Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Kritis Bikin Meringis


__ADS_3

..."Apa dayaku saat melihat mu tak berdaya"...


...~Raja~...


LIKE LIKE VOTE FAVORIT KAKAK🙏




Ruang Tunggu ICU.



Sambil membawa sapu dan Pengki Raja menuju ruang IGD yang ada di lantai dasar, hampir setiap bankar ruang dia perhatikan tapi dia tidak menemukan keberadaan Gadis.



"Di mana Jenong, kenapa enggak ada di ruang IGD, apa dia dipindahkan ke ruang lain tapi dimana?" Raja membatin dengan perasaan dan pikiran yang sedang kacau.



Saat Raja hendak keluar dari ruang IGD di depan pintu dia berpapasan dengan Pras tapi Pras tidak mengenalinya.



"Untung si dongo datang mending gue nguping," gumam Raja yang terlihat sedikit lega saat melihat Pras datang menemui dokter IGD.



"Dokter saya mau cari pasien yang bernama Gadis dia baru saja masuk rumah sakit ini." Pras bertanya kepada dokter IGD yang sedang berjaga.



"Oh pasien alergi akut ya, dia sudah dipindahkan beruang ICU karena kondisinya masih dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri," jawab dokter



"Di sebelah mana ruang ICU?" Pras kembali bertanya.



"Di lantai dua sebelah kanan lift." jawab dokter.



Setelah mendapatkan jawaban Pras segera bergegas menuju ruang ICU diikuti oleh Raja. yang berada di belakang. begitu sampai ruang ICU Pras dan Raja melihat Ray yang sedang mondar-mandir terlihat panik.



"Mana gadis?" tanya Pras mengagetkan Ray.



"Di- di-dalam," Ray menjawab dengan tergagap.



Raja yang ada di antara mereka sudah merasa gatal ingin berbicara tapi mencoba untuk menahan mulutnya. Raja mendekati Pras untuk mengetahui lebih jelas apa yang dikatakan Ray.



"HEII! PERGI SANA! BAU JUGA DEKET DEKET GUE!!" bentak Pras sambil menyingkir dari Raja



"Kurang ajar Dasar dodol! Gue tabok tuh mulut Lo pake Pengki, baru tau rasa Lo!" Raja menggerutu dalam hati sambil tangannya mengepal dan mengayun-ayunkan di belakang kepala Pras.



"Keluarga Gadis!" Panggil seorang dokter yang didampingi oleh seorang perawat keluar dari ruang ICU



"SAYA DOK!" teriak Ray dan Pras bersamaan dan mereka pun langsung Saling pandang.



"Lu siapanya dia?" tanya Ray sewot mendelik ke arah Pras.



"Nah Lu sendiri siapa nya Dia?" Pras balik bertanya sewot.



Mereka saling bersitatap tajam satu sama lain.

__ADS_1



"Tolong jangan ribut di sini! Saya hanya tanya siapa keluarga Gadis?" tanya dokter sekali lagi dengan nada kesal.



"Ini lagi berdua, dodol gunung ama rengginan laut ngapain berantem! suek amat sih mereka berdua!" dumel Raja memelototi dua orang itu dari balik topinya dengan kesal dan marah luar biasa tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengepalkan tangannya.



"Sekali lagi saya tanya, siapa keluarga Gadis" kembali dokter bertanya sambil memandang Pras dan Ray bergantian sementara keduanya terdiam.



"Tolong kalau tidak ada keluarganya hubungi secepatnya karena pasien Gadis dalam kondisi kritis," pesan dokter sebelum pergi meninggalkan ruang tunggu di ICU.



"TUNGGU DOK!" Raja berteriak dan mendekat dengan tergesa



"Jaja?" batin Pras dalam hati Dia sangat hafal betul dengan suara Raja.



Pras memperhatikan dengan teliti sosok pria bertubuh atletis dengan pakaian cleaning service yang dekil dan juga topinya yang kumal. Dan benar saja perkiraan bahwa dia adalah Raja.



"Ayo Lu ikut Gue dulu!" ajak Pras sambil menarik tangan Ray.



"Lepasin tangan Gue! Apa-apaan sih Lo! Gue nggak mau! Gue mau nungguin Gadis Disini!" tolak Ray sambil berusaha melepaskan tangannya dari Pras.



"Sekarang juga! Bisa nggak bisa Lu harus ikut Gue keluar!" paksa Pras menarik tangan Ray.



" Apaan sih lepasin gak!" bentak Ray.




Setelah berbicara dengan dokter, Raja diperbolehkan masuk ke dalam. Begitu memasuki ruangan Raja melihat Gadis yang terbaring dengan dipasangi alat-alat bantu. Tanpa sadar Raja menitikkan air mata.



Raja duduk di samping tempat tidur Gadis lalu Raja meraih telapak tangan Gadis dan mengusapnya dengan lembut.



"Nong bangun Nong! Apa yang sudah terjadi sama Lu, gue nggak suka lihat lu kayak gini Nong. Gue sedih banget lihat Lu kayak gini, " bisik Raja di telinga Gadis.



Gadis yang dalam keadaan koma tak memberikan respon sama sekali. Raja mengecup kening Gadis lalu kedua pipinya.


Matanya tampak menggenang melihat kondisi Gadis yang terkulai lemah.



"Nong, maafin Gue yang gak bisa jagain Lu. Please Gue mohon Lu bangun Nong, Gue gak bisa bayangin gimana seandainya terjadi hal yang lebih buruk dari ini gue juga pasti nggak bisa bertahan hidup tanpa Lo di sisi Gue," ucap Raja.



Tangan Raja menggenggam jari-jari lentik Gadis dan terus menciumnya.



"Tuan Raja silakan ikut saya menemui dokter," kata Seorang perawat yang tiba-tiba sudah ada di belakang Raja.



"Nong Gue tinggal dulu, kalau Gue balik lu harus sudah sadar Raja masih tempat mengutarakan keinginan sebelum dia beranjak meninggalkan gadis di ruang yang dijaga oleh seorang perawat.



\*\*\*



Raja sedang tertidur di kursi samping bankar Gadis di ruang ICU VVIP saat hayati masuk.

__ADS_1



"Neng!" pekik Hayati tertahan sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Raja pun terbangun mendengar suara Hayati.



"Mamah! Raja langsung berdiri menyapa ibu ibu mertuanya.



Hayati mendekati gadis dia mulai memeriksa denyut nadi di tangan ataupun di leher diapun membuka mata Gadis. Hayati memeriksa hampir semua bagian bagian organ vital Gadis.



"Raja kamu bisa tolong Mama?" tanya Hayati ke arah Raja.



"Katakanlah! Apapun akan aku lakukan yang penting Gadis bisa sembuh dan kembali sadar," jawab Raja menyanggupi.



"Bawa gadis ke rumah dan sekarang Kamu urus dengan pihak rumah sakit." perintah Hayati yang membuat Raja terkejut.



"Mah, Gadis dalam keadaan koma dan kritis. Kenapa malah harus dibawa pulang ke rumah?" Raja protes pada Hayati atas keputusan Hayati yang gak masuk akal buat Raja.



"Kalau kamu mau istrimu selamat, cepat lakukan apa yang Mama perintahkan kepadamu sekarang juga jangan banyak membantah ujar hayati sambil menatap tajam Raja.



Raja yang masih bingung dan ragu tapi tak mampu melawan perintah Hayati langsung keluar kamar.



Kurang dari setengah jam dengan kekuasaan yang Raja miliki dan juga uang Gadis dibawa pulang dengan ambulans menuju apartemen.



"Teh Santi tolong bantu saya, saya butuh tenaga kamu untuk mengobati putri saya," Hayati meminta kepada Santi untuk membantunya mengobati gadis



"Siap Nyonya! Saya akan lakukan," tanpa ragu Santi langsung menyanggupi.



"Yang lain keluar." perintah Hayati pada yang ada di ruangan itu termasuk Raja.



"Aku mau tetap di sini Mah, aku nggak akan pergi ninggalin Gadis sedetikpun," ucap Raja lirih terlihat sekali kesedihan dan juga kecemasan dari kata-katanya dan Hayati memahami.



"Baiklah kalau begitu, tapi Kalau kamu tidak tahan melihatnya lebih baik kamu cepat keluar sebelum kamu muntah bahkan pingsan di ruangan ini," pesan Hayati kepada Raja yang membuat Raja sedikit bingung



"Maksud Mama?" tanya Raja bingung kenapa dia harus sampai muntah ataupun pingsan saat melihat Hayati mengobati Gadis.



"Sudah kamu lihat saja nanti," ucap Hayati sambil mulai melepaskan semua baju Gadis tanpa sehelai benang pun kecuali bagian intimnya.



Raja membelalakkan matanya melihat tubuh Gadis yang polos, dia pun sejenak memalingkan wajahnya menghindari pemandangan yang ada di depannya.



"Njiirr kalau liat yang kek gini, yang pingsan Gue tapi yang bangun Dicky." batin Raja dengan jantung mulai berdetak.



🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀



bagaimana cara hayati menyembuhkan gadis dan apakah saja bisa tahan melihat apa yang akan dilakukan hayati?


Ikuti episode berikutnya totok pembangkit


Terima kasih untuk like vote dan gift juga komennya dukung terus ya kakak🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2