Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Pengurus Dadakan


__ADS_3

..."Cintaku padamu itu kayak hutang awalnya kecil lama-lama jadi besar karena berbunga"...


...~ Gadis~...


LIKE KAK VOTE JUGA YA 🤭🙏


Saat Honey, Raja, Gadis dan Riko memasuki ruang tamu yang menjadi ruang pertemuan, semua mata langsung tertuju kearah mereka terutama ke arah Gadis. Begitu juga dengan pandangan Wijayanti tak mengerti kenapa Gadis dibawa masuk dalam ruangan itu bersama mereka bertiga.


"Pras, ambilkan kursi satu untuk nya," perintah Honey kepada Pras sambil matanya melirik kearah Gadis.


Sejenak Pras terkejut tapi dia langsung bisa menguasai rasa keterkejutannya. Wijayanti tampak melotot kearah Gadis dan Raja secara bergantian, dia ingin sekali membantah keberatan tapi sepertinya itu akan jadi percuma karena Honey memiliki kekuasaan lebih daripada dia.


"Kita mulai rapat kita, tapi sebelumnya saya ingin mengumum kan kepada semua pengurus yayasan Wiguna foundation. Bahwa mulai malam ini Gadis ini yang akan mewakili saya untuk setiap pertemuan yang menyangkut yayasan dan karena itulah saya memutuskan untuk tidak menarik donasi saya di yayasan ini," kata Honey yang membuat seluruh orang yang hadir di ruangan itu terkejut termasuk Gadis dan Raja.


"Nyonya maaf, ini nggak bener, Saya-," ucapan Gadis terpotong.


"Aku sangat percaya padamu tak perlu kamu khawatir ataupun takut ada Raja yang akan membantumu," potong Honey meyakinkan Gadis.


Gadis menatap ke arah Raja, Raja membalas dengan senyum dan anggukan kepala.


"Gila kalian semua!" pekik Wijayanti melotot kepada semua yang ada di ruangan itu dan pergi berlalu dengan hentakan kaki keluar dari ruang rapat.


"Maaf Mbak Honey, kalau boleh kita tahu siapa gadis ini. Kenapa mbakyu menunjuk dia sebagai wakil mbakyu di kepengurusan yayasan kita. Tolong kasih kami alasannya." kata Mila minta penjelasan.


"Saya menjadi donatur di yayasan ini tidak memiliki alasan apapun kecuali ingin beramal lalu Kenapa kalian meminta saya memberikan alasan kalau saya menunjuk seseorang wakil saya di sini," balas Honey membuat semua yang hadir terdiam.


"Raj, untuk semua urusan yayasan aku serahkan kepada Gadis dan tolong kamu bimbing dia agar dia bisa memahami hal-hal yang berkaitan dengan yayasan,": titah Honey kepada Raja.


"Baiklah kalau begitu aku ingin mengistirahatkan tubuh renta ku, jadi aku akan meninggalkan acara ini duluan. Riko, ayo kita pulang urusan kita sudah selesai disini," ajak Honey sekalian berpamitan meninggalkan ruang acara pertemuan di rumah Wijayanti.


Raja dan Gadis berdiri dari duduknya lalu mereka berdua mengantarkan Riko dan Honey sampai masuk ke dalam mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil Honey masih sempat berpesan dan mengucapkan sesuatu kepada Gadis.


"Raj, bukan pria buaya kalau dia sudah menemukan pawang nya. Tetaplah ada di sampingnya, karena dia terlihat kuat padahal sesungguhnya Dia sangat rapuh," pesan Honey berbisik di telinga Gadis.


"Iya Nyonya," saut Gadis sambil tersenyum ramah.


"Raj, kapan-kapan ajak Gadis ke rumah tante," pesan Honey kepada Raja.


"Insyaallah Tante," balas Raja dengan sedikit menunduk.

__ADS_1


Setelah Gadis dan Raja bersalaman kepada Honey, mobil mereka pun meninggalkan halaman rumah Wijayanti.


"Bisikin apa tadi Yang, Tante Honey?" tanya Raja telinga gadis membuat Gadis tersenyum penuh arti ke arah Raja.


"Bisik-bisik tetangga Kang hehehe," saut Gadis terkekeh dengan memperlihatkan giginya yang putih rapi.


"Hilih, gue ***** lu Nong," bisik Raja membuat Gadis melotot ke arahnya.


"Dih vampir," saut Gadis langkah masuk ke dalam meninggalkan Raja.


"Bikin penasaran aja si jenong, tante honey bisikin apa sih! Bikin gue over thinking aja. Hiihh!" gumam Raja geregetan.


Raja menyusul Gadis yang berhenti tepat di tengah pintu sedang menoleh ke arahnya dan melambaikan tangan, dengan langkah malas Raja menghampirinya.


"Nyebelin," dengus Raja dengan wajah masam.


Gadis hanya membalas dengan senyuman. Raja dan Gadis memasuki ruang pertemuan semua mulut terdiam tiba-tiba seperti sedang menantikan kalimat yang akan keluar dari bibir Raja.


"Saya rasa untuk pertemuan malam ini cukup, saya sudah bicara dengan Tante Honey dan semuanya tidak ada yang berubah, jadi silakan kepada tante-tante semua untuk kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat. Tidak ada yang perlu untuk dipikirkan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Raja mengakhiri pertemuan malam ini.


"Raj-" Ayu hendak berbicara tapi Raja memotong kalimatnya dengan mengangkat tangan ke arahnya dia tidak ingin berbicara.


"Jadi benar apa yang dikatakan Zee, Raja benar-benar sudah berubah karena pengaruh gadis itu," batin Ayu lalu membuang mukanya dan pergi meninggalkan ruang pertemuan.


Semua tamu sudah pulang dan keadaan kembali sepi.


"Sayang kamu tunggu aku di kamar ya, aku mau ke kamar mama dulu ada yang harus aku bicarakan dengan Mama oke," kata Raja kepada Gadis sambil mengusap lembut pundak Gadis.


Gadis mengangguk dan pergi meninggalkan Raja menuju kamar raja yang ada di lantai 2 ditemani BI Asih


Tok tok tok


Tak ada sahutan dari dalam kamar Wijayanti tangan Raja memegang handle pintu dan membukanya. Saat pintu terbuka dan Raja masuk ke dalam kamar Wijayanti, Wijayanti terlihat sedang berbaring sambil menutup rapat tubuhnya dengan selimut tebal.


Raja mengusap lembut punda, Wijayanti lalu mendekatkan wajahnya di telinga Wijayanti dan mencium pucuk kepala Wijayanti.


"I Love You Mam," bisik Raja lembut sambil membelai rambut beruban Wijayanti.


Wijayanti memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya, rasa marah perasaan ingin menentang dan tidak ingin kalah masih mendominasi pikiran dan juga hatinya.

__ADS_1


"Pergilah, Mama mau tidur," Kata Wijayanti dengan suara serak.


"Sudah malam mah, Raja boleh kan nginep di sini sama Gadis," bisik Raja lembu di telinga Wijayanti.


Tak ada sahutan tak ada lengkeng anta ada bentakan ataupun pada alpukat hanya diam itulah yang Wijayanti lakukan.


"Kalau Mam diam berarti itu tandanya Mama setuju, makasih ma nice dream to you Mam, bye Mam muach. Assalamualaikum," bisik Raja lembut di telinga Wijayanti.


Raja lalu membetulkan selimut Wijayanti menutupnya kembali rapat pada tubuhnya lalu mematikan lampu sebelum dia pergi meninggalkan kamar Wijayanti.


"Duh Gusti Allah, kenapa aku Kau kasih cobaan seperti ini, punya anak satu yang dibangga-banggakan malah menikah dengan seorang dukun yang jauh kelasnya dari kelasku, Huhh." keluh Wijayanti meratap.


***


Netra Gadis fokus menatap sebuah foto usang Hitam putih dimana ada gambar seorang anak lelaki kecil yang sedang digendong oleh ayahnya. Gadis mengambil foto itu dari dinding lalu mengusapnya dan memperhatikan dengan seksama wajah di foto itu.


"Lucu, ganteng, imut banget," gumam Gadis sambil tersenyum.


Ceklek.


Bunyi pintu terbuka membuat Gadis mengalihkan pandangannya ke pintu dan netra nya langsung menangkap sosok Raja yang berdiri di tengah pintu sambil menatap ke arahnya.


Deg.


Desir lembut tiba-tiba menyelusup hati Gadis, ada rasa bahagia dan senang saat melihat wajah rupawan di depannya. Gadis meletakkan foto hitam putih itu kembali di dinding menatanya dengan rapi dengan senyum tak lepas di bibirnya.


Raja menutup pintu lalu menguncinya, sejenak ia berdiri terpaku sambil memejamkan matanya.


"Dicky inget Lo harus mulai jaim, ini baru kencan pertama jangan sampai Lu norak dan malu-maluin gue. Oke kita siap bertempur Bro," batin Raja menyemangati nafsunya.


Raja lalu berbalik badan tatapan matanya tak lepas memandangi Gadis. Sementara Gadis sepertinya sudah siap dengan malam ini, apapun yang dilakukan Raja, dia tidak akan menolaknya. Tak bisa dipungkiri ada rasa rindu terhadap sentuhan dan juga ciuman bibir Raja.


Raja mendekatkan wajahnya ke wajah Gadis, jarak keduanya sangat dekat bahkan hampir bersentuhan. Hembusan napas keduanya pun menyapu lembut wajah masing-masing. Untuk beberapa saat kondisi itu membuat keduanya terbuai, ada rasa ingin benar-benar melepaskan hasrat terpendam selama seminggu.


Gadis memejamkan matanya menikmati hembusan lembut nafas Raja. Raja mendekatkan bibirnya ke telinga Gadis lalu berbisik.


"Nong, Kita nginep di sini malam ini tapi kita tidur terpisah. Kamu tidur di kasur dan gue tidur di sofa, kita jaga kencan kita Yang," bisik Raja membuat Gadis langsung membuka matanya membulat sambil menggigit bibirnya.


"Minggir!" seru Gadis mendorong tubuh Raja menjauh dari dirinya dan berjalan meninggalkan Raja menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2