Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Lele


__ADS_3

Raja menatap langit pagi yang sedang mendung dari balik jendela kamar apartemen nya yang ada di lantai 30 Penthahouse apartemen. Wajah Raja tampak tak bersemangat dengan secangkir kopi arabica di tangannya.


"Kenapa cobaan cinta gue perasaan gak ada habisnya." keluh Raja.


"Kalau Jenong selama hamil nggak mau gue deketin bisa-bisa Lu karatan Ky." Raja berucap sambil menyentuh organ sensitifnya.


"Hadeeh! Kalau cuma puasa seminggu mah cipil, nah kalau hamil 9 bulan apa mungkin? Masak iya gue harus nyari bini cadangan." gumam Raja berfikir sambil mengerutkan dahi.


"No no no! Gue udah pensiun jadi buaya dan gue harus jadi suami setia n siaga jadi nggak mungkin gue cari bini cadangan." gumam Raja mendebat argumennya.


Tok tok


Cek lek.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, boleh masuk." sapa Gadis mendongakkan sebagian wajahnya di pintu kamar Raja.


Raja tersenyum tipis sambil mengangguk. Gadis melangkahkan kakinya memasuki kamar Raja, tatapan matanya tak lepas dari wajah tampan berbalut kedewasaan dengan hiasan senyum tipis di bibirnya.


"Pengen peluk." ucap Gadis lirih dengan suara manja sambil tertunduk dan memainkan jari-jari kukunya.


Melihat sikap Gadis yang seperti anak kecil membuat lengkungan di bibir Raja semakin ke atas hingga barisan gigi putihnya mengintip dari celah bibirnya. Raja menengadahkan wajahnya ke atas menatap langit-langit kamar sambil menahan jatuhnya genangan yang ada di kedua sudut matanya.


"Pffftt," Raja menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.


Raja berjalan mendekat kearah Gadis setelah jarak keduanya benar-benar dekat Raja merentangkan kedua tangannya langsung memeluk dan mencium pucuk kepala Gadis sambil memejamkan matanya.


"Maaf." ucap Gadis dalam pelukan dada bidang Raja.


"Hiks hiks hiks..," tangis Gadis pecah tak mampu dia tahan.


Raja langsung melepaskan pelukannya dan berjalan mundur 3 langkah dari Gadis. Melihat hal itu membuat Gadis sempat bingung menatap ke arah Raja.


"Akang marah ya ma Gadis?" tanya Gadis dengan wajah tampak sedih berlinang air mata.


"Bu- bukan marah Nong. Siapa yang marah?" Raja balik bertanya ikut bingung melihat Gadis menangis.


" Terus kenapa akan melepaskan pelukan Akang dan menjauh dari Gadis, pasti akang marah kan gara-gara semalam," ucap Gadis tertunduk sambil sesenggukan.


"Hadeeh! Kenapa jadi salah paham gini. Jenong sayang gue nggak marah sama lu Nong, cuman kalau kita berpelukan terlalu lama ntar yang ada lu mual," ucap Raja memberi alasan.

__ADS_1


" Xixixi, kirain Gadis Akang marah," ucap Gadis sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Dasar kuntilanak, lu pagi-pagi dah ngikik gara-gara salah paham." Raja merajuk kesal.


"Dih Akang, masak istri sendiri di bilang kunti," saut Gadis dengan wajah cemberut.


"Iya sayang maaf, sekarang boleh peluk nih?" tanya Raja penuh harap.


Gadis langsung merentangkan tangannya sambil mengangguk, Raja pun langsung membalas dengan pelukan hangat


"Serius lu Nong, enggak mual deket ama gue sekarang?" tanya Raja takut Gadis memaksakan diri hanya untuk menyenangkan.


"Nggak Kang Gadis malah merasa nyaman ada dalam pelukan Akang. Rasanya hangat," ucap Gadis sambil mencium dada Raja yang beraroma sabun mandi.


Raja mulai bergairah dengan ciuman Gadis di dadanya, Raja mengangkat dagu Gadis lalu dia mendekatkan wajahnya perlahan. Raja menempelkan bibirnya pada bibir Gadis membuat Gadis memejamkan matanya.


Untuk beberapa menit keduanya saling menikmati permainan bibir pagi ini yang penuh sensasi. Tangan Raja mulai menyentuh setiap bagian tubuh Gadis, dan itu membuat Gadis begitu menikmati setiap sentuhan serangan tangan Raja pada tubuhnya. Entah mengapa gairah Gadis tiba-tiba menjadi begitu tinggi.


"Astaghfirullah apa ini karena kehamilan," batin Gadis tidak bisa lagi mengandalkan bahasa tubuhnya di depan Raja.


Melihat Gadis yang begitu bergairah dan bersemangat membuat Raja semakin aktif beraksi, hingga keduanya tak menyadari sudah berada di atas ranjang tanpa sehelai benang pun di balik selimut tebal.


Gadis membalas ucapan Raja dengan mendaratkan ciuman di bibir Raja. keduanya larut dalam permainan gairah pagi yang benar-benar membuat mereka sangat menikmati gairah pagi ini hingga kepuasan benar-benar mereka dapatkan.


Setelah keduanya puas Raja Langsung tertidur di samping Gadis, sementara Gadis beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


15 menit kemudian Gadis sudah keluar dari kamar mandi, dia menatap Raja yang masih tertidur pulas di bawah selimut yang menutupi tubuhnya,


"Kenapa tadi gak mual ya, apa sebetulnya yang bikin aku mual kalau dekat akang. Perasaan nggak ada bedanya tadi dengan semalam. Ah bingung." gumam Gadis.


Gadis mengeringkan rambutnya dan kembali memakai pakaiannya setelah rapi dan sedikit merias wajahnya nya, gadis berjalan menuju ranjang duduk ditepi ranjang untuk membangunkan Raja.


"Kang, bangun kang udah siang berangkat ngantor." ucap Gadis di telinga Raja sambil menggoyangkan bahu Raja.


"Libur aja Nong mulai hari ini. Gue pengen honeymoon seminggu di rumah." tangan Raja langsung memeluk pinggang Gadis.


"Dih, honeymoon Kan udah lewat Kang, kalau akang gak masuk kerja nanti anak kita dikasih makan apa?" ucap Gadis sengaja menggoda.


"Gue cuma pengen libur honeymoon 7 hari 7 malam, harta kita nggak akan habis untuk 7 turunan juga. Pokoknya gue pengen libur di rumah sama lo selama tujuh hari tujuh malam dan kita nggak boleh pisah sedetikpun. Gue mau kita lengket kek amplop sama perangko." ungkap Raja mulai membuka matanya langsung menatap wajar Ayu Gadis yang tepat di depan wajahnya dalam posisi duduk.

__ADS_1


"Ya udah kalau gak mau kerja dan di rumah aja, tapi Gadis hari ini pengen cari udara segar ke luar." Gadis berucap sambil melepaskan tangan Raja yang merangkul pundak nya.


"Enak aja, gue honeymoon sendiri di rumah ma Mak?" Raja langsung membuka selimut nya dan bangun dari tidurnya.


"Akang, itu lele napa di umbar!" seru Gadis kaget melihat Raja dalam keadaan polos tubuhnya berdiri di depan Gadis membuat Gadis seketika menutup matanya.


Raja tersenyum cuek dia malah menggoda Gadis.


"Mau matil lo Nong," bisik Raja di telinga Gadis sebelum cuek berjalan menuju kamar mandi.


"Ihh, Akang jorok!" saut Gadis masih menutup mata nya.


Saat gadis merasa Raja sudah masuk ke kamar mandi dia mulai membuka kedua tangan yang menutupi matanya perlahan.


"Untung lelenya dah masuk kamar mandi," ucap Gadis bernapas lega.


Gadis mulai merapihkan tempat tidur Raja, saat Gadis mudah melipat selimut.


"Nong, ambilin handuk gue." seru Raja melongok dari kamar mandi mengeluarkan separuh tubuhnya.


"AKANG!" teriak Gadis terkejut hingga membuang selimut di tangannya.


"Apa sayang, kangen lele lagi ya?" goda Raja sambil tersenyum nakal mengerlingkan salah satu matanya.


Gadis melotot ke arah Raja tajam dengan bibir mengerucut.


"Ambil sendiri handuk Akang," saut Gadis langsung melengos dan berjalan ke luar dari kamar Raja tanpa menutup pintu


"NONG! HANDUK LELE DULU!" teriak Raja.


"AMBIL SENDIRI TAKUT DI PATIL!" Gadis berteriak dari luar kamar Raja.


"NONG TEGA AMAT! TUTUP PINTU NYA YANG!" teriak Raja kembali masih Berdiri mengintip dari balik pintu kamar mandi.


"MBAK YATI! AMBIL HANDUK AKANG!" sayup-sayup Raja masih jelas mendengar suara Gadis.


"Kelakuan Jenong bener-bener tega ma laki, gue ambil handuk dulu kalau ampe Yati masuk bisa apes lele gue." Raja bergegas jalan mengendap sambil tangannya menutupi Dicky mengambil handuk di lemari.


..."Cinta Sayang akan tumbuh seiring waktu bersama"...

__ADS_1


 


__ADS_2