Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Hayoo Cemburu.


__ADS_3

..."Mencintai seseorang yang tak menyukaimu itu seperti menunggu paus bisa terbang." ...


...~Raja~...


LIKE VOTE NYA KAKAK🙏🙏


...~~~~~~~~...


Raja dan Wijayanti saling menatap, keduanya tak ada yang mau mengalah.


"Berani kamu Gus sekarang melawan Mama hanya demi dukun sialan itu?" ujar Wijayanti.


Raja tak berkedip, baru kali ini seumur hidup dia membantah perkataan sangat Mama.


"Cla, keluar lah dulu. Ada yang ingin aku bicarakan sama Mama." pinta Raja kepada Clarissa.


Clarissa memahami sepertinya ada sesuatu yang penting di antara mereka berdua antara ibu dan anak. Clarissa pergi ke luar meninggalkan mereka.


Raja tersenyum, "Maaf, Gak seharusnya Raja bicara seperti itu sama Mama. Mama tahu kan selama ini Raja nggak pernah membantah apapun. Kalau saat ini Raja membuka suara, itu memang harus Raja lakukan tapi bukan untuk menyakiti mama. Tiga hari lagi waktunya terapi yang ke-6 Raja ingin semuanya lancar dan Raja percaya kalau Gadis yang mengurus Raja, kesehatan Raja akan cepat pulih dan terapi itu akan tepat waktu." ucap Raja mulai menjelaskan panjang lebar kepada Wijayanti.


Wijayanti diam tak berbicara apapun Jika sesuatu yang dibicarakan dengan Raja berkaitan dengan terapi Wijayanti tidak bisa mendebat.


"Ma, Raja pernah cerita semuanya sama Mama tentang terapi itu bukan? Terus terang Raja gak mau jadi lelaki impoten. Apa lagi kalau Raja sampai tidak punya keturunan itu berarti silsilah keluarga kita berakhir sampai disini. Radja Yakin Mama tidak-." Raja berhenti menerus alasannya.


"Sudah jangan kamu teruskan pidato mu!" Wijayanti memotong penjelasan Raja.


Wijayanti menyambar tasnya dan bersiap pergi meninggalkan Raja, Dia tidak ingin berdebat hal yang sudah jelas ujungnya dia yang harus mengalah.


"Mama. Bolehkan?" tanya Raja merajuk sambil menggamit lengan Wijayanti.


"Terserah." jawab Wijayanti menepis tangan Raja.


Sepertinya Wilayah sudah enggan berdebat dengan Raja.


"Artinya boleh kan Mam?" tanya Raja mencari penegasan dari Wijayanti.


Wijayanti melepaskan tangan Raja dan pergi keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Makasih Mam lope you!" Raja berteriak nyaring.


Raja langsung mengambil hp-nya dan menghubungi Gadis, tampak jelas di wajahnya senyum kebahagiaan.


"Lama amat si Jenong ngangkat telponnya, kemana aja dia? Masa iya baru sebentar dia keluar telepon nggak ada di tangannya?" gerutu Raja dengan kerut di jidat heran.


***


Sementara di lantai lobi bawah Gadis sedang menyadarkan wanita yang dia pinjam rompinya. Gadis membuka totokan untuk membawa wanita itu kembali bangun dan tak lupa menyelipkan beberapa uang Rp100.000 an di kantong rompi wanita itu.


"Dek! saya kok masih di rumah sakit?" tampak jelas wajah wanita itu bingung.


"Tadi mbak ketiduran mungkin karena kelelahan dan habis sip malam." jawab Gadis dengan suara tenang.


"Waktunya harus cepat-cepat pulang takut nanti suami saya cemas dan juga anak saya. Dek permisi dulu ya." kata wanita itu sebelum pergi terburu-buru sedikit berlari keluar dari lobby rumah sakit.


Gadis memandang punggung wanita itu dengan senyum. "Makasih kak." ucap Gadis lirih.


"Astaghfirullah lupa! Ambil tas dulu." gumam Gadis bergegas pergi ke tempat penitipan barang.

__ADS_1


"Makasih Mbak." ucap Gadis kepada petugas penitipan sambil menunduk dan melempar senyum.


"Dari tadi hpnya bunyi terus." kata wanita petugas itu memberi tahu Gadis.


"Maaf pasti ganggu ya?" ucap Gadis merasa tidak enak sambil melempar senyum.


"Gak papa Dek, cuma ngasih tau. Takutnya telepon penting." saut satpam wanita itu.


"Makasih ya Mbak udah jagain barang saya." ucap Gadis berterima kasih sebelum dia pergi meninggalkan tempat penitipan barang.


Gadis merogoh tas ranselnya, mengambil hp miliknya. Lalu dia melihat layar HP dan mengecek panggilan yang masuk, ada lebih dari 10 kali panggilan tak terjawab dari Raja. gadis mengerutkan dahi dia pun lalu balik menelepon Raja.


"Assalamu'alaikum Kang, ada ap-" kalimat gadis belum berhenti sudah terpotong.


"Waalaikumsalam, Nong buruan balik ke kamar Gue sekarang! Mama udah ngijinin Lu ngurus Gue di rumah sakit." kata Raja senang di seberang telepon.


"Alhamdulillah Kang! Ya udah Gadis ke sana," saut Gadis bergegas pergi menuju lift ke kamar raja yang ada di lantai 5


Belum sempat Gadis mengucap salam, Raja sudah memutus telepon. Gadis berdiri di depan lift, saat pintu lift terbuka manik mata Gadis bentrok beradu pandang dengan mata tajam Wijayanti. mereka saling bertatapan, terlihat sekali sorot kebencian dan kemarahan.


"Mbak Yu." bisik Ifi sambil menatap Gadis sinis.


Gadis menggeser tubuh nya ke samping memberi jalan untuk Wijayanti dan Ifi. Sekilas Wijayanti melirik tajam kearah Gadis dengan sudut matanya.


Lalu dia berjalan dengan membusungkan dada sambil mendongakkan dagunya menatap ke depan dengan angkuh di belakangnya Ifi mengekor.


Gadis bergegas masuk ke dalam lift telunjuk tangan kirinya memencet tombol nomor 5, tak Berapa lama kemudian pintu lift terbuka di lantai 5.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum Kang, Akang." Panggil Gadis .


Bola matanya berputar mengelilingi kamar Raja yang kosong.


"Kok sepi Akang kemana ya? Emm, apa dia ada di kamar mandi?" gumam Gadis melangkah berjalan ke kamar mandi tanpa melihat Raja yang berdiri di belakang pintu dan bersandar di dinding menahan senyum.


"Kang. Akang." panggil Gadis sembari mendekatkan telinga nya ke pintu kamar mandi.


Perlahan tangan Gadis memutar handle pintu kamar mandi dan begitu pintu tak di kunci, Gadis mengintipnya sedikit demi sedikit hingga pintu benar-benar terbuka tapi sosok Raja tak tampak.


"Kosong." gumam Gadis sambil mengerutkan dahi.


"Kangen ya." suara Raja berdiri bersandar di tembok dengan kaki menyilang dan tangannya di lipat di depan dada.


"Akang! ngagetin aja kaya hantu." teriak Gadis membalikkan badan menatap Raja.


"Sakit bukannya tiduran, malah ngagetin orang." cebik Gadis berjalan ke Bankar Raja dan merapikan selimut dan sprei yang berantakan.


"Sini." ajak Gadis sambil menepuk-nepuk kasur agar Raja tiduran.


Raja berjalan perlahan menghampiri Gadis lalu berdiri tepat di depan Gadis tangannya memegang kedua pipi Gadis, dengan badan membungkuk hingga wajah keduanya begitu dekat.


"Kenapa wajah ini begitu menggemaskan dan ngangenin, jangan-jangan bener kata Mama kalau Lu udah melet Gue." bisik Raja.


Gadis menatap manik mata Raja lalu menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan hingga hembusan napas dari hidungnya menyapu wajah Raja terasa hangat.


"Kalau Gadis melet Akang gampang, tinggal di tarik aja lidahnya hehehe." saut Gadis bercanda membuat Raja semakin gemas.

__ADS_1


Raja lalu mengecup kening Gadis turun ke bawah kedua kelopak mata Gadis yang jadi tempat kecupan lalu bibir Raja turun ke hidung dan saat bibir Raja mendekati bibir Gadis, tiga jari kanan tangan Gadis menghalangi dan menjauhkan Wajah Raja membuat Raja menatap manik mata Gadis tajam


"Akang lagi sakit Gak bagus buat itu." Gadis mengingatkan Raja.


Raja menarik tubuh nya tegak kembali, melepaskan tangannya dari pipi Gadis.


"Terus apa gunanya Lu di sini?" rajuk Raja.


"Hem! Akang ini pikiran ke sana mulu, di vacum Kang isi kepala nya biar gak ngeres hehehe." saut Gadis sambil terkekeh. .


"Jangan ngetawain Gue Lu! Pulang aja sana Lu! Mending Gue ditemani dokter cantik dan perawat." pancing Raja kesal memanasi Gadis.


"Ya udah. kalau gitu Gadis pulang." ucap Gadis santai beranjak dari duduknya mulai berjalan ke pintu.


"Pulang aja sono!" usir Raja sambil melengos.


"Assalamu'alaikum Om kecil." ledek Gadis melambaikan tangan.


"Sialan nih Jenong bukannya bujuk Gue malah mau kabur. Nih cewek mati hati kali ya, gak ada cemburu nya sedikit pun. Biasanya Gue yang dicemburui cewek, giliran sekarang gue minta dicemburui bini. Hati dingin kek es batu. melas amat Gue cuma minta di cemburuin." batin Raja kesal.


Saat Gadis hendak membuka handle pintu Raja langsung memeluk tubuhnya dari belakang dengan melingkarkan 1 tangan di leher dan satu tangan di pinggang.


"Kalau mau pergi langkahi dulu mayat Gue!" ancam Raja serius.


"Gak mau tar terlalu cepat Gadis jadi canda." saut Gadis sambil tertawa.


"Apaan sih Lo gak jelas. Bukan canda tapi janda!" membuat Raja kesal bercampur geli.


"Sama aja beda dikit." balas Gadis ngeles.


"Itu jauh Jenong! Huh pengen Gue jitak kepala Lu. Bikin esmosi Gue aja Lu!" dengus Raja sambil tangannya siap menjitak kepala Gadis yang berhijab.


"Dah Yuk Kang kita pulang. Kondisi Akang tidak terlalu parah jadi cukup perawatan di rumah." ucap Gadis saat memeriksa detak jantung dan nadi Raja.


"Gak masalah Nong Gue pulang?" tanya Raja serius melepaskan pelukan nya.


"Kalau Akang di sini malah bahaya." jawab Gadis sambil tersenyum menggoda.


"Bahaya kenapa Nong?" Raja bertanya penasaran.


"Karena ada dokter cantik dan perawat, lagian isi kepala Akang gampang ngeres takut mati listrik di sini tar takut ada korban." jawab Gadis mulai merapikan baju-baju Raja.


"Ciee! Mulai cemburu ya hayoo ngaku?" tanya Raja sambil menggelitiki Gadis..


"Aaaahh! Apaan sih! Jangan di gelitikin." teriak Gadis.


Mereka berdua saling bercanda. Raja tampak bahagia.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Bagaimana kisah Raja dan Gadis selanjutnya


Apakah Wijayanti akan diam setelah apa yang di lakukan Raja kepada nya?"


Ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit


Terima kasih untuk Like Gift Vote dan Komentar nya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2