Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Di Tikung Atau Beruntung


__ADS_3

Pagi ini tak seperti biasa Gadis dengan sangat malas bangun dari tidurnya, alarm yang berbunyi adzan membangunkan nya pukul 4 pagi.


"Bau apa sih ini nggak enak banget, bikin mual lagi. Hoek hoek," batin Gadis begitu dia mencium bau ketiak Raja yang sedang pulas tertidur di sampingnya dengan tangan kiri mengarah ke atas.


Gadis langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya, setelah beberapa saat di kamar mandi Gadis keluar dengan wajah pucat. dia kembali merebahkan badannya di samping Raja.


"Hoek, hoek hoek," Gadis kembali turun dari tempat tidur dan bergegas berlari ke kamar mandi.


"Kenapa aku nggak kuat ada di dekat Akang, apalagi kalau kecium bau keteknya. Padahal biasanya gak ada masalah," gumam Gadis bingung seorang diri di kamar mandi.


Gadis menguap beberapa kali rasa kantuk ternyata masih sangat dirasakan Gadis, saat ada di kamar mandi membuat dirinya merasa nyaman. pandangan matanya berkelilingi ruang kamar mandi yang cukup luas dan tatapannya jatuh pada bathtub.


Gadis berjalan ke arah bathtub, saat ia memandang bathtub terbesit dalam pikirannya


"Pasti enak kalau tidur di sini," gumam Gadis.


Gadis lalu masuk ke dalam bathtub dan membaringkan tubuhnya di dalam bathtub kosong, sesaat kemudian dia pun sudah terlelap di dalam bathtub.


***


Raja menggeliat lalu menguap, saat matanya terbuka dia melihat jam dinding yang berada tepat menempel di dinding yang menghadap ke tempat tidur dan betapa terkejutnya dia saat dia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 05.05


"Astagfirullah! Gue kesiangan," teriak Raja langsung terlonjak dari tempat tidurnya dan membuang selimut nya.


"Jenong kenapa enggak bangunin gue. Lagian kemana lagi dia pagi-pagi udah ngilang?" tanya Raja pada diri sendiri dan langsung bergegas ke kamar mandi.


Begitu Raja membuka pintu kamar mandi dia langsung tercengang melihat ada seseorang yang berbaring dengan posisi miring di dalam bathtub.. Raja berjalan mendekat ke arah bathtub dan betapa dia terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam bathtub


"Neng Nong! Astagfirullah ngapain dia tidur di sini," seru Raja dengan mata membulat tak percaya.


Raja jongkok di pinggir bathtub lalu tangannya terulur ke kening Gadis dan mengusapnya lembut untuk membangunkan Gadis.


"Nong! Yang, bangun Sayang. Ngapain tidur di sini?" tanya Raja sambil menggoyang pelan tubuh Gadis.


"Emmmm, Akang!" seru Gadis kaget sambil mengucek matanya.


"Ngapain kamu tidur di sini Nong?" tanya Raja kembali masih penasaran enggak biasanya Gadis bersikap seperti ini.

__ADS_1


"Ngggg, nggak tahu. Tadi pas Gadis ngelihat bathtub kayaknya jadi pengen banget tidur di situ pasti enak dan nyaman," saut gadis sambil Menutup wajahnya dengan kedua tangan karena malu pada Raja.


"Terus ngapain tuh muka pakai ditutup. segala" tanya Raja lebih mendekatkan wajahnya ke arah Gadis.


"Maluuuu! Akang keluar dulu Gadis mau bersih-bersih," pinta gadis kepada Raja.


"Lu udah salat belum Nong?" tanya Raja kepada Gadis.


Gadis tersentak kaget dia teringat bahwa dia belum salat subuh.


"Astagfirullah! udah Jam berapa sekarang kang?" tanya Gadis sambil berusaha bangun dari bathtub.


Tapi karena permukaan bathtub licin, Gadis pun hampir tergelincir untung Raja menangkap pinggang Gadis, sementara tangan Gadis melingkar di leher Raja untuk menahan agar tidak jatuh. Tapi posisi keduanya malah membuat Raja jadi berdebar jantung nya dan membangkitkan hasrat paginya.


Wajah keduanya sangat dekat bahkan hembusan napas terasa hangat menyapu masing-masing wajah mereka. Degup jantung Gadis menjadi abnormal, keduanya saling bertatapan dalam seperti larut dalam bahasa tubuh yang bergolak dalam nafsu.


"Nong," bisik Raja lirih membuat Gadis memejamkan matanya.


Gairah pagi Raja langsung melesat sikap Gadis seakan sebuah ajakan untuk bercinta di pagi hari. Raja mulai mencium kening Gadis lalu ciumannya merambat menyusuri telinga Gadis hingga membuat Gadis mendesah.


Tak ada kata yang terucap dari bibir Gadis kecuali ******* yang membuat Raja semakin bersemangat dan bebas menumpahkan gairah paginya baik dengan ciuman, belaian atau sentuhan lembut di seluruh tubuh pasangan yang tengah dimabuk asmara itu larut dalam aktivitas panas pagi hari hingga seluruh hasrat yang ada di dalam diri mereka tersalurkan dan diteruskan dengan mandi junud bersama di bawah guyuran shower sambil bercengkrama.


***


'


Puri Mansion.


Zee masih terlelap di balik selimutnya, sementara beberapa botol minuman beralkohol tergeletak di samping ranjang. Kejadian di rumah sakit saat Zee mendengar kenyataan bahwa Raja sudah menikah membuatnya frustasi.


Zee menumpahkan rasa marah dan kecewa nya di temani Pras dan alkohol, hingga keduanya mabok bersama hingga keduanya hanyut dalam malam panjang penuh gairah tanpa sadar sepenuhnya. Zee ingin melampiaskan rasa frustasinya, sementara Pras yang Playboy dan buaya hanya mengimbangi apa yang inginkan Zee.


"Bodoh! Bodoh! Kenapa gue malah tidur sama Zee, Gimana kalau sampai Zee bangun dan doi liat gue? Alamat bakal ruyam urusannya. Mumpung dia masih lelap mending gue pergi duluan." Pras buru-buru berpakaian dan bergegas pergi keluar dari rumah Zee.


Tak berapa lama setelah kepergian Pras, Zee terbangun dalam tidur lelapnya. begitu kesadarannya terkumpul dia kaget melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang di balik selimut.


"Astaga! Apa yang terjadi sama gue? Sama siapa semalam gue tidur? Apa mungkin sama buluk? Bodoh! Bodoh! Kenapa gue sampai mabuk. Alkohol Sialan!" geram Zee atas kebodohan dirinya sendiri semalam.

__ADS_1


"Dasar buluk! Kenapa dia mengambil kesempatan saat aku mabuk. Kurang ajar dia! Liat aja kalau ketemu. Hihhh!" Zee semakin geram hingga dia meninju guling beberapa kali.


***


Sementara di kantornya Pras tampak seperti orang bingung, berdiri duduk berdiri duduk dan berjalan mondar-mandir tak jelas.


"Kenapa mesti Zee! Shitt!" dengus Pras sambil memejamkan matanya.


Raja masuk ke ruang kerja Pras saat Pras sedang menengadahkan wajahnya ke atas sambil terpejam dengan tangan memijit pelipisnya.


Raja mendekati Pras, setelah memperhatikan dengan seksama wajah yang terlihat kusut dan penuh dengan problem terlihat tanda kerut dahi yang menggumpal.


"Buluk! Lu habis hamilin anak orang ya?" kata Raja tepat didepan wajah Pras.


Pras tersentak dengan mata membulat menatap Raja kaget sehingga dia mendorong kursinya ke belakang dan membentur dinding.


"Lu Ngapain kaget kayak gitu! Kira lu gue hantu apa." cetus Raja kesal.


"Sorry bro gu-e eee... ee," saut Pras makin gak jelas karena gugup.


"Jangan bilang lu baru saja melakukan hal yang tak pantas," tebak Raja membuat muka Prasp semakin tegang dan juga bingung.


"Mati gue, gimana jadinya kalau sampai Jaja tahu gue sudah anu sama Zee," batin Pras tegang tak karuan sampai dadanya ikut berdebar.


"Nggak ada Bos, gak mungkin gue nikung Bos sendiri. Nggak mungkin itu." Pras berbicara ngelantur membuat Raja semakin curiga.


Raja menatap dalam manik mata Pras dan dia tahu ada kebohongan yang Pras sembunyikan darinya.


"Jujur atau gue-," ancam Raja sambil mengepalkan tinjunya.


"Hadeh, ruyam dah urusan nya kalau ampe Jaja maksa kek gini," batin Prat.


"Gue hitung nih ampe tiga kalau sampai lu gak jujur bakal patah hidung lu," kembali Raja mengancam.


..."Harapan tak sesuai Ekspetasi"...


...~Zee~...

__ADS_1


__ADS_2