Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pura-pura Tapi Nikmat


__ADS_3

Malam mulai larut tak lagi terdengar suara bising apapun, apa lagi di rumah Wijayanti yang luas dan mewah yang dikelilingi oleh halaman juga lumayan luas hingga bunyi-bunyian binatang malam sangat jelas terdengar seperti jangkrik dan sesekali tokek.


"Yang, dah tidur ya?" tanya Raja saat tak lagi terdengar Gadis bersuara.


Tak ada jawaban hanya hembusan nafas yang terdengar.


"Dasar Jenong tukang molor, kalau ketemu Bantal pasti Langsung pules," gerutu Raja yang masih bulat matanya belum ada rasa kantuk sedikitpun.


Raja membuka hp-nya dia berharap dengan membaca beberapa pesan yang masuk di WAnya akan membuatnya merasa mengantuk.


📥 Bos, jangan lupa besok meeting tender dengan Mark Stell Corporation jam 10 on time'


Entah sudah berapa puluh pesan chat WA yang Raja baca. Tapi kantuk tetap juga tak kunjung datang, saat dia membaca salah satu pesan WA ada emot hantu tertawa. Tiba-tiba Raja merinding bulu kuduknya berdiri dan keringat dingin langsung membasahi telapak nya. Dia teringat kembali film The Medium.


"Hiih kok horor begini sih bawaannya," gumam Raja sambil mengusap-usap tengkuknya.


Mata Raja menyapu kamar tidurnya hampir semua sisi tak lepas dari pandangan. Saat matanya menatap salah satu dinding dekat kamar mandi, jantungnya tiba-tiba berdetak dengan kencang melihat ada bayangan yang bergerak di dinding. .


Rasa parnonya makin menguasai dirinya dan membuat akal sehatnya tumpul, tak bisa membedakan kan kejadian ini masuk akal atau tidak.


"Astagfirullah, itu bayangan apa di dinding seperti makhluk tak berkepala." gumam Raja penutup tubuhnya dan kepalanya dengan selimut.


SREEEETTTTT KUKUUUU WUZZZZZ.


Bunyi-bunyian aneh mulai meneror gendang telinganya, membuat Raja semakin berdetak jantungnya.


DUG DEG DEG DEG DEG..


Bunyi detak jantung dan jarum jam dinding terdengar jelas keduanya di telinga Raja.


"Raja. Lu harus tenang, ini semua cuman khayalan lu. Nggak ada hantu semua cuma imajinasi lu. Jaman sekarang hantu, demit, kuntilanak, semua nggak ada. Cuman boongan," gumam Raja menenangkan rasa ketakutan nya.


"AAagggrrr!"


"Astagfirullah bunyi apalagi itu? Gue harus tutupin telinga biar nggak denger bunyi serem kayak gitu," gumam Raja.


Raja membuka selimutnya lalu dia berjalan menuju meja dekat ranjang untuk mencari headset. Raja duduk di tepi ranjang sebelum tangannya membuka laci nakas disamping ranjang Raja menoleh kearah Gadis yang sudah tidur pulas.


"Cantik," gumam Raja mengusap lembut pipi Gadis dengan punggung telapak tangannya.

__ADS_1


Raja mendekatkan wajahnya ke wajah Gadis lalu mencium pipi Gadis, debaran hasrat mulai menjalari seluruh tubuhnya. Aroma Jasmine yang keluar dari tubuh Gadis membuat hasrat Raja menanjak seketika.


Raja mengatur posisi duduknya menghadap Gadis lalu dia mulai mencium pucuk kepala Gadis yang ditumbuhi rambut hitam lebat dengan aroma Rose yang menyejukkan.


Ciuman Raja lalu turun ke telinga Gadis, dia terus mencium dan menikmati setiap aroma yang menguar dari tubuh Gadis hingga tak sadar Dicky ikut terbangun dan terjaga siap memulai aktivitasnya.


Gadis mulai menggeliat tapi matanya tetap aja tertutup, ciuman dan sentuhan Raja membuatnya Gadis terbuai dalam mimpinya.


"Aaaahhh," desah Gadis membuat Raja semakin menggila hasratnya.


"Moga Jenong gak bangun jadi ini bisa dianggap mimpi uhuk Jenong, hehehe," gumam Raja sambil terkekeh pelan.


Raja terus melancarkan serangan, dia mulai membuka kancing kemeja yang Gadis pinjam darinya. Gadis sendiri masih tampak pulas hanya sesekali dia mendesah atau menggeliat, sementara Raja terus saja beraktivitas dengan bibir atau tangannya menjamah hampir semua bagian tubuh Gadis.


"Dicky waktu nya buat kita bertamasya ke rumah Mak Lo, yang nakal ya bikin Mak Lo kangen ma kita wkwk," batin Raja sambil tersenyum geli dengan pikirannya.


"Hilih sok nolak dan jaim Akang, padahal ngebet nya selangit." batin Gadis yang sudah terbangun tapi tampak pura-pura sedang pulas bersikap pasrah dengan apa yang Raja lakukan.


Raja benar-benar menguasai malam itu, dia melampiaskan hasrat sepekan lebih hingga pada puncaknya.Sementara Gadis yang berpura-pura pulas ikut merasakan kenikmatan hingga keduanya sama-sama merasakan malam puncak kepuasan dalam diam tanpa kata dan kepura-puraan.


"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga bro. Kita balik lagi ke tempat kita, jangan sampai Mak lu tahu kalau kita anuin dia, biar tetap terjaga jaim kita di mata Mak Lo wkwk," gumam Raja perlahan keluar dari selimut Gadis selalu merapikan dan berjalan mengendap menuju.


"Kukuruyuuukkkk!"


Bunyi ayam jago dari alarm hp Gadis terdengar nyaring di telinga Gadis, Gadis menguap dan menggeliat. Badannya terasa pegal sekali setelah permainan tadi malam yang diberikan Raja.


Senyum tampak di bibir Gadis saat dia menoleh ke arah Raja yang tertidur pulas di sofa meringkuk dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Nakal," gumam Gadis sebelum berlalu pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi gadis berjalan mendekati Raja yang masih tertidur pulas, tangan Gadis menggoyangkan pundak Raja.


"Kang, bangun Kang sudah subuh," ucap Gadis.


Raja tak merespon dia masih hanyut dalam mimpinya, Gadis mendekatkan wajahnya ke telinga Raja lalu dia mencium belakang telinga Raja membuat Raja langsung menggeliat.


"Aaaahhh, lagi sayang bibirnya belum," Kata Raja dengan mata terpejam pura-pura tidur.


"Nggak ada kiss morning sebelum Akang bersih bersih badan dulu dan gosok gigi. Dah buruan bangun ntar keburu kesiangan subuhnya," ucap Gadis sambil menarik tangan Raja dan juga selimutnya.

__ADS_1


"Masih ngantuk," keluh Raja dengan malas


"Ayo ah, ibadah nggak boleh males nanti tidur lagi juga nggak papa," perintah Gadis menarik tangan Raja hingga berdiri dan mendorongnya pelan ke kamar mandi.


Setelah keduanya selesai membersihkan diri dan sholat, Raja mengajak Gadis turun ke lantai bawah. Suasana masih sepi Wijayanti ataupun Ifi belum terlihat hanya 2 orang asisten rumah tangga yang sedang di dapur menyiapkan sarapan dan satu membersihkan ruangan.


"Sayang aku bikinin sarapan ya" tawar Raja kepada Gadis.


"Gak usah Kang, belum pengen. Cari udara segar dulu ke taman bentar yuk Kang," ajak Gadis mengulurkan tangannya ke arah Raja dan Raja pun menyambut hangat uluran tangan istrinya.


Narsih asisten rumah tangga Wijayanti yang melihat kemesraan Raja dan Gadis mengerutkan dahi sedikit heran dan penasaran.


"Siapa dia? Apa pacar baru tuan ya? Tapi kok masih muda gitu kaya ABG," gumam Narsih bertanya dalam hati.


Gadis dan Raja saling berangkulan berjalan di taman, Gadis memeluk pinggang Raja dari samping sambil menyadarkan kepalanya di pundak Raja, Sementara tangan Raja merangkul pundak Gadis sesekali Raja mendaratkan kecupan di kepala atau di pipi Gadis.


"Kita duduk di situ Kang," ajak Gadis menarik tangan Raja menuju sebuah bangku ayunan yang terdapat di salah satu pojok taman dekat kolam renang.


mereka berdua duduk di bangku Gadis menyandarkan kepalanya di pundak Raja, sementara Raja merangkul pundak Gadis sambil menggerakkan kursi ayunan.


"Kang, semalam Gadis mimpi kayak beneran deh," ucap Gadis memulai cerita.


"Mimpi apa Nong? Seram ya? Kan gue udah bilangin jangan nonton film horor lu masih aja nonton. Sukurin lo mimpi serem," saut Raja tersenyum meledek.


"Siapa bilang Gadis mimpi seram, sini Kang Gadis bisikin," ucap gadis mendekatkan bibirnya ke telinga Raja, Raja pun mendekatkan telinganya.


"Gadis ngimpi anu sama cowok ganteng banget dan anunya itu bikin Gadis keinget sampai sekarang Kang," bisik Gadis sambil menahan senyum.


"Maksud lu, Lo mimpi begituan sama orang lain gitu?" mata Raja mendelik ke arah Gadis.


"Hooh, tapi kalau ngimpi masa pagi-pagi pas bangun tidur Gadis polos gak pakai apa-apa. Apa jangan-jangan dia jin tampan yang gituin Gadis ya Kang?" tanya gadis pura-pura polos.


"Hah! Mana ada Jin tampan, itu gu-," Raja tak meneruskan kalimat.


"Bukan Akang kan yang gituin Gadis semalam?" tanya Gadis memancing.


"A- Eng-,'" saut Raja terlihat gagap.


"Ngeng nging ngeng, hayo berani jujur gak Kang?"

__ADS_1


...~Salam author ~...


__ADS_2