
..."Kalau kamu gak mau jujur, aku bisa apa. Apalah aku😔"...
...~Gadis~...
LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK🤗
...~~~~~...
"HONEY!!??" pekik Raja dengan mata membelalak melihat kehadiran Vivian.
Gadis mencubit tangan Raja yang masih memeluk pinggang nya agar Raja melepaskan dan spontan Raja melepaskan tangannya.
untung saja hari mulai gelap. Gadis mundur selangkah ke belakang sejajar dengan Pras.
"Siapa yang berlibur honey, ini kita habis selesai bekerja di pulau seribu," ucap Raja Mencari Alasan Dia berjalan menghampiri Vivian dengan senyum semanis mungkin.
"Bekerja? Sejak kapan seorang Raja turun tangan langsung ke lapangan bekerja bersama bawahannya, apalagi hanya untuk pembuatan sebuah video klip. Jangan berbohong! semua kegiatan di Pulau itu aku tahu karena ada orang-orang ku di sana!" ucap Vivian memojokkan Raja.
"Honey, aku memang tidak bekerja yang bekerja dia, aku hanya memancing mencari gambar yang bagus untuk menambah koleksi fotoku. Cuma itu honey." Raja berkelit membujuk Vivian sambil mengusap lembut telapak tangan Vivian.
"Dasar buaya rawa soang asal liat yg kinclong nyosor aja bawaannya," batin Pras mencibir.
"Drama bakal di mulai mending cabut duluan, kesempatan buat nonton Black Window sama Siska, yes!" batin Gadis bersorak dalam hati.
"Lepaskan! gak usah pake ngerayu Mas, aku yakin kamu anu sama cewek murahan itu!" ucap Vivian sambil menunjuk ke arah gadis
Gadis tak menunjukkan respon apa-apa dia masih berdiri sambil matanya melihat kanan kiri tak jelas.
"Terus itu cewek murahan kenapa sama kalian? jujur Mas!" dengan mata melotot Vivian bertanya.
"Di-a, di-a-," Raja menjawab terbata.
"Dia calon pacar saya nona, maaf tadi dia kebetulan kerja di tempat yang sama jadi saya ijin sama tuan untuk membawanya bersama." kata Pras berbohong.
Raja menatap Pras dengan tatapan bingung sekaligus marah dan terimakasih, Vivian menatap Pras dan Gadis bergantian seperti mencari kepastian akan ucapan Pras.
"Ayo dek, saya antar kamu pulang." ajak Pras kepada Gadis.
"Gak usah Mas, Saya mau ke rumah temen ada janji mau nonton bareng malam ini. Saya duluan ya Mas, tolong bilang orang rumah saya kalau saya pulang malam maaf HP saya lowbat." tolak Gadis tanpa melihat Pras tatapan matanya terarah ke Vivian.
"Ok, tapi hati-hati dek. kalau ada apa-apa kamu hubungin Mas dek," Pras berpesan.
"Dek? cuih liat aja lu Pras ntar," batin Raja menatap Pras sinis.
Gadis melangkah pergi terlebih dahulu saat melewati Raja dan Vivian dia berhenti tepat di depan mereka.
"Saya bukan cewek murahan. Untuk mendapatkan saya pria akan melakukan apa saja jadi saya harap anda mengingat itu nona!" tandas Gadis menatap tajam Vivian.
Deg.
Dada Raja seperti terhantam bodem yang sangat besar berdebar kuat mendengar perkataan Gadis.
__ADS_1
"Kata-kata Jenong bikin jantung gue ambyar njir." batin Raja mengalihkan pandangannya ke arah tak jelas.
"Makasih tumpangan nya Tuan, permisi." Gadis berlalu tanpa melihat sedikitpun ke arah Raja meninggalkan dermaga di ikuti Pras.
"Sama siapa Neng Nong janjian?" pertanyaan yang bikin kepo Raja meronta dalam hati.
"Dasar cewek murahan, beraninya dia membalas omongan ku, Mas pecat dia dari PH Mas Raja. Pokoknya aku nggak mau tahu aku nggak mau lihat dia lagi deket-deket sama Mas!" desak Vivian merajuk sambil memeluk Raja manja.
Raja memandang Vivian dengan senyum tipis tanpa berkata sepatah pun, pikiran Raja saat ini hanya tertuju pada siapa apa orang yang janjian dan nonton bareng dengan Gadis.
"Jenong selalu bikin gue meres otak." batin Raja.
***'''
Halte Sarinah Thamrin.
"Berhenti di halte depan saja Mas, saya turun di situ," pinta Gadis kepada Pras.
"Nanti saya harus bicara apa sama Tuan?" tanya Pras memancing.
"Bicara aja apa adanya seperti yang Mas lihat," jawab Gadis.
Buk.
Gadis menutup pintu mobil dan berjalan menuju kerumunan beberapa orang cewek cowok yang masih terlihat Remaja. Saat Pras baru menyalakan mesin mobilnya,
📥 Awasi bini gue kemanapun dia pergi dan sama siapa dia ketemu, ikuti dia dan kasih gue laporan lewat video atau foto!
Tiiin.
Hampir yang ada di halte menoleh ke sumber suara klakson mobil Pras tak terkecuali Gadis. Pras keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Gadis.
"Tuan menyuruh saya untuk mengikuti anda," ucap Pras.
"Terserah," balas Gadis kemudian berjalan menyapa tiga orang temannya.
"Assalamualaikum ayang-ayangkoohh," sapa Gadis alay.
"Walaikumsalam sayang, jiah yang pengantin baru," Siska sahabat Gadis langsung menyambut dengan pelukan dan cipika-cipiki.
"Ihh, kenapa lu langkahin gue cebol," sungut Siska mencembik dan mencubit kedua pipi cabi Gadis.
"Maaf ayang ini gak sengaja," sahut Gadis dengan wajah memelas.
"Jangan bilang lu sekarang lagi hamil ***?" toni bertanya dengan mata membulat begitu juga dengan yang lain.
"MBA!!" Sarah dan Ray bersamaan.
"Shit! Jaga kata girl, malu tuh semua orang hadap kita!" bentak Toni.
"Iish, emang Gadis cewek apakah," balas Gadis mencibir.
__ADS_1
"Percaya gue kalo ama ayang beb, jauh deh dia dari dosa, karena dia dekat nya cuma ama gue Iya nggak beb," bela Ray sambil mencium pipi Gadis.
"Ihh apaan sih kak Ray, main sosor aja," ucap Gadis.
" Udah kuy masuk, kita makan hokben dulu sebelum nonton masih ada waktu setengah jam lagi," ajak Toni.
Mereka pun berempat masuk ke dalam Mall.
"Tunggu!" teriak Pras menghentikan langkah mereka berempat.
"Pinjam HP nya!" kata Pras kepada Gadis.
Gadis memberikan hp-nya kepada Pras, Pras lalu menuliskan nomor HP nya di kontak Gadis.
"Kalian berempat masuk dulu ke dalam nanti, aku akan telepon kamu begitu aku selesai memarkir mobil," ucap Pras kemudian berbalik arah menuju mobilnya.
"Jangan bilang cowok barusan itu suami lu ***?" tanya Ray.
Siska dan Toni keduanya menatap Gadis ingin mencari kepastian dari jawaban Gadis. Gadis menatap mereka satu persatu bergantian sambil tersenyum sarkastis.
"Dia suami bayaran Gadis hahaha," sahut Gadis sambil tertawa dan berjalan meninggalkan mereka.
Selama mereka berlima makan dan nonton sebetulnya Pras merasa canggung dan terabaikan karena mereka seperti dua pasangan yang sedang double date.
"Damn, gara-gara parnonya si Jaja gue jadi kang nyimak orang pacaran!" gerutu Pras kesal.
Ray tampak selalu bersikap mesra dan manja kepada Gadis, mereka terlihat saling bercanda mesra dan selama kebersamaan itu Gadis terlihat sangat senang dan menikmati acara nonton bareng dengan teman-temannya.
Entah berapa kali Pras merekam kebersamaan mereka dan mengirimkan pada Raja.
"Bisa bengek tuh si Jaja liat rekaman ini, ternyata bini si Jaja gak sepolos yang gue kira," gumam Pras tersenyum smirk.
***
Ting.
Pesan masuk ke HP Raja berupa pesan video. Raja langsung membuka pesan itu dan seketika matanya memerah dengan urat mengeras di leher nya.
"Shit!!" teriak Raja mendengus.
Raja mengambil vas bunga yang ada di meja ruang kerjanya.
Pyaaarrr
Vas itu dilemparkan tepat mengenai jendela penghubung antara ruang kerja dengan kamar pribadinya dan membuat pecahan kaca berserakan ke mana-mana.
...😡😡😡😡😡😡😡😡...
Akang Raja marah besar, apa yang akan dilakukan Raja terhadap gadis dan siapakah Ray yang begitu dekat dengan Gadis.
yang masih penasaran yuk stay untuk next-episode Totok pembangkit
__ADS_1
terima kasih untuk like vote gif dan juga komentarnya ditunggu lagi ya Kakak 🤗🤗🙏