Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Antara Nyaman dan Cinta


__ADS_3

..."Menghabiskan beberapa waktu denganmu adalah obat terbaik untuk semua luka. Karena saat bersamamu aku nyaman dan bahagia "...


...~Raja~...


LIKE VOTE GRATIS NYA KAKAK BIAR SEMANGAT




Gadis melepaskan jari Raja dan berlari meninggalkan Raja yang tertegun dengan suara lelaki di belakangnya tanpa menoleh. Jantung Raja mulai berdegup kencang.



"Siapa dia? Perasaan dari suaranya gue kenal banget. Tapi siapa ya? Tengok nggak tengok nggak." batin Raja ragu sekaligus khawatir.



Puk



pundak Raja ditepuk pelan dan tangan itu langsung merangkul bahu Raja dengan santainya.



"Kenapa dia ngacir bro? Sakit perut ya?" tanya orang yang baru saja menepuk dan merangkul Raja.



Raja menengok ke samping spontan dia langsung menyentil jidat orang yang ada di sampingnya tanpa ampun hingga meringis kesakitan.



Pletak.



"Sialan Lo! Dasar dodol buluk bikin gue jantungan aja lu!" dengus Raja kesal sambil matanya melotot ke arah Pras.



"Aaaaawww! Sakit brooo!" teriak Pras sambil mengusap jidatnya yang terlihat merah karena sentilan jari Raja yang lumayan keras.



"Siapa suruh lo kagetin gue Buluk! Gue olahraga buat nyehatin jantung! Gara-gara Lu barusan yang ada gue bisa kena serangan jantung! Koplak lo Buluk!" Geram Raja sambil mendengus dengan bibir mengerucut.



"Sorry Bro, gue kan spontan," saut Pras dengan wajah tanpa dosa.



"Sorry pala lu peak!" dengus Raja meninggalkan Pras berlari mengejar Gadis.



"Boss tunggu!" Teriak Pras memanggil Raja.



"Jangan ngintilin gue Dodol! Ganggu orang mojok aja lu!" bentak Raja kesal dengan keberadaan Pras.



"Ada yang penting Bro, makanya gue susul lu pagi-pagi ke sini." Pras mulai terlihat serius.



Raja menghentikan langkahnya, dia menatap tajam ke arah wajah Pras yang terlihat serius. Raja tahu sekali kebiasaan Pras yang tidak akan menemuinya pagi-pagi sekali kalau tidak ada hal yang sangat penting. Raja memandang punggung Gadis yang makin menjauh.



"Apa?" tanya Raja terlihat tak sabar.



"Leo orang di belakang Alex." laporan Pras singkat tapi langsung membuat darah Raja mendidih.



"Brengsek! Ternyata mereka berdua bekerja sama untuk melawan gue!" dengus Raja sambil mencibir.



"Gue akan membuat mereka berdua bener-bener hancur!" ujar Raja dengan Gigi beradu sambil mengepalkan kedua tangannya.



"Apa rencana kita selanjutnya bos?" tanya Pras menatap Raja.



"Raih Konsumen dengan Pemasaran yang ‘Out of The Box, pertahankan relasi bisnis kita sebaik mungkin dan jangan kasih kendor beri mereka pelayanan yang terbaik dan keuntungan yang sesuai sehingga mereka akan royal pada kita," jelas Raja tenang penuh optimisme.



"Oke, gue akan atur itu semua," saut Pras sambil manggut-manggut mencerna setiap penjelasan Raja.


__ADS_1


"Ada satu hal lagi yang juga penting, kita bisa merekrut pegawai atau SDM dari mereka dengan menggajinya lebih tinggi." ucap Raja tenang.



Pras menggeleng-gelengkan kepala jika menyangkut urusan bisnis Raja adalah sosok pebisnis yang tenang tapi selalu berani mengambil resiko dan tantangan.



"Tapi kita bakal ngeluarin banyak uang untuk hal itu bos." ucap Pras.



Raja menatap Pras, mata mereka saling bertatapan tangan Raja merangkul bahu Pras.



"Gue pengen gambling dalam hal ini, kalau gue kalah atau rugi paling tidak gue sudah membalaskan kan rasa sakit hati dari 2 orang cewek yang ada dalam hidup gue dan kalau gue menang, itu artinya gue sudah membuat orang yang nyakitin dua perempuan dalam hidup gue menderita. Paham kan bro." kata-kata Raja membuat Pras tersenyum kecut



"Hei Dodol! Ngapain senyum kayak gitu! bikin ifeel aja," gumam Raja kesal melihat ekspresi Pras seperti sedang meledeknya.



"Dua cewek bro, wuih keren kek judul lagu aja antara nyaman dan cinta wkwk." canda Pras tapi membuat Raja mendelik ke arah nya.



"Maksud lo apa ngomong gitu dodol!" bentak Raja sewot.



"Gue akui kalau masalah bisnis lu emang tokcer tapi kalau nyangkut hati perempuan ternyata masih payah dan polos nggak pernah berubah dari zaman dulu." olok Pras membuat Raja geram.



"Eh buluk! Loh itu jomblo dari lahir, jangan sok ngajarin buaya!" olok Raja tak mau kalah.



"Buaya tuh kelakuan Lo bro. kalau masalah hati, lu tuh kalah sama bocil bucin man hahaha," olok Pras tertawa ngakak.



"Sialan dasar teman gada akhlak! gue bukan polos tapi gue pemuja cinta sejati." balas Raja narsis.



"Mana ada pemuja cinta sejati plin plan sama perasaannya. Sekarang coba kalau bisa lu jawab, hati lu tuh condong kemana? Ke bini lu sekarang apa ke mantan, pasalnya gue denger gosip Zee sudah balik ke Jakarta semalam." pancing Pras.



"Serius lo Pras? tau dari mana Lo?" tanya Raja penasaran.




Raja beranjak dari duduknya dia berjalan dengan tatapan tak jelas sama seperti pikirannya dan juga hatinya.



"Clarissa bilang mereka sedang mengurus perceraian," sambung Pras.



Langkah Raja berhenti.



"Zee, kenapa lu datang disaat yang tidak tepat saat gue sudah melabuhkan hati pada cinta yang baru." batin Raja.



"Sebentar lagi terapi Lo selesai dan lu sembuh, gue sebagai sahabat pengen yang terbaik buat lu. Lu harus belajar jadi laki-laki yang tegas pada diri sendiri, apalagi nyangkut masalah masa depan dan hati. Jangan plin-plan, tentuin hati lu dari sekarang mana yang bakal lu pilih di antara dua perempuan yang sekarang ada dalam hidupmu bro." nasehat Pras bijak sambil merangkul pundak Raja.



Mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan taman, kata-kata Pras seakan mengingatkan kepada Raja, bahwa kali ini dia harus bisa mengambil keputusan agar tidak larut dalam perasaan sesaat. Tapi dia harus benar-benar berpikir, mana diantara dua perempuan yang mengisi hatinya yang harus dia pilih.



\*\*\*



Apartemen.



Ting



Raja keluar dari lift menuju ruang makan untuk sarapan di situ tampak terlihat Bu Santi yang sedang menyiapkan sarapan untuk 2 orang majikanya.



"Kamu, Panggil nyonya ke sini." perintah Raja kepada Yati.


__ADS_1


"Maaf Tuan, Nyonya belum pulang masih jogging." saut Yati mulai grogi.



"Hah! kemana dia? Kenapa belum pulang?" bentak Raja mendelik ke arah Yati.



"Sa sa saya tidak tahu tuan." jawab Yati gagap.



Raja mengibas-ngibaskan tangannya memberi kode supaya Yati menyingkir, Raja lalu menghubungi Gadis. Tampak wajahnya antara kesal dan khawatir, kenapa Gadis belum sampai apartemen padahal jarak dari taman ke apartemen tidaklah jauh walaupun harus ditempuh dengan jalan kaki.



"Assalamualaikum dimana lu sekarang? Kenapa belum sampai? Harusnya lo sampai rumah lebih cepat daripada gue! Kemana lagi lu ngayap kenapa belum juga sampai rumah padahal gua udah siap mau ke kantor!" cecar Raja tanpa titik dan koma.



*Waalakumsallam Kang, maaf Gadis pengen bubur ayam tapi ngantri banget jadi lama*.



Jleb



Mendengar penjelasan Gadis membuat Raja yang tadinya memasang wajah marah berubah seketika, ada senyum di bibirnya



"Kenapa gak beli di tempat lain aja kalau ngantri Nong?" tanya Raja dengan suara sudah mulai tenang.



*Bubur ayam Kang Enceng gak ada duanya di sini terkenal enak kang, Gadis sering kok beli di sini. Akang sama yang lain juga Gadis beliin*.



"Gue gak suka bubur ayam apalagi bikinan Enceng gondok, gak usah beliin." tolak Raja.



Belum selesai mereka telponan..



Nit Nit Nit Ceklek.



"Assalamualaikum, epribadi!" sapa Gadis begitu masuk apartemen sambil menenteng kantong plastik berisi beberapa kotak bubur ayam.



Melihat kelakuan Gadis yang selalu riang cuek dan tanpa masalah membuat Raja tersenyum.



"Apa lu gak pernah sedih dan pusing seperti gue dan orang lain Nong?" batin Raja



Raja berjalan menghampiri Gadis setelah dekat dia mengambil kantong plastik yang di jinjing Gadis.



"Biar Kang Gadis aja," tolak Gadis dengan tatapan heran.



Raja diam, kali ini dia tidak menyahut perkataan Gadis seperti biasanya. 2 kantong plastik yang berisi beberapa kotak bubur ayam Raja letakkan di atas meja makan, dia memutar badan kembali melangkah kearah Gadis.



Raja berjalan perlahan ke arah Gadis dengan menatap dalam mata Gadis, matanya memandang lekat-lekat wajah cantik dengan bulir-bulir kristal putih yang menetes di pelipis Gadis. Raja menarik nafas panjang lalu mendongakkan wajahnya ke atas menahan matanya yang mulai tergenang.



"Allahu Akbar, apakah ini cinta yang kau berikan padaku ya Allah kenapa aku terlalu mencintai Jenong tapi masih memikirkan Zee?" batin Raja seperti ingin memberontak.



Gadis melihat kegundahan hati Raja, lalu dia memeluk pinggang Raja, menyusupkan wajahnya dalam dada bidang suaminya yang di penuhi aroma Citrus kesukaannya, Gadis mendengarkan detak jantung Raja yang berdegup kencang bahkan tak beraturan.



Kedua tangan Raja memeluk erat tubuh Gadis mencium pucuk kepalanya sambil menggigit bibirnya untuk menahan agar air mata tak meluncur di pipinya.



"I love you Nong. I am sorry." satu kalimat yang meluncur dari mulut Raja tapi 1000 makna buat Gadis dan juga Raja.



...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...



HARI SENIN AWAL SEMANGAT BAGI VOTE GRATISNYA

__ADS_1


BIAR AUTHOR SEMANGAT UP 🤗👃


__ADS_2