Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pamit


__ADS_3

Sejenak Wijayanti menatap Zee dengan tajam sambil mencibir, Zee membalas tatapan Wijayanti dengan wajah ramahnya sambil membungkuk memberi hormat, Ifi sendiri melotot ke arah Zee dengan sinis.


"Mau ngapain kalian datang?" tanya Ifi sinis.


"Tante, e... maksud kedatangan kami berdua ke sini ingin silaturahim terutama...Zee," jawab Ayu berusaha setenang mungkin.


"Fi! Cepat ke dapur ambil garam yang banyak kalo perlu sama tempatnya!" perintah wijayati dengan nada tinggi.


Ify menoleh kearah Wijayanti menatap sambil mengerutkan dahi, kurang paham dengan maksud perintah Wijayanti.


"CEPAT! KENAPA MALAH BENGONG!" bentak Wijayanti sampai membuat Ify tergagap.


"I-ya, Mbak Yu." Ify menyahut sambil bergegas pergi ke dalam.


"Tan-," ucap Ayu terpotong saat tangan Wijayanti terulur ke depan dengan telapak tangan terbuka menahan.


"Berhenti di situ! Kalau kamu datang ke sini tanpa ular iblis perempuan itu, pintu rumah tante terbuka lebar. Tapi kalau kamu kesini dengan dia, lebih baik cepat kamu pergi dari sini dan bawa wanita ular iblis itu keluar dari rumah tante sekarang juga!" pekik Wijayanti dengan mata mendelik.


Wajah Zee memerah menahan marah dan juga kebencian, dia berusaha untuk mengendalikan dirinya. Kata-kata pedas yang diucapkan oleh Wijayanti membuat harga dirinya benar-benar terkoyak.


"Ay, kita pulang!" tandas Zee membuka pintu mobil.


Ayu tak menggubris ajakan Zee, dia melangkah menaiki anak tangga.


"Tan, Zee memang salah tapi dia datang ke sini tulus ingin minta maaf sama tante atas apa yang dia lakukan dulu. Kalau memang tante punya hati nurani ada orang minta maaf harusnya tante maafkan, Tuhan aja maha pemaaf Tan," bujuk Ayu.


"Heh! Tau apa kamu Ay? Kamu harus belajar dulu tentang harga diri sebelum kamu menceramahiku." dengus Wijayanti dengan tatapan sinis kearah Ayu.


"Tapi Tan-," Ayu ingin meneruskan tapi terpotong.


"BERHENTI AY! KU MOHON KITA PULANG!" teriak Zee masuk ke dalam mobil sambil membanting pintu.


Dada Ayu turun naik menahan emosi melihat sikap Wijayanti yang sangat keras terhadap Zee, dia pun langsung berbalik badan turun tangga dan masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Wijayanti.


"Hah...hah...hah ini Mbak Yu garamnya," ucap Ify dengan napas terengah sambil mengeluarkan cup yang berisi garam dapur.


"Gak perlu iblis nya sudah kabur," saut Wijayanti berjalan masuk ke dalam rumah.


"Mbak Yu tunggu!"panggil Ifi berjalan cepat menyusul langkah Wijayanti.


"Itu tadi beneran calman Gatot ya Mbak Yu?" tanya Ify masih tak percaya dengan kedatangan Zee.


"Hmm."Wijayanti mengiyakan dengan berdeham.


"Itu perempuan benar-benar muka tembok masih berani dia datang ke sini untuk menemui Mbak Yu, benci sekali aku melihatnya. Pengen aku remas-remas itu mukanya kalau ingat apa yang dia dulu lakukan kan pada Mbak Yu dan juga Bagus." oceh Ify sewot.


Tampak sekali kebencian di raut wajah Ify begitu juga dengan Wijayanti.


"Mbak Yu harus hati-hati, dia itu ular berhati iblis. Jangan sampai Bagus mudah dipengaruhi oleh dia lagi dan akhirnya balikan lagi sama dia. Ihh amit-amit jabang bayi jangan sampai itu terjadi Mbak Yu," Ify mengompori Wijayanti dengan semangat 45.


"Aku seperti makan buah simalakama, kalau aku pisahkan Bagus dengan anak dukun itu akan dengan sangat mudah ular iblis itu menggaet kembali putraku. Tapi kalau aku mendukung dukun kencur itu mungkin ular iblis itu hanya akan menjadi buih dalam hubungan Bagus dan dukun itu."dengus Wijayanti dengan nada kesal pluy putus asa.


"Iya juga Mbak Yu, tapi kalau dipikir-pikir lebih baik menjadikan anak dukun itu menantu Mbak Yu sampai ular iblis itu menjauh dan pergi dari kehidupan Bagus," ucap Ify meyakinkan Wijayanti.


"Gara-gara demit hidup ku jadi banyak masalah," keluh Wijayanti.


"Berarti kita nggak perlu mengusir anak dukun itu keluar dari apartemen Bagus mbakyu," ucap Ify.


"Itu masalahnya Fi, aku kemarin sudah mengusir dia untuk keluar hari ini juga dari kehidupan dan juga apartemen Bagus, kalau aku sekarang minta sama dukun sialan itu untuk tetap di apartemen mukaku mau ditaruh di mana Fiiii!" geram Wijayanti.

__ADS_1


"Tapi Mbak Yu, apa Mbak Yu rela punya menantu yang sudah menyakiti Mbak Yu dan Bagus, Mbak Yu masih ingatkan, bagaimana dulu Mbak Yu merendahkan diri saat Mbak Yu minta supaya Zee tidak membatalkan pernikahan sepihak yang hanya tinggal sejam jelang pernikahan," ucap Ify mengingatkan kejadian setahun yang lalu.


"Aku nggak akan pernah lupa akan hal itu Fi sampai kapanpun," ucap Wijayanti terlihat jelas sekali sinar kekecewaan yang dalam di matanya.


"Udah Mbak Yun, kalo gitu sekarang kita ke apartemen. Kita minta supaya gadis dukun itu tetap ada di samping Raja, kita bisa manfaatkan dia mbakyu untuk menjauhkan Raja dari iblis ular betina itu," usul Ify.


Wijayanti terdiam sejenak, saat ini hatinya sedang berperang antara mempertahankan Gadis atau menerima Zee wanita yang paling dibencinya selama ini, karena sebagai ibu dia tahu betul bagaimana sifat putranya yang plin-plan dan tidak punya pendirian.


"Hah...Duh Gusti Allah! Kasih aku kesabaran ngadepin ini semua demi kelangsungan keluarga Pramudya," keluh Wijayanti terduduk lemas di sofa.


"Bagaimana Mbak Yu?" tanya Ify lihat tidak sabar.


"Kamu telepon Santi aja dulu, pastikan apa anak dukun itu masih ada di apartemen," perintah Wijayanti kepada Ify.


***


Wiguna Tower.


Gadis sudah selesai berkemas dia menyiapkan pakaian kerja yang akan dipakai Raja hari ini, ini adalah hari terakhir mereka bersama setelah semalam terapi Totok pembangkit selesai.


*Yang ini bagus," gumam Gadis saat mengambil kemeja warna biru laut yang dipadukan dengan dasi warna silver.


"Gue suka," bisik Raja tiba-tiba sudah berdiri di belakang Gadis sambil memeluk pinggang Gadis.


Gadis menoleh ke belakang sambil tersenyum manis ke arah Raja.


"Cocokkan Kang?" tanya Gadis


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi Gadis yang putih bak pualam. Gadis berbalik badan lalu mencium dada Raja, aroma musky yang menguar dari tubuh Raja menyeruak indra penciuman Gadis.


"Pakai kemejanya Kang," suruh Gadis sambil merentangkan kemeja yang ada di tangannya.


"Gak mau," tolak Raja.


"Terus mau ngantor gak pake baju gitu?" canda Gadis.


"Hari ini kantor tutup," saut Raja.


"Kenapa tutup?" tanya Gadis heran.


"Dicky mau honeymoon," jawab Raja sambil tangannya membelai rambut Gadis.


"Kan udah 3 bulan setengah honeymoon nya Kang," ucap Gadis tersenyum menatap wajah Raja.


"Itu bukan honeymoon Nong, tapi traning sekaligus tantangan yang mendebarkan dan bikin nagih hahaha," saut Raja.


"Nong, boleh minta lagi gak?" tanya Raja serius.


"Apa?" Gadis balik bertanya.


Raja menengadahkan wajahnya ke atas.


"Lo totok lagi gue pakai Totok pembangkit," jawab Raja.


"Hahaha, Akang ada-ada aja. Gak bisa Kang itu cukup sekali untuk satu orang," jawab Gadis.


Raja menarik tubuh Gadis untuk duduk di pinggir ranjang.

__ADS_1


"Satu kali untuk satu orang, berarti lu bisa dong ngelakuin ke orang lain selain gue?" tanya Raja dengan cemas.


"Bisa, tapi nggak akan Gadis lakuin untuk orang lain," jawab Gadis.


"Kenapa? apa itu artinya nya cuma gue laki-laki satu-satunya yang lu sematin totok pembangkit itu?" tanya Raja.


Gadis tak menjawab Dia hanya tersenyum.


"Kang sudah siang, Gadis pamit ya. nanti kalau terlalu siang akan banyak karyawan Akang yang melihat Gadis keluar dari kantor Akang," ucap Gadis beralasan mengalihkan pembicaraan.


"Kan gue bilang, gue libur hari ini," saut Raja menggenggam tangan mungil Gadis.


"Jangan begitu, itu namanya enggak profesional sebagai Bos," balas Gadis.


"Tapi kan gue masih pengen berduaan sama lu Neng," protes Raja.


"Jangan terlalu sering bersama Kang tar cepat bosan hehe," ucap Gadis.


Raja menatap mata Gadis dalam, pandangannya jatuh pada bibir sensual Gadis. Raja lebih mendekatkan wajahnya semakin dekat dan saat bibir keduanya bersentuhan Gadis memejamkan matanya.


"Tetaplah sehat dan bahagia Akang," batin Gadis saat bibir keduanya saling berciuman.


Untuk beberapa saat keduanya larut dalam kiss morning. Sampa keduanya menarik bibir masing-masing. Gadis lalu membantu Raja memakai kemeja.


Saat Gadis mengancingkan kemeja Raja beberapa kali Raja memberikan kecupan di wajah Gadis. Entah di pipi hidung atau bagian lain wajahnya. Sesekali Gadis membalas dengan kecupan atau hanya sebatas senyuman.


"Udah selesai," ucap Gadis saat selesai merapikan dasi Raja.


"Ganteng," bisik Gadis lirih tapi masih terdengar oleh telinga Raja.


"Makanya rugi kalau lu ninggalin gue," bisik Raja membalas di telinga Gadis.


"Pamit Kang, Assalamu'alaikum," ucap Gadis berpamitan sambil mencium telapak punggung tangan kanan Raja.


Raja membalas dengan pelukan erat.


"I love you so much, I Miss You so much," ucap Raja


Gadis membalas pelukan Raja mendekapnya dengan sangat erat lalu menengadahkan wajahnya ke atas.


"Thanks You Kang for everything," balas Gadis.


Raja kembali mencium bibir Gadis, untuk beberapa saat mereka saling menikmati dan kembali larut.


"Kita ketemu nanti malam sayang," ucap Raja dibalas dengan senyum Gadis.


Gadis melangkah keluar dari kamar Raja dan dari ruang kerja Raja, suasana kantor masih dalam keadaan sepi karena waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Saat hendak menaiki taksi Gadis menatap ke arah pucuk gedung Wiguna Tower tempat dimana kantor Raja berada.


"Selamat tinggal Kang," gumam Gadis lirih.


-


-


-


Jangan lupa like rate comment dan vote nya kakak 🙏

__ADS_1


__ADS_2