Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Kecurigaan Raja


__ADS_3

..."Jangan terlalu dalam mencintaiku karena aku takut kamu akan kecewa nantinya"...


...~Gadis~...


LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK🙏


...~~~~~~~~...


Hayati mulai melakukan penotokan dari bagian kepala belakang telinga leher, pundak punggung atas lalu turun ke bawah.


"Teh Santi siapkan baskom Letakkan di depan putri saya." perintah Hayati kepada Bu Santi


Bu Santi meletakkan baskom tepat di depan Gadis yang posisinya sedang dalam keadaan duduk bersila ditopang oleh tubuh Hayati sementara Gadis sendiri dalam keadaan belum sadarkan diri.


"Neng kamu harus bertahan, Insya Allah Mama yakin Allah akan beri kesembuhan kepadamu Geulis," bisik Hayati di belakang telinga gadis


Beberapa kali Gadis terlihat menggelinjang seperti orang kaget hal ini mungkin disebabkan karena totokan yang sangat sakit, seandainya Gadis dalam keadaan sadar sudah pasti dia akan berteriak sekuat-kuatnyaj


"Aaaaa... !" Raja berteriak saat melihat Gadis menghentakkan tubuhnya sepertinya Raja bisa membayangkan sakit yang dirasa oleh gadis.


Setelah 5 menit Gadis memuntahkan seluruh isi perutnya, sementara Hayati terus melakukan penotokan untuk membantu Gadis mengeluarkan racun dalam tubuhnya.


"Hoe... hoe... hoe... " Gadis mulai mengeluarkan suaranya yang masih lemah.


"Awal yang bagus sayang. Ayo keluarkan racun yang ada di dalam tubuh!" Bisik Hayati memberi semangat kepada Gadis.


"Hoeee... hoeeeehoeeee!"


Gadis kembali lagi muntah tapi kali ini yang dimuntahkan kan bukan isi atau kotoran perutnya melainkan gumpalan darah yang berwarna hitam pekat.


"Hoe... hoee!" Raja membekap mulutnya saat melihat mentahan darah membuatnya merasa mual dan tidak tahan.


"Lebih baik kamu keluar sekarang Raja." perintah Hayati kepada Raja


"Tapi mah-," Raja ingin membantah Hayati tapi sudah dipotong Hayati.


"Turuti apa yang menjadi perintah ku dan keluarlah!" Hayati benar-benar tidak ingin konsentrasinya terganggu saat mengobati Gadis.


Dengan berat hati Raja keluar dari kamar Gadis.


setelah kurang lebih 1 jam Hayati melakukan penotokan di seluruh tubuh Gadis, Akhirnya selesai juga, Gadis pun sudah dalam keadaan sadar hanya masih lemah.


"Tolong Teh Santi kamu, Bersihkan semuanya." suara hayati terdengar lemah karena kecapean.


Hayati telah mengeluarkan banyak tenaga dalam untuk melakukan penotokan terhadap Gadis.


Begitu melihat Santi keluar dari kamar Gadis sambil membawa kain sprei dan juga selimut yang penuh dengan bercak darah Raja tahu pasti sudah selesai melakukan penotokan.

__ADS_1


"Mah!" teriak Raja begitu masuk ke dalam.


Mata Raja langsung tertuju ke arah Gadis yang tertidur lemah di atas ranjangnya.


"Nong." Panggil Raja lirik sambil berjalan menghampiri Gadis dan duduk di tepi ranjang.


Gadis membuka matanya perlahan yang terasa masih sangat berat.


"Ka-," lirih suara Gadis hampir tak terdengar.


"Syukur lah Nong Lu udah siuman," ucap Raja dengan mata menggenang dan juga senyum kebahagiaan.


Gadis memandang Raja dengan mata sayu dan dia pun kembali tertidur.


"Nong!" teriak Raja kembali khawatir melihat mata Gadis yang terpejam, Raja mengira Gadis dalam keadaan tak sadarkan diri lagi.


"Dia sedang tidur biarkan dia istirahat." ucap hayati yang baru keluar dari kamar mandi.


"Tapi dia sudah baik-baik saja kan Ma?" tanya Raja dengan nada penuh cemas.


"Putriku gadis yang kuat, besok pagi kondisinya akan pulih," ucapan hayati membuat Raja merasakannya dan sepertinya Hayati tahu kegelisahan Raja.


***


Keesokan hari.


"Assalamualaikum selamat pagi Geulis gimana Sudah enakan badannya?" Tanya Hayati yang datang dengan secangkir gelas berisi ramuan.


"Mamah!" teriak Gadis girang dengan mata berbinar melihat orang yang paling dia sayangi ada di kamarnya.


"Lain kali kalau Eneng kangen sama Mama jangan pakai acara kayak gini lagi lah. Mama nggak suka bikin Mama cemas aja," ucap Hayati menggoda putrinya.


"Mamah pengen peluk," rengek Gadis manja sambil merentangkan kedua tangan.


Mereka berdua pun lalu berpelukan, Gadis saat ada Mamanya bisa berubah 180 derajat menjadi Gadis yang manja dan sangat bergantung sama Mamanya.


"Gimana rasanya tubuhmu, apa perut dan dada masih berasa sakit Geulis?" tanya Hayati sambil memeriksa denyut nadi Gadis yang sudah normal.


Gadis menggelengkan kepala sambil meminum ramuan yang diberikan Hayati.


"Apa yang terakhir Neng makan?" tanya Hayati ingin tahu penyebab alergi Gadis kambuh


"Emmm, corn dog," jawab Gadis sambil mengingat.


"Eneng beli atau dikasih orang?" tanya Hayati sambil mengernyitkan dahi.


"Di kasih sama teman pas lagi di lokasi syuting." jawab Gadis seperti baru sadar mungkin saja udang itu ada di dalam corn dog yang dia makan.

__ADS_1


"Apa Neng punya musuh di kerjaan?" tanya Hayati menelisik.


"Setahu Neng nggak ada Mah, nggak mungkin juga dia," Gadis mengingat sesuatu seperti orang linglung berbicara pada diri sendiri dan Hayati memperhatikan dengan seksama.


"Coba cerita sama Mamah yang jelas. Siapa yang ngasih corn dog itu sama Neng?" tanya Hayati penasaran ingin tahu.


"Namanya Kak Adin dia bagian akomodasi di PH kami, tapi setahu Neng dia orangnya baik kok dan dia enggak tahu kalau Eneng punya alergi udang. Karena Eneng nggak pernah bicara sama siapapun tentang alergi Mah," jawab Gadis nggak yakin kalau Adin sengaja memberikan udang itu padanya.


"Dalam hal ini siapa pun pantas dicurigai." suara Raja tiba-tiba datang masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan Gadis.


Sepertinya dia sudah menyimak dari awal pembicaraan ibu dan anak itu.


"Nggak boleh menuduh orang tanpa bukti Kang, Kak Adin itu orang yang baik dan juga sangat perhatian kok sama Gadis." ucap Gadis yang tidak ingin Adin disalahkan atas kejadian alerginya yang kambuh.


"Nong! Lu tuh jadi orang terlalu lemah!" Raja mulai geregetan dengan kata-kata Gadis.


Hayati menatap ke arah Raja dengan tatapan heran dan tatapan itu membuat Raja cepat sadar bawa kata-katanya kepada Gadis sangat tidak pantas di depan Ibu mertuanya dan dia buru-buru meralatnya


"Maksud aku, kamu jangan lemah maaf itu maksudnya." kata Raja terlihat grogi mengulang kembali perkataannya dia tak berani melirik ke arah Hayati.


"Akang ngomong apa sih! Gadis nggak ngerti maksudnya maksudnya." ucap Gadis makin bingung.


"Udah jangan dibahas masih pagi, Kamu sarapan dulu ya Neng biar aku yang suapin." ucap Raja sambil duduk di kursi pinggir tempat tidur Gadis.


"Nggak mau." Gadis menolak sambil cemberut.


"Kamu nggak mau makan Neng?" tanya Raja heran.


Gadis diam tak menjawab, Dia melihat ke arah Hayati dan Hayati tahu apa keinginan Gadis.


"Biar Mamah yang suapin Gadis Raja." pinta Hayati kepada Raja sambil mengulurkan tangannya mengambil piring yang ada di tangan Raja.


Raja hanya terdiam melongo melihat gadis yang disuapi oleh Hayati seperti anak kecil. Gadis tidak tampak malu sama sekali walaupun itu di hadapan Raja.


"Dia benar-benar masih bocah." batin Raja dalam hati.


"Mah, aku ada di luar kalau Mamah butuh sama aku. Makan yang banyak Nong biar kamu cepat pulih." pesan Raja sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.


***


"Pras, Gue pengen Lu cari tahu tentang Adin. Dia yang bekerja di bagian akomodasi PH kita. Pokoknya Lu harus tahu kenapa dia ngasih makanan itu ke Gadis kalau memang ada motif dibalik itu, Gue akan buat perhitungan. Gue curiga jangan-jangan Alex ada di balik ini semua." perintah Raja kepada Pras saat mereka berdua ada di ruang kerja Raja.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Nah lu Raja udah mulai curiga ada orang yang ingin mencelakakan Gadis dan Apakah benar perkiraan Raja, Alex terlibat di balik ini semua yuk ikuti episode selanjutnya Totok pembangkit.


Terima kasih untuk ke like comment dan juga gift-nya

__ADS_1


__ADS_2