
Gadis berdiri, wanita gipsy menatapnya tajam dia baru menyadari kalau Gadis tak mempan dengan hipnotisnya.
"Wow, gadis ingusan ini ternyata pemberani," kata wanita gipsy.
Mata Gadis tetap menatap tajam kearah wanita gipsy. tangan kiri Gadis melakukan penotokan di tengkuk Wijayanti untuk menyadarkan Wijayanti dari pengaruh hipnotis begitu juga terhadap Ify.
"Ada apa ini Gus?" tanya Wijayanti yang terlihat bingung.
"Kita keluar Kang,"ajak Gadis berjalan paling depan.
"Udah Ma, ayo kita keluar dulu dari tempat ini," Raja berkata sambil menuntun Wijayanti untuk keluar dari restoran.
Pria berwajah seram menarik parangnya dari pinggang berjalan mendekat dengan siap mengacungkan parang di tangan kanannya.
"Berhenti," ucap Gadis dengan tangan menahan Raja dan yang lain untuk berhenti.
"Apapun yang nanti terjadi bawa keluar ibu mertua dan Madam Ify, Gadis akan menghadapi para penjahat ini," pesan Gadis.
"iya hati-hati sayang, gue akan mencari pertolongan begitu keluar dari restoran ini,"
Gadis melangkah maju mendekati pria seram yang mulai mengayun-ayunkan parangnya, Gadis mengulurkan tangannya ke depan dalam satu tebasan parang, tangan Gadis yang terbungkus hoodie warna putih langsung terkena sambaran parang, darah mulai terlihat di hoodie warna putihnya.
perkelahian yang tidak seimbang antara Gadis yang bertangan kosong dengan pria berwajah seram membuat Raja ikut tegang, apalagi saat melihat luka di tangan Gadis Raja melangkahkan kakinya tapi tangan Wijayanti mencekal.
Gadis menyerang pria itu lebih dahulu dengan penuh tenaga tanpa di duga hingga mengejutkan pria penyerang.
Gadis merenggut telinga penyerang dan menekankan ibu jari di mata yang berada di dekatnya. Gadis menekan dengan kuat. Tindakan Gadis membuat si pria kesakitan karena matanya yang dicolok Gadis.
"Habisin Dis hajar sampai mampus!"teriak Madam Ify geram melihat para penjahat.
"Nong awas belakang Lo! teriak Raja saat si muka datar hendak memukul Gadis dengan kayu dari belakang.
Refleks Gadis memutar 180 derajat ke belakang dan menyerang jup tendangan keras ke tempurung membuat pria datar tumbang seketika akibat perdarahan dalam kepala.
Satu totokan Gadis sematkan di dada pria seram yang masih menutup matanya dengan satu tangan karena colokan Gadis langsung pingsan seketika.
"Cepat telepon polisi Kang, bawa ibu mertua dan Madani Ify ke mobil." perintah Gadis dengan mata menatap tajam ke arah wanita gipsy.
"Udah Nong Kita kabur aja," ajak Raja menarik tangan Gadis.
Ify menuntun Wijayanti melangkah bergegas keluar restoran menuju mobil.
"Sudah ayo! Jangan bandel Nong kita kabur aja." Raja menarik paksa tangan Gadis hingga Gadis pun terseret olehnya.
"Gus! buruan!" teriak Ify melambaikan tangan dari jendela mobil.
"Kalian tidak akan bisa kabur!" teriak Wanita gipsy.
Gadis menarik paksa tangannya dari cekalan tangan Raja, Dia berjalan mendekat kearah wanita gipsy dengan tatapan tajam. Mereka berdua saling menatap tanpa ada yang mau mengalah.
"Maju"dengus wanita gipsy sambil menarik salah satu bibirnya keatas.
"Nong! Balik! Gue bilang BALIKKK!" pekik Raja dengan wajah tegang dan cemas.
Gadis tidak menghiraukan teriakan Raja, dia tetap berjalan ke depan menghampiri wanita gipsy itu. Tak terlihat aura gentar sedikitpun di wajah Gadis.
__ADS_1
"Punya nyali juga lu bocah," dengus Wanita gipsy.
Mata Gadis tetap awas, saat pandangannya menangkap rantai pengikat pintu pagar, Gadis bergerak setengah berlari menuju rantai itu dan dengan sekali sentak rantai terlepas dari tiang pagar.
"MasyaAllah! Bini gue dah kek Samson!" seru Raja terkejut dengan aksi Gadis.
"Mbak Yu mantu mu! Ck ck ck," kata Ify takjub.
"Pantes aja bodyguard mbakyu habis dibabat sama dia," lanjut Ify kembali.
Wijayanti diam saja tak merespon ucapan Ify.
"Dia bukan gadis biasa," batin Wijayanti dengan sudut bibir terangkat salah satu.
Gadis kembali berjalan ke arah wanita gipsy sambil menggenggam rantai sepanjang setengah meter. Sementara wanita itu mengambil parang milik si wajah seram.
Keduanya kini berhadapan, Gadis mengayunkan rantai di tangannya, tujuan rantai itu mengenai bagian tangan wanita gipsy yang menghunus Parang. Wanita gipsy mengayunkan pedangnya segala arah menebas untuk mengenai Gadis, Gadis dengan lincah selalu bisa mengelak.
"Kurang ajar dasar anak tengil," geram wanita gipsy karena serangannya selalu bisa ditangkis Gadis.
"Rasakan ini!" sambil mengayunkan pedangnya tepat ke tubuh Gadis.
Gadis menghindar dengan melengkungkan tubuhnya ke belakang dan pada saat yang tepat, Gadis mengayunkan rantai di tangan dan tepat mengenai tangan wanita gipsy yang memegang parang.
Satu tangan Gadis langsung menekan tepat satu titik di dada wanita gipsy hingga membuat wanita gipsy tak mampu bergerak karena terkena Totok Gadis.
"Hey! Apa yang sudah kamu lakukan padaku gadis brengsek!" maki wanita gipsy.
"Semakin anda emosi, semakin sulit totok itu melancarkan peredaran darah di tubuh anda dan akan membuat syaraf-syaraf anda akan semakin sulit digerakkan," ucapan Gadis sebelum pergi meninggalkan wanita gypsy.
Tangan Raja meraih lengan kiri Gadis yang terluka karena sabetan parang lalu dia menggulung perlahan bagian lengan yang terluka. Saat luka itu terlihat di lengan dengan goresan lurus cukup dalam, kedua sudut mata Raja tampak tergenang.
"Pasti sakit ya Nong? Maaf lu punya suami yang gak berguna sampai terluka seperti ini. Sumpah Nong, gue nyesel banget," ucap Raja lirih.
"Enggak apa-apa Kang, Itu kan cuman luka kecil. Gadis udah biasa terluka seperti ini,"ucap Gadis dengan raut wajah tak terlihat ada kesakitan sedikit dengan luka di tangan.
"Lihat luka di tangan lu, hatiku juga terluka nggak bisa ngebayangin kalau sampai terjadi hal buruk lebih dari ini. Gue janji, gue akan belajar ilmu bela diri dan suatu hari nanti bukan lo yang lindungin gue tapi gue yang melindungi lu," janji Raja mencium pucuk kepala Gadis.
"Nggak papa Kang. Ayo kita pulang kasihan ibu mertua," Ajak Gadis.
Setelah mengobati luka Gadis, Raja dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Tapi sebelumnya mereka mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian perampokan di cafe.
***
Jakarta malam hari begitu indah di lihat dari ketinggian lantai 28 apartemen Gadis, lampu-lampu lanskap dan lampu kendaraan terlihat sangat kecil seperti kunang-kunang.
Gadis berdiri di tepi pagar pembatas balkon wajahnya menengadah ke langit menatap Bintang langit Jakarta yang terlihat terang dengan tiupan angin yang menyapu lembut wajahnya dengan suhu yang lumayan dingin.
"Subhanallah." kata yang meluncur keluar dari bibir Gadis.
Raja menatap Gadis dari balik jendela kaca dengan senyum di bibirnya senyum kepuasan dan juga bahagia. Bahagia karena kini hati Gadis sudah terbuka untuknya.
Raja pergi menuju lemari mengambil sebuah selimut tebal lalu dia berjalan keluar menuju balkon kamar dimana Gadis sedang berdiri. Raja menyelimuti tubuh Gadis dari belakang Lalu mendekat tubuh erat dalam pelukannya.
"Makasih Kang," ucap Gadis menoleh ke belakang sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Tetap seperti itu untuk 1 menit aja,"pinta Raja.
Gadis menuruti apa kata Raja.
"I love you Sayang, I love you so much," ucap Raja lembut menatap dalam manik mata Gadis.
"Makasih Kang,"sahut Gadis.
"Kok lu nggak jawab love you too, Nong,", protes Raja.
Gadis membalikan tubuh sekarang mereka saling berhadap-hadapan.
"Cinta itu ada tahapannya dan ada prosesnya, bener gak Kang?" tanya Gadis mendongak menatap Raja.
"Iya, terus?" saut Raja.
"kita menikah tidak seperti umumnya pasangan lain, walaupun kita tidak dijodohkan tapi karena keadaan memaksa kita ada dalam hubungan ini, tanpa Cinta tanpa sayang dan tanpa suka,"
"Sayang, jangan muter-muter gue pusing, langsung intinya. Maksud dari pembicaraan lu apa?" tanya Raja makin tak paham dengan apa yang dikatakan Gadis.
"Pacaran, seperti layaknya pasangan romantis lainnya. Gadis pengen kita jalani seperti mereka,"
"Jenong kita malah sudah sah, ngapain pakai pacaran?"tanya Raja heran.
"iya iya Akang benar tapi pernikahan kita pernikahan yang masih tersembunyi dan satu lagi selama ini hubungan kita adalah terapis dengan pasien,"
"Maksud lu, lu pengen kita go publik?"tanya Raja mulai mengerti arah pembicaraan Gadis.
"Bukan itu saja Kang, Gadis pengen ngerasain kencan seperti pasangan umumnya," pinta Gadis.
"Oke besok kita kencan,"
"Tanpa sembunyi-sembunyi?"tantang Gadis.
Raja diam sejenak seperti sedang berpikir karena dia tahu, ini akan sangat berpengaruh dengan reputasinya.
"Kita kencan dulu 5 kali, kalau setelah kencan 5 kali Akang siap. umumkan secara terbuka hubungan kita ke publik," saran Gadis.
"Setuju deal," ucap Raja dengan enteng menyanggupi.
"Kencan dilakukan seminggu sekali, karena Gadis pengen rasain rasanya kangen sama Akang," kata Gadis.
"Nggak masalah gue setuju aja,"Raja kembali menyanggupi.
"Dan seperti layaknya pasangan lain yang pacaran, kita tidur terpisah dan tinggal terpisah karena Gadis- pengen ngerasain diapelin, rasain jantung Gadis berdebar-debar, dan juga pengen tahu rasanya menahan rindu," ungkap Gadis.
Jleb
Sampai disini Raja tidak mengiyakan karena ini akan berat untuk nya, jangankan seminggu tidak bertemu Gadis sejam saja rasanya berat.
-
-bersambung dulu ya author nya ngantuk, besok kita lanjut keputusan apa yang akan diambil Raja di episode berikutnya.
jangan lupa vote gratis nya 🙏.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua jejak dan hadiahnya 🙏