Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Ulang Tahun Raja


__ADS_3

..."Aku di hadapanmu tuh kayak nun mati bertemu huruf idgham bilaghunnah. Ada, tapi gak dianggap."...


...~Gadis~...


________________________________________________


"Vi, bisa kan jangan bahas masalah ini sekarang." sahut Wijayanti menatap Vivian tajam.


Mendapat tatapan seperti itu membuat Vivian tidak lagi meneruskan bicaranya.


"Jangan merajuk sayang, Mama cuman ingin kita kasih kesempatan buat Raja untuk fokus pada proyek bisnisnya karena ini sangat penting sekali untuk masa depan kalian berdua," ucap Wijayanti seakan dia tahu kalau Vivian Kecewa dengan perkataan.


"Iya Ma," jawab Vivian sambil mengangguk.


"Untuk mencapai tujuan ku, aku harus bisa menahan diri apalagi ratu rumah ini sudah dalam genggamanku." batin Vivian tersenyum.


Wijayanti melirik Vivian ada rasa bersalah juga karena Vivian tidak tahu kalau Raja sudah menikah dan hal ini menjadikan beban buat Wijayanti untuk menyembunyikan dari Vivian.


"Kalau sampai dia tahu pasti bakal hancur hatinya, mungkin juga dia bisa stress," batin Wijayanti.


Wijayanti mengusap lembut telapak punggung tangan Vivian membuat Vivian menoleh ke arah nya.


"Makanlah yang banyak, sayang," ucap Wijayanti sambil tersenyum.


"Makasih Ma," balas Vivian.


"Antie, habis sarapan ini kita langsung ke hotel kan untuk gladi resik," ajak Vivian kepada Ifi.


"Iya sayang sekalian nanti kita mampir dulu ke butik buat ambil pakaian nanti malam," timpal Ifi.


***


Di tempat syuting film.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.05 saat syuting film hari ini selesai.


"Mister ijin, Gadis ashar dulu ya dah mepet nih," Gadis memohon sambil menunjuk jam tangannya.


"Oke say, jan pake lama yee," pesan Bee.


Gadis mengangguk, dia berjalan menenteng tas ranselnya menuju toilet. Hari ini syuting film di lakukan di sebuah mall terkenal jadi tak terlalu sulit untuk menemukan sebuah mushola yang letaknya di lantai 3 di area parkir mall.


Setelah selesai sholat Gadis hendak kembali ke dalam mall tempat lokasi syuting karena terburu-buru Gadis memakai masker sambil berjalan tak memperhatikan jalan searah area parkir yang sempit dikelilingi mobil yang berjajar.


TIINN.


Bunyi klakson mobil mengagetkan Gadis.


"Astaghfirullah!" teriak Gadis hingga tangannya yang sedang memakai masker terangkat sambil memegang masker.


Mobil kembali berjalan saat Gadis menepi.


"Gadis!" teriak suara dari dalam mobil yang terbuka kacanya dia tak lain Michael.


"lya," sahut Gadis.


Michael turun dari mobil dia memperhatikan Gadis dengan seksama, baru kali ini Michael melihat wajah Gadis secara utuh tanpa masker dan topi.


"Ternyata wajah di balik masker ini, wajah yang cantik," batin Michael terpesona.


"Ada apa kak?" tanya Gadis.


"Lu nggak papa kan?" tanya Michael gugup dan asal tanya.


"Nggak cuma kaget aja kurang fokus," jawab Gadis.


TINNN.

__ADS_1


Bunyi mobil di belakang mobil Michael mengagetkan mereka berdua.


"Ya udah gue duluan ya," Michael bergegas masuk ke mobilnya.


Sebelum berjalan Michael sempat melambaikan tangan, Gadis balas mengangguk.


"Ternyata dia gadis yang cantik," gumam Michael sambil tersenyum.


"Gadis?" tanya Harun melirik Michael.


"Hmm," jawab Michael tersenyum sambil membuang pandangannya ke luar jendela.


"Jangan bilang lu cinta pada pandangan tadi Mich," telisik Harun.


Michael tak menjawab hanya tetap tersenyum dan mengangkat bahunya.


Harun diam sepertinya dia tahu apa yang ada di pikiran Michael.


***


Setelah selesai memasukkan semua peralatan make up Gadis pergi mencari Bee.


"Mis-!" Gadis tak sempat menyelesaikan kata-katanya saat melihat Bee sedang menghapus air matanya saat bertelepon.


"Nyebelin!" gerutu Bee setelah memutus telepon.


"Mister kenapa, kok bete gitu?" tanya Gadis.


"KESEELLL!" teriak Bee cemberut.


"Sama abg beb ya?" Gadis sudah bisa menebak jika Bee marah begini pasti sama pacarnya.


"Hooh, dia janji mau nemenin Mister malam ini ke pesta penting tapi gak jadi, pasal malam ini dia harus terbang ke Paris Dis," keluh Bee terlihat kesal sekaligus sedih.


"O.. begitu, yang sabar mister," Gadis memberi semangat.


"Dis, kamu temani Mister ya ke pesta ulang tahun bos," pinta Bee.


"Bos siapa Mister?" tanya Gadis kepo.


"Dah, tar juga Gadis tau sendiri, yuk kita langsung ke rumah Mister aja buat persiapin semuanya," ajak Bee sambil menarik tangan Gadis.


"Tapi Mist-," Gadis tidak di beri kesempatan Bee untuk menolak.


***


Raja masih sibuk memeriksa berkas saat Pras masuk ruang kerjanya membawa setelan tuksedo.


"Bos, udah hampir jam delapan apa gak sebaiknya siap-siap. Dari tadi nyonya besar dan calon nyonya terus menghubungi," ucap Pras.


"Bentar lagi nanggung," jawab Raja menghiraukan Pras.


Ting.


"Nyonya kirim pesan bos," lapor Pras.


"Hm," jawab Raja.


"Mau dibacain gak pesan dari Nyonya Gadis,' Pras meninggikan suaranya memancing respon Raja.


Benar saja Raja menyambar HP yang ada di tangan Pras lalu dia menatap tajam ke arah Pras sambil melotot.


"Jangan pernah membuka pesan dari chatting ini kalau masih betah kerja sama gue, Mengerti!!" ancam Raja pada Pras.


Raja membuka hp-nya melihat notif yang masuk.


📥 Assalamualaikum Kang

__ADS_1


📥 Kang, maaf Gadis pulang agak malam," pesan singkat yang dikirim Gadis kepada Raja.


Raja menekan nomor Gadis tak sampai 1 menit telepon tersambung.


"Assalamualaikum, mau kemana lu pulang malam Nong?" tanya Raja menyelidiki.


"Di ajak Mister buat nemenin ke acara ulang tahun,"


"Ulang tahun siapa Neng," tanya Raja penasaran.


"Nggak tahu juga sih Kang, udah dulu ya Kang Gadis tutup. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," balas Raja.


"Kebiasaan kalau lagi di ajak ngomong gak di RL gak di telpon suka ninggalin duluan!" keluh Raja.


Pras yang menyimak tersenyum mengejek.


"Kenapa lu senyum kek gitu, ngledek gue ya lo?" Raja tampak tidak suka dengan sikap Pras.


"Ampun Bang Raja, sepertinya ada yang-," Pras menggantung kata-katanya.


"Ada yang apa? yang pengen lempar lu ke PLUTO?" Raja mendelik ke arah Pras dan berjalan ke kamar mandi.


"Saae tuh si Jaja Hahaha," Pras tertawa terpingkal.


***


King hotel Ballroom.


Saat Gadis dan Bee memasuki ruangan pesta di ballroom tamu undangan sudah banyak yang hadir bahkan acara pesta sudah di mulai.


"Emang ini yang ultah siapa Mis?" tanya Gadis penasaran.


"Big bos kita Dis," jawab Bee.


"Maksudnya?" tanya Gadis mulai menebak dalam hati.


"Tuan Raja yang terhormat," jawab Bee pelan di telinga Gadis.


"O...," cuma itu yang keluar dari mulut Gadis.


Gadis dan Bee di sambut seorang pramusaji cantik, setelah mencek undangan di tangan Bee dan mengantarkan mereka yg berdua ke kursi yang sudah di atur berdasarkan nomor kode undangan.Mereka berdua dapat di set meja belakang.


Di atas panggung megah tampak Raja didampingi wanita Vivian yang selalu bergelayut manja pada Raja. Di pandu host terkenal acara ulang tahun Raja yang ke 33 benar-benar meriah, elegan dan semarak.


"Yang di sebelahnya siapa Mister?" tanya Gadis.


"Vivian tunangannya, mereka pasangan yang serasi ya Dis," ucap Bee kagum.


"Iya," jawab Gadis datar.


"Mister, Gadis ke belakang dulu ya, kebelet nih,"


"Iya, jangan pake lama," Bee menyahut.


Gadis berjalan menuju toilet, saat sedang berjalan ada tangan yang mencekal lengannya.


"Sama siapa lu ke sini?"


Gadis menoleh kaget.


🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊


Siapa yang berani mencekal lengan Gadis dan apa yang terjadi di pesta ultah Tuan Raja yang terhormat. Yuk yang masih pengen tahu ikutin Totok Pembangkit Next episode berikutnya.


Terima kasih untuk like vote gift dan juga komennya jangan lupa difavoritkan dan rate Bintang 5 ulang kakak biar author semakin semangat 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2