Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Hati Gadis


__ADS_3

Gadis menatap Raja dengan tatapan lembut dan seulas senyum manis membuat lesung pipi Gadis terlihat jelas, sejelas belahan dagunya. Senyum yang selalu membuat Raja tak tahan ingin mengecup bibir sensual merah pink punch.


Raja memalingkan wajahnya dari tatapan maut Gadis. Hatinya masih bergemuruh ingin meledak dia ingin tahu, siapa orang yang telah berbuat kasar terhadap Gadis.


"Terima kasih Kang," ucap Gadis lembut sambil menunduk menatap tangan kanan Raja.


Gadis mengambil tangan itu, mengusapnya lembut menempelkan ke pipi dengan memejamkan mata, hingga tak terasa air mata mengalir membasahi telapak tangan Raja.


"Nong lu kenapa nangis? Maaf gue terlalu kasar karena terbawa emosi," ucap Raja berjongkok di hadapan Gadis.


Raja menghapus pipi Gadis yang berlinang air mata lalu Raja mengangkat dagu Gadis hingga kini wajah keduanya sangat dekat saling bertatapan.


"Lu bilang makasih, buat apa?" tanya Raja tak mengerti maksud ucapan Gadis.


"Buat rasa khawatir Akang sama Gadis," jawab Gadis mulai tenang.


Gadis memegang pergelangan lengan kanan Raja lalu dia memeriksa dengan jari telunjuk dan tengahnya denyut nadi dan juga detak jantung Raja.


"Marahnya jangan di terusin, akan ada dampak buruk buat stamina Akang dan itu akan berpengaruh pada terapi malam ini," ucap Gadis menjelaskan.


"Tarik perlahan ambil sebanyak mungkin udara, tahan dan hembuskan secara perlahan untuk mengendorkan saraf-saraf Akang yang tegang," lanjut Gadis memberi arahan.


Raja melakukan apa yang diperintahkan oleh Gadis, setelah hati dan pikirannya sedikit tenang dia bangun dari posisinya lalu berdiri sambil mengajak Gadis untuk berdiri.


"Berjanjilah untuk menceritakan semua setelah terapi ini selesai Neng," pinta Raja sambil memegang kedua pipi Gadis dengan dua telapak tangannya.


"Iya Kang,"


Krucuk krucuk


"UPS," Gadis tersenyum sambil memegangi perutnya


"Kapan terakhir lu makan? Ck, ampe cacing pada demo di perut lu," decak Raja melotot ke arah Gadis.


"Kapan ya? Hehehe lupa Kang," jawab Gadis sambil tertawa hingga terlihat gigi putihnya.


"Nakal!" kata Raja mencubit pelan hidung Gadis.


"Lu mandi gih Nong, sekalian mandiin cacing di perut lu," canda Raja mengusap lembut pucuk kepala Gadis.


"Hehehe."


"Ayo buruan mandi, badan lu bau si belek." Raja mendorong pundak Gadis masuk ke kamar mandi.


"Tar Gadis ambil baju ganti dulu Kang," tolak Gadis membalikkan badan tapi di tahan Raja.


"Pakai yang udah gue siapin di kamar mandi kalau nggak mau keluar dalam keadaan telanjang dan dandan secantik mungkin, paham kan Nong," titah Raja tak bisa di bantah.


Gadis masuk ke dalam kamar mandi aroma mawar kembali menyeruak indra penciumannya, bibirnya tampak tersenyum saat melihat bathtub yang sudah terisi.



"Ternyata Akang bisa romantis juga," puji Gadis.


"Itu asli hasil karya gue Neng." tiba-tiba suara Raja mengagetkan Gadis dari belakang.

__ADS_1


"Astaghfirullah! Akang bikin kaget aja, bisa nggak sih ketuk pintu dulu kalau mau masuk," protes Gadis.


Raja berjalan mendekat, tatapan matanya dalam ke manik mata Gadis tapi wajahnya datar tanpa senyum, Gadis terdiam menunggu. Raja mendekatkan wajahnya ke wajah Gadis, hembusan nafas aroma mint menyapu wajah cantik Gadis.


Raja lalu memiringkan kepalanya bibirnya tepat di telinga Gadis hampir menempel.


"Malam ini gue akan jadi pria sejati yang berkencan dengan gadis tercantik di dunia karena Gadis ini sudah membuat dunia gue indah." bisik Raja terasa dalam menembus relung hati Gadis.


Gadis mengepalkan tangannya entah perasaan apa yang ada di hatinya kini, Gadis mencium pipi Raja.


Raja menarik wajahnya matanya menatap dalam ke manik mata Gadis.


Raja membuka kancing kemeja Gadis dari atas dengan sangat perlahan, sementara mata keduanya saling menatap tak melepaskan satu sama lain, Gadis memejamkan matanya. Ujung jari-jari kakinya berjinjit mengimbangi postur tubuh Raja dan Raja pun membalas dengan sedikit membungkuk.


Bibir keduanya saling bersentuhan dengan hembusan nafas yang memburu, tangan Gadis meremas kemeja Raja, sementara tangan Raja membuka satu persatu kancing kemeja Gadis. Hasrat Raja sudah menanjak Dicky pun sudah full on.


"Krucuk krucuk krucuk.


Gadis berdiri tegak tidak lagi berjinjit dia menunduk dalam.


"Astaga Jenong perut Lo sama kek orangnya gak bisa di ajak romantis," dengus Raja kesal karena mood booster Dicky langsung jatuh tertidur lemas.


"Hahaha hahaha hahaha!" Gadis terpingkal.


"Dah Lu mandi buruan, bikin nyesek Dicky aja lu." ucap Raja berbalik badan pergi meninggalkan Gadis.


Sementara Gadis masih tertawa mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


"Kasian si Akang," gumam Gadis.


Raja menyiapkan makan malam kejutan untuk Gadis, dengan panduan mbah Google Raja membuat sepiring salad buah.


"Jenong gak suka makan berat kalau malam jadi mending gue bikin salad," gumam Raja.


Dengan susah payah dan hati-hati Raja mengupas buah, ada melon, semangka dan apel serta stoberi. Saat mengupas apei karena ingin cepat selesai, Raja terburu-buru dan...


Krisss


"Aaaauuuwww!" teriak Raja saat pisau mengenai jari telunjuknya dan meninggalkan goresan dengan cucuran darah.


"Shiitt!" dengus Raja langsung bergegas ke wastafel dan mengguyur lukanya.


Darah menetes di wastafel, untung lukanya tidak dalam, tangan Raja mengambilnya tissue untuk menutup luka pisau itu. Raja kembali menyelesaikan saladnya.



"Semoga Jenong suka," gumam Raja.


Sepuluh menit kemudian Gadis keluar dari kamar mandi memakai lingerie seksi warna merah dan riasan mencolok dengan lipstik pink muda dan polesan lip glos transparan, Raja di buat terpana dengan tampilan Gadis yang super seksi.


"Perfect." satu kata yang keluar dari mulut Raja.


Gadis menghampiri Raja berjalan dengan penuh percaya diri badannya tegap, dada dibusungkan dengan tatapan mata mengarah ke mata Raja, seketika aura seksi terpancar dengan sendirinya dari diri Gadis yang langsung membuat Raja terpikat melihatnya.


"Gila! Beneran Cantik plus badgirl bini gue," gumam Raja memperhatikan Gadis dari ujung kaki sampai ujung kepala tanpa berkedip.

__ADS_1


Hasrat Raja sudah menanjak dan menggebu, ingin sekali rasanya memeluk mencium dan melakukan lebih dari itu, tapi Raja berusaha menahan sekuat tenaga.


"Thanks sayang," ucap Raja sambil mengusap lembut telapak tangan Gadis sambil tersenyum


"Untuk apa Kang?" saut Gadis balik bertanya.


"Semua hal indah yang lu beri sampai cantiknya lu malam ini," balas Raja mencium telapak punggung tangan kanan Gadis.


Gadis tersenyum tipis, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya bersanding dengan rasa haru melihat sikap Raja. Tangan kiri Gadis bergerak hampir menyentuh kepala Raja menggantung di udara tapi Gadis kembali menetralkan ke posisi lurus.


Raja kembali berdiri tegak, lalu menuntut Gadis berjalan menuju meja makan pasangan yang ada di sudut kamar dekat jendela. Begitu Gadis melihat salad di atas meja kecil berbentuk bulat, Gadis menoleh ke arah Raja.


"Akang yang bikin?" suara Gadis lembut.


"Iya, gue gak mau dengar cacing demo lagi Neng,"


Gadis menahan tawa tak bersuara bibirnya tertutup rapat dengan wajah berseri.


"Makasih Kang," ucap Gadis menatap Raja haru.


Raja menarik kursi untuk Gadis mempersilahkannya duduk. Gadis tersenyum menatap sepiring salad ukuran sedang. Raja duduk di kursi depan Gadis tangannya meraih garpu menancapkan ke sepotong melon berbentuk dadu.


"A." perintah Raja kepada Gadis untuk membuka mulutnya.


Gadis tersenyum menatap Raja.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Gadis lalu membuka mulutnya.


"Ini untuk cacing pengganggu," ucap Raja disambut senyum Gadis.


Gadis menguyah melon terlihat menikmati.


"A-"titah Raja menyuapkan sepotong semangka ke mulut Gadis.


"Ini untuk lo tetap sehat buat ngedampingi gue agar hidup gue selalu manis," ucap Raja penuh harap.


Gadis menguyah semangka yang terasa manis di lidah dengan perasaan tak menentu.


"A-" kembali Raja menyuapkan strawberry ke mulut Gadis.


"Ini untuk daya tahan tubuh lu wonder wife, I love you so much," ucap Raja menatap sayu dengan binar cinta di matanya.


Gadis mengunyah dengan hati ingin sekali menangis tapi menahannya.


"Mimpi macam apa ini ya Robb, cepatlah berlalu malam ini. Aku ingin segera bangun," batin Gadis semakin sesak.


-


-


-


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Sesulit apa perasaan Gadis hingga hatinya sesak

__ADS_1


Jangan lupa like Komentar vote gratis nya kakak 🤗


__ADS_2