
DUKK
"Hoek, hoek hoek!" Sinta membuka kasar pintu kamar mandi dan langsung berlari keluar kearah depan dan begitu tiba di ruang tamu Raja dengan tatapan bingung dan kaget memandang Sinta sementara Pras dengan tatapan takut melongo karena bohongnya ketahuan.
Sinta tidak berkata apa-apa Dia langsung menyambar tas tangannya berjalan menuju pintu keluar dengan wajah penuh kekesalan.
Begitu di luar apartemen Sinta masih tampak menggerutu.
"Aaaaahhhh, leganya. Gila itu gas beracun baunya sampai sini aja masih kecium, lihat aja kamu ya Beb aku bakal kuras semua isi ATM kamu. Aku bakal milih tas limited edition buat bayar semua penderitaan akibat gas beracun bosmu." Sinta terus saja menggerutu sampai langkah kakinya sudah memasuki lift.
Sementara di dalam apartemen Pras, Raja melotot tajam ke arah Pras dan Pras hanya bisa menunduk menunggu hukuman apa yang akan diberikan Raja atas kebohongannya kali ini
"Sini lo buluk!" bentak Raja kepada Pras
Pras melangkah perlahan mendekatkan tubuhnya ke arah Raja, begitu dekat Raja langsung menarik salah satu ujung jambang Pras keatas hingga membuat Pras meringis kesakitan.
"Ampun bos aaawww ampun! Sakit!" rengek Pras meminta ampun
"Lu tuh nggak nyadar ya, kalau umur lu udah tambah tua tapi kelakuan lo nggak ada berubahnya! Emang gue larang lo main-main sama cewek Kagak kan? Terus ngapain lu pakai bohong segala!" omel Raja geram dengan sikap Pras yang masih sering membohonginya.
"Beruntung lo buluk hari ini hati gue lagi happy!" geram Raja melepaskan tangannya dari jambang Pras.
"Duduk lu!" perintah Raja mendelik ke arah Pras.
Pras duduk tepat di depan Raja sambil sesekali dia mengusap jambangnya bekas jeweran Raja, sementara Raja duduk sambil mengangkat salah satu kakinya
"Gue mau ngadain pesta mungkin lebih tepatnya syukuran pernikahan gue nama bini gue," ucap Raja.
Pras membulatkan matanya menatap ke arah Raja dengan sedikit bingung.
"Bini yang mana yang lagi emang Bos?"tanya Pras penasaran sekaligus bingung kapan Raja Kawin lagi.
"Kamprett loh Buluk! Emang gue buaya buntung kek Lo! Bini gue siapa lagiii!" teriak Raja geram sambil melempar apel yang ada di atas meja tamu.
"Maaf Bro, paham gue sekarang. Btw maksud lo mau Syukuran kayak gimana?" tanya Pras dengan wajah serius tak mau membuat Raja bertambah emosi.
"Besok malam lo undang keluarga besar gue sama sahabat-sahabat gue, gue pengen pestanya sederhana tapi elegan." ungkap Raja dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Terus mau di adanya di mana nih Bos?" tanya peras kemudian sambil mencatat semua keinginan Raja.
"Di hotel kita aja waktunya sekitar jam delapan," pinta Raja.
"Satu lagi, ini Pesta kejutan buat bini gue jadi gue harap pesta ini benar-benar berkesan buat dia. Catat itu," pesan Raja dengan tatapan mata ke langit sambil memegang dagunya.
Raja dan Pras begitu serius membahas pesta besok yang akan diadakan oleh raja hingga waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 12.30 malam dan Raja pun tertidur di sofa.
Pras memandang Raja, di tangannya ada selimut yang dia ambil untuk menutupi tubuh Raja.
"Gue salut sama lu bro lo adalah rajanya buaya tapi begitu lu nemuin pawang yang tepat lu berubah nggak jadi buaya tapi jadi seekor kucing penurut," gumam Pras sambil menyelimuti tubuh Raja.
***
Di Apartemen Gadis.
Suara Alarm adzan berbunyi membangunkan Gadis, dengan mata yang sangat berat dan masih setengah terpejam Gadis bangun dari tidurnya. Sejenak dia duduk di tepi ranjang wajahnya menunduk lalu tangan kanan mengusap perutnya.
"Assalamualaikum sayang, selamat pagi. Apa kabar sayangnya Bunda? Papa kamu semalam tidak pulang. Jadi maaf ya Bunda belum bisa kasih tahu kabar tentang kamu sayang. Nanti kalau papa pulang bunda kenalin Adek sama papa," gumam Gadis sambil tersenyum dan terus mengusap lembut perutnya.
Gadis beranjak dari tempat tidur lalu berjalan gontai menuju kamar mandi, setelah 10 menit di kamar mandi Gadis keluar. Dia sudah tampak segar sekali dalam balutan handuk kimono dan juga rambut yang masih basah gadis duduk di depan cermin mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Jam setengah lima akak," Gadis menoleh ke belakang sambil tersenyum ke arah Raya.
Raya beranjak dari tempat tidur lalu berjalan mendekati Gadis lalu dia berdiri tepat di belakang Gadis yang sedang duduk dan meletakkan tangannya di kedua pundak Gadis.
"Cantik, tetaplah sehat dan bahagia terutama untuk baby yang ada di rahimmu. Ingat satu hal Kakak akan selalu ada buat kamu dek." ucap Raya menatap pantulan Gadis dan dirinya di cermin sambil mengusap lembut pundak Gadis.
"Kakak mandi dulu tar keburu suamimu pulang," kata Raya lalu berjalan ke kamar mandi.
"Handuknya udah Gadis siapin di kamar mandi akak!" seru Gadis yang di balas oleh Raya dengan tanda oke tangan kanannya.
***
King Hotel.
Raja dan Pras sedang duduk di ballroom Hotel yang sedang di dekor untuk acara syukuran nanti malam.
__ADS_1
Semua undangan bereskan?" tanya Raja melirik Pras dengan ujung matanya.
"Sipp, ada sekitar 100 undangan yang bakal datang ntar malam dan semuanya adalah orang-orang terdekat untuk relasi gue undang sesuai permintaan yang lo mau bro,. hanya beberapa orang tertentu," jawab Pras.
"Thanks Bro, Lu buaya yang bisa di andalkan," Raja mengangkat kedua alisnya tersenyum sinis ke arah Pras.
"Ya elah, itu pujian atau pelecehan," gerutu Pras menekuk wajahnya.
"Itu sindiran biar Lu tobat buluk," saut Raja tersenyum puas.
"Gue mau ke kamar, lu jemput bini gue sekarang. Dan ingat bawa dia dulu ke Syila, gue mau dia tampil secantik mungkin." perintah Raja sebelum pergi meninggalkan kita.
Raja berjalan menuju lift yang akan membawanya ke President suite room yang ada di lantai paling atas.
"Gue kangen sama lo Nong, sehari nggak ketemu dan juga nggak angkat telepon untuk dengerin suara lu benar-benar bikin hati gue tersiksa oleh rasa kangen," ucap Raja sambil menatap foto gadis yang ada di layar HPnya.
Kerutan kening Raja menunjukkan betapa ada rasa gundah akibat tekanan rasa rindu yang mendera.
"Saat gue merindukan lu, bikin gue lebih terjaga daripada secangkir kopi," bisik Raja.
"Akan gue ceritakan nanti saat kita bertemu, betapa sesaknya rindu saat gue harus menahan diri untuk tidak menghubungi lu Nong. Gue iri sama lu Nong, gue di sini ngomong sama HP sementara lu sekarang udah ada calon bayi kita di perut lu," gumam Raja dengan senyum terpaksa memandang wajah gadis.
Ting.
Pintu lift terbuka dan Raja keluar lalu dia melangkah menuju kamarnya. tepat di depan President suite room milik Raja ada seorang security yang sedang berjaga tampak terlihat panik.
"Ada apa?" tanya Raja langsung tahu pasti telah terjadi sesuatu dengan kamar suite roomnya.
"Maaf Bos, ada yang memaksa masuk ke dalam kamar Bos." jawab security dengan wajah tegang dan juga takut dimarahi Raja.
"Kenapa lo nggak tahan atau usir dia!" bentak Raja.
"Dia bilang kekasih bos, dan dia buka kode pintu sendiri Bos Jadi saya nggak berani melarangnya Bos!" saut security itu dengan suara gemetar.
"Hiiihhh, gue pecat lo!" hardik Raja lalu pergi meninggalkan sekuriti dan masuk ke dalam kamarnya.
Begitu Raja membuka pintu kamar Suite dia mendapati Zee sedang duduk sambil menyilangkan kaki dengan dress yang sangat seksi berwarna hitam dan tangan kirinya memegang secawan anggur merah.
__ADS_1
"Hai Raj," sapa Zee tersenyum menggoda.
"Keluar lo sekarang juga atau gue seret!" bentak Raja dengan wajah merah padam karena amarah..