
Langit senja di hiasi matahari menampakkan warna terindahnya. Dari permukaan bumi, matahari senja ini bernuansa merah, peach, orange, dan kuning keemasan yang membentang di horisontal sepanjang mata Raja menatap dari jendela lantai 3 kamar perawatan Gadis.
Sesekali Raja menoleh ke arah Gadis yang masih terpejam seperti putri salju yang sedang tertidur, tatapan sayu berganti dengan tatapan haru dan bahagia terlihat berubah-ubah seperti halnya perasaannya.
"Lu adalah hal terindah dalam hidup gue tapi sekaligus Lu adalah ujian terberat selama hidup gue." gumam Raja pelan menghela napas.
Raja kembali melemparkan pandangannya pada langit senja, ada titik bening yang mengenang di kedua sudut matanya. Raja mengerjapkan matanya beberapa kali agar titik bening itu tidak menjadi sebuah air mata yang meluncur di kedua pipinya.
"Gue yakin akan jadi kuat dan dewasa dengan semua kejadian ini dan ini adalah takdir yang harus gue jalanin. Terlalu banyak dosa gue di masa lalu dan kehadiran Gadis seperti jalan buat gue untuk berubah jadi orang yang lebih baik. Alhamdulillah ya Rabb." rasa syukur tak lepas dari bibir nya.
"Ehmmm..." reaksi Gadis saat mulai terbangun dari tidurnya membuat wajah Raja seketika berseri.
"Assalamualaikum my amazing wife." sapa Raja duduk di kursi sebelah ranjang dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Gadis.
"Waalaikumsalam Akang." suara Gadis lirih sambil menarik selimut dan menutup wajahnya.
"Lah, kok di tutup wajah bidadarinya Nong. Gue kan masih kangen." protes Raja menarik selimut yang menutupi wajah Gadis.
"Gak mau malu, masih ileran dan bau jigong Kang." Gadis menahan selimutnya biar gak kebuka.
"Apapun yang ada pada diri Neng buat Akang cantik dan indah semua." rayu Raja dengan senyum mengembang di bibir tipisnya.
"Akang keluar dulu gih, tar kalau Gadis udah bersih baru Akang masuk." suara Gadis dari balik selimut.
"Gak mau, tadi lu janji mau kasih kiss kalau gue udah mandi wangi dan bersih. Janji harus di tepati Nong." protes Raja sekaligus menolak.
"Iya tapi minta waktu bentar Kang." ucap Gadis beralasan.
Raja mengangkat tubuh Gadis dari ranjang lalu membopongnya, membuat Gadis tersentak kaget hingga membuka selimut yang menutupi wajahnya.
"Akang apa-apaan?" tanya gadis dengan nada sedikit meninggi sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan.
"Mau mandiin Putri tidur." saut Raja dengan cuek nya sambil berjalan membopong gadis masuk ke dalam kamar mandi.
Begitu sampai kamar mandi Raja mendudukkan Gadis di atas wastafel di depan dinding kaca yang sangat besar.
Gadis tersenyum menatap Raja, ada bening di kedua sudut matanya melihat kelakuan Raja yang memanjakan dirinya. Raja mengambil sikat gigi lalu menuangkan odol.
"Mau gosok gigi sendiri atau...," belum sempat Raja menyelesaikan kalimatnya gadis sudah menyambar sikat gigi yang ada ditangan Raja.
__ADS_1
"Kang maksa." decit Gadis sambil cemberut dan memanyunkan bibirnya.
"Tapi cinta kan?" tanya Raja menggoda sambil mencubit gemas hidung Gadis.
Selama Gadis menggosok gigi manik Raja tak melepas pandangannya dari wajah ayu Gadis yang ada di depannya dengan mata penuh binar cinta juga kekaguman. Hal itu membuat gadis merasa kikuk dan juga grogi.
"Kenapa sih gitu amat ngeliatin nya Kang bikin gadis grogi aja.," protes Gadis mulai malu.
"Nong, coba lo cubit lengan gue." pinta Raja. tiba-tiba membuat gadis sedikit bingung.
"Emang kenapa Kang?" tanya Gadis terlihat dengan wajah heran.
Gadis memutar tubuhnya lalu dia berkumur dan membersihkan kan sisa busa yang ada di sekitar mulutnya setelah itu dia kembali memutar badannya menghadap raja lalu menatap manik mata Raja menunggu jawaban atas pertanyaannya.
"Gue cuma pengen mastiin dan yakin, kalau indahnya hidup bersama kamu nyata bukan sekedar mimpi.Nong." suara serak Raja yang keluar bersamaan dengan hembusan napas nya menerpa wajah Gadis seperti sejuknya semilir angin Dhuha.
"MasyaAllah, Akang benar-benar bikin gadis melambung tinggi ke awang-awang." ucap Gadis dengan wajah merona mendengar gombalan Raja.
"Nong, lu tau kan gue sekarang cuma punya lu. Apa yang gue cintai udah gak ada, jadi gue minta sama lu Nong jangan pernah lu hilang dari sisi gue kecuali ajak menjemput. Dan jangan pernah berhenti mencintai gue sampai kapan pun. Walaupun banyak duka saat lu hadir di hidup gue tapi lu hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya." ucap Raja sambil menatap dalam manik mata Gadis.
Gadis tersenyum haru, hatinya seketika dipenuhi oleh kebahagiaan yang luar biasa melimpah. Kedua telapak tangan Gadis memegang kedua pipi Raja lalu mengusap lembut jari-jemarinya cairan bening yang ada di di kedua sudut mata Raja.
Raja mendekatkan wajahnya lalu dia mencium kening Gadis sambil memejamkan mata, tetes bening tidak mampu dia tahan meluncur begitu saja dari kedua matanya. Tetes keharuan dan juga kebahagiaan yang luar biasa yang belum pernah Raja rasakan selama hidupnya kecuali saat bersama Gadis.
"Alhamdulilah moga ini adalah awal jalan hidup gue untuk berubah jadi orang yang lebih mulia di hadapan Allah Nong." ucap lirih Raja.
Raja mengambil Kedua telapak tangan gadis yang ada di wajahnya lalu kedua telapak tangannya menyusup belakang telinga Gadis dan mulai mendekatkan bibir nya menyentuh bibir Gadis membuat Gadis memejamkan mata menikmati sentuhan lembut bibir Raja.
Keduanya hanyut dalam ciuman hangat yang berlanjut dengan ciuman mendebarkan mengusik hasrat mereka hingga semua benda-benda mati di kamar mandi menjadi saksi luapan cinta mereka.
***
Pras memasuki lobi rumah sakit dengan tergesa manik matanya menyapu lantai seluruh ruang lobby rumah sakit.
"Shitt, di mana foto itu gue harus cari sampai dapat." Pras mulai menyisir lobby rumah sakit.
"Housekeeping, mereka pasti yang membersihkan lobby ini sekarang gue harus cari tau siapa cleaning service yang membersihkan lobby ini." batin Pras sambil berjalan mencari cleaning service.
Tak sulit untuk Pras menemukan siapa orang yang membersihkan lobby rumah sakit dengan koneksi yang dia punya. Andi adalah salah satu cleaning service yang baru saja membersihkan bagian lobby sekarang Andi berdiri dihadapan Pras yang duduk di ruang cleaning service.
__ADS_1
"Apa kamu tadi yang membersihkan lobby rumah sakit satu jam yang lalu?" tanya pres penuh Wibawa membuat Andi terlihat sedikit tegang.
"Iya benar Pak." jawab Andi singkat.
"Apa kamu menemukan sebuah foto... ee... seperti foto USG?" tanya Pras agak malu.
"Foto USG Pak?" tanya Andi heran minta diperjelas.
"Iya foto USG foto bayi yang warnanya hitam putih gambarnya kayak garis-garis kamu lihat apa tidak?" Pras mulai bersemangat.
Andi diam sejenak dengan dahi berkerut seperti sedang mengingat mengingat sesuatu, sementara Pras dengan mata melotot menunggu dan memperhatikan kata-kata yang akan keluar dari mulut Andi.
Pok.
Andi bertepuk sekali membuat Pras berkedip kaget hingga tersentak.
"Saya inget Pak! Foto itu saya temukan di lantai. Saya sempat melihat lalu saya membuangnya ke tempat sampah .Saya pikir itu sudah tidak diperlukan lagi dan saya juga tidak memerlukan foto itu Pak." kata Andi membuat peta kecewa.
"Shitt! kamu buang di mana foto itu? Tunjukkan sekarang sama saya." berita Pras sambil beranjak dari duduknya untuk berjalan keluar dari ruang cleaning service.
"Di tempat sampah Pak, tapi sepertinya tadi sudah diangkut sampahnya sama petugas lain ke penampungan." saut Andi memberi keterangan.
"Hah! Omegat!" teriak Pras melotot sambil mengepalkan tangannya.
"Saya nggak mau tahu pokoknya kamu bantu saya untuk mencari foto itu sampai ketemu! Ayo tunjukkan saya tempat penampungan sekarang juga!" perintah keras layaknya seorang bos.
"Wah Maaf Pak nggak bisa, saya mau pulang. Tadi baru saja ibu saya telepon, minta saya untuk menemani kontrol ke dokter." tolak Andi.
"Hadeuh soal bener!" geram Pras emosi.
"Ya udah kalau begitu, sekarang kamu tunjukkan di mana tempat penampungan sampah itu." pinta Pras kesal sendiri.
"Di belakang Pak dekat kamar jenazah." kata Andi datar tapi membuat Pras tersentak kaget.
"Hah! Kamar mayat!" teriak Pras mulai pucat.
😅😅😅
Hayo lo Pras berani kagak cari tuh foto di tempat penampungan dekat kamar mayat 😇
__ADS_1
Ikuti next episode nya ya kaka