Oh gitu." saut Raja langsung meneguk habis ramuan akar maca itu tak tersisa.
"Sekarang Akang buka baju, kita akan mulai terapinya.
Gadis lalu mematikan lampu utama kamar menggantinya dengan lampu tidur yang redup, seketika suasana menjadi temaram dan romantis. Gadis memutar lagu This I Promise You by 'N Sync, membuat semakin romantis.
"Akang buka bajunya." perintah Gadis sambil membantu membuka kancing kemeja Raja.
Raja diam saja, tatapan matanya tetap memandang wajah Gadis. Tangannya perlahan mengusap pipi Gadis dengan lembut lalu jari-jemarinya meraba hidung Gadis beralih ke bibir Gadis membuat Gadis memejamkan matanya tapi tangannya tetap membuka kancing baju Raja.
"Gue mencintai lu Nong dan tidak ingin kehilangan lu karena hidup gue lebih baik sejak gue tahu tentang cinta sama lu." bisik Raja membuat Gadis kembali membuka matanya.
" Makasih Kang," balas Gadis haru.
Gadis meremas kuat kemeja Raja, mendekatkan wajahnya dan kemudian mengecup bibir Raja. Raja pun membalasnya.
tangan Gadis menotok punggung Raja tepat di belakang pusar. Raja terkejut kaget Karena rasa sakit yang timbul akibat totokan Gadis.
Setelah 1 menit tangan Gadis berpindah, kedua tangan Gadis diletakkan di belakang telinga Raja lalu menekannya dengan sedikit tenaga membuat Raja kembali kesakitan sampai melepaskan bibir Gadis.
"Aaaaawww!!" teriak Raja tak mampu lagi menahan rasa sakit.
"Sabar, bentar lagi Kang." ucap Gadis menenangkan Raja.
__ADS_1
Raja menarik selimut dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menggigit sekuat tenaga untuk mengurangi rasa sakitnya.
Gadis mulai mengurut lembut telinga Raja lalu turun ke punggung, Sapuan tangan Gadis membuat hasrat Raja menanjak bak ular tangga. Naik dan terus naik.
"I love you so much Neng." bisik Raja ditelinga Gadis kemudian mengecup lembut telinga Gadis.
...Alunan lagu This I Promise You're by 'N Sync...
Bagai nada cinta yang membuat terbuai dua insan yang larut dalam hasrat.
"Sekarang waktu nya buat Akang." ucap Gadis lirih dengan tatapan sayu nya.
Raja membuka kimono handuk Gadis, mata nakal Raja langsung tertuju pada lingerie merah cabe yang menantang.
"Wow naughty girl." puji Raja tersenyum nakal
"Kenapa? gak suka ya?" tantang Gadis membusungkan dadanya.
Deg deg deg deg
"Waduh gak cuma Dicky yang lepas kendali, jantung gue juga ikutan tak terkendali. Mamaa tolooong!" batin Raja awut-awutan tak karuan.
"Gue akan makan lu habis malam ini Nong." saut Raja mendekat ke tubuh Gadis hingga Gadis merebahkan tubuhnya di kasur.
"Bintang bulan awan meteor komet, engkaulah saksi kita malam ini." ucap Raja ngaco membuat Gadis tertawa.
"Hahaha! Udah buruan keburu ada meteor meledak bisa ngumpet lagi si Dicky." goda Gadis tertawa terpingkal.
Suasana romantis seketika berubah, Raja menjadi serius.
"Gak bakal ada yang bisa bikin Dicky ngumpet emang kita di antariksa apa ada meteor meledak." saut Raja semakin mendekatkan wajah dan tubuhnya menindih Gadis.
Gruduk gruduk
Tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi dengan getaran cukup kuat membuat Raja dan Gadis kaget langsung saling memeluk.
"Kang,! Apa Gadis bilang! Sombongnya di buang napa, udah buruan Dicky udah shock tuh untung gak off lagi." goda Gadis kembali.
"Iya gaskeun lah Nong, banyak guncangan." saut Raja.
Dan benar saja selama mereka bercinta di udara beberapa kali terjadi turbulensi membuat keduanya tiba-tiba kaget tapi sekaligus memicu adrenalin mereka hingga timbul sensasi yang luar biasa.
Sungguh terapi di awan dengan guncangan Turbulensi menjadi pengalaman dan kenikmatan tersendiri untuk keduanya.
***
Penthouse apartment
Mobil Wijayanti dan Ifi berhenti tepat di depan pintu masuk apartemen. Di tangan kanan Wijayanti menggenggam pecut kuda lumping pemberian Mbah Brojol.
"Mbak Yu masih ingatkah berapa kali harus memukul Gadis dan Raja? Jangan sampai salah Mbak Yu, gadis 7-" kata Ifi terpotong.
"Iya iya iya, aku masih ingat Dukun itu tujuh kali dan Bagus ku 9 kali." saut Wijayanti lalu turun saat pintu dibuka oleh Jali sopir pribadinya.
"Selamat pagi Nyonya besar Madam Ifi." sapa security yang bertugas menjaga pintu utama lobby menyapa dengan hormat.
Keduanya tidak menyahut tetap berjalan lurus ke depan.
"Nyonya besar ngapain bawa pecut kuda lumping. Emang ada jaranan ya Ras?" ucap Hasim security yang bertugas di pintu masuk utama lobby kepada Saras resepsionis.
"Masak udah Oma-Oma main jaranan Mas." jawab Saras.
__ADS_1
"Mungkin Bos Raja nakal mau di pecut kali." lanjut Saras asal bicara.
"Bisa juga Ras. Kasian juga Bos kita, udah jomblo kena KDRT pula." saut Hasim.
Setelah menaiki lift Wijayanti dan Ifi keluar di lantai 29, mereka berdua berjalan agak cepat menuju Apartemen Gadis. Wijayanti sudah memasang wajah seramnya dengan mata melotot bibir mengerut dan urat leher menegang
Ting tong.
Suara bel pintu berbunyi membuat Yati setengah berlari menuju pintu dan saat pintu terbuka, Yati kaget tidak menyangka kalau yang bertandang ke apartemen Gadis adalah Nyonya besar.
"Nyo nyo nyo nyo nya!" kata Yati gagap sedikit berteriak membuat Bu Santi yang sedang sibuk di dapur langsung berjalan menuju ke ruang tamu.
Begitu melihat Siapa yang datang, Bu Santi langsung buru-buru menyambut dengan penuh hormat sambil membungkukkan badan.
"Selamat pagi, ada perlu apa pagi-pagi Nyonya bertandang ke sini?" tanya Bu Santi.
"Panggil kan Tuan dan dukun itu!" perintah Wijayanti dengan sorot mata tajam ke arah Bu Santi.
"Maaf Nyonya keduanya sedang tidak ada di rumah," jawab Bu Santi.
"Aku nggak mau tahu! pokoknya, Cari mereka suruh si Ruslan atau si Pras untuk mencari mereka sekarang juga!" bentak Wijayanti.
"Pras ikut dengan tuan dan Nyonya pergi.Kalau Ruslan sekarang sedang off. Saya tidak tahu dimana kampung halamannya, tapi seandainya ada juga pasti Ruslan tidak akan bisa mendatangi mereka bertiga Nyonya." jawab Bu Santi.
"Memang mereka bertiga pergi ke mana?" tanya Wijayanti mulai kesal dan emosi.
"Ke Paris sejak semalam Nyonya." jawab Santi.
"PARIS!" teriak Wijayanti dan Ifi bersama hampir keluar bola matanya.
Bu Santi yang mendengar teriakan keduanya langsung meringis.
"GAGALLL!" teriak Wijayanti sambil memecut sofa yang ada didekat nya.
"Sabar Mbak Yu! Sabar!" teriak Ifi menenangkan Wijayanti tanpa berani mendekat takut kena pecut.
Setelah merasa lelah dengan memecut sofa dan barang-barang yang ada di sekitarnya dengan pecut. Wijayanti lalu mematahkan pecut itu menjadi beberapa potongan.
Napas Wijayanti turun naik dadanya tersengal sengal.
"Dukun ngibul sok tau, Penipu! Kalau memang dia sakti harus nya semalam sudah tahu kalau mereka berdua terpisah benua dengan kita." teriak Wijayanti meluapkan kemarahannya.
"Iya ya, kok dia gak ngasih tau kita. Rugi 25 juta kita Mbak Yu." saut Ifi mulai terbuka pikiran nya tentang dukun penipu itu.
"Fi uang 25 juta itu buatku seperti aku beli kerupuk, masalahnya yang bikin aku marah bukan itu. Tapi pegelnya badanku sakitnya badanku selama 20 jam bolak-balik naik mobil sama Mandi Kembang Tengah Malam sampai rematik ku kambuh, itu yang bikin aku marah! tahu kamu!" pekik Wijayanti membanting potongan pecut dan keluar dari apartemen Raja di ikuti Ifi.
Bu Santi yang sedari tadi diam terbengong mendengar perkataan terakhir Nyonya besarnya.
"Hah? beli krupuk 25 juta, beli di mana itu?" gumam Bu Santi.
...😂😅😅😅😅😡😡😡😡😂😂😂😂😂...
Nah loh Wijayanti gagal lagi
gimana dengan Gadis dan Raja
ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit
Jangan lupa like kakak
Terima kasih yang selalu dukung denga jejaknya 🙏🙏😊
__ADS_1