Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Terapi Camping.


__ADS_3

..."Jangan pikirkan apapun apa yang akan terjadi nanti, tapi rasakan setiap momen yang kita lalui saat ini"...


...~Gadis~...


LIKE LIKE JANGAN LUPA


...~~~~~~~~...


Setelah shalat Dhuha jam 9 pagi, Gadis mulai bersiap-siap pergi ke tempat tujuan lokasi untuk terapi malam ini dengan diantar oleh jasa taksi online Gadis pergi menuju tempat lokasi.


Raja sebetulnya ingin agar Gadis berangkat semobil dengannya diantar oleh Ruslan tapi Gadis menolak karena takut akan jadi berita di sosmed.


Tujuan Gadis adalah destinasi wisata Situ Rawa Gede, situ yang menawarkan wisata murah meriah mulai dari berkemah, wisataย ย danau dan juga bermain di area air terjun yang alami.



Setelah menempuh perjalanan 4 jam dari Jakarta menuju kawasan puncak Bogor tepatnya ke situ rawa gede, akhirnya Gadis sampai di tempat tujuan. Sebuah tempat kemping yang ada di pinggir danau situ rawa gede dikelilingi oleh hutan pinus.


"Aaahhhh...Segernya!" teriak Gadis sambil merentangkan kedua tangannya dan menghirup nafas dalam-dalam sehingga aroma pohon pinus menyusup diantara rongga-rongga hidungnya.


"Oh iya, serlok dulu ke Akang." gumam Gadis.


***


Wiguna Tower


Ting.


Raja langsung melihat pesan WA yang baru saja masuk dari Gadis. Pesan itu berupa pesan Sherlock lokasi yang akan dipakai untuk terapi malam.


๐Ÿ“ฅ



๐Ÿ“ฅ Akang gak usah bawa apapun, bawa diri aja baik-baik.


Membaca pesan Gadis Raja tersenyum dengan kedua sudut bibirnya berangkat ke atas.


"Ruslan siapkan mobil." perintah Raja lewat sambungan telepon.


Raja lalu mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian santai yaitu celana jeans warna abu-abu kemeja kotak-kotak dan vest atau rompi denim warna senada dengan celana jeans nya.


Rambutnya tanpa disisir dan tak tertata rapi seperti biasa, bahkan saat Raja keluar dari ruang kerjanya sempat mengacak rambutnya sehingga tampilannya benar-benar cool dan macho.


"Si-ang Bos," sapa Aida langsung tertegun dan terkesan dengan penampilan Raja.


"Pangeran ku," bisik Aida dengan mata membulat tanpa berkedip menatap Raja terpesona.


"Batalkan semua janjiku mulai hari ini sampai akhir pekan," pesan Raja kepada Aida.


Aida tidak menyahut atau mengiyakan perkataan Raja, matanya tajam menatap wajah Raja sepert orang terhipnotis.


Tok tok tok tok


Raja mengetuk meja menyadarkan Aida hingga membuat Aida tersentak.

__ADS_1


"I-ya Bos," ucap Aida tergagap.


"Iya apa? Kamu dengar gak tadi pesan ku?" tanya Raja menatap tajam ke arah Aida.


"Pesan yang mana Bos?" tanya Aida melongo.


"Astaghfirullah, tuh akibatnya kalau kerja nggak konsen. Batalin semua janjiku sampai akhir pekan." dengus Raja kesal.


"Ba-baik bos." saut Aida.


Raja pergi meninggalkan Aida yang masih terdiam terpaku sambil tersenyum menatap wajah yang berjalan ke arah lift sampai pintu lift tertutup.


"Ganteng banget Bosque." gumam Aida dengan hati meleleh.


Begitu Raja keluar dari lift hampir semua mata menatap ke arahnya, penampilannya yang cool tapi santai dan cuek membuat Raja seperti cogan yang matang dan berkarisma


***


Hari sudah menjelang magrib saat Raja memasuki kawasan wisata puncak.


"Masih lama nggak Lang? Kalau Kira-kira masih lama cari mushola dulu," perintah Raja kepada Ruslan.


"Sekitar 5 kiloan lagi tuan," jawab Ruslan.


Raja melirik pergelangan tangannya melihat arlojinya, sudah menunjukkan pukul 6.30.


"Kalau gitu kita cari mushola aja dulu Lan," usul Raja.


Setelah berjalan tak berapa lama mereka akhirnya menemukan sebuah masjid yang ada di pinggir jalan.


"Lan lu masuk duluan ke dalam, lihatin aman nggak kondisinya. Jangan kayak yang kemarin pas masuk masjid lagi salat, nggak tahunya ada jenazah juga yang disalatin." perintah Raja kepada Ruslan.


Raja melihat Ruslan kembali menuju mobil dia langsung menurunkan kaca mobil.


"Aman bos, clear," kata Ruslan sambil mengacungkan jempolnya.


Mereka berdua pun akhirnya salat di masjid itu, setelah selesai salat Ruslan kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang dituju yaitu bumi perkemahan situ rawa gede yang jaraknya sudah tidak lagi jauh.


Mobil memasuki area camping, Raja melihat tulisan yang sangat besar, walaupun hari telah gelap, tulisan itu masih bisa dibaca dengan jelas karena lampu yang meneranginya.



"Kirain gue tempatnya di hotel. Kenapa tempatnya di area camping?" batin Raja heran sambil matanya melihat sekeliling.


Raja melihat samar-samar tulisan selamat datang yang ada di depan area camping, suasananya gelap hanya terdengar beberapa orang sedang bernyanyi diiringi gitar dan yang paling jelas adalah suara binatang malam terutama jangkrik.


Raja menyalakan hp-nya lalu menghubungi Gadis lewat saluran telepon.


"Assalamualaikum, Nong gue ada di pintu gerbang. Lu ada di mana?" tanya Raja saat telepon sudah tersambung.


"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Akang tunggu aja di situ sebentar lagi Gadis samper," jawab Gadis lalu telepon tiba-tiba terputus.


Lima menit kemudian Gadis terlihat berjalan diantara gelapnya malam yang dihiasi lampu-lampu temaram. Wajah cantiknya muncul dengan senyum manis menawan.


__ADS_1


"Adem banget liat wajah bini gue, seketika langsung nyees. semua perasaan capek lelah dan bete gue hilang seketika ternyata bini gue lebih ampuh ngobatin itu semua dibandingin alat pijat modern yang canggih sekalipun," gumam Raja memuji Gadis dalam hati.


"Capek ya?" tanya Gadis sambil mencium telapak punggung Raja.


"Udah nggak, kan udah ketemu sama obatnya." saut Raja sambil menatap nakal dengan mengerlingkan salah satu matanya.


Gadis tersenyum manis membalas gombalan Raja.


"Auuww, aku terpental hahaha," balas Gadis tertawa.


"Hilih gak jadi baper, baru kali ini gombalan gue mental kek sinyal di sini aja," gerutu Raja cemberut.


"Ayo Kang kita ke tenda," ajak Gadis sambil menggamit lengan Raja dan menariknya.


"Lan lu pergi sono, tar gue telpon kalo kita butuh lu. Awas jangan ngejatah bini lu kalo gak mau gue pecat!" titah Raja.


"Siap bos saya stand by," saut Ruslan menahan tawa lalu pergi menuju mobilnya


Gadis mengajak Raja pergi menuju tenda yang sudah di sewa oleh Gadis. Sebuah tenda yang berukuran sedang dengan 1 tempat tidur berukuran sedang juga.


"Nong, kenapa lu nyewa tenda kek gini bukan yang tenda panggung? Kan lebih aman dari binatang di tempat terbuka seperti ini,": protes Raja.


"Kalau nyewa tenda yang kayak gitu nanti sensasinya nggak ada Kang, jadi terapinya biasa-biasa aja. Beda dengan tenda seperti ini Akang akan lihat sensasinya," saut Gadis dengan sabar menjawab protes Raja.


"sensasi apaan sih, kasih tahu gue dulu dong Nong. Penasaran gue, seruan mana ama yang kemarin di atas mesin cuci Nong hahaha?" tanya Raja sambil tertawa terpingkal saat mengingat kejadian terapi diatas mesin cuci.


"Hmmm," jawab Gadis sambil menengkengkan kepalanya seperti sedang berpikir.


"Hmm apa?"tanya Raja makin penasaran.


"Nanti aja Akang rasain sendiri, sekarang kita makan malam dulu." ajak Gadis mengajak Raja duduk di bangku lipat yang disediakan oleh pihak pengelola area kemping.


"Jenong, nggak ada ramuan yang harus gue minum? Terus kok tumben nggak ada bunga yang harus gue cari?" tanya Raja heran karena terapi kali ini tidak memberinya isyarat yang aneh-aneh seperti terapi sebelumnya.


"Ada udah Gadis suapin."


Sambil duduk dan menyantap makan malam Gadis dan Raja menikmati makan malam mereka di bawah pantulan cahaya rembulan di tepi rawa gede dengan suasana alam terbuka yang dikelilingi oleh hutan pinus serta bunyi binatang malam yang saling bersahut-sahutan.


"Akang tau ini terapi yang ke berapa?" tanya Gadis menatap mata Raja sayu.


"Gak tau, gue gak pernah ngitung." sambil menyantap steak daging yang ada di depannya.


"Ini terapi yang ke-9 setelah malam ini ada 1 sesi terapi lagi yang harus Akang jalani, setelah itu semuanya akan kembali normal seperti sebelum Akang kena Totok pembangkit yang Gadis disematkan pada diri Akang." kata Gadis menjelaskan.


"Apa artinya lu bakal bebas ninggalin gue?" tanya Raja sinis sambil menghentikan makannya.


Raja menatap Gadis tajam ada rasa sesak saat kata-kata yang Raja keluar kan takut menjadi sebuah kenyataan. Gadis berjalan menghampiri kursi Raja lalu memeluk leher Raja dari belakang.


"Kita selesaikan terapi Akang, untuk masalah lain kita lihat nanti," ucap Gadis di telinga Raja sambil mengecup pipi kanannya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Sensasi apa yang akan Raja rasakan terapi ke sembilan.


Dan bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah terapi. Ikuti episode berikutnya.

__ADS_1


Terimakasih untuk Like Vote Gift Dan Komentar ๐Ÿ™


Se


__ADS_2