Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Siapa Yang Kabur


__ADS_3

..."Bertahan di samping mu itu komitmen ku, mengikuti mau mu ku pikir dulu "...


..._Gadis_...


*****


Ceklek.


"Kenapa Mama ikut campur urusanku?" tanya Raja dengan suara menahan marah begitu masuk kamar Wijayanti.


"Anak ndak punya sopan, masuk kamar orang tua ndak ketuk pintu malah datang marah-marah!" hardik Wijayanti kesal mencubit lengan Raja.


"Aduuuhhh Maa! sakiitt!" teriak Raja sambil meringis.


"Sakit ya? ini belum sebesar di banding apa yang di lakukan istri gila mu sama Mama, NGERTI!" bentak Wijayanti seperti ingin melampiaskan kesalnya pada Raja.


"Kenapa kamu harus pelihara istri DUKUN, BOCAH TENGIL!!"


"AAAUUUWW, JANGAN DI CUBIT SEMUT MAAA! " teriak Raja kesakitan.


"Huuhh!" Wijayanti mendengus melepaskan cubitan di lengan Raja.


Raja menggulung kemejanya dan benar saja bekas cubitan Wijayanti tidak cuma meninggalkan bekas merah tapi juga luka lecet di lengan Raja. Raja meniup luka di lengannya beberapa kali.


"Dari orok sampai udah kepala tiga lebih Mama KDRT gak pernah berubah sama anak, cubit semut mulu iiih!" Raja mendengus kesal.


Wijayanti melirik luka di lengan Raja ada sesal juga di hatinya tapi jika mengingat kejadian tadi emosi nya kembali naik, bagi Wijayanti semua kekacauan ini akibat ulah putra semata wayang nya.


"BIARIN, EMANG KAMU PANTAS MENDAPATKAN NYA!!" teriak Wijayanti kesal sambil melotot ke arah Raja.


"Ma, please deh! kenapa Mama tidak bisa memahami kondisiku. Aku sudah pernah bilang sama Mama kalau Gadis itu sangat penting untuk masa depanku. Sekarang aku mau tanya sama mama, mama pengen punya cucu nggak?" tanya Raja sambil memegang lembut telapak tangan Wijayanti dan mengusapnya lembut.


"Cucu dari istri dukun mu? CIUH amit- amit jabang bayi jangan sampai kejadian!" hardik Wijayanti sambil mengusap-usap perutnya.


"Maksud Raja bukan dengan Gadis, siapa juga yang mau punya anak dari dia. Lagi pula Raja tuh Ma, boro-boro cinta ama tuh cewek suka aja enggak kalau Raja gak butuh dia gak bakal Raja mau nikah sama dia, ini semua demi masa depan Raja, bisa Mama bayangin Raja punya segalanya tapi gak bisa begituan dan juga gak mungkin punya keturunan, terus apa Mama mau silsilah keluarga kita yang Mama banggain di depan keluarga besar dan khalayak putus sampai di sini" cerocos Raja.


Wijayanti terdiam mendengar kata yang keluar dari mulut putra nya.


"Iya juga, kalau sampai aku tidak punya cucu akan terus-terusan aku dijadikan bahan ejekan oleh Wulan Diah dan yang lain, bahkan mereka mempunyai cucu lebih daripada satu. Hmm mau ditaruh di mana kehormatanku di mata mereka, huuuhh," batin Wijayanti sambil mendengus.


"Baiklah Mama tidak akan menggangu dukun itu sampai terapi selesai, tapi ingat begitu terapi mu selesai dia harus keluar dari hidupmu dan juga keluar dari apartemen mu," pesan Wijayanti menatap Raja tajam.


"Mengerti Ma, Mama tidak perlu mengingatkan hal itu, aku sendiri yang akan menyeretnya keluar dari apartemen ku," janji Raja.


"OK, dan ingat dukun kencur itu jangan sampai bikin masalah, kalau sampai ada masalah yang timbul Mama akan cincang dia habis!" ancam Wijayanti.


"Di jamin gak ada masalah Ma," janji Raja kembali meyakinkan Wijayanti.


"Ya sudah kalau begitu pulanglah, Mama mau istirahat," ucap Wijayanti mulai merebahkan tubuhnya.


"Iya Ma, tapi sebelumnya Raja minta tolong sama Mama dulu," wajah Raja memohon

__ADS_1


"Tolong apa?"


"Sebentar Ma," jawab Raja.


Raja membuka hpnya dan menekan nomor Gadis. Wijayanti bangun kembali dari tidurannya.


"Halo, nih Mama mau ngomong sama lu," Raja langsung menyodorkan HP miliknya pada Wijayanti.


"Siapa," tanya Wijayanti pelan.


"Gadis," bisik Raja menjawab.


"Hah, ndak mau!" Wijayanti menepis HP Raja menjauh.


Raja menutup bagian sound agar tak terdengar Gadis.


"Dia mau pulang kalo Mama yang ijinin," bisik Raja.


"Please tolong Ma," Raja memohon dengan muka penuh iba.


Wijayanti agak ragu mengambil HP Raja, demi melihat wajah putra semata wayang nya berwajah memelas akhirnya Wijayanti berbicara dengan Gadis juga.


"Pulanglah, aku tidak akan mengganggumu!" kata Wijayanti langsung menutup telepon.


Plak.. plak ...


"BENAR-BENAR PEMBUAT ONAR, SEUMUR HIDUP MAMA BARU KALI INI MAMA MENGALAH DAN MEMOHON PADA ORANG, APALAGI INI GADIS DUKUN YANG SUDAH BIKIN MAMA JADI PATUNG!!" teriak Wijayanti marah sambil terus memukul Raja.


"Muach muach, makasih Mama," dua kecupan mendarat di pipi Wijayanti.


"Dah, Mama cantikku!" teriak Raja sebelum menghilang di balik pintu.


"ANAK DEMITTT!!" teriak Wijayanti menghempaskan tubun paruh baya nya di atas ranjang dengan kesal.


***


Dengan panduan SERLOK dari Raja Pras menemukan Gadis di sebuah acara hajatan kampung. Pras celingukan mencari sosok Gadis dan saat tatapannya mengarah ke panggung, Pras langsung melihat Gadis yang sedang berada di atas panggung memainkan organ tunggal mengiringi seorang biduan.


"Wow, ternyata dia multitalenta," gumam Pras ada kagum yang tidak bisa dia tepis tentang sosok Gadis.


Ada beberapa para lelaki yang berjoget di atas panggung untuk memberikan saweran pada biduan, tapi ada satu yang mendekat ke arah Gadis dan mulai mengajak ngobrol. Gadis fokus tak merespon, Pras yang melihat mulai gerah dan menerobos kerumunan orang untuk mendekat ke panggung.


Pria seusia Raja mulai berbuat kurang ajar dengan menyenggol lengan Gadis, Gadis tampak tak senang dia mulai waspada. Saat tangan pria itu hendak menyentuh bokongnya secepat kilat Gadis menyematkan totok di pinggang pria itu hingga membuat dia terjatuh dan tubuhnya lumpuh separo.


"Rasain lu!" teriak Pras ikut kesal.


Suasana langsung kacau, saat mata Gadis bertatap dengan Pras Gadis langsung menyambar ranselnya dan turun panggung.


"GADIS MAU KEMANA!!" teriak seseorang memanggilnya


"SORRY GANTIIN BANG ZUL, GADIS UDAHAN!" sahut Gadis berteriak.

__ADS_1


Pras dan Gadis pergi meninggalkan acara hajatan pulang ke apartemen.


***


Begitu masuk pintu apartemen Raja menyambut nya.


"Assalamu'alaikum kang," sapa Gadis.


"Waalaikumsalam, lain kali kalau ada apa-apa jangan main kabur," sahut Raja menatap Gadis tajam.


"Siapa yang kabur? Gadis?" tanya Gadis dengan nada kesal baru juga dia datang sudah di marahin.


"Iya, siapa lagi?" Raja balik bertanya.


Mendengar pertanyaan Raja sebetulnya membuat Gadis kesal tapi dia sudah capek untuk bertengkar dengan Raja malam ini Gadis pun pergi ke kamarnya.


"Tunggu, jangan kebiasaan ninggalin orang kalau lagi ngomong!" Raja menarik lengan Gadis kasar hingga menghentikan langkah Gadis.


"Terus akang mau nya apa? Gadis diam aja gitu di tampar dan di hajar sama ibu mertua dan bodyguard nya ampe babak belur, BEGITU!!" teriak Gadis terpancing sudah kekesalannya.


"Hah, di tampar dihajar bodyguard? maksud lu-?" Raja bingung karena tidak ada yang cerita kalau Mama nya datang dengan bodyguard yang hendak menghajar Gadis.


Gadis mendengus dan menatap tajam Raja.


"Kalau bukan karena janji Gadis pada Akang males Gadis balik lagi ke sini," ucap Gadis tampak sekali ada marah di suaranya.


"Maaf Neng, maafin gue dan juga Mama. Gue gak tau soal yang terjadi, gue cuma berharap kalau ada apa-apa lu kasih tau gue jangan pergi gitu aja," Raja menyesal dengan ketidaktahuan nya tentang apa yang terjadi.


"Hmm," Gadis berdeham.


"Kok hmm, masih marah ya lu sama gue?" tanya Raja masih tidak puas dengan jawaban Gadis.


"Iya," Gadis menjawab singkat sambil melepaskan tangan Raja dari lengan nya.


"Tuh kan jawabnya cuma gitu, pasti masih marah," ucap Raja belum puas karena Gadis masih bersikap datar.


Gadis menarik nafas dalam.


"Ok, biar Akang puas Gadis maafin Mama Akang dan Akang dengan satu permintaan," ucap Gadis mulai dengan nada lunak.


"Apa? gue akan lakukan apapun permintaan lu,"


tantang Raja.


"Serius?" Gadis bertanya dengan nada bersemangat.


"Hooh, seribu rius," dengan yakin Raja menjawab tanpa berpikir.


"Ok deal, awas ya jangan ingkar janji. Akang di sini dulu ya Gadis ambil sesuatu di kamar," perintah Gadis dia pun bergegas ke kamar.


"Semoga permintaannya gak yang aneh-aneh kek biasanya, waduh perasaan gue kok gak enak ya kaya berasa punya bini lagi ngidam, huh kenapa gue mentok sama cewek psikopat ini?" tiba-tiba Raja bergidik membayangkan apa permintaan Gadis.

__ADS_1


Apa lagi ya permintaan Gadis, duh Kang Raja sabar ya semoga kali ini permintaan Gadis menyenangkan Akang. Next yang pengen tau juga tunggu episode lanjutannya.


Terima kasih untuk yang like vote komen dan gift nya dukung terus ya kakak readers 🤗🙏


__ADS_2