
..."Sebingung apapun yang ada dipikiranku tapi aku tidak pernah bingung saat memutuskan untuk mencintaimu"...
...~Raja~...
LIKE FAVORITE KOMENTAR KAKAK 🙏
Private Party
Hingar-bingar musik yang terdengar hampir memekakkan telinga menjadi hiburan tersendiri bagi orang-orang yang ada di ruang pesta Apartemen Vivian.
*Crazy party* itulah yang sedang Vivian lakukan bersama dengan 7 orang temannya tiga diantaranya adalah laki-laki, bukan hanya minum atau Joget tapi lebih dari itu mereka melakukan pesta narkoba
"AYO GUYS KITA MABOK MALAM INI SAMPAI MAMPUSSS!!" teriak lantang Vivian yang sudah dipengaruhi oleh alkohol ataupun obat terlarang.
"SETUBUHHHH!" sahut teman-temannya yang sudah dalam keadaan sama.
Saat sedang gila berjoget tiba-tiba tubuh Vivian terjatuh di lantai dan dia kejang-kejang, semua yang ada di ruangan itu tiba-tiba panik seketika.
"VI! BANGUN VI!!' teriak Agnes sahabat dekat Vivian.
" CEPETAN PANGGIL AMBULANS!" teriak Agnes.
Tapi tidak ada satupun yang merespon, teman-teman Vivian yang dalam pengaruh alkohol dan juga narkoba pun tidak ada yang berani menelepon ambulans mereka bahkan berkemas pergi dari apartemen Vivian meninggalkan Vivian yang dalam kondisi sekarat bersama Agnes.
WOII! BANGSAT LU MAU PADA KABUR YE!!" teriak Agnes memaki teman-temannya.
"Sorry kita nggak mau punya urusan sama polisi serah kalau Lu mau di sini." sahut Bryan salah satu temannya yang ikut dalam pesta itu.
Mereka semua sudah keluar dari apartemen Vivian, sejenak Agnes bingung tidak mungkin dia meninggalkan Vivian yang dalam kondisi sekarat tapi di salah satu sisi dia tidak ingin terlibat dengan polisi.
"Sorry Vi! Bukannya Gue nggak setia kawan tapi bener Apa kata mereka bakal panjang urusannya kalau kita terlibat dengan polisi." Agnes melepaskan tangannya dari genggaman tangan Vivian.
Matanya sayu, wajah pucat dan Vivian masih kejang-kejang dan saat Agnes berdiri tiba-tiba tubuh Vivian tidak bergerak lagi seketika hal ini membuat Agnes panik.
"VIIIII!!" cerita Agnes sambil menangis melihat Vivian yang sudah tak bernyawa.
\*\*\*
Berita kematian Vivian sangat cepat menyebar dan sampai juga di telinga Raja, Dia sangat terkejut selama ini Raja tidak menyangka Vivian masih memakai narkoba.
"Pras, kirimkan rangkaian bunga termahal dan yang terbagus ke rumah duka." perintah Raja kepada Pras.
__ADS_1
"Baik Bos," jawab Pras.
Raja datang bersama dengan wijayanti menghadiri pemakaman Vivian dan Raja menampakkan wajah sedihnya bagaimanapun juga untuk beberapa bulan Vivian sudah mengisi hidupnya bahkan hubungan mereka juga sudah jauh.
"Selamat jalan Beb, maaf kalau selama ini aku tidak berani jujur padamu dan semua harus berakhir seperti ini." satu kalimat yang Raja ucapkan saat menaburkan bunga di atas jenazah vivian yang sudah berada di liang lahat.
Saat selesai acara pemakaman Vivian Raja dan Wijayanti meninggalkan area pemakaman, tanpa sengaja Raja berpapasan dengan Alex yang juga sedang menghadiri acara pemakaman.
"Brengsek! Bajingan itu datang juga pengen rasanya Gue hajar dia sampai babak belur!" gumam Raja sambil mengepalkan tangannya dan urat lehernya menegang.
"Kamu kenapa Gus?" tanya Wijayanti heran dengan perubahan wajah Raja saat melihat Alex.
"Apa Ma?" Raja balik bertanya pada Wijayanti.
"Sikap kamu kaya orang ngajak perang!" ucap Wijayanti menyadarkan Raja. Bahwa saat ini mereka ada di pemakaman.
Raja Kembali Netral sikapnya Bahkan dia tidak memandang ke arah Alex.
"Pasti anda sangat sedih tunangan Anda meninggal tiba-tiba dan saya mengucapkan turut belasungkawa," ucap Alex berbasa-basi pada Raja dan hal itu membuat Raja semakin muak terhadapnya.
Alex mengulurkan tangannya untuk menyalami Raja sebagai ucapan Bela sungkawa dan Raja menyambutnya
"Sakit kan Lu! rasain Lu! Gue pengen hancurin tangan Lu dasar badjingan tengik yang bisanya cuma main curang aja!" batin Raja merasa puas sudah menyakiti tangan Alex.
Alex memaksa menarik tangannya, Raja pura-pura tidak paham dan terus meremas kuat telapak tangan Alex sambil mengayun-ayunkan.
"Anda menyakiti tangan saya." Alex menarik kasar tangannya dari remasan tangan Raja.
"Oh maaf ini efek terlalu berduka," jawab Raja dengan santainya melepas tangannya.
"Sialan! punya masalah apa cunguk ini ama Gue!" sungut Alex menatap Raja tajam dengan mata merahnya.
"Ini baru permulaan Gue nyakitin Elu, lain kali Gue akan lebih Nyakitin Lu seperti Lu udah nyakitin bini Gue!" batin Raja dengan tatapan marah dan juga senyum smirk.
"Ayo Gus buruan! bentar lagi akan turun hujan langit sudah gelap," tarik Wijayanti menggamit lengan Raja.
Saat di dalam mobil Raja terus memikirkan Bagaimana cara dia membalas perlakuan Alex terhadap Gadis yang hampir merenggut nyawanya.
__ADS_1
Masih teringat jelas hasil laporan dari Pras bahwa Adin ternyata dikelabui oleh salah satu anak buah Alex untuk memberikan corn dog itu kepada Gadis tanpa Adin tahu kalau Gadis alergi terhadap corn dog itu.
"Apa rencana mu selanjutnya Gus?" tanya Wijayanti tiba-tiba membuyarkan isi pikiran Raja.
"Hah, apa Ma?" Raja menjawab seperti orang bingung dengan balik bertanya.
"Kamu ini kenapa sih, Dari tadi Mama perhatiin pikiran kamu itu kemana-mana. Enggak ada di sini!" protes Wijayanti melihat Raja seperti orang yang banyak pikiran dan bingung.
"Gak tau Mah." dengan malas Raja menjawab.
Plak
"Mama tanya apa rencana mu ke depan kok kamu jawab nggak tahu!" dengan kesal Wijayanti memukul pundak Raja.
"Aauw! Beneran Ma-ma Raja nggak tau dan untuk saat ini gak mau tau dulu!" Raja berkata sambil mengangkat kedua pundaknya.
"Mama akan carikan calon istri baru untuk mu secepatnya." ujar Wijayanti membuat mata Raja langsung terbelalak menatap kearahnya.
"ENGGAK MA!" tolak Raja keras hingga membuat Wijayanti langsung menyentil telinganya.
"BERANI KAMU BERTERIAK DAN MEMBANTAH SAMA MAMA!" hardik Wijayanti tepat ditelinga Raja, sampai Raja menutup telinga kanannya.
"Bukan begitu Mah! Baru juga Vivian dimakamkan, Mama sudah bahas masalah Perjodohan. Lagi lagi pula udah ada Gadis Ma." ucap Raja tenang dia tidak ingin memancing amarah Wijayanti.
"Demit, jangan sebut dukun santet itu istrimu! Amit-amit Mama gak akan pernah merestui hubungan kalian sampai kapanpun. Ingat ya begitu terapi selesai dukun santet itu harus sudah keluar dari rumahmu Dan juga dari kehidupan mengerti kamu!!" bentak Wijayanti dengan nada kesal dan marah luar biasa Raja menyebut nama Gadis.
Raja diam tak menyahut dia merapatkan gigi-giginya menahan marah atas sikap Wijayanti.
"Gini amat nasib cinta Gue, kenapa juga banyak duri yang menghadang apalagi ini duri paling tajam. Mah restuin kami!" batin Raja menjerit.
"*Ku menangis*
*Membayangkan*
*Betapa kejamnya dirimu atas diriku*
*Kau tak restui cinta ini*
*Kau tolak dia bersamaku*
*Ku menangis*." dalam hati Raja menyanyikan lagu Rossa yang diganti liriknya.
😭😭😭😭😭🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️😭😭😭😭😭
Cinta Akang Raja terganjal Restu orang tua bagaimana Akang Raja menyikapi dan memperjuangkannya.
__ADS_1
Yuk ikuti episode berikutnya di totok pembangkit.
Terima kasih untuk yang like vote dan juga gift-nya serta komennya dukung terus ya Kakak🤗🙏