Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Suami Dan Mantan.


__ADS_3

..."Karena ku yakin telah menemukan cinta sejatiku. Maka aku nggak akan melepaskanmu, apa pun yang terjadi."...


...~Raja~...


SEMOGA MASIH LIKE CERITA GADIS DAN RAJA 🌹🌹




Kokok ayam jantan nyaring bunyinya hingga membuat mata yang masih terasa berat mau tak mau harus terbangun.



Sang fajar nampak mulai menyingsing, meskipun angin sepoi-sepoi masih terasa dingin, namun hati Raja sudah sangat lega, karena sebentar lagi pasti sang surya akan menampakkan diri, artinya alam yang tadi nampak gelap akan terlihat terang-benderang.



Suasana sudah mulai terang, pancaran sinar matahari pagi ke bumi sudah membuat suasana dingin menjadi lebih hangat.



Sayup-sayup lantunan ayat suci dari masjid terdengar membuat rasa takut terkurangi, ruang keluarga tampak terang karena cahaya lampu yang semalam tidak dimatikan.



Raja menengok ke sebelah kanannya di mana Wijayanti tertidur sangat pulas, dia pun merapikan selimut Wijayanti untuk menutupi tubuh tua Wijayanti agar tidak kedinginan sambil membelai lembut pucuk kepala Wijayanti.



Gadis tersenyum melihat apa yang dilakukan Raja terhadap Wijayanti, ternyata walaupun Raja manja dan juga keras kepala ada sisi kelembutan dan perhatian kepada Mamanya.



"Nong, Mamah kemana?" tanya Raja saat melihat Hayati tidak ada di tempatnya.



"Mamah mungkin sudah pergi ke masjid," jawab Gadis sambil melipat selimut mereka.



"Subuh masih lama ya Nong?" tanya Raja sambil matanya memperhatikan Ify untuk memastikan apakah Ify sudah bangun atau masih tertidur.



"Paling gak nyampe sepuluh menit lagi, emang kenapa?" tanya Gadis penasaran untuk apa Raja menanyakan hal itu.



"Ke kamar lu dulu bentar Nong," bisik Raja mendekatkan mulutnya ke telinga Gadis.



Gadis mengerutkan dahi, ujung netral nya melirik curiga ke arah Raja. Raja beranjak dari duduknya lalu menarik tangan Gadis untuk berdiri dan berjalan menuntun Gadis menuju kamar. Begitu mereka memasuki kamar Raja langsung mengunci pintu kamar dengan rapat.



"Mau ngapain Kang? Bentar lagi adzan subuh," kata Gadis memandang wajah Raja mencari jawaban.



"Ada yang kangen sama Lu," saut Raja sambil meremas jari jemari tangan Gadis.



Gadis paham maksud perkataan Raja, dia menarik tangan Raja berjalan ke tepi tempat tidur dan mengajak Raja duduk.



"Siapa yang kangen Kang?" tanya Gadis pura-pura tidak tahu untuk menggoda Raja.



Raja berdiri tepat di depan wajah Gadis, Gadis membulatkan matanya ke arah Raja.



"Nih," ucap Raja sambil melorotkan kolor nya hingga terlihat bagian sensitifnya nya yang tertutup underwear warna hitam.



"A- Astaghfirullah Akang mesum pagi-pagi, hahaha" teriak Gadis tertahan melihat benda mengembang dibalik underware Raja sambil menutupi kedua mata dengan dua telapak tangannya.



"Bentar doang aja Neng, 5 menit aja. Please." bujuk Raja memohon dengan wajah penuh harap.



"Nanti kalau tiba-tiba ibu mertua bangun gimana, pasti dia teriak-teriak Kang," ucap Gadis mengingatkan Raja.



"Nggak Nong Mama itu jarang bangun Subuh, dia biasanya sekitar jam 6 baru bangun," balas Raja.

__ADS_1



"Emmm," suara Gadis terlihat sedang berpikir antara mengikuti keinginan Raja atau menolaknya.



Raja membungkukkan badannya mencium pucuk kepala Gadis, lalu rambut hitam panjang sebahu milik Gadis yang selalu harum walaupun baru bangun tidur sekalipun.



"Sayang kalau gue bisa jadi bagian dari diri lu, gue mau jadi air mata lu, yang tersimpan di hati lu Nong, lahir dari mata indah milik lu," bisik Raja sambil mencium kening Gadis dan kemudian turun di kedua kelopak matanya.



Hembusan nafas Raja yang hangat menyapu wajah cantik alami Gadis. Raja kembali duduk di tepi ranjang depan dengan Gadis tanpa melepaskan ciumannya.



"Gue pengen hidup di pipi lu," ucap Raja dengan suara serak tertahan sambil mencium pipi putih Gadis bergantian.



Mata Gadis terpejam, jari-jemarinya meremas kain sprei. Entah kenapa ada rasa bahagia dengan rayuan dan sentuhan bibir Raja yang menyapu seluruh bagian wajahnya.



Sejenak Raja diam menatap lekat bibir sensual Gadis yang terbuka sedikit seperti sedang menantang dan menunggu bibirnya.



"Dan mati di bibir lu untuk selamanya." lanjut Raja lalu memiringkan kepalanya dan menempelkan bibirnya.



Suhu panas mulai menjalari tubuh Gadis, degup jantungnya terasa cepat berdetak tapi napasnya terasa berat, Raja diam sejenak melihat reaksi tubuh Gadis yang tak biasanya. Hatinya bersorak kegirangan.



"Yes! Dicky Mak lu mulai respon, ini awal yang sangat penting buat buka pintu hati Mak lu buat gue isi," batin Raja kegirangan.



"Allahu Akbar Allahu Akbar..." suara adzan mulai berkumandang.q



"Adzan thanks udah bantu gue, Alhamdulillah," batin Raja semakin puas dengan panggilan adzan hingga membuat Raja bisa menggantung hasrat Gadis yang sudah mulai menanjak.




Raja menarik wajahnya menjauh dari wajah Gadis, berjalan menuju pintu kamar membuka kunci lalu meninggalkan Gadis. Gadis membuka matanya sambil menutup wajahnya karena malu.



"Astaghfirullah Sebel ihh, bikin malu aja nih otak," gerutu Gadis sambil menghentakkan kakinya dan berjalan keluar menyusul Raja sambil cemberut.



\*\*\*



Di dapur Hayati dan Gadis sedang menyiapkan sarapan pagi, sementara Raja, Wijayanti dan Ify sedang duduk di ruang tengah dan bersiap hendak pamit pulang ke Jakarta.



"Gus, ayo buruan kita balik. Mama sudah gak tahan di sini," ajak Wijayanti tak sabar.



Wajah Wijayanti yang terlihat pucat dengan mata panda yang hitam dan tatapan kuyu, bahkan tanpa sapuan make up sedikitpun tidak seperti biasanya yang tampil elegan bak nyonya-nyonya sosialita hilang seketika.



"Sabar Ma, kita sarapan dulu nanti takutnya asam lambung Mama kambuh. Apalagi semalam Mama nggak tidur kan?" bujuk Raja.



"Gimana Mama bisa tidur, rumah di dekat kuburan, kasurnya keras seperti tumpukan jerami. Sudah gitu semalam Mama dengar ada suara erangan yang menakutkan seperti suara harimau, mungkin siluman harimau Gus ini kan rumahnya dekat hutan di lereng gunung lagi dan itu bikin telinga Mama sakit semalaman," keluh Wijayanti sambil bergidik.



"Mana ada mah jaman sekarang harimau siluman, kita udah hidup di zaman serba canggih mah. Mama masih percaya aja ama yang kayak gituan," saut Raja sambil tersenyum geli dengan penjelasan Wijayanti yang terlalu paranoid.



"Akang, Ibu mertua dan Madam Ify silakan sarapan dulu," ajak Gadis dengan sopan.



Mereka berempat pun beranjak menuju meja makan. Di atas meja makan telah tertata rapi menu sarapan yang menggugah selera makan pagi. Raja yang biasanya pilih-pilih dalam soal makanan kali ini apapun yang tersaji di depannya merasa tertantang untuk mencobanya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/2153533/markdown/13236237/1639023937921.jpg)



![](contribute/fiction/2153533/markdown/13236237/1639023937918.jpg)



"Ini apa Nong?" Raja menunjuk pada nasi yang tersaji di sebuah piring lengkap dengan lauk pauk.



"Nasi tutug oncom campur Pete Kang," jawab Gadis.



"Terus itu kue apa Nong?" tanya Raja kembali mobil menuju pada piring yang berisi kue berbentuk bulat.



"Itu serabi Kang bisa pakai kuah gula aren atau pakai kuah santan," jawab Gadis menjelaskan.



Raja langsung mengambil posisi duduk di salah satu kursi.



"Masak sendiri?" tanya Ify penasaran.



"Di kampung mah jarang ada cafe atau warung makan. Jadi apa yang kita makan biasanya kita masak sendiri Madam," jawab gadis sambil tersenyum ramah kearah Ify.



"Oh." saut Ify sambil menarik kursi dan duduk siap sarapan pagi.



Netra tua Wijayanti memicing melihat makanan di atas meja dengan bibir mencibir.



"Mama gak nafsu makan, Mama tunggu kalian di mobil," kata Wijayanti berbalik badan hendak keluar dari ruang makan.



"Mulut besan tidak lapar tapi perut anda harus di isi supaya tidak masuk angin saat perjalanan pulang nanti," kata Hayati yang baru muncul dari dapur membawa berapa gelas teh tawar.



Mendengar perkataan Hayati yang memang ada benarnya membuat Wijayanti mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruang makan dan berbalik lagi ke arah meja makan.



"Baiklah kalau anda memaksa," saut Wijayanti duduk di kursi makan bersebelahan dengan Raja dan Ify.



Setelah selesai sarapan mereka bersiap untuk balik ke Jakarta, Gadis membantu merapikan. Setelah selesai membersihkan bekas sarapan Gadis lalu pergi ke kamar untuk berkemas dan merias wajahnya dengan riasan tipis natural tapi terlihat cantik.



Raja sedang duduk di teras rumah tanpa memakai alas kaki sambil sibuk dengan ponsel di tangannya. Bahkan saat ada seseorang masuk membuka pintu pagar rumah Gadis, Raja tidak menyadarinya.



"Assalamu'alaikum," sapa pria bersuara dalam.



"Waalaikumsalam," saut Raja mengangkat wajahnya ke depan.



Manik mata Raja langsung menangkap sosok pria muda yang tampan dan rupawan, dia adalah Haris. Sejenak keduanya saling bertatapan tajam.



"Kang, tol-" suara Gadis tiba-tiba tercekat di tenggorokan dan jantungnya berhenti berdetak sejenak saat melihat Haris ada di depan rumahnya.



...πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜•...



Manta dan Suami kencang mana detak jantung gadis untuk kedua cowok yang ada di depannya saat ini.


Dan apa yang terjadi saat Haris dan Raja tahu mereka adalah 2 orang yang yang punya arti penting dalam hidup Gadis


Yuk ikuti di episode berikutnya letak pembangkit.


__ADS_1


TERIMA KASIH UNTUK LIKE GIF DAN KOMENTARNYAπŸ™πŸ™


__ADS_2