Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Raja Gabut


__ADS_3

..."Neng Nong kalau kamu lihat di kulkas, itu bukan hati sapi. Itu hatiku yang beku karena ditinggal kamu."...


...~Raja~...


LIKE VOTE KAKAK BIAR SEMANGAT UP πŸ€­πŸ™


...~~~~~~~...


Raja mengangkat stik golf cukup tinggi dia mulai mengambil ancang-ancang, beberapa kali stik golf di ayun Jantung Pras berdesir seperti naik rollercoaster.


"Astoge buruan kek di pukul nih pantat Gue, Si Jaja sengaja keknya bikin Gue jantungan." batin Pras ngilu setiap Raja mengayunkan stik golfnya kemudian menahan saat mendekati pantat Pras.


"Rasain Lu Dudul! Pasti hati Lu kek naik kora-kora, pantat Lu cenat-cenut." batin Raja sengaja menggoda pras.


Raja mengangkat stik golf nya mulai memasang kuda-kuda.


"Satu!" Raja mulai memberi aba-aba.


Pras terlihat mulai meringis dan tetap posisi seperti yang di inginkan Raja dengan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi.


"Dua!" kembali Raja menghitung.


"Kurang ajar emang Jaja! Tinggal bak bik buk aja ampe dimainin gini isi dada Gue bisa pingsan gara-gara cemas akut Gue, bukan gara-gara dipukul stick golf," batin Pras semakin kesal dengan ulah Raja yang mempermainkan kecemasannya..


"TIGA!" Raja mengayunkan stik golf ke arah pantat Pras dan Pras pun memejamkan matanya tapi tiba-tiba.


"Akang angkat telponnya dong nanti aku marah."


Hape Raja berbunyi tanda ada panggilan masuk Raja mengambil hp-nya lalu melihat layar HPnya dan terlihat senyum mengembang di bibirnya.


"Assalamualaikum Gadisku, tumben VC sayang ada apa? Kangen ya sama Akang?" sapa Raja mesra tersenyum manis sambil menatap layar.


HP terlihat wajah Gadis melakukan panggilan video call dengan dirinya.


"Waalaikumsalam . Akang maaf Gadis ganggu. Gadis cuman mau minta izin kalau-. Akang pegang apaan itu?"


Tanya gadis Penasaran melihat Raja yang masih memegang stick golf dan mengangkatnya.


"Ini?" Raja memperlihatkan lebih jelas ke arah layar HP.


"Iya, itu stik golf ya Kang. Akang lagi main Golf di kantor?"


"Gak! Gue nggak ada waktu buat kayak gituan," jawab Raja wajahnya mulai berubah kesal.


"Lah terus itu stik buat apaan?"


"Buat pukul pantat!" jawab Raja sambil matanya melirik ke bawah ke arah pantat Pras.

__ADS_1


"Hah! pantat Siapa yang mau akang pukul pakai stik golf pagi-pagi gini"


"Noh!" jawab Raja mengalihkan layar HPnya ke bawah ke arah Pras yang sedang tengkurap dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi.


"Kenapa Pak Pras mau dipukul pantatnya Kang?"


"Nong! Lu nggak ingat kemarin gara-gara si Dodol buluk pantat Gue ampe baret bekas pukulan garukan punggung? Belum lagi siku Gue masih biru gara-gara jatuh dari jendela. Semua ini kalau bukan karena bodoh dan buayanya si Buluk, Gue nggak akan mengalami semua kejadian itu! Buluk salah Nong! Dia pantas buat dihukum, dipukul pakai stik golf pantatnya kalau perlu ampe ambeien sekalian!" ocehan Raja menumpahkan semua rasa kekesalan dan marahnya sambil menatap kearah Pras tajam.


"Iya Gadis juga tahu. Kalau Pak Pras salah, tapi kalau mau menghukum jangan pakai kekerasan apalagi stik golf itu kan pasti sakit Kang."


Pras yang mendengar perkataan Gadis merasa mendapat angin segar bahwa ada yang membelanya.


"Ya Allah! Semoga hati Jaja luluh dan hukuman Gue dikurangin," batin Pras berharap.


"BODO GUEE GAK PEDULI!" hardik Raja dengan bibir mengerucut.


"Terserah lah! kalau Akang mau pukul pantat Pak Pras bukan pantat Gadis ini, lagian nanti yang dosa Akang bukan Gadis ini."


"Dosa! Lu pikir Gue lagi maling? Masa Gue dosa ngehukum orang yang salah? Mana ada dosa? Gimana sih Lo Nong!" emosi Raja mulai tersulut naik mendengar perkataan Gadis.


"Yang salah bukan tujuan Akang, tapi cara Akang menghukum."


"Terus dengan cara apa Gue harus menghukum orang yang lalai sama amanahnya?" tanya Raja dengan wajah serius.


"Emm apa ya? Gimana kalau potong aja gajinya dan sumbangkan ke yayasan 50 persen."


"Wadau! Tangan udah pegal napas sudah ngos-ngosan. Kenapa 2 soang malah pada debat kusir hukuman Gue?" gumam Pras pelan takut di dengar Raja.


"Terserah Akang aja lah! Gadis gak ada urusan!"


"Nong jangan tutup dulu!" teriak Raja takut Gadis menutup teleponnya.


"Dodol! kata bini gue Gaji bulan ini Gue potong buat di sumbangin ke yayasan. Di tambah satu lagi, sekarang Lu push up sampai 100 kali tanpa berhenti, ingat tuh! Kalau belum 100 kali Lu berhenti, ulang dari awal dengar nggak Lo Dodol!" bentak Raja kepada Pras.


"Siap Boss!" jawab Pras sambil mulai push-up dan menghitung dengan suara yang cukup keras.


"Tuh lihat Nong! Gue nggak jadi hukum dia pake stik golf," ucap Raja kepada Gadis.


Gadis tidak menjawab Dia hanya mengacungkan jempol sambil tersenyum.


"Oh ya Nong Lu VC Ada perlu apa? Lo kan nggak bakal telepon Kalau nggak ada perlu?" tanya Raja ingin tahu keperluan Gadis menelponnya.


"Gadis ada syuting FTV di Natuna dan mungkin selama 5 hari Gadis nggak ada di rumah."


"WHAT! 5 HARI!" teriak Raja kaget campur kesal dengan mata melotot.


"47 48 69 70!" Pras lebih mengeraskan suaranya biar tahu Raja Sedang tidak fokus.

__ADS_1


"Jangan teriak Akang!"


Terlihat di layar Gadis sedang menutup salah satu telinganya.


"Batalin! gue nggak ijinin Lu pergi ke mana pun juga!" perintah Raja memperlihatkan sifat arogannya.


"Kenapa di batalin ini kan pekerjaan Gadis, lagian udah nggak bisa."


"Kalo Gue bilang batalin ya dibatalin, jangan bantah! Apa susahnya sih! Gue yang akan ganti rugi semua biaya ke PH tempat Lo kerja hari ini!" bentak Raja ngotot.


"Susah Lah! Kan sekarang Gadis sudah ada di dalam pesawat Emang Akang nggak lihat? Sudahlah Kang Pokoknya kita ketemu 5 hari lagi. Gadis mau nutup teleponnya sebentar lagi pesawat take off."


"Hah! Sialan kenapa lu baru ngomong sekarang Jenong!" teriak Raja dengan wajah kesal luar biasa.


"Akang ngomong kasar Gadis gak suka. Assalamualaikum."


"NONG!!" teriak Raja tapi sambungan telepon sudah terputus.


"97 98 99 100!" teriak Pras menghitung push up nya dengan suara keras dan diapun langsung berdiri perlahan sambil membungkuk saat hitungan ke-100.


"SHITSS!" Raja teriak marah sambil mengepalkan tangan dan memukul tumpukan berkas di meja kerjanya.


"Kebiasaan si Jenong suka banget dia ninggalin Gue dadakan!" dengus Raja kesal matanya nanar menatap ruangan.


"Bos maaf, saya sudah push up 100 kali apa ada tugas buat saya hari ini Bos." tanya Pras pelan takut membuat Raja semakin marah.


"HEY BULUK LO PIKIR GUE BUDEK APA!" bentak Raja dengan mata mendelik ke arah Pras.


"Astaga, jangan sampai Gue jadi sasaran kemarahan Jaja karena ditinggal bininya 5 hari." batin Pras.


"Denger ya Dodol buluk! Lo itu udah korupsi ngitung, mana ada dari 48 loncat ke-69, sekarang juga Lo itung yang bener push up 200 kali. Awas kalau sampai Lo korupsi lagi Gue akan dilipatgandakan hukuman push-up buat Lu! PAHAM GAK LU!" bentak Raja melotot sambil mengacungkan telunjuk ke arahnya.


Pras ingin mendebat tapi waktunya tidak tepat, dia tahu saat ini mood Raja bener-bener sedang tidak bagus karena kepergian Gadis.


Pras kembali tengkurap dan dia memasang posisi untuk push up.


"1 2 3....,"


Raja menyambar tasnya lalu pergi ke luar pikirannya kali ini benar-benar sedang Gabut Dan Dia memutuskan untuk mencari tempat untuk menghilangkan kegabutan nya.


...😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀...


Ke mana Raja akan pergi menghilangkan kegabutan nya dan bagaimana kondisi Pras setelah melakukan hukuman push up lebih dari 200 kali.


Yuk ikutin episode berikutnya .


Terima kasih untuk like vote Gift dan juga komentarnya

__ADS_1


Dukung terus kakak biar author nya semangatπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


__ADS_2