Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Bertepuk Dua Tangan


__ADS_3

..."Sesuatu yang indah dan membahagiakan adalah saat cinta tidak bertepuk sebelah tangan"...


...~Raja~...


Suasana hening sejenak, Gadis merapatkan tubuhnya mendekati Raja sedikit bersembunyi di belakang lengan Raja.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Gadis dalam hati menarik nafas panjang.


Raja melirik Gadis, insting prianya langsung bisa membaca bahwa tamu yang hadir pagi ini pasti bukan orang atau teman biasa.


"Waalakumsallam warahmatullahi wabarakatuh."Gadis menjawab salam Harris.


Tatapan mata Haris langsung beralih menatap Gadis, ada sorot rindu sekaligus marah. Telapak tangan Raja menggenggam erat tangan Gadis, tatapannya masih ke depan lurus menatap tajam ke arah Haris.


"Maaf saya pagi-pagi bertamu ke sini. Oh ya perkenalkan nama saya Haris, saya teman Gadis sejak kecil maksud kedatangan saya hanya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua, karena saat menikah saya sedang berada di luar daerah jadi belum sempat memberikan ucapan selamat terutama kepada Gadis," ucap Haris terlihat tenang.


"Terimakasih," ucap Raja singkat dengan tampang dingin dan sangarnya.


"Boleh saya bicara sebentar dengan Gadis cukup 5 menit," pinta Haris dengan tenang dan sopan kepada Raja.


Gadis balas menggenggam tangan Raja dengan erat, perasaannya saat ini sulit untuk digambarkan rasa bersalah adalah rasa terbesar yang ada di dalam hati Gadis.


Wajahnya tertunduk Gadis seperti memberikan keputusan kepada Raja, apakah Raja mengijinkan Dia berbicara dengan Haris atau tidak Gadis siap menerimanya.


"Sayang, gue bantu Mama beres-beres dulu." kata Raja melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gadis lalu mengusap pucuk kepala Gadis yang terbungkus hijab warna bata.


Gadis menoleh menatap Raja sambil mengangguk. Raja sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga Gadis.


"Jaga hati Lu Nong, karena itu milik gue," bisik Raja di telinga Gadis sebelum pergi masuk ke dalam rumah.


Gadis hanya terdiam, helaan nafas yang jadi jawabannya.


"Silakan duduk Kak," Gadis mempersilahkan Haris duduk.


"Bisa kita bicara tidak di sini?" tanya Haris.


"Gak bisa, apa yang akan Kakak bicarakan." balas Gadis tenang.


Sepertinya Gadis sudah bisa menguasai emosi, hati dan pikirannya.


"Jadi dia yang buat Kamu ninggalin aku dis?" tanya Haris dengan tenang.


"Semua sudah disampaikan di chat WA waktu itu jadi enggak perlu ada yang harus dijelaskan saat ini," jawab Gadis mulai sedikit gelisah.


Satu hal yang Gadis tahan saat ini adalah menangis di depan Haris dan ingin terlihat bahwa dia baik-baik saja dan bahagia.


"Aku nggak yakin kamu bisa ngelupain aku begitu saja dis karena aku yakin hati dan cintamu masih milik aku," ucap Haris mulai meneror kegelisahan hati Gadis.


"Aku rasa pembicaraan kita cukup, silakan Kak Haris pergi karena aku tidak ingin membicarakan apapun lagi," kata-kata Gadis lebih tepat seperti mengusir.


"Aku kira kamu tidak seperti gadis lain, tapi ternyata dugaanku salah. Kamu dengan sikap dingin memutuskan Cinta sepihak tanpa penyesalan sedikitpun." cela Haris.


"Ternyata benar, harta bisa membuat seseorang silau dan merubah prinsipnya," kata Haris

__ADS_1


kembali dengan sinis kearah Gadis.


Gadis beranjak dari duduknya, dia benar-benar tidak menginginkan pembicaraan ini berlangsung lebih lama. Hal ini karena dadanya semakin sesak dan matanya tak mampu lagi menahan air yang akan meluncur dengan begitu saja di pipinya.


"Kamu! Kenapa tidak bantu suamimu berkemas malah ngobrol dengan laki-laki lain," dengus Wijayanti sinis tajam ke arah Gadis.


"I-ya ibu." ucap Gadis lagu pergi bergegas masuk ke dalam rumah sambil menyembunyikan air mata yang sudah menetes di pipinya.


***


Di pinggir kolam halaman samping Raja terlihat kesal, rahangnya mengeras dia merasa detak jantungnya cepat dan suhu tubuhnya naik secara tiba-tiba.


"Oh, jadi dia cowok yang bini gue suka. Masih gantengan gue kemana-mana." gumam Raja kesal sambil mencibir.


"Tapi dia cinta pertama, biasanya cinta pertama susah dilupain karena terlalu indah, kalau Jenong memutuskan untuk balik lagi sama dia gimana nasib Dicky sama gua?" gerutu Raja sambil menggaruk tengkuknya.


"Mantan gue aja gue tolak, masak Jenong mau balikan ma mantan? Gak mungkin pasti Jenong nggak bakal mau," Raja terus berdebat dengan hatinya yang sedang ambyar.


"Tapi kan mereka pisah karena gue." kembali Raja memojokkan dirinya.


"Udah! Pusing pala gue!" teriak Raja sambil mengacak rambutnya.


"GELO MANEH!" pekik Mang Uwu.


" Maaf Kong," saut Raja senyum dengan terpaksa


"Lihat aja kalau dia macam-macam sama Jenong, gue nggak akan segan-segan buat habisin dia," dengus nya dengan mata memerah.


Raja mengambil batu yang cukup besar lalu melempar kan setengah kolam ikan dengan kuat sehingga percikan air mengenai Mang Uwu yang sedang memberi makan ayam di kandang atas kolam.


BYURR


Mang Uwu tetangga sebelah Hayati yang emosian menoleh ke arah Raja dengan mata mendelik tajam.


"BLEGUK SIA(bodoh kamu)!" hardik Mang Uwu.


Raja langsung mengangkat kedua tangannya ke atas dan menangkep kan di depan dada,"Maaf, maaf Pak!" teriak Raja.


"Shirt!" dengus Raja kesal.


Gadis memperhatikan Raja dari pintu samping dapur, hatinya gundah gulana. Keputusan apa yang harus dia ambil untuk hatinya? Itulah yang jadi penyebabnya.


Gadis memejamkan matanya nya sejenak, menghela napas panjang untuk membantu menetralisir pikiran dan juga hatinya.


"Ringankan hati hamba seringan debu yang terbang Ya Allah, tetapkan langkah hamba kalau memang dia jodoh dunia akhiratku," bisik Gadis bermunajat.


"Bismillahirrahmanirrahim," Gadis berucap untuk mengawali langkahnya.


Gadis perlahan tanpa suara mulai mengangkat kaki kanannya sambil memejamkan matanya, air mata terlihat mengalir begitu saja membasahi pipi putihnya.


Satu langkah hati Gadis berdebar, jantungnya berdetak tak karuan. Dua langkah, bulir kristal dikeningnya mulai terlihat. Langkah ketiga bibir sensual Gadis bergetar menahan tangis yang masih tertahan.


"Ya Robb, Lepaskan dan hapuskan nama lain yang ada di hati hamba. Kuatkan hati dan imanku untuk mendapatkan cinta-Mu dari nya," ucap Gadis di langkah keempat sekaligus langkah terakhir di belakang Raja.

__ADS_1


Tangan Gadis memeluk pinggang Raja dari belakang sambil menangis tersedu.


Jleb


Hati Raja berdebar kencang bahkan dadanya ingin melonjak untuk bersorak karena terlalu bahagia. Mata Raja tampak menggenang, hidungnya kembang kempis dan air mata itu jatuh meluncur di pipi Raja.


Raja memeluk tangan Gadis yang terasa dingin. Mata Raja terus berkedip dengan air mata mengalir tanpa bisa dia tahan.


"Alhamdulillah ya Allah ya Robbi, Thanks," kalimat yang meluncur dari mulut Raja penuh syukur.


"Thanks beb, Lu dah buka hati lu buat gue. Gue janji akan jaga hati lu untuk terus buat gue, gue nggak akan ngecewain lu Neng," ucap Raja sambil mencium telapak tangan kanan Gadis.


Gadis diam dalam tangis, dadanya turun naik hingga Raja bisa merasakannya.


Raja membalikan tubuhnya, lalu mencium pucuk kepala Gadis yang tertunduk.


Raja mengangkat dagu Gadis, wajah Ayu mempesona itu basah oleh air mata. Kedua telapak tangan Raja mengusap wajah Gadis dengan jari-jarinya.


"Gue janji nggak akan pernah bikin lo nangis dan ini adalah tangisan lo yang terakhir saat lu ada sama gue," ucap Raja lalu mencium kening Gadis


"Kita pulang sekarang Kang," ajak Gadis sambil tersenyum dalam tangis.


"Kita pulang Jenong sayang," balas Raja.


Mereka berdua lalu berangkulan masuk ke dalam rumah, Mang Uwu yang melihat mereka berdua tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Wijayanti dan Ify sudah masuk ke dalam Mobil dan terlihat sekali Wijayanti sudah tidak sabar.


"Lama banget itu Bagus ngapain aja di dalam." gerutu Wijayanti.


"Mungkin minta ramuan besan Mbak Yu biar cepet dapat cucu," saut Ify bercanda.


Wijayanti melotot ke arah Ify.


"Sembarangan aja kamu kalau ngomong," dengus Wijayanti kesal.


Tak lama kemudian Raja dan Gadis terlihat sedang berpamitan dengan Hayati. Wajah Raja terlihat berseri dan bahagia tatapan matanya tak lepas dari Gadis dan Gadis.


Raja Jongkok memakai sepatutnya tanpa memeriksa.


"Aaaaww!" teriak Raja tiba-tiba karena ada yang menggigit jari jempol kakinya.


Raja menjerit dan melepaskan sepatu kirinya, begitu terlepas betapa kagetnya Raja dengan apa yang dilihatnya.



"U-ular!" Raja langsung berlari ketakutan tanpa alas kaki sebelah masuk kedalam mobil dengan luka gigitan ular di jempol kakinya .


...😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱...


Bagaimana luka Raja apakah itu ular berbisa atau tidak. Yuk ikuti episode berikutnya.


Terima kasih untuk semua jejaknya dan semoga nggak bosan dengan cerita Gadis dan Raja.

__ADS_1


__ADS_2