Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Rezeki Tak Terduga


__ADS_3

Cahaya matahari menyusup dari celah-celah gorden, udara dingin buatan yang keluar dari AC membuat Gadis semakin nyenyak di balik selimutnya.


Neng Nong cepat angkat telepon nya, itu telepon penting.


Suara ringtone panggilan HP Gadis membuat jari-jari tangan mungil Gadis menyisir tiap jengkal kasur yang ada di sekitarnya, hingga tangannya menyentuh benda pipih yang memanggilnya.


"Halo assalamualaikum," sapa Gadis pada sang penelepon dengan mata masih terpejam


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar geulis masih bobo ya,"


suara hayati di seberang telepon.


"Mama!" seru Gadis dengan mata langsung terbuka lebar begitu tahu panggilan itu dari sang mama.


"Apa kabar geulis, nggak kangen ya sama mama udah lama eneng nggak telepon mama," saut Hayati.


"Kangen, kangen banget malah. I miss you Mah muach, Mama apa kabar? Maaf ya Mah Eneng jarang hubungi mama akhir-akhir ini mamah apa kabar?" tanya Gadis ada nada penyesalan karena mengabaikan Hayati beberapa hari belakangan ini.


"Baik geulis, cuma kok tiba-tiba mamah pengen dengar suara eneng jadi Mamah telpon."


"Mah, ada yang gak biasa di tubuh Gadis." keluh Gadis lemah.


"Kenapa geulis, Eneng sakit? Coba cek denyut nadinya geulis," perintah Hayati.


Gadis lalu meraba denyut nadi di tangan kanannya dan mengatur Stopwatch di hpnya.


"90 per menit Mah," saut Gadis dengan jantung berdetak kencang.


"Tau Eneng artinya?" tanya Hayati bernada senang.


"Mamah...." rengek Gadis begitu menyadari dirinya hamil.


"Kapan Neng buka totokan rahim?" tanya Hayati.


"Eneng gak pernah buka Mah," jawab Gadis.


"Berarti itu rezeki dari Allah, kita cuman manusia berusaha tapi Allah yang berkehendak geulis. Selamat geulis jaga baik-baik calon incu Mamah, itu amanah yang Allah percayakan kepada Neng. Yang tahu kekuatan tubuh Neng cuman Neng sendiri. Paham." nasehat hayati pada putri tunggalnya.


"Mah, Eneng-," suara lirih Gadis menggantung.


"Rezeki harus disyukuri geulis, kalau Allah mengasih Eneng momongan berarti Allah tahu neng udah siap untuk menerimanya." nasehat Hayati kembali di ucapkan untuk menguatkan Gadis.


"Iya Mah," saut Gadis dengan suara lemah nyaris tak terdengar.


"Kok iya nya kayak terpaksa nggak semangat gitu geulis," ucap Hayati.


"Iya Mamah." suara Gadis lebih bersemangat.


"Jangan lupa secepatnya nya neng harus ke dokter kandungan Ya, untuk lebih yakin sudah berapa minggu usia kehamilan Neng." pesan Hayati mewanti-wanti.

__ADS_1


"Iya Mamah sayang, Ih Mama mulai bawel deh," saut Gadis.


"Buat incu (Cucu) mah harus bawel geulis. Ya udah mamah pamit ya mau ke kebon dulu, nanti kalau mama enggak sibuk ngurusin Kebon Insya Allah Mama ke Jakarta tengok Neng. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." pamit Hayati.


"Iya Mah makasih banget, jaga kesehatan mamah ya. Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," jawab Gadis menutup panggilan teleponnya.


Gadis menyandarkan tubuhnya nya di dinding ranjang, tatapan matanya menunduk ke bawah melihat perut yang masih terlihat langsing lalu tangannya mengusap lembut perut di mana sudah tertanam janin Raja di rahimnya.


"Alhamdulillahirobbilalamin. Assalamualaikum sayang, Mamah senang kamu ada di perut mama. Yang sehat ya sayang biar nanti kita bisa ketemu," bisik Gadis dengan suara bergetar dan air mata bahagia yang mulai berlinang.


"Mama nggak pernah nyangka di usia Mama yang masih muda akan memiliki kamu sayang, nanti kita akan kasih kejutan buat papa kamu sayang," gumam Gadis kembali.


Tangan Gadis terus mengusap perutnya dengan air mata yang tak bisa di bendung untuk tidak keluar.


Pagi menjelang dhuha, gadis membuka horden kamar apartemen Raja, lalu membuka kaca jendela. Manik matanya memandang langit biru yang cerah seperti tak bertepi sambil menghirup nafas dalam-dalam.


***


Wiguna Tower.


Raja memandang tajam ke arah Pras yang berdiri di depan meja kerjanya dengan tertunduk lesu.


"Mau berapa lama lu diem? Apa lo mau bener-bener gue patahin hidung lo dulu biar mulut lo bersuara?" ancam Raja sambil mengepalkan tinjunya.


"Ampun Bos! Nggak, jangan gitu dong tar kalau di operasi bisa kuras tabungan Bos," saut Pras cepat-cepat menjawab.


"Ya udah, sekarang jawab pertanyaan gue kesalahan apa yang udah lo lakuin ampe bikin Lu galau kayak gitu?" tanya Raja kembali dengan mata melotot ke arah Pras.


"Anu? Maksud lo, tidur ma cewek?" tanya Raja to the poin membuat Pras membelalakkan matanya jika mengingat cewek yang dia tiduri semalam.


"Hsssttt! bisa nggak sih jangan kenceng-kenceng ngomongnya," protes Pras sambil meletakkan telunjuk di mulutnya.


"Lah, Bukannya kayak gitu kan udah biasa buat lo?" Raja Berkata sambil mendelik heran ke arah Pras.


"Iya iya iya, cukup kan bos penjelasannya," Ucap Pras mengiyakan untuk menyudahi pembicaraan siang ini dengan Raja.


"Siapa dia?" tanya Raja mulai kepo.


"Urusan pribadi tidak ada hubungannya dengan urusan kerja jadi cukup saya dan dia yang tahu," jawab Pras sok diplomatis.


"Hilih, Ntar juga bakal ketahuan siapa dia. Terserah lu aja deh. Siapapun dia yang penting Lu bahagia," saut Raja sambil bertepuk tangan.


"Selamat ya buat hari kelulusan dari seorang jomblo lapuk," ucap Raja memberi ucapan selamat.


"Bos, saya permisi dulu mau follow up kerjasama kita sama Mark Steel Corporation untuk persiapan penandatanganan MoU." Pras berdiri pamit meninggalkan ruang kerja Raja.


"Ok Prasetyo, semangat kerja bro! Cari rezeki sebanyak mungkin. Siapa tahu Anu semalam membuahkan Pras Junior hahaha." tawa Raja Membuat langkah Pras berhenti.


"Oh My God! Gimana kalau sampai benar apa yang dikatakan si Jaja? Mati aku." batin Pras dengan wajah meringis.

__ADS_1


Cek lek


"Pak Pras sakit?" tanya Aida yang baru masuk ruang kerja Raja saat melihat Pras meringis.


"Hah?" tanya Pras gugup.


"Kenapa Ai?" tanya Raja penasaran melihat Aida dan Pras.


"Nggak Bos, saya lihat Pak Pras meringis. Jadi saya tanya apa dia sakit?" jelas Aida pada Raja.


"Dia meringis ingat semalam mungkin Ai hehehe," saut Raja terkekeh.


"Ngomong apa? Gak jelas semuanya," dengus Pras sedikit kesal dan pergi keluar meninggalkan ruang kerja Raja.


Aida menatap heran kepergian Pras sambil menggeleng pelan.


"Dah gak usah lu pikirin dia. Mana berkas laporan yang aku minta," kata Raja mulai serius.


"Iya ini Bos," Aida menyerahkan berkas di tangannya dengan senyum semanis mungkin.


Raja menerima berkas itu lalu membaca dan menelitinya lembar per lembar.


Aida menatap Raja tak berkedip terlihat sekali dari sorot matanya kekaguman pada Raja, di mata Aida Raja selalu mempesona dan memanjakan matanya dengan penampilannya yang cool dan juga gentlemen.


"Perasaan gue akhir-akhir ini doi tambah ganteng dan cool nya bikin menggoda," batin Aida dengan mata berbinar menatap Raja di iringi senyum kekaguman.


"Diam-diam aku mengagumimu dari dekat tanpa bisa menjamah mu, menikmati setiap jengkal ciptaan Tuhan yang sempurna di mataku hingga membuat hasrat ku meronta," gumam Aida kembali dalam hati.


Aida menatap lengan kekar Raja yang Kemejanya digulung hampir sesiku, otot-otot Raja yang terlihat kekar membuat jantung Aida berdesir.


"Kamu ngapain masih di sini?" tanya Raja heran dengan nada jutek.


"Ehm, anu Bos itu. Saya mau tanya?" tanya Aida sedikit gugup.


"Apa?" jawab Raja dengan wajah serius memandang ke arah Aida.


"Bos nge-gym di mana?" pertanyaan Ida dengan nada menggoda mengalir begitu saja dari bibir merah merona nya.


"Apa itu ada hubungannya dengan pekerjaanmu disini? Bekerja secara profesional, jangan urusi hal-hal yang sifatnya pribadi. Apalagi itu menyangkut atasanmu. Mengerti!" tandas Raja ketus membuat wajah Aida seketika memerah karena malu.


"Iya Bos, saya mengerti. Permisi," saut Aida pamit pergi keluar dari ruang kerja Raja.


"Gaje," gumam Raja menatap punggung Aida sampai hilang di balik pintu.


Sementara di luar pintu ruang kerja Raja Aida menghentak-hentakkan kakinya dengan wajah cemberut.


"Jual mahal amat dia, dulu aja dia suka godain aku. Lihat aja, aku bakal keluarin ilmu pelet ku untuk membuatnya bertekuk lutut padaku," dengus Aida sambil menyeringai.


..."Karena aku tidak tahu cara mendekatimu, mungkin Ada cara lain untuk mendekatkan aku padamu"...

__ADS_1


...~Aida~...


__ADS_2